
Jian Chen tertawa mengejek, "Kau sebaiknya memang seperti ini..."
"Hei, dasar gila, lepaskan aku!"
Jian Chen terkekeh sebelum mengayunkan tangannya, seketika rantai yang melilit Lily terlepas, gadis itu langsung menggerutu kesal. "Bilang saja kau terpesona, tidak kuat menahan kecantikanku."
Jian Chen tidak terlalu mendengar omelan Lily, ia membuka mata langitnya kemudian melihat kultivasi dalam tubuh Lily untuk memastikan gadis itu memang di Alam Bumi.
'Sepertinya dia memang tidak jahat padaku, meski kultivasi kami hampir berimbang tetapi kekuatan Lily jauh di atasku...'
Dengan mata langitnya Jian Chen bisa melihat aura terpendam Lily yang lebih kuat darinya.
Setidaknya Jian Chen bisa mengalahkan seseorang yang berada tiga tahap di atas kultivasinya, seperti sekarang karena kekuatan Jian Chen menyamai seseorang di Alam Bumi Tahap 3 maka ia bisa mengalahkan mereka yang ada di Alam Bumi tahap 6.
Sedangkan jika Alam Bumi tahap 7 itu di luar kemampuannya namun hal tersebut tergantung pada situasi.
Jika punya pusaka yang hebat atau ada momentum menyerang yang baik, Jian Chen bisa mengalahkan yang lebih kuat lagi.
Intinya pertarungan di lapangan adalah penentu semuanya, terkadang orang yang punya strategi bisa membunuh orang kuat sekalipun.
Jian Chen menghela nafas, melihat Lily yang sepertinya masih menggerutu kesal olehnya ia sudah tak bisa bicara lagi. Jian Chen langsung kembali ke alam sadarnya.
Jian Chen menemukan langit masih mendung jadi dia melanjutkan berkultivasi. Hujan di luar baru reda ketika hari sudah gelap, karena terlanjur malam maka rombongan Mu Yuan menginap di sini.
Tidak ada yang mengganggu Jian Chen selama berkultivasi, baru matahari mulai terangkat Mu Yuan menghampiri pintu kamarnya.
Gadis itu tampak ragu mengetuk kamar Jian Chen jadi sebelum dia melakukannya, Jian Chen lebih dulu memanggil nama gadis itu.
"Pendekar Jian, maaf menganggu istirahatmu."
Jian Chen menggeleng, "Tidak mengganggu, apakah Nona membutuhkan sesuatu?"
"Itu... Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu hal..." Menyadari Mu Yuan hendak berbicara serius Jian Chen menyuruhnya masuk. Keduanya duduk terpisahkan meja persegi. "Pendekar Jian, apakah anda tahu siapa yang mengirim pembunuh bayaran tadi?"
Jian Chen mengerutkan dahi, tidak menduga Mu Yuan akan bertanya tentang hal tersebut padahal gadis itu sudah melihat apa yang dirinya lakukan pada para pembunuh Gagak Besi.
Jian Chen mengelus dagunya, "Kalau soal pengirimnya aku tidak tahu tetapi aku pernah mendengar bahwa mereka di bayar oleh sebuah klan besar."
"Klan besar!" Wajah Mu Yuan memucat, dari reaksinya ia sudah mengetahui klan mana yang berniat membunuhnya.
"Apakah Nona mengetahuinya?"
Mu Yuan mengangguk lalu kemudian menjelaskan bahwa klan besar itu yang tak lain adalah klan yang memimpin pemerintahan provinsi. Mu Yuan tidak menduga bahwa mereka akan berambisi seperti ini hingga harus membunuh seseorang.
"Aku tidak mengerti, setahuku Keluarga Mu bergabung dengan klan pemerintahan bukan? Kenapa mereka harus membunuh sekutunya?"
Mu Yuan menggeleng pelan. "Pendekar Jian, situasinya tidak sesederhana itu. Tahun-tahun belakangan ini klan Yun, yang merupakan klan pemimpin Provinsi Naga Angin akan menurunkan kepemimpinannya pada anaknya..."
Mu Yuan menghela nafas berat. "Masalahnya kedua puteranya itu adalah kembar, saat mengetahui ayahnya akan turun jabatan keduanya malah memperebutkan tahta dari ayahnya itu alih-alih bersatu dan saling mendukung..."
Menurut Mu Yuan, sang adik bisa dibilang lebih terampil dari kakaknya, pintar dalam politik serta lebih merakyat, berbeda dengan kakaknya yang tegas dan cenderung berambisi.
Kedua kembar puteranya itu kemudian berlomba-lomba memperluas pengaruhnya keseluruh provinsi, jelas sekali sang adik akan menang sedangkan kakaknya justru sebaliknya.
Belakangan ini ada isu bahwa karena sang Kakak kesulitan mencari pendukung maka organisasi-organisasi jahat memihak padanya, dan yang lebih serius adalah salah satu organisasi yang mendukung itu berasal dari 12 Shio Pemburu.
Menyadari Kakaknya berada di jalan yang salah ketika akan memimpin kelak, Sang adik tidak membiarkan itu terjadi, ia langsung memperbesar dukungannya yaitu bersekutu dengan keluarga-keluarga besar, keluarga Mu adalah salah satunya.
Jian Chen mulai mengerti inti cerita Mu Yuan, jelasnya Sang Kakak tak tinggal diam melihat adiknya terus memperbesar pengaruhnya sehingga ia mencoba menghancurkan pendukung adiknya itu dengan menyewa pembunuh bayaran.
'Dunia politik memang tidak menggunakan adu kekuatan dalam permainannya tetapi dunia mereka tidak jauh kejam dengan dunia persilatan...' Jian Chen menggelengkan kepala pelan.
Jian Chen sebenarnya tidak terlalu peduli dengan masalah yang dihadapi provinsi lain karena memang setiap provinsi pasti mempunyai masalah tersendiri.
Yang menanggungnya pikirannya adalah ketika mendengar Organisasi 12 Shio Pemburu, jelas sekali pengaruh organisasi itu sangat kuat di Kekaisaran Naga.
Menurut Jian Chen, alasan mereka tidak bertindak terang-terangan selama ini di Kekaisaran Naga karena kekuatan mereka belum cukup untuk menguasai seluruh 12 provinsi.
Apalagi Provinsi Naga Api memiliki banyak pendekar kuat di dalamnya, jika 12 Shio Pemburu hendak menguasai salah satu provinsi maka pemerintahan Kekaisaran tidak akan tinggal diam.
"Pendekar Jian, setelah ini kami akan berencana singgah ke kota terdekat, selain ada keperluan di sana kami juga berniat menyewa beberapa pendekar intuk keamanan rombonganku."
"Aku mengerti, itu berarti kita akan berpisah di ujung jalan nanti."
Setelah tidak ada lagi keperluan Mu Yuan langsung berpamitan pergi, Jian Chen melihat punggung gadis itu sembari menggelengkan kepala pelan, jelas sekali Mu Yuan memiliki jabatan penting di keluarganya.
Jian Chen menebak alasan Mu Yuan berpergian seperti ini karena urusan politik, meski kekuatan Keluarga Bangsawan tidak bisa disandingkan dengan sebuah klan tetapi mereka juga mempunyai pengaruh yang besar.
Jika yang dikatakan Mu Yuan benar maka situasi di ibukota provinsi tidak baik-baik saja sekarang, Jian Chen berharap seperti apa masalah provinsi mereka tidak menganggu perjalanannya.
***
Jian Chen masih menemani rombongan Mu Yuan hingga mereka tiba di dua jalan yang berbeda, ini adalah titik Jian Chen berpisah dengan rombongan tersebut.
Jalan yang dipilih Mu Yuan adalah ke tempat kota kecil berada sementara Jian Chen akan terus bergerak lurus menuju jalan ibukota.
"Pendekar Jian, terima kasih karena telah menemani kami sampai sini. Jika bukan karenamu, kami sekarang mungkin sudah di kondisi yang berbeda." Mu Yuan memberikan hormatnya diikuti pengawal dan yang lain.
"Tidak perlu sungkan, sudah sewajarnya kita menolong mereka yang sedang dalam bahaya."
Mu Yuan kemudian memberikan sebuah medali pengenal pada Jian Chen, "Siapa tahu nanti Pendekar Jian akan singgah ke keluarga Mu, kami akan menyambut anda dengan menunjukkan medali ini."
Jian Chen menerima medali itu, meski dirinya tidak tahu apakah akan digunakan atau tidak nantinya.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi, semoga perjalanan kalian selamat sampai tujuan." Selepas berbicara demikian Jian Chen memacu kuda putihnya ke arah selatan.