
Zain dan ayris telah bersiap akan keluar karena zain ingin mengajak nya ke suatu tempat setelah terjadi sedikit kesalahpahaman zain tentang ayris selesai .
Ayris memang tidak mengatakan jika ia ingin buang air besar pada zain karena percuma saja . Serigala nya itu tidak akan menerima suatu penjelasan apa pun yang di berikan oleh nya .
Kakek dan nenek saja tak bisa melawan nya apalagi dia , ayris pun hanya bisa mengalah .
" Sayang , kau sudah siap ?" Ucap zain memandang istri nya di pantulan cermin kaca .
" He'em,,,, ." Jawab singkat ayris yang berjalan menghampiri suami nya dengan senyum yang sangat mengembang di wajah nya .
Zain dan ayris hendak keluar ruangan menuju lantai satu yaitu lobby gedung perkantoran nya , zain akan menyetir sendiri karena rian sedang menjalankan misi nya menggantikan nya dalam pertemuan dengan S group .
Diana sudah masuk ke ruangan nya memberitahukan sesuatu yang penting untuk nya
" Presdir , Ada pimpinan wijaya group di lobby ingin bertemu dengan anda ." Ucap diana .
" Apa anda ingin menemui nya atau membuat jadwal dulu kapan bisa bertemu ?"
Diana yang memberitahukan pimpinam wijaya yang berarti kakek wijaya datang membuat nya tertegun .
" Kakek wijaya datang kesini . Apa ada masalah dengan perusahaan nya ? Atau,,,, . Ahh ,,tidak ,, bisa saja pikiran ku saja ."
" Tapi tak seperti biasa nya kakek datang kesini tanpa memberitahukan terlebih dahulu ."
" Apa ia merindukan cucu nya ? Tapi kenapa di kantor ?"
Zain yang bermonolog sendiri dalam hati nya tak mendengar beberapa panggilan diana terhadap nya .
" Presdir ,,,,."
" Presdir ,,,,."
Diana memanggil zain beberapa kali tak mendapat jawaban lalu memandang ke arah nyonya presdir .
" Sayang,,,,,."
" Sayang,,,,."
Suara panggilan ayris membuat zain tersadar dari lamunan nya . Ia kemudian melihat ke arah diana yang sedang menanti jawaban nya .
" Diana, suruh langsung ke ruang meeting ." Ucap zain pada diana .
" Baik , presdir ."
Diana membungkukkan setengah badan nya tsnda undur diri dari zain .
" Sayang , aku ada meeting sebentar . Apa kau nau menunggu ku ?" Zain harus mengetahui tujuan kakek dari istri nya itu ke kantor nya .
" Jika tidak , aku akan menyuruh anton menjemput mu sekarang ." Ucap zain .
" Tidak,,,, . Aku akan menunggu mu sayang ." Ayris tersenyum pada suami nya yang tengah menunggu jawaban nya .
" Baiklah , tidurlah kembali di ruang istirahat . Atau kau ingin makan es cream ? Aku akan menyuruh diana membeli es cream untuk mu ." Ayris yang selalu manja dengan zain melihat suami nya dengan seksama .
Ia merasa ada yang tidak beres dengan zain karena pernyataan nya seperti sedang merayu nya menggagalkan acara mereka .
" Tidak sayang , aku sudah tak nenginginkan nya . Pergi lah ! Aku menunggu mu di sini ."Ucap ayris tersenyum pada suami nya itu .
" Baik lah , ingat jangan mencoba untuk kabur ." Lagi lagi ayris harus menghela nafas kasar nya .
Ayris tak menjawab pernyataan zain hanya tersenyum menganggukkan kepala nya karena suami nya yang akhir akhir ini sangat kejam membuat nya bergidik ngeri membayangkan hukuman yang ua terima jika membantah nya .
Zain yang mengusap pelan kepala ayris menyentuh wajah nya setelah mendapat anggukan dari ayris kemudian meninggalkan nya pergi ke ruang meeting .
Kakek wijaya yang sudah menunggu nya di ruang meeting terlihat cemas , ia berjalan ke sana sini menunggu kedatangan zain seperti mengkhawatir kan sesuatu .
Ceklekk,,,,,
Suara gagang pintu yang terbuka membuat kakek wijaya berhenti berjalan memandang ke arah pintu .
Benar saja , ia berubah senang ketika mendapati zain keluar dari balik pintu tersebut.
" Zain,,,."
" Kakek wijaya ,,,,. Apa ada sesuatu yang penting hingga menemui ku di kantor ?" Zain yang tak pandai basa basi bertanya pada point nya tujuan kakek wijaya datang kemari .
" Benar zain , ada yang penting . Nenek ayris datang membawa seorang gadis yang memiliki kalung yang sama yang di miliki ayris ."
Kakek wijaya pun langsung pada point nya juga karena ia merasa keselamatan ayris sangat terancam .
" Kalung ini sama persis . Kakek tidak tahu bagaimana istri kakek bisa bertemu dengan gadis itu ? "
" Istri kakek telah membawa nya bertemu dengan kakek mu adinata ketika menjenguk nenek mu yang sedang sakit ."
" Kakek mu sangat bersemangat hendak menikahkan nya dengan mu . Karena kau meminta untuk merahasiakan identitas ayris kakek hanya diam saja ketika kakek mu membuat keputusan tersebut ."
" Kakek langsung datang kemari untuk minta pendapat mu zain . " Kakek wijaya berbicara panjang lebar menjelaskan maksud dan tujuan nya yang terlihat cemas datang ke kantor nya .
" Ini foto gadis tersebut . "
Kakek wijaya memberikan selembar photo gadis itu pada zain .
" Cihkk,,,, tua bangka itu tak berubah sama sekali ." Gumam zain dalam hati nya .
Zain meraih selembar photo gadis tersebut kemudian memotho nya dan mengirim pada anton .
" Bagaimana kabar cucu ku zain ? Kakek ingin segera mengakui di depan publik sebagai pewaris sah wijaya group." Ucap kakek wijaya menghela nafas kasar nya .
" Kakek sudah tua zain . Hanya ingin menghabiskan waktu dengan kalian dan cucu buyut saja ." Kakek wijaya dengan wajah sedih nya membuat zain kasihan pada kakek wijaya .
"Tunggu sebentar lagi kek ." Ucap zain .
" Cucu dan calon buyut kakek baik baik saja . Apa kakek ingin bertemu dengan nya ?" Zain tak menginginkan jika ayris tahu tentang berita yang kakek sampaikan karena itu tidak mengajak bertemu dengan kakek .
Zain mempunyai perhitungan yang tepat tentang segala sesuatu nya .
" Kau membawa nya ke kantor zain ? Apa kakek bisa bertemu dengan nya sebentar ?" Kakek wijaya merasa senang karena mendapat tawaran zain untuk bertemu dengan cucu nya ayris .
" He'em , Cucu kakek sangat jahil. Zain hanya khawatir ia berbuat aneh aneh jadi zain membawa nya kemana pun zain pergi termasuk ke kantor ." Ucap zain membuat kakek wijaya tertawa sekaligus senang .
" Hahahaha,,,,, . Dia mirip sekali dengan ibu nya . Kakek berterima kasih pada mu zain karena menemukan cucu kakek dan juga menjaga nya dengan baik ." Kakek wijaya tertawa mendengar pernyataan zain .
Zain kemudian mengajak kakek wijaya ke ruangan nya untuk bertemu dengan ayris . Ayris yang berada di ruangan nya sengaja menyuruh diana membeli beberapa varian rasa es cream .
Benar saja , ketika ayris menginginkan rasa yang di inginkan nya. Ayris kemudian mencampur varian yang lain sesuai mood yang di miliki nya.
Ceklek,,,,,
Suara gagang pintu terbuka membuat ayris tersenyum senang karena suami nya telah kembali .
" Sayang, kau sudah selesai . Coba es cream ini !." Ucap ayris yang tak melihat orang di depan nya .
Zain dan kakek wijaya tertegun kemudian saling pandang dan saling mengangkat bahu mereka melihat satu meja penuh dengan kotak kotak kecil varian es cream .
" Kakek lihat sendiri kan . Cucu kakek akan membuat ulah seperti itu setiap saat ." Bisik zain .
" Pantas saja , kau membawa nya kemana mana ." Jawab kakek berbisik kembali .
" Sayang,,,,." Zain memanggilnya ketika ayris tak melihat ia datang bersama siapa .
" Hemm ,,,, . Aku sedang mencoba es cream tapi tak ada rasa yang aku sukai ." Mendengar jawaban ayris kakek wijaya dan zain menghela nafas kasarnya melihat beberapa banyak es cream tersebut .
" Apaaaaaa,,,,." Zain setengah berteriak membuat ayris memandang ke arah suami nya .
Ayris terkejut melihat kakek nya yang berada di depan pintu berdiri bersama suami nya .
" Kakek ,,,, ." Ayris berdiri setengah berlari menghampiri kakek wijaya .
Kakek wijaya tersenyum merentangkan kedua tangan nya kemudian memeluk ayris .
" Ayris merindukan kakek ." Bisik ayris di telinga kakek nya .
" Kakek juga ayris ." Kakek wijaya tertegun seakan tidak percaya mendengar pernyataan ayris.
Kakek wijaya kemudian melepas pelukan nya seakan bertanya dalam hati . Mungkinkah ayris sudah mengetahui jika ia cucu nya ? Atau hanya sekedar pikiran nya saja .
" Ayo kek , duduk . Kakek ingin minum apa ?" Ayris yang memperlakukan kakek wijaya berbeda karena ia sudah mengetahui kakek eijaya kakek kandung nya .
"Tidak ayris , kakek akan merepotkan mu ." Ucap kakek wijaya basa basi pada ayris .
" Kenapa kakek bicara seperti itu ? Itu tidak benar kek . Kakek kan sudah belasan tahun tidak bertemu ayris , Apa salah nya ayris membuatkan minuman untuk kakek ?" Ucapan ayris membuat zain dan kakek wijaya saling pandang terkejut mendengar nya .
" Baiklah ,jika itu keinginan ayris . Kakek hanya minta di buatkan kopi pahit ." Ucap kakek wijaya membuat ayris bersemangat .
Beberapa saat ayris pergi ke mini kitchen yang di miliki zain di ruangan nya , kakek wijaya bergegas menarik tangan zain duduk disisi sofa yang lain yang agak berjauhan dari mini kitchen nya .
"Zain , kau sudah memberitahu ayris jika kakek ini kakek kandung nya yang belasan tahun mencari nya ." Ucap kakek wijaya ."
Bukan jawaban dari mulut zain yang kakek wijaya ingin dengar tapi sebuah gelengan kepala dari zain dari pernyataan kakek wijaya .
" Lalu ,,,,,." Kakek wijaya heran melihat gelengan Zain , namun zain segera meraih ponsel nya untuk mengecek sisi kamera pengintai yang berada di mansion kakek arijaya .
Zain dan kakek wijaya melihat dengan seksama sewaktu mereka berada di sana dan berbincang bincang sampai larut ternyata sisi kamera pengintai itu memperlihatkan ayris sedang menguping perbincangan mereka denhan menyeka air mata nya kemudian pergi ke dapur mengambil sesuatu .
Cucu arijaya Zain arijaya memang tidak bisa di anggap remeh ,ia dengan cepat bisa menemukan jawaban atas pernyaataan ayris.
Kakek wijaya senang mengetahui jika cucu nya sudah memgetahui identitas asli dari ayris .
" Kakek,,,,."
Bersambung 🙏🙏😊😊😊