
Sementara di tempat Chleo yang sudah terbangun bingung dengan kamar klasik yang di huni nya .Ia berkeliling di setiap sudut kamar ,kamar mandi bahkan lemari pakaian yang lengkap dengan benda benda kesukaan nya .
" Wahhhh ,,, ini fantastis . Sejak kapan kakak mengetahui benda benda kesukaan ku ? Ini ,,,haaaahhh sampai sedetil ini !!." Ucap Chleo yang tersenyum malu menutupi wajah mya dengan kedua tangan nya ketika melihat underware sesuai size nya.
Chleo kemudian berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri nya , ia berendam ke dalam bath up dalam waktu yang lama hingga ia sadar jika ia melupakan suami nya.
Chleo pun segera membersihkan diri nya dan bergegas berganti pakaian .
Setelah beberapa saat ia pun berjalan ke luar kamar kemudian menuruni anak tangga menuju lantai satu . Beberapa pelayan pun menyapa nya ,sementara chle yang masih bingung dengan tempat baru nya menelusuri setiap sudut ruangan .
" Selamat pagi nyonya ?" Ucap Mela ketua pelayan yang di tugaskan untuk keperluan rumah baru Chleo .
" Kau siapa ? " Ucap Chleo yang masih agak bingung .
" Saya Mela nyonya muda , Saya ketua pelayan yang ditugaskan tuan untuk keperluan di rumah ini ." Ucap Mela menjelaskan .
" Oh,,, hai Mela aku Chleo." Ucap Chleo tersenyum. Mela tersenyum kemudian membungkukkan badan nya.
"Apa suami ku sudah berangkat ke kantor ?" . Dengan terpaksa pun Chleo bertanya karena ia tak menemukan sosok Max di kamar nya .
" Sudah nyonya .Pagi pagi sekali tuan sudah berangkat ." Jawab Mela.
" Apa nyonya ingin sarapan sekarang ? Atau nyonya ingin berkeliling menelusuri mansion ini ?" Ucap Mela yang melihat Chleo sedang melihat lihat ke sekitar ruangan .
" Iya mela aku akan sarapan sekarang ? Setelah itu mau kah kau menemani ku berkeliling rumah ini ?" Ucap Chleo
" Tentu saja nyonya , Mari silahkan duduk nyonya ?" Mela mempersilahkan duduk di ruang makan.
Beberapa pelayan mendampingi mela menyiapkan makanan untuk chleo sarapan .
Chleo melihat layar handphone nya terdapat pesan cinta yang di berikan max , chle tersenyum sendiri melihat pesan itu .
Ia baru menyadari jika Max memiliki sisi romantis , wajah dan sikap nya yang dingin ternyata hanya di luar nya saja . Max dan Chleo berpisah ketika sang kakak Zain menjemput Max tinggal bersama nya , meskipun chleo cuek namun pada kenyataan nya chleo mencintai max begitu juga dengan max .
Max memberitahu nya jika ia akan sibuk selama beberapa hari karena tidak ada Zain di kota ini . Chleo yang membaca pesan nya mulai mengerucutkan bibir nya namun Chleo menyadari jika ia harus bekerja untuk masa depan mereka .
Sementara Zain yang sudah sampai di kita S tentu nya dengan pak har yang menjemput mereka menuju hotel tempat pertemuan yang memang kedua kakek Zain akan adakan bersama dengan keluarga lisha.
Zain memang akan menyelesaikan masalah nya sendiri ,ia pun tidak gentar dengan kedua kakek nya yang akan menyudutkan nya .Papa nya sudah menunggu di lobby hotel merasa sedikit cemas. Ia berjalan mondar mandir kesana kesini hingga membuat mama zain sakit kepala.
" Pa ,,,, Apa papa tidak bisa berhenti ? Kepala mama pusing melihat papa berjalan kesana kesini ." Ucap Istri nya memegang sebelah kepala nya .
" Ma , papa tidak bisa tenang Ma . Lebih baik Zain tidak hadir daripada ia harus bertanggung jawab pada apa yang tidak ia lakukan ." Jawaban sang suami membuat nya memandang sendu pada suami nya .
" Mama paham kekhawatiran papa , Jika kakek adi tetap memaksa nya menikah dengan lisha setidak nya masih ada kakek ari yang akan melindungi nya . " Ucap Mona memandang lekat ke arah suami nya.
" Papa tahu , tapi papa tetap khawatir pada nya ." Papa Zain kemudian duduk di samping istri nya .
" Maafkan Papa ma , aku tidak bisa menjelaskan yang terjadi . " Gumam Hendra dalam hati nya menggenggam tangan istri nya.
Beberapa saat kemudian keluarga lisha nampak terlihat di depan hotel memasuki lobby . Mereka yang melihat papa dan mama zain di lobby menyapa nya , namun sikap dingin yang ditunjukkan papa Zain tidak membuat keluarga lisha menyerah .
" Hendra ,,,, terima kasih sambutan nya . Haaa haaaa ,,,." Ucap papa lisha dengan tawa mengejek jika ia telah kalah.
" Haaaa haaaaa ,,,,,, maaf reno aku sedang menunggu putra ku . Masuklah kakek Zain sedang menunggu kalian ." Ucap Hendra pada reno sahabat nya .
" Haaaa haaaaaa ,,,, Mulai sekarang kau harus menghilangkan sikap dinginmu itu . Karena sebentar lagi kita akan menjadi besan !!." Ucap Reno dan keluarga nya meninggalkan hendra .
" Haaaaa haaaa,,,, sebaiknya kau jangan terlalu berambisi terlalu tinggi reno . Sebagai sahabat aku prihatin dengan perilaku putri mu di luar sana !!." Perkataan Hendra membuat Reno memanas namun istri nya hanya memegang tangan nya untuk tetap tenang.
"Apa maksud mu ? Suka tidak suka , setuju tidak setuju hanya putri ku yang bisa membersihkan nama baik kalian !! " Dengan nada kesal Reno dan istri nya meninggalkan tempat itu menuju restoran VIP yang telah di pesan .
Hendra hanya diam tanpa bicara sepatah kata apa pun . Sementara sang istri merasakan hal yang aneh dengan ucapan suami nya .
" Pa ,kenapa Papa bicara seperti itu ? Papa telah menyinggung perasaan orang lain ." Ucap Mona yang menatap lekat pada hendra .
" Haaaaa haaaa ,,,, maksud mama menyinggungnya ? Mama membela nya ? Membela orang yang akan menghancurkan rumah tangga anak kita !." Ucapan Hendra membuat Mona tercengang . Ia tersentak kaget ketika mendapati kata runah tangga anak nya .
" Maksud Papa ? Rumah tangga siapa Chleo dan Max ? Ada hubungan apa dengan mereka ?" Berbagai pertanyaan terlontar begitu saja .
" Tentu saja putra kesayangan ku Zain . Ia sudah memiliki istri yang cantik , berpendidikan , mandiri dan juga telah meruntuhkan dinding es putra mu . Ini lihat lah ." Perkataan hendra membuat mona tercengang dan tertegun mendengar nya . Kemudian mona mengambil handphone suami nya yang memperlihatkan photo Zain dan Ayris .
" Apaaa ,,, jadi putraku sudah menikah dan aku mama nya tidak mengetahui nya ? " Mona kemudian melihat photo putra nya dengan gadis cantik yang memeluk nya di samping nya .
" Kenapa Papa tega sekali tidak memberitahu mama ? " Mona hampir saja menitikkan airmata nya namun Hendra dengan segera memeluk istri nya .
" Maaf kan papa ma, ini semua permintaan putra mu ."
" Dia sangat cantik pa , siapa nama nya ? kenapa Zain tidak membawa nya pulang ? Apa Zain akan membawa menantu kita ?" Beberapa pertanyaan memberondong terucap begitu saja .
Mona begitu bersemangat melihat photo sang menantu yang begitu cantik dan bisa meruntuhkan tembok es putra nya .
" Nama nya Ayris , ia gadis yatim piatu yang begitu mandiri . Papa harap ia membawa nya agar masalah ini cepat selesai ." Ucap hendra pada istri nya .
" Nama yang cantik secantik orang nya . Eh ,,pa menurut papa apa kita akan segera memiliki cucu dari chleo dan Ayris ." Mona secara spontan berbicara seperti itu , ia terlalu bahagia dengan kabar yang ia dengar namun wajah nya yang yang tersenyum berubah ketika mengingat tentang lisha.
" Tapi Pa , bagaimana dengan Lisha ?" Hendra memandang pada istri nya .
Kemudian papa Zain memperlihatkan potongan video yang sengaja ia simpan di handphone nya . Mama Zain yang melihat potongan video itu terkejut dan tercengang melihat nya .
" Haaaaaaaahhhhhh,,,,, "
Bersambung 🙏🙏🙏😊😊😊😊