
Di mansion adinata ,
Seperti biasa nya pagi hari setelah sarapan adinata memberikan vitamin pada istri nya .
Setelah beberapa saat nata tertidur , adinata akan keluar di pagi hari setelah hendra berangkat ke kantor .
" Mona, mama mu baru saja tidur . Papa akan keluar sebentar , jika ia mencari ku katakan papa sedang bertemu dengan teman !"
Ucap adinata pada mona yang tengah membereskan meja makan setelah mengantar suami nya pergi ke kantor .
"Baiklah , pa ."
Jawab mona tersenyum.
Setelah berpamitan dengan mona ,adinata mengendarai mobil sendiri keluar mansion tak seperti dulu selalu menggunakan sopir untuk mengantar nya meskipun hanya sebentar .
Terkadang mona merasa curiga namun semua kecurigaan itu di tepis nya jauh jauh karena tak kan ada yang percaya pada nya jika tak ada bukti .
Setelah selesai membereskan meja makan mona mengambil air dan juga jus untuk di bawa ke kamar sang mertua .
Mona harus lebih hati hati karena mungkin ada mata mata yang sengaja mengintai di dalam mansion tersebut .
Ceklek,,,
Mona masuk ke kamar mama mertua nya mengganti air minum dan meletakkan jus nya di atas meja .
Dengan sangat hati hati mona melihat botol vitamin di samping tempat tidur lalu mengganti dengan obat yang di resepkan oleh leo .
Setelah semua terganti mona melihat sang mama yang tertidur pulas lalu menyelimuti wanita itu .
Mona kemudian keluar dari kamar mertua nya dengan perasaan tenang namun was was akan terjadi sesuatu dengan mama mertua nya.
Setelah itu mona kembali ke kamar nya untuk beristirahat namun ia mengeluarkan semua obat yang ia ganti lalu membuang nya di toilet kamar mandi .
" Mudah mudahan mama cepat sembuh . Mona tidak bisa membantu lebih selain ini ."
Ucap mona dalam hati nya .
" Apa yang sebenar nya terjadi ? Kenapa papa berubah ?"
Mona tak mengerti apa yang terjadi pada keluarga ini , namun tak bisa berbuat apa apa.
Setelah bermonolog sendiri , mona memilih berbaring hingga membuat nya tertidur karena lelah beraktivitas sejak pagi .
Tak berapa lama mona tidur terbangun karena bunyi suara telepon yang berada di samping tempat tidur nya .
Yang ternyata suami nya menanyakan keadaan sang mama .
Di Sebuah rumah sakit jiwa.
Adinata menemui seseorang di rumah sakit tersebut . Seorang gadis cantik muda yang depresi karena ambisi nya ingin memiliki seorang pria hingga menyebabkan ia kehilangan kendali .
" Dokter , bagaimana keadaan jiya ?"
Adinata yang bertanya pada dokter yang menangani jiya .
" Kondisi sudah normal tuan bahkan bisa di bawa pulang dan sesekali bisa kontrol untuk memeriksa kenormalan nya."
Ucap dokter tersebut .
" Terima kasih dokter . "
" Sama sama tuan ."
Dokter tersebut meninggalkan mereka berdua .
" Jiya , aku akan memberikan tempat yang layak untuk mu . Kau tahu dendam mu akan terbalaskan sebentar lagi."
" Kau akan segera menikah dengan orang yang mempermalukan mu. Aku akan membuat nya jadi milik mu."
" Kau tahu , sekian tahun aku merencanakan semua ini hanya untuk mu ."
Setelah bermonolog sendiri dengan memegang tangan jiya yang sedang tidur pulas.
Pria tua tersebut menatap penuh dendam pada dinding yang tak bersalah .
Beberapa saat setelah puas memandangi wajah jiya , adinata meninggalkan rumah sakit tersebut menuju sebuah apartemen.
Setelah itu kembali pulang ke mansion adinata .
Di mansion adinata .
Mona baru saja menyiapkan makan siang berniat menyuapi sang mama mertua sebelum papa mertua nya kembali.
Mona menaruh kecurigaan yang harus ia selidiki meskipun sangat berbahaya sekali pun.
Sang mama yang telah terbangun dari tidur nya tersenyum memandang mona yang membawakan nampan berisi makanan .
" Mona , kenapa kau membawakan makanan ini ? Dimana papa mu ? Apa ia pergi keluar ?"
Ucap nata yang kemudian duduk menerima nampan tersebut .
" Iya ma, papa menitipkan mama pada ku ? Dan aku tidak mau papa memarahi ku karena mama belum makan ."
Ucap mona yang kemudian menyuapi makanan pada nata .
" Benarkah ? Baiklah , mama akan makan ."
" Emm ,,, enak sekali ini . Apa kau memasak sendiri ? Sejak kapan kau pandai memasak ?"
Nata memang sengaja mengejek mona yang memang sudah pandai memasak .
"Hmm ,,,, Sejak mama menganggapku sebagai anak di rumah ini . Apa tidak enak masakan nya ma ?"
Mona tahu kalau mama nya hanya berpura pura mengejek nya .
" Hahahaha,,, .Enak sayang bahkan sangat lezat ."
" Entah berapa lama mama tidak memakan makanan seperti ini ? Apa mama merepotkan mu ?"
Nata khawatir menantu nya itu terlalu sibuk menjaga nya hingga membuat nya kelelahan .
" Tidak ma , sama sekali tidak . Apa mama sudah merasa lebih baik ?"
Tanya mona dengan hati hati .
" Ya , seperti nya mama lebih bertenaga."
Mendengar apa yang mama mertua nya katakan mona merasa senang .
" Ma,,,. Tidak . Makan yang banyak ya ma !"
Nata melihat wajah mona dan perkataan mona yang seakan ragu mengatakan nya kemudian menyentuh satu tangan mona menenangkan nya.
" Mona ,,,katakan ! Apa kau ada masalah dengan hendra atau cucu cucu ku ?"
" Ma, apa mama tak curiga dengan papa ? Atau gerak gerik yang aneh ?"
Deg ,,,
Deg,,,
Nata merasa degup jantung nya berrdetak lebih kencang karena sang menantu kesayangan menaruh curiga pada suami nya .
Sebenar nya nata yang sejak lama merasakan hal itu memendam sendiri kecurigaan tersebut dan menepis nya jauh jauh .
Suami nya kini berbeda dengan yang dulu keras kepala bahkan tak pernah bersikap lembut kini seakan berbeda .
Bahkan ia cenderung mengalah untuk memutuskan sesuatu dari pada dulu yang tak terbantahkan sama sekali.
" Mona , mungkin hanya perasaan mu saja ? Apa papa mu bertindak lebih dari yang sebelum nya ?"
Ucap nata yang menutupi nya .
" Mungkin saja ma , Apa mama tahu papa pergi tanpa sopir mendampingi nya ?"
Deg ,,,
Ucapan mona membuat nya berhenti mengiyah makanan yang mona suapi untuk nya .
" Apaaa,,,, adi keluar tanpa sopir ? Berarti benar kecurigaan mona . Adinata memang memiliki penyakit yang membuat nya tak boleh mengendarai mobil sendiri ."
Gumam nata di dalam hati nya .
" Sayang , mama sudah kenyang ."
Ucap nata pada menantu kesayangan nya .
" Baiklah ma, ayo di minum dulu obat nya !"
Ucap mona memberikan obat di samping tempat tidur yang sudah di ganti oleh mona .
" Istirahat lah ma ! Mona akan membereskan meja makan ."
Tanpa menjawab perkataan mona , nata tersenyum menganggukkan kepala nya .
Ketika mona hendak melangkahkan kaki nya keluar kamar , nata menghentikan langkah mona untuk sekedar bertanya .
" Mona , apa papa mu sudah lama pergi ?"
" Setelah mama tertidur , apa mama merindukan papa ? Mona akan menelepon nya ."
Ucap mona mengedipkan salah satu mata nya .
" Hahahah,,,. Tidak mona , kau tidak berubah seperti dulu selalu menghibur mama."
Nata hanya sekedar bertanya tentang kepergian suami nya .
Setelah memastikan mona benar benar keluar dari kamar nya , nata mengambil handphone untuk menelepon dokter pribadi mereka .
Sang dokter memberitahu jika adinata memang tidak melakukan check up apa pun dan memang penyakit nya tidak bisa di sembuhkan .
" Aneh , siapa dia ? Apakah dia bukan adinata ? Lalu dimana adinata ?"
" Tapi kenapa wajah nya sama dengan adinata ? Adinata tidak mempunyai saudara kembar ."
" Ternyata benar perkataan mona , tapi bagaimana mengungkap nya ?"
Nata bermonolog sendiri setelah menelepon dokter pribadi mereka.
Bahkan dokter tersebut sudah lama tidak bertemu dengan nya semenjak hari terakhir adinata di rawat .
Terkadang adinata meminta ijin pada nya untuk menemui dokter pribadi mereka . Lalu kemana dia pergi selama ini ?
Pikiran nata yang terus menerawang jauh ke alam pikir.
Nata mulai menaruh kecurigaan dan juga mulai mempercayai perkataan mona jika suami nya telah berubah.
Namun ia memerlukan bukti untuk mengungkapkan nya dan tak mungkin secepat itu .
Semakin lama semakin membingungkan nata ketika ia hendak membuka lemari pakaian suara pintu mengejutkan nya dan menghentikan niat nya .
Karena adinata telah kembali , ia pun memandang tajam pada sang suami yang memiliki raut wajah yang sama.
" Siapa dia ? Kenapa wajah nya sangat mirip dengan adinata ? Aku harus berhati hati dengan nya ."
Gumam nata dalam hati nya.
Adinata yang baru saja kembali terkejut melihat sang istri yang tengah memandang nya .
" Kau sudah bangun ? Apa kau sudah makan ? Sudah minum obat mu ?"
Ucap adinata yang melepas pakaian luar nya menggantung nya di tempat biasa.
" Sudah , mona baru saja menyuapi ku dan memberi ku obat . Kau dari mana ? Apa terjadi sesuatu ?"
Nata bertanya dengan hati hati agar tak menimbulkan kecurigaan karena ia mulai curiga dengan nya .
" Bagus , sekarang tidur lah !"
Jawaban yang seperti biasa ia lontarkan pada nata .
" Aku bertemu dengan teman lama yang membutuhkan bantuan ku . Apa kau tidak keberatan jika aku membantu nya ?"
Adinata yang membantu menyelimuti nata untuk beristirahat setelah minum obat .
Nata hanya mengikuti permintaan suami nya yang entah dia itu siapa ?
" Tentu saja ."
Jawab nata yang kemudian mencoba memejamkan mata nya meskipun tak terasa kantuk .
" Tidur lah nata ! Secara perlahan kau akan meninggalkan dunia ini dan aku akan mewarisi segala aset mu. Hahahaha,,,,."
Gumam adinata dalam hati nya .
" Dia selalu menyuruhku tidur setelah minum obat ! Seperti biasa nya aku akan tidur lebih lama . Tapi tidak hari ini , bahkan badan ku terasa lebih segar ."
Gumam nata dalam hati nya.
" Aku harus mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi ?"
Nata memejamkan mata nya kembali setelah beberapa kali mengerjapkan mata nya .
Sedangkan mona merasa lebih tenang karena sang mama mertua merasa lebih baik setelah ia mengganti obat tersebut dan menambahkan beberapa vitamin ke dalam makanan nya sesuai resep yang di berikan oleh leo putra adik nya tersebut .
Bersambung 😊😊🙏🙏
Part ini dulu ya ,,,