
Gadis beranting putih kembali memanggil salah satu pelayan, ia dan keempat kembarannya kemudian mulai memesan makanan.
Para pelanggan di lantai empat hampir tersedak minumannya sendiri ketika mendengar kelima kembar itu meminta banyak sekali pesanan. Saking banyaknya bahkan hampir semua menu masakan mereka sebutkan, dan itu belum dikali lima.
Semua pelanggan kemudian menatap sang pemuda yang mentraktir kelimanya dengan perasaan iba, dengan harga masakan yang mahal serta banyak aneka pasti Jian Chen langsung jatuh miskin setelahnya.
Nyatanya Jian Chen tetap tenang walau kelima gadis itu memesan sebanyak itu, ia membiarkan sang pelayan yang terlihat kerepotan mencatat semuanya.
"Mungkin ini akan membutuhkan waktu beberapa menit untuk disajikan, mohon bersabar sebentar..." Pelayan itu tersenyum tipis sebelum berbalik pergi.
"Kau sepertinya memang kaya, ya, kau bahkan tidak bereaksi saat kami memesan sebanyak itu?" Tanya gadis anting putih.
"Tidak juga, aku hanya punya beberapa tabungan di cincin ruangku..." Jawab Jian Chen pelan.
Sebenarnya Jian Chen tidak memikirkan berapa banyak uangnya yang akan berkurang, paling-paling tiga sampai empat koin emas harga masakan mereka. Pikiran Jian Chen justru tertuju pada kekuatan gadis itu.
Saat kelimanya sedang memesan makanan, Jian Chen secara diam-diam mencoba meraba kultivasi mereka namun yang aneh ia tak bisa melihatnya.
Bahkan ketika Jian Chen menggunakan mata langit pun ia tak melihat kultivasi gadis-gadis itu kecuali satu orang yaitu yang memakai anting putih.
Gadis kembar yang memiliki riasan anting putih berada di Alam Puncak Kehidupan, selain dia, keempatnya tidak bisa diraba oleh Jian Chen.
"Mungkin kau menganggap kami ini saudara kandung yang seiras tetapi kami tidak seperti itu." Ujar gadis yang beranting putih setelah melihat Jian Chen menatap keempat saudaranya.
Jian Chen mengangkat alisnya, "Bukankah memang demikian."
"Sewajarnya memang seperti itu tetapi kenyataannya kami bukan saudara kandung, kami berasal dari Lima keluarga yang berbeda..."
"Lima keluarga," Jian Chen menggaruk hidungnya. "Aku tidak mengerti?"
Gadis beranting kuning menghela nafas lalu menatap tajam Jian Chen sambil menunjuknya, "Kau sebaiknya memang tidak harus mengerti!"
"Sepupu ketiga!" Gadis anting putih melotot lalu menyuruh saudaranya diam. Anting Kuning mendengus dan membuang wajahnya. "Maaf, dia memang agak kesal pada semua laki-laki..." Anting Putih merasa bersalah pada Jian Chen.
Jian Chen mengangguk, tak memikirkan lebih jauh, setidaknya ia bisa mengenali sedikit karakter mereka.
"Kami memang bukan saudara kandung seperti adik-kakak melainkan hanya hubungan sepupu, kami lahir di waktu yang sama tetapi di rahim dan ibu berbeda." Anting putih melanjutkan ceritanya. "Singkatnya, ibu dan ayah kami juga adalah kembar lima seperti kami sekarang, ketika mereka menikah, lahirlah kami yang memiliki paras yang sama."
Jian Chen tersedak tehnya sendiri, 'Ibu dan ayah mereka adalah kembar lima juga!'
"Kau serius?" Tanya Jian Chen memastikan.
Anting putih mengangguk, "Kami yang mengalaminya juga terkejut apalagi kalian orang luar..."
'Jadi, jika keluarga kembar laki-laki dan keluarga kembar perempuan saling menikah, maka lima keluarga mereka akan melahirkan bayi yang seiras?' Jian Chen sungguh sulit mempercayai ini.
Jian Chen pikir mereka adalah lima kembar dengan satu ibu tapi ternyata hubungan keluarga mereka sangat rumit.
Lily dari dalam bahkan tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya yang terasa sakit, "Aku sudah dikejutkan oleh banyak hal di dunia ini tetapi dibanding kasus mereka, aku tidak mempercayai ada garis takdir selucu itu..." Lily terus tertawa tanpa henti.
Jian Chen tersenyum tipis, ia juga sama terkejutnya seperti Lily bahkan lebih terkejut dari dirinya saat kembali dari kehidupan pertama.
Jian Chen menggaruk kepala, sepertinya ia lebih baik tidak mendengar latar belakang mereka lebih jauh, bisa-bisa pikirannya akan kusut hanya dengan memikirkannya.
"Kenapa kau menceritakan itu padaku," Tanya Jian Chen kemudian. "Kita bahkan baru saling kenal?"
"Benar, tapi kupikir kita akan menjadi teman dekat nanti..." Anting putih tertawa geli. "Kau mungkin akan senang mempunyai ikatan dengan Lima gadis cantik dan seiras seperti kami, itu adalah pengalaman langka yang bahkan tidak dialami oleh orang kebanyakan."
Jian Chen tersenyum tipis, ia tidak menjawab lebih jauh soal tersebut karena dirinya mengetahui kelima gadis ini hanya berteman untuk memanfaatkan dirinya.
"Aku hampir lupa memperkenalkan namaku, perkenalkan namaku Lan Qiaoqiou, yang paling tua diantara saudara sepupuku, cuma beda lima menit." Gadis anting putih kemudian menunjuk saudara-saudaranya satu persatu. "Dia yang beranting biru adalah Lan Lulu, kemudian beranting kuning Lan Xiaxia, anting coklat Lan Yueyue, terakhir dan yang paling muda diantara kami, beranting merah Lan Lingling."
Jian Chen mengamati mereka sebentar sebelum tersenyum dengan canggung, biarpun tahu namanya dia masih sulit membedakan mereka berlima. Lagi pula, fakta mereka memiliki wajah seiras tetapi bukan adik-kakak sudah cukup membuatnya terkejut.
Lan Qiaoqiou memahami pikiran Jian Chen, "Bisa membedakan kami hanya dengan melihat fisik saja butuh sebuah proses yang panjang, sebab itulah kami memakai anting yang berbeda warna. Kau juga dapat membedakan kita dengan sikap kami yang berbeda-beda."
Jian Chen mengangguk pelan. "Namaku Jian Chen, senang bisa bertemu dengan kalian."
"Oh, salam kenal Saudara Jian..." Lan Qiaoqio mengulurkan tangan, menjabat tangan Jian Chen, begitu juga keempat saudaranya satu persatu.
Dari jabat tangan tersebut Jian Chen bisa menebak beberapa karakter dari mereka, misalnya Lang Qiaoqiao adalah tipe gadis yang mudah akrab pada siapa saja, Lan Lulu wanita irit berbicara sementara Lan Xiaxia gadis yang agak dingin menurut Jian Chen.
Kemudian Lan Yueyue adalah tipe gadis feminim, terlihat dari kuku tangannya yang berwarna sementara keempatnya tidak demikian. Dan terakhir adalah Lan Lingling, gadis itu tampak bersemangat dan energik.
Tentu saja itu hanya dugaan Jian Chen sementara, pada akhirnya kelima gadis itu merupakan orang asing baginya.
Tak lama kemudian beberapa pelayan datang membawa napan makanan yang sebelumnya di pesan, meja yang lebar tersebut bahkan hampir terpenuhi oleh banyaknya hidangan.
Kelima gadis itu memberi hormat pada Jian Chen sebelum mulai menyantapnya, dari cara mereka makan, sepertinya sudah seharian ini gadis itu memang kelaparan.
"Ini benar-benar aneh Jian Chen..." Lily yang sudah berhenti tertawa kini mulai menyadari ada yang janggal dari lima gadis di depannya. "Dalam kehidupanku dulu sampai sekarang, baru pertama kali ada seseorang yang tak dapat kuraba kultivasinya."
Jian Chen mengerutkan dahi, ia pernah mendengar Lily bercerita bahwa mata Ras Peri mempunyai kemampuan murni yaitu dapat melihat kultivasi seseorang yang bahkan di ranah tertinggi sekalipun. Tidak ada yang luput dari mata mereka bahkan kekuatan yang paling terpendam sekalipun.
"Aku hanya bisa merasakan satu kultivasi dari mereka yaitu berada di Alam Kehidupan puncak, tetapi sistem kultivasinya juga terasa aneh..."
Jian Chen menyipitkan mata, ia baru pertama kali mendengar Lily yang sepertinya sedang serius. "Apa kau menyadari sesuatu?"
Lily menggeleng pelan, "Aku tak dapat menyimpulkan sesuatu sekarang tetapi aku hanya bisa menduga, sepertinya mereka bukan berasal dari sini."
"Maksudmu mereka bukan dari Kota Daiji?"
"Bukan, lebih dari itu!"
"Mereka berasal dari luar Provinsi Naga Angin?"
Lily menggeleng tegas, "Tidak, kelimanya bukan dari Kekaisaranmu, bukan juga dari benua ini. Mereka berasal dari dunia yang berbeda, dunia yang lebih tinggi dari duniamu sekarang!"
Nafas Jian Chen tertahan, tubuhnya tidak berhenti untuk bergetar saat mendengarnya. Jian Chen tidak menduga orang yang ditemuinya sekarang berasal dari dunia lain yang seperti Lily.