ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 293.


Zain masih memilih menyendiri di ruang kerja nya bersama istrinya yang kini duduk di pangkuannya .


Sesekali bermanja dengan ayris , tingkah polah keduanya masih seperti seorang pengantin baru meskipun telah memiliki ketiga baby mungil .


" Apa aku perlu menyiapkan sebuah hadiah ? "


" Tidak, rian sudah menyiapkannya."


" Hem,,, baiklah."


Ayris kembali bersandar di bilah dada zain , tengah bermanja manja disana.


Gadis itu lebih senang bermanja dengan suaminya yang menurutnya sangat mencintainya dan juga sangat ia cintai .


Sementara di sebuah rumah yang tak jauh dari kota , ajinata tengah menghubungi anak buahnya namun sama sekali tak tersambung bahkan sulit sekali untuk dihubungi.


Beberapa kali mencoba tapi jawaban yang sama yaknk kegagalan membuatnya memikirkan jalan lain dan juga rencana lain.


" Kemana pergi nya orang orang sialan itu ? Saat seperti ini tak ada satu pun bisa dihubungi , kalau berhubungan uang saja cepat datang."


" Brengsek ,,,, sialan ."


" Aku akan membalas kalian semua ."


"Terutama kau zain ."


" Brengsek ,,,, sialan . Aaaaa,,,,."


Ajinata mengumpat sendiri ketika mengingat apa yang telah terjadi.


Berbekal ponsel dan kartu atm yang diberikan lisha , ajinata mencoba untuk membeli keperluannya dan juga berusaha memeriksa lewat online harga ticket melalui jalur darat.


Ting,,,,


Sebuah pemberitahuan masuk melalui ponsel ajinata dimana ada kabar terbaru dari penguasa Z company yang akan mengadakan konferensi pers mengenalkan istri nya ke dunia luar.


" Apaaa,,,, kau akan mengenalkan istrimu ? Ini kesempatan bagus menyingkirkanmu ."


" Hahahaha,,,, aku akan mengirim mu menyusul adinata."


" Jaya,,, tunggulah saat penderitaanmu ! Jika aku tak berhasil memilikimu setidaknya aku berhasil membunuh cucu kesayanganmu ."


" Seperti yang selama ini ku lakukan ."


" Kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat dicintai ."


" Tidak ,,tidak,,,, aku yakin semua ini adalah jebakan ."


Namun saat teringat ada keganjilan pada berita tersebut , ajinata merasa ini adalah sebuah jebakan untuknya.


" Bagaimana mungkin dia mengenalkan istrinya ke dunia luar ?"


" Tapi jika semua ini adalah jebakan , reputasinya dipertaruhkan untuk kelangsungan bisnisnya."


Ajinata berjalan mondar mandir tak tentu arah , hingga saat ini tak pernah ia merasa di lecehkan seperti ini.


Bahkan semua keinginannya bisa dengan mudah bisa diwujudkannya tapi tidak untuk sekarang . Dia sudah menjadi orang yang dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang , tak mudah untuk melepaskan diri dari pihak yang berwajib .


Dengan seluruh bukti yang dikumpulkan zain membekukan semua aset yang berhubungan dengan kakeknya karena kakeknya telah meninggal .


Ting,,,,


Sebuah pemberitahuan media masuk melalui ponselnya membuat ajinata berhenti berjalan bahkan melihat apa yang disampaikan media tersebut.


" Hah,,,,, rusdi juga akan mengumumkan pernikahan putrinya di tempat dan gedung yang sama.''


" Ini tidak mungkin juga di rencanakan."


" Rusdi tak terlalu mengenal zain , bagaimana mungkin bisa terjadi kebetulan yang sama ?"


" Tidak , pasti bukan secara kebetulan . Tapi kenapa mereka mengumumkan hal yang tak tak berhubungan sama sekali ?"


Ajinata masih berpikir secara jernih bahwa semua ini adalah jebakan untuknya namun ada sisi kemustahilan dimana semua itu adalah sebuah perangkap untuk nya.


Kedua nya tak saling berhubungan sama sekali. Ia yakin semua pemberitaan bertujuan memancingnya keluar dari tempat persembunyian .


Ting,,,,


" Hah,,,, pewaris lila group akan mengadakan konferensi pers terkait dengan pembunuhan ayahnya."


" Bukankah sila adalah pewaris ? Putri dari adik sastro ?"


" Bagaimana mungkin sastro mengenalkan orang lain sebagai pewaris ?"


" Pantas saja , dia bersikukuh menyuruhku menjodohkannya dengan zain . Ternyata zain memiliki saham dua puluh persen disana ."


" Tapi kenapa di gedung yang sama ? Seperti direncana tapi tak mungkin hadir dalam tiga tempat sekaligus . Atau jangan jangan mereka bekerja sama ?"


Ajinata masih tetap waspada dengan kabar media yang beredar ditengah tengah kemelut antara mereka.


" Tapi tidak mungkin mereka bekerja sama ? Bukankah mereka tidak saling mengenal ? Bahkan pewaris lila group belum diketahui ."


Ucap ajinata.


" Sebenar nya apa yang sedang mereka rencanakan ? "


" Aku harus menyusun rencana keluar dari kota ini secepatnya ?"


" Tapi pada siapa aku harus minta bantuan ? "


" Surya ,,, yah, surya pasti membantuku ."


Tak berapa lama ajinata mengotak atik ponsel nya mencari tahu tentang keberadaan surya .


Namun tak kunjung menemukannya , entah mengapa disaat seperti ini sulit sekali mencari keberadaan teman sekalipun mencoba mencari lewat sosial media.


" Aaaaaa,,,, brengsek ,,, sialan ."


Brukk,,,,, brukk,,,,


Dengan rasa emosi , ajinata menggebrak meja merasa kesal pencariannya tak kunjung berhasil .


Mau tidak mau , ajinata harus pergi sendiri menyambangi kediamannya . Tapi bagaimana mungkin bisa keluar dengan bebas tanpa ada seseorang yang membantunya.


Dengan gelar yang disandangnya saat ini tak mungkin keluar tanpa penyamaran terlebih dahulu . Sedangkan dirumah itu tak ada satu pun barang berharga yang bisa di gunakan untuk menyamar.


" Aku akan keluar sebentar membeli beberapa keperluan ."


" Dan juga membeli bahan makanan."


Dengan berbekal topi dan selendang , ajinata berniat keluar dari rumah tersebut yang bisa di bilang jauh dari perkotaan namun juga bukan satu kota yang tertinggal .


Sampai pada sebuah toko kelontong atau bisa di bilang minimarket , ajinata berusaha mencari barang barang keperluannya .


Tanpa disengaja , ajinata mendengar pembicaraan sekulumpulan ibu ibu yang tengah membicarakannya.


" Kasihan sekali tuan adinata jadi korban keganasan adiknya ."


" Iya benar ."


" Tak bisa dibayangkan bagaimana jadi istri tuan adinata yang di bohongi selama ini ?"


" Adiknya benar benar brengsek."


" Kalau aku jadi istrinya sudah pasti ku cincang habis tubuhnya ."


"Huk,,,,huk,,,."


Ajinata tersedak ketika mendengar percakapan ibu ibu yang tengah membicarakannya.


Lalu beranjak pergi sebelum mereka menyadari keberadaannya .


" Siapa dia ?"


" Entahlah ?"


" Jangan jangan adiknya tuan adinata ."


" Kalau iya , kita habisi ramai ramai ."


" Iya benar ."


" Lalu bagaimana kalau mati ?"


" Kita tenggelamkan di danau seperti yang dilakukannya pada kakaknya."


Rupanya ajinata masih mendengar percakapan mereka berusaha untuk segera pergi tanpa mengindahkan mereka .


Tanpa disengaja pula , ajinata menabrak seseorang yang tengah berjalan tertatih tatih bahkan dengan pakaian kumal seperti orang gila.


Brukkk,,,,,,


" Aow,,,, brengsek ,,,sialan,,, ."


" Awas kau !"


" Aku akan menghajarmu ."


Ajinata memgumpat kasar ketika barang barang yang dibawanya jatuh berserakan di jalan trotoar.


Ketika ajinata hendak berdiri , terkejut melihat orang yang di depannya ternyata seorang dokter yang ia kenal bahkan telah membantunya operasi plastik wajahnya .


Yah, dokter bedah plastik yang sengaja dia singkirkan untuk menghilangkan jejaknya.


" Dokter yudi ."


" Bukankah aku sudah menyuruh anak buah ku menyingkirkannya ?"


Gumam ajinata di dalam hatinya setelah tercengang melihat dokter bedah plastik tersebut.


" A,,,,a,,,a,,, Hahaha,,. Jangan sentuh aku ! Pergi ,,pergi !"


Ajinata tercengang mendengar perkataannya bahkan tak mengenal dirinya sama sekali dan bisa dibilang sedang hilang ingatan.


" Bagus , setidaknya ia tak mengenaliku."


Gumam ajinata berlalu pergi meninggalkan pria setengah baya itu yang punya keterbelakangan mental.


Sambil menari nari , orang yang di bilang seorang dokter oleh ajinata tersebut berbicara sendiri .


Melihat barang bawaan ajinata yang ada sepotong roti , dengan berlari tertatih tatih berusaha merebut roti tersebut .


Ajinata terlihat panik dengan aksi dokter tersebut , terjadilah tarik menarik antata keduanya hingga mengakibatkan dokter tersebut jatuh terbentur pembatas jalan .


Seseorang yang melihat aksi tersebut datang menghampirinya lalu melihat pria gila yang berpakaian compang camping tersebut berlumur darah di bagian kepalanya .


Sontak saja orang tersebut berteriak minta tolong yang membuat ajinata yang tengah memunguti barang belanjaannya panik lalu berlari ketakutan.


" Tolong,,,, tolong ,,,."


" Tolong ,,,, tolong ,,, ada jambret,,,."


Orang orang yang mendengar teriakan tersebut menghampiri arah sumber suara , sedangkan disatu sisi orang yang melihat ajinata kabur berlari mengejarnya.


Dengan sangat cepat ajinata masuk ke dalam rumah yang dihuninya tak jauh dari lokasi kejadian.


" Hah,,,,hah,,,,hah,,,,."


" Untung saja cepat sampai ."


Masih terengah engah mengatur nafasnya , ajinata berjalan ke dapur mengambil air minum .


" Brengsek , bagaimana bisa aku bertemu dokter sialan itu ?"


" Seharusnya dokter itu sudah mati ."


" Siapa yang menyelamatkannya ?"


" Tak mungkin dia selamat dari jurang yang terjal itu."


Ajinata mengingat kejadian tahun sebelum terjadi penyamaran nya, seorang dokter bedah plastik dengan iming iming uang besar mengubah wajahnya persis dengan kakaknya.


" Tapi setidaknya dokter itu gila , tak mungkin orang mempercayainya."


Ia bernafas lega dengan kejadian itu tak mungkin bisa membuktikan jika ia adalah adinata palsu .


" Aku harus berpura pura menjadi adinata , tapi bagaimana bisa ? Mereka telah mengetahui identitas asliku ."


" Tapi mereka tak bisa membuktikan jika aku ini ajinata."


" Aku harus bertemu nata . Yah, satu satunya yang bisa menolongku adalah nata."


" Perempuan tua itu tak curiga sedikitpun terhadapku ."


Ajinata tengah menyusun rencana dana jiwa liciknya kembali seperti semula.


Dengan berbekal benda seadanya untuk melakukan penyamaran ajinata harus bisa kembali ke kota s untuk bisa bertemu dengan nata.


Yah, jalan itu satu satu nya yang bisa di tempuhnya untuk menghindari jeratan jerusi besi .


Bersambung 😊🙏