ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 239.


Anton yang masih di pertengahan jalan berhasil menghimpit mobil pelaku keonaran dan juga berhasil menangkap nya .


Setelah itu mereka pun membawa nya ke markas untuk di ekskusi.


Anton melihat beberapa panggilan dari rian dan juga selly kekasih nya yang mungkin khawatir menayakan keadaan nya .


Di mansion .


Nenek dan kakek terkejut ketika melihat zain menggendong ayris .


Mereka pun mengikuti zain hingga ikut naik ke kamar zain sementara membaringkan ayris yang masih pingsan karena melihat pertumpahan darah dan baku tembak yang selama ini tak pernah ia lihat sama sekali .


" Zain ,,,, ada apa dengan ayris ?"


Nenek jaya mengusap pelan kepala ayris yang masih belum sadar.


" Sekelompok tikus kecil melakukan penyerangan di gedung kantor dan ayris melihat baku tembak di sana."


Ucap zain setelah itu meneguk air minum menghilangkan dahaga nya .


" Ayris sayang ,,,, . Tenang lah nak ! Tidak akan terjadi apa apa ."


Nenek jaya mengusap pelan kepala ayris dan duduk di tepi ranjang samping ayris .


" Apa semua ulah adinata ?"


Kakek arijaya yang menaruh curiga pada besan nya tersebut menanyakan nya pada zain .


" Rian masih memeriksa nya kek , ada atau tidak kaitan nya orang tua itu ? "


Ucap zain yang kemudian duduk di sisi samping ranjang ayris.


" Apa tidak sebaik nya kau segera memberitahu ayris ,zain ? Kita tidak mungkin terus menerus menyembunyikan nya dari ayris ."


Ucap kakek arijaya .


" Kakek mu benar zain , nenek sangat khawatir dengan nya dan buyut nenek ."


Ucap nenek jaya pada zain .


Mereka sangat khawatir dengan kondisi ayris apalagi perut ayris yang semakin membesar sangat berbahaya untuk nya jika masih berada di luar mansion .


Tak berapa lama leo datang berlari tergopoh gopoh sampai di depan kamar zain .


Ia pun segera masuk tanpa mengetuk pintu atau mengucap permisi karena sudah di pastikan kakek dan nenek nya berada di dalam kamar .


" Kau lama sekali ,,, Berkencan dulu ?"


Nenek jaya sengaja mengejek leo yang baru saja datang .


" Bagaimana mau berkencan ? Rian menelepon ku untuk kembali ke mansion ."


Ucap leo yang mengeluarkan alat kedokteran nya memeriksa kakak ipar nya .


"Hahahaha,,,,, . Itu nama nya belum beruntung ."


Nenek jaya terlihat senang mengejek cucu nya itu sementara leo mengeryitkan dahi nya.


"Kakak ipar tidak apa apa . Dia hanya syok menyebabkan tekanan darah nya turun . Baby tidak apa apa ."


Ucap Leo setelah selesai memeriksa keadaan ayris .


" Kapan ayris akan sadar ?"


Ucap nenek jaya yang masih merasa khawatir pada nya.


" Sebentar lagi nek .Tunggu saja ! "


Ucap leo yang kemudian pergi meninggalkan kamar zain.


" Kakek rasa kita harus bergerak cepat zain .Kakek merasa sudah saat nya kita tunjukkan siapa sebenar nya keluarga arijaya ."


Ucap kakek ari melipat kedua tangan nya di bilah dada nya .


" Tunggu sebentar lagi kek ! Aku masih harus menyelesikan satu tugas lagi ."


Kakek arijaya tak mengerti kenapa zain tak langsung membuat jera lawan nya .


" Baiklah ,,, jika menurut mu semua itu lebih baik . Kakek hanya mengkhawatirkan ayris dan bayi nya ."


Kakek yang sangat kesal dengan tingkah orang yang di seberang sana membuat anarah sang kakek meledak .


Beberapa saat kemudian ayris yang tersadar dari pingsan nya mencari cari keberadaan sang suami yang ternyata berada di kamar mandi .


Sedangkan kakek dan nenek tengah turun untuk makan malam .


" Sayang,,,, sayang,,,,."


Ayris yang mengingat jika ia sedang di kantor dan terjadi baku tembak di depan lobby memamggil manggil suami nya karena khawatir.


" Sayangggg,,,,,."


" Hiks,,, hiks,,, hiks,,,,."


Secara tiba tiba ayris berteriak histeris dan menangis membuat zain yang baru baru saja keluar dari kamar mandi terkejut .


Zain berlari menghampiri istri nya yang tengah menangis dan membuat nya khawatir .


" Sayang ,,,, ."


" Sayang ,,,, tenang lah !"


Zain kemudian menangkup ayris dalam pelukan nya .


Ayris yang merasa lebih tenang kemudian mendongakkan kepala nya memandang zain .


Kemudian menyentuh wajah zain dengan jedua tangan nya lalu memeluk nya kembali dengan saat erat.


" Aku takut,,,, ."


ucap ayris yang mungkin syok dengan kejadian sore tadi .


" Tenang lah ,,,tidak akan terjadi apa apa !"


Zain mencoba menenangkan ayris yang terlihat sangat syok dan trauma dengan apa yang ia lihat saat hendak pulang dari kantor .


Setelah beberapa saat ayris tenang dan tak begitu terlihat ketakutan , zain menggenggam erat tangan istri nya mengusap pelan wajah nya .


" Sayang ,,,, kau ingin makan apa ? aku akan menyuruh mira membuat makanan kesukaan mu ."


Ucap zain .


Namun ayris menggelengkan kepala nya lalu bergelayut manja di lengan zain .


" Baiklah ,,, aku akan memasak untuk mu ?"


Ayris melepaskan seketika tangan nya dan memandang penuh heran pada zain .


Tanpa di sadari ayris menganggukkan krpala nya menanggapi pernyataan zain .


" Baiklah ,,, tunggu sebentar di sini ! Jangan kemana mana ! Aku akan turun memasak untuk mu ."


Ucap zain .


Ketika ia hendak bangun dari tempat tidur dan berjalan melangkahkan kaki nya ayris menggapai tangan zain .


Zain yang menoleh kembali ke arah ayris yang merentangkan tangan nya minta di gendong.


Zain tersenyum dengan tingkah istri nya yang menggemaskan membuat nya tak bisa jauh dari ayris.


Ketika zain hendak menggendong ayris kedua tangan nya di tepis oleh ayris yang kemudian meraba saku celana zain dan membolak balikkan badan zain.


Ayris yang mengingat saat sebelum ia pingsan zain sedang memegang senjata di tangan nya dan tengah memeluk diri nya di satu tangan yang lain .


" Ada apa ?"


Zain merasa ada yang aneh dengan sikap istri nya , ia pun berpikir tentang senjata itu .


" Sayang,,,, mana senjata yang kau pakai untuk melindungi ku ? Dari mana kau mendapatkan nya ? Apa kau punya ijin memiliki nya ?"


Ayris mencerca beberapa pertanyaan pada zain yang kemudian ia menyuruh ayris duduk di ranjang bersama nya .


" Apa lagi yang ingin kau ketahui ? Bodyguard yang penuh di kanan kiri sewaktu kita keluar ? Atau kau ingin mengetahui posisi menjadi istri ku ? "


Pertanyaan yang di lontarkan ayris tak mendapat jawaban dari zain melainkan mendapat pertanyaan dari suami nya tersebut.


Ayris tak menjawab pertanyaan suami nya namun menganggukkan kepala nya .


" Atau bahkan kau ingin tahu kenapa aku tidak pernah menemani mu di luar sana ? kau juga pasti akan bertanya kenapa terjadi penembakan di kantor ?"


Zain menepuk tangan ayris yang tertegun mendengar ucapan nya .


" Sayang ,,, dengar baik baik ! Kau bukan hanya seorang istri seorang pengusaha terkenal tetapi juga seorang king mafia ."


Ucapan zain membuat ayris menutup mulut nya yang terkejut dengan kedua tangan nya.


" Untuk itu aku tidak bisa menemani mu berjalan bebas di luar sana . Akan sangat berbahaya bagi mu dan juga baby kita."


" Aku tak perlu menjawab semua yang ingin kau ketahui karena kau seorang yang cerdik pasti tahu jawaban nya ."


" Ayo ,,,, aku akan menggendong mu ."


Zain mengulurkan kedua tangan nya pada ayris namun ayris berdiri menjauh dari nya membuat zain mengernyitkan dahi nya melihat istri nya yang mungkin syok mendengar apa yang ia katakan.


" Ada apa ? Apa kau takut dengan ku ? "


Zain tersenyum pada ayris dengan kedua tangan masih merentang lebar pada nya .


" Apaaa ,,,,! suami ku seorang mafia ? Apa aku tidak salah dengar ? bagaimana mungkin ? "


Gumam ayris dalam hati nya .


" Pantas saja ia dengan mudah melenyapkan wanita itu . Dan juga penyerangan di kantor ,,,?"


" Bagaimana ini ,,,? Dan kakek,,,, ? Tidak ,,, tidak ,,, tidak mungkin kakek tidak mengetahui nya . Kakek bersahabat dengan kakek zain ."


" Pantas saja banyak sekali pengawalan dan juga pada saat aku keluar meskipun mereka tak menampakkan nya tapi mereka menjaga ku ."


" Seorang mafia pasti sangat kejam ,,. Dia akan selalu membunuh orang ? Menyelundupkan barang ? Dan senjata nya pasti ilegal ? Bagaimana aku bisa memiliki suami seperti itu ? Baby twins ,,,?"


Ayris yang masih berpacu dengan pikiran nya seakan tak mengindahkan panggilan zain .


" Sayang,,,, sayang,,,,, ."


" Ayo kita turun ! "


Ucap zain yang masih merentangkan jedua tangan nya pada istri nya .


"Tidak,,,, jangan sentuh aku ! Pergi ,,, pergi ,,,!"


Ayris yang merasa kesal karena di bohongi tersulut emosi dengan zain.


Ayris berteriak histeris ketika zain yang terus mencoba mendekati nya .


" Sayang,,,,."


Zain mengerti jika ayris tengah marah pada nya tetapi cepat atau lambat ia pun pasti mengetahui nya.


" Sayang ,,, ada apa ?"


Nenek jaya yang tiba tiba muncul dari balik pintu terkejut melihat ayris yang berdiri di atas tempat tidur .


" Nenek,,,, .Hiks,,, hiks,,,,hiks,,,."


Ayris menangis berhambur di pelukan nenek jaya.


" Sayang ,,, tenang lah ! "


Nenek jaya kemudian memeluk ayris dan menenangkan nya .


Kakek arijaya yang datang bersama nenek terkejut melihat ayris yang seperti nya merasa syok .


" Zain , ayo kita keluar dulu ! Nenek mu pasti bisa menenangkan nya ."


Ucapan sang kakek diangguki oleh zain .


Mereka berdua yang akhir nya berjalan menuju ruang kerja zain untuk mendiskusikan hal ini .


Sementara ayris yang masih dalam pelukan nenek jaya merasa lebih baik dan melepas pelukan nya.


" Ada apa sayang ? Kenapa berteriak histeris ? Apa zain menyakiti mu ?"


Nenek jaya menggenggam tangan ayris lalu menepuk nya pelan .


Ayris tak menjawab pertanyaan nenek jaya melainkan menjawab dengan menggelengkan kepala nya .


" Lalu apa yang sedang kau pikirkan ?"


Nenek jaya yang mencoba mencari tahu apa penyebab ayris berteriak histeris.


" Zain,,,, nek,,,, zain seorang mafia ."


Ucap ayris yang merasa tak percaya kini tengah mengadukan nya dengan sang nenek .


" Astaga ,,,, pantas saja ayris berteriak histeris ternyata zain mengungkap identitas nya."


gumam nenek jaya dalam hati nya .


" Oh ,,, jadi zain telah memberitahukan nya pada mu sayang ?"


Nenek jaya yang bersikap santai tanpa keterkejutan sama sekali membuat ayris membelalakkan mata nya .


" Apaaa,,,, jadi nenek sudah mengetahui nya ? Dan aku orang yang menjadi istri nya tidak mengetahui hal tersebut. "


Ayris terkejut mendengar jawaban nenek jaya .


" Sayang,,,, . Sebenar nya ini semua salah kami yang membiarkan nya menggeluti dunia itu . Sejak ber umur sepuluh tahun kedua orang tua nya sering bertengkar karena memang tidak ada rasa cinta di antara mereka. "


Nenek jaya mulai bercerita pada ayris.


" Hingga ia melihat pengorbanan ayah max yang membuat nya membenci kedua orang tua nya itulah yang membuat kami mengambil nya dari kedua orang tua nya ."


" Ia pun belajar ilmu beladiri secara diam diam .Dan apa kau tahu ? Suami mu itu juga dermawan . Ia mengajak anak jalanan yang kurang mampu bahkan sudah tak mempunyai orang tua ikut dengan nya. Menyekolahkan ,memberi semua keperluan mereka ,bahkan juga menyiapkan jodoh untuk mereka ."


" Kehidupan seperti itu ia jalani sejak kecil hingga saat dewasa kakek arijaya menyerahkan jabatan ketua black devil pada nya ."


" Zain cucu kesayangan kakek nya apapun akan ia lakukan untuk nya .


" Sisi dingin yang ia miliki karena trauma masa kecil nya pada kedua orang tua nya hingga kau bisa membuat nya lebih hangat ."


Ucap nenek menyentil hidup ayris .


" Kau tahu sayang ,,,? Betapa berharga nya kau di hidup nya."


" Apaaaaa,,, jadi semua sudah tahu kecuali aku ?"


Gumam ayris dalam hati .


" Suami ku seorang yang peduli dengan sesama tapi kenapa menempuh jalan mafia ?"


Ayris yang masih bergejolak dalam hati dan pikiran nya yang seakan tak terima semua kenyataan ini .


" Sayang ,,,, istirahat lah ! Nenek akan menyuruh zain tidak tidur dikamar ini dulu ."


Ucapan nenek jaya membuat ayris tersadar dari lamunan nya dan juga membuat nya mengangguk pelan .


Setelah beberapa lama nenek jaya keluar kamar , ayris mencoba memejamkan kedua mata nya namun rasa gelisah tengah menyelimuti nya .


" Kenapa tidak bisa tidur ?"


Ucap ayris yang berguling ke samping kanan san kiri tempat tidur nya .


" Baby ,,,, kenapa kau bergerak terus ? Kau merindukan daddy mu ,,,, mommy juga ."


" Kau tahu baby ,,, mommy tidak marah pada daddy mu tapi terkejut . Kenapa daddy mu merahasiakan semua nya dari mommy ?"


Ayris yang bermonolog sendiri dengan mengusap perut nya merasa gelisah dalam diri nya .


Ia bahkan tak bisa jauh dari suami nya apalagi lengan suami nya saat tidur bagaimana mungkin bisa jauh dari nya .


" Apa ini yang di namakan cinta tak memandang apa pun ?"


Ucap ayris kemudian memejamkan mata nya karena mendengar bunyi suara pintu terbuka .


Ceklek,,,,


Zain yang menghampiri istri nya mengira nya sudah tidur membelai lembut wajah nya kemudian meraih tangan nya lalu mencium nya .


" Sayang ,,,, maafkan aku yang membuat mu takut ."


" Aku akan melindungi mu dan baby twins dengan nyawa ku ."


" Jangan pernah tinggalkan aku ! Aku sangat mencintai mu."


" Beberapa hari ini aku akan tidur di ruang kerja agar tak membuat mu takut."


Ucap zain yang kemudian mencium kening nya dan perut nya yang mendapat respon dari baby .


" Baby ,,, jaga mommy baik baik !"


Ucap zain yang berlalu meninggalkan kamar mereka menuju tempat tidur ruang kerja nya.


Sesaat setelah zain keluar ayris membuka kedua mata nya menghela nafas kasar nya .


" Kenapa kau pergi ?"


Ucap ayris dengan kesal nya .


" Kau tahu aku tidak bisa tidur tanpa lengan mu ?"


Buk,,,, buk,,,


Ayris memukul kasur tempat tidur nya dengan kesal .


Ayris yang mencoba memejamkan mata hingga berguling kesana sini hingga berjalan mondar mandir tak jua membuat nya merasa kantuk sedikit pun .


" Aaaaaaaakkkk,,,, . Tak bisa tidur sama sekali ."


Ayris yang kesal lalu berjalan ke ruang jerja zain dengan mengendap endap melalui pintu rahasia dari kamar mereka .


Ia menengok kesana kesini mencari keberadaan suami nya . Setelah beberapa saat ia pun menemukan suami nya yang tidur di ranjang rahasia di ruang kerja nya .


" Kenapa tak pakai selimut ? Kau bisa kedinginan jika seperti ini ."


Ucap ayris yang kemudian ikut berbaring di samping nya menemukan kenyamanan dalam lengan nya .


" Begini lebih baik ."


Ucap ayris.


Zain sedikit menyunggingkan senyum nya melihat istri nya yang menyusul nya tidur dengan nya karena ia hanya berpura pura tidur.


Beberapa saat kemudian zain yang belum tidur merasakan gerakan ayris yang merasa tak nyaman tidur di tempat tersebut .


" Sayang ,,,,, ."


Ayris menggoyang goyangkan tubuh nya namun ia masih berpura pura tidur .


" Sayang ,,,,."


ayris kembali menggoyang goyangkan tubuh zain .


" Hemm,,,,."


Zain yang sebenar nya sengaja tak ingin bersuara merasa kasihan dengan istri nya yang merasa tak nyaman disana .


" Sayang,,,,,."


Ayris memanggil nya kembali membuat zain membuka kedua mata nya melihat apa yang terjadi dengan istri nya.


" Ada apa ,,,?"


Ucap zain mengusap bagian mata nya .


" Tak bisa tidur di tempat ini ."


Ucap ayris dengan manja nya membuat zain yang sebenar nya ingin mendiamkan nya tetapi rasa gemas justru ayris tunjukkan .


" Lalu ,,, ?"


" Ke kamar kita ."


Ayris yang kemudian merentangkan kedua tangan nya membuat zain berdiri kemudian menggendong nya kembali ke kamar mereka .


Setelah sampai zain membaringkan ayris ke tempat tidur dan ketika zain hendak pergi tangan ayris menggapai tangan nya .


" Sayang ,,,."


" Hemm ,,, ada apa lagi ?"


Zain yang menoleh pun bertanya pada ayris Namun ayris tak menjawab nya dengan satu tangan nya yang lain menepuk bagian tempat tidur samping ayris yang kosong.


Zain yang mengerti arti tepukan itu kemudian tersenyum dan berbaring di samping nya.


" Tidur lah ! Aku tak akan meninggalkanmu ."


Benar saja , tak berapa lama zain memeluk nya ayris sudah terlelap di lengan zain tempat ternyaman ayris .


Bersambung 😊😊🙏🙏


Next part ,,, part yang menegangkan .