
Kedatangan Jian Chen langsung di sambut beberapa pasukan aliansi musuh, awalnya mereka menghadapinya satu persatu tetapi melihat Jian Chen bisa dengan mudah membunuh rekannya dalam sekali tebasan membuat mereka memutuskan mengepung Jian Chen.
Nyatanya kepungan pun tak bisa menahan Jian Chen, pedang yang bercahaya itu terlalu berbahaya untuk di tahan oleh pedang ataupun tubuh mereka.
Sampai akhirnya rasa takut mulai menyelimuti hati mereka melihat kekejaman Jian Chen, apalagi pria bertopeng putih itu terlihat tidak memiliki keraguan saat mengayunkan pedangnya pada seorang wanita.
“Apa dia benar-benar di pihak kita?” tanya pendekar Asosiasi menelan ludahnya.
“Aku tidak tahu tapi cara dia membunuhnya seperti di pihak musuh, aku yakin dia adalah tipe orang yang haus darah…”
Para pendekar di pihak asosiasi maupun klan Chu bahkan merasakan ketakutan saat satu persatu jasad terjatuh ke tanah di pedang Jian Chen. Mereka takut bahwa pria bertopeng itu juga akan membunuhnya setelah musuhnya telah habis.
Jian Chen terus mengayunkan pedangnya tanpa peduli tatapan dari mereka, dalam waktu relatip singkat, kini kelompok organisasi itu tersisa separuhnya sehingga para pendekar klan Jian mendominasi pertarungan.
Jian Chen ikut sampai menuntaskan lawan-lawannya hingga tak tersisa di kelompok tersebut, mereka yang awalnya hanya berniat untuk menghadang pasukan organisasi saja secara tak sengaja malah membunuh semuanya.
“Kalian bantu kelompok yang lain, aku akan pergi ke ke arah yang berbeda!”
Perkataan Jian Chen sebenarnya datar tetapi di telinga para pendekar asosiasi, mereka merasa terancam apalagi melihat pedang Jian Chen yang masih meneteskan darah di ujungnya.
Para pendekar asosiasi sekuat tenaga mengangguk bahkan berhati-hati dalam bernafas, baru setelah tubuh Jian Chen menghilang mereka bisa bernafas lega.
“Siapa dia? Apakah dia pendekar dari klan Jian?”
“Hm, entahlah aku tidak yakin, dari tubuhnya dia masih berumur belasan dan terlihat begitu muda. Tidak ada pasukan klan Jian yang semuda itu…”
“Cara membunuhnya tidak berbelas kasih, dia mungkin pembunuh bayaran…”
“Siapapun dia yang pasti orang itu membantu tugas kita, sekarang kita kepung kelompok yang lain dan bantu mereka menghabisi orang-orang organisasi ini!” tegas pasukan klan Chu.
Mereka yang terbantu dengan kedatangan Jian Chen mulai pergi ke kelompok lain yang sedang berperang. Mungkin jika seperti ini mereka tidak membutuhkan pasukan yang ada di luar tembok.
***
Jian Chen pergi ke atap bangunan lalu melihat sekitarnya, beberapa saat ia baru menyadari bahwa rakyat klan Jian tidak ada dalam pertarungan.
‘Mungkinkah Ketua klan telah mengungsikan mereka?’ Jian Chen bernafas lega kalau itu benar, dia sudah khawatir pasukan organisasi itu menyerang keluarganya.
Melihat situasi pasukan musuh yang banyak, Jian Chen bisa membayangkan situasi klan Jian saat pembantaian di kehidupan pertama.
“Akan aku pastikan kalian dikubur disini…”
Jian Chen mengepalkan tangannya, emosinya kian naik ketika satu persatu rumah penduduk ada yang hancur.
Jian Chen memasukan pedang taring putih pada sarungnya sebelum mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangannya yang kemudian bercahaya keemasan. Jian Chen lalu memperagakan sebuah tarian dengan tangan yang bercahaya itu.
Gerakan Jian Chen awalnya seperti sebuah tarian yang terlihat pada umumnya tetapi setelah beberapa waktu, kedua tangan Jian Chen yang bercahaya bergerak seperti melukis di udara.
Kilasan cahaya di tangan Jian Chen bagaikan kuas yang perlahan melukis dan membentuk sebuah naga. Usai lukisan naga itu jadi, Jian Chen menyatukan kedua tangan dan seketika lukisan naga itu menjadi hidup.
Naga itu meraung dan bergerak mengelilingi tubuh Jian Chen seperti hidup betulan, ini merupakan salah satu teknik tinggi Jian Chen dalam menggunakan elemen cahaya.
Jian Chen kemudian maju pada salah satu kelompok pasukan organisasi yang lain, setiap kelompok hanya berjumlah 300 orang dan semua kekuatannya di alam kehidupan ke bawah.
Naga emas mengikuti tubuh Jian Chen, dengan mengayunkan tangannya naga itu langsung bergerak dan menyerang salah satu pendekar musuh di dekatnya.
“Tidak mungkin, itu pasti ilusi…”
Banyak di antara mereka menganggap ilusi tetapi ketika melihat naga itu melahap seseorang dan membunuhnya sulit rasanya menganggap naga itu memang kenyataan.
Ketakutan mulai terpancar dari pasukan organisasi maupun pendekar klan Jian, pertarungan segera terhenti dan mereka memilih melarikan diri menjauhi naga itu.
Jian Chen langsung menghilang dan berdiri di hadapan pasukan musuh-musuhnya, dengan menggunakan ilmu tangan kosong dia bergerak menyibukan mereka.
Sementara itu naga emas mengincar mereka yang kabur, kecepatan naga emas jauh lebih cepat sehingga menyusul mereka dalam hitungan detik. Naga emas membuka mulutnya lalu memakan setiap pasukan musuh dalam sekali lahap.
Usai memakannya, naga emas langsung menghilang dan muncul di dekat Jian Chen yang seketika membuat para pendekar musuh yang sedang melawan Jian Chen terkejut bukan main.
“Elemental Api ~ Semburan nafas api!”
“Elemental Angin ~ Gelombang Tebasan Angin!”
Para pendekar dari organisasi menyerang Jian Chen menggunakan elemennya, tepatnya mengarah ke naga itu.
Dengan banyaknya serangan yang bertubi-tubi di lontarkan tersebut mereka menganggap sang naga telah mati dengan pemuda bertopeng putih tetapi kenyataanya jauh dari perkiraan mereka.
Sang naga melindungi tubuh Jian Chen dengan sisik naganya, Jian Chen memang bisa menggunakan teknik naga cahayanya baik secara defensif maupun ofensif.
Melihat serangannya tidak berpengaruh, mereka memilih membalikan tubuhnya dan bersiap untuk kabur.
“Mau melarikan diri, tak segampang itu!”
Jian Chen menggerakan tangannya membuat sang naga membuka mulutnya lebar, tak lama bulatan-bulatan cahaya terkumpul di mulut naga tersebut hingga membentuk bola energi cahaya.
Jian Chen mengayunkan tangannya, bola energi cahaya di mulut naga tiba-tiba menembak cepat ke pasukan organisasi yang kabur.
BOOOMM
Ketika bola cahaya mengenai targetnya, sebuah ledakan besar berdentum sangat kuat, membunuh semua pendekar yang kabur tanpa tersisa jasad sedikitpun.
Jian Chen lansung jatuh berlutut setelahnya dengan di sudut bibirnya mengeluarkan darah, naga emas di sampingnya juga berubah menjadi trasnparan bahkan hampir menghilang.
‘Jadi ini efek samping teknik naga cahaya, benar-benar merepotkan…’
Tenaga dalam Jian Chen masih cukup untuk menggunakan teknik tersebut hanya saja teknik ini memiliki efek samping jika di gunakan di kultvasinya yang sekarang.
Di kehidupan sebelumnya Jian Chen menggunakan teknik yang sama ketika di Alam Langit sehingga efek samping tersebut hampir tidak ada.
Jian Chen menyeka darah di bibirnya menggunakan tangan, ia mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya dan seketika naga emas yang awalnya sudah meredup langsung bercahaya kembali.
“Tidak ada waktu untuk mengeluh, aku harus menghabisi mereka segera…”
Dengan teknik naga emas lah Jian Chen dapat membunuh satu persatu kelompok pasukan musuhnya dalam hitungan detik.
Jian Chen langsung bergerak ke kelompok organisasi lain yang berpencar di berbagai titik klan Jian, ada 8 kelompok tepatnya dan dua diantaranya sudah di hancurkan Jian Chen sebelumnya.
Aksi Jian Chen yang bergerak dengan seekor naga segera menarik perhatian lawan maupun kawan, apalagi Jian Chen bergerak dari atap ke atap rumah penduduk.
Naga emas yang bercahaya mendominasi gelapnya langit malam, para pendekar yang berpihak pada klan Jian bernafas lega setelah mengetahui pendekar bertopeng putih itu membantunya sementara pasukan organisasi justru terpuruk apalagi perlahan-lahan Jian Chen menghancurkan kelompoknya satu persatu.