Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 45 — Jian Chen Beraksi III


“Siapa kau? Beraninya mengusik faksiku!” Liu Zhan menatap tajam Jian Chen.


Liu Zhan menatap pohon yang dipotongnya beberapa detik sebelum kembali mengarah pada Jian Chen. Dia sudah menggunakan elemen anginnya dengan kekuatan penuh, tidak menyangka lawannya masih bisa menghindar.


Liu Zhan sudah cukup dikagetkan ketika semua anggota faksinya dikalahkan saat dirinya pergi namun yang tak diduga adalah mereka dilumpuhkan hanya satu orang.


Liu Zhan sempat menyaksikan sebagian akhir pertempuran Jian Chen mengalahkan anggota-anggotanya. Dia mengamati kekuatan Jian Chen terlebih dahulu sebelum bergerak menyerangnya.


Secara logika Liu Zhan tau bahwa dia akan kalah melawan Jian Chen yang bisa mengalahkan ratusan anggotanya, tentu ia tak bisa melakukan itu.


Tapi Liu Zhan juga sadar, setelah melawan begitu banyak musuh, ia yakin tenaga dalam Jian Chen pasti sudah terkuras sepenuhnya.


Hal inilah yang membuat Liu Zhan berani muncul sekaligus menyerang Jian Chen dibanding melarikan diri. Apalagi sekarang Liu Zhan bersama dua anggotanya yang berada di Alam Jiwa Tahap 2, menurutnya membunuh Jian Chen sekarang adalah hal yang mudah.


“Kenapa diam saja? Terkejut? Melihat kau datang kesini munjukan bahwa kau tau identitas kami. Aku tidak akan membiarkanmu hidup setelah apa yang kau perbuat pada faksiku. Berani menyinggung faksi Naga Emas tidak beda jauh dengan mengantarkan nyawamu.” Liu Zhan berseru lantang, menghunuskan pedangnya.


“Jangan terlalu marah seperti itu, aku tidak membunuh anggota faksimu, aku hanya sedikit memberikan pelajaran pada mereka...” Jian Chen tertawa kecil, “lagian, bukankah kalian melakukan hal yang sama pada faksi lain, jadi jangan terlalu naif kalau faksi kalian diperlakukan hal yang sama.”


Liu Zhan menyipitkan matanya. “Bukankah kau terlalu arogan dengan tenaga dalammu yang tinggal sedikit itu?”


Jian Chen tersenyum lebar, “Tebakanmu memang tepat, hanya saja meski tinggal beberapa lingkaran lagi itu sudah cukup mengalahkan kalian.”


Pengamatan Liu Zhan memang benar kalau tenaga dalam Jian Chen sedikit lagi, saat menghadapi ratusan lawan ditambah menggunakan elemen cahayanya, tenaga dalam Jian Chen sudah terkuras banyak.


Liu Zhan menggeram kesal, ia melirik pada kedua anggotanya, memberikan intruksi. Tim Liu Zhan kemudian yang pertama kali bergerak maju, mengepung Jian Chen dari tiga sisi dengan pedang-pedang ditangannya.


Jian Chen memilih menghindar setiap tebasan-tebasan yang dikeluarkan musuh dengan gerakan seminimal mungkin, membiarkan ketiga lawannya mengeluarkan jurus dari pedangnya tanpa balik melawannya.


Jian Chen tidak gegabah saat menghadapi Liu Zhan dan dua anggotanya yang sudah di ranah alam Jiwa, bukan karena mereka kuat tetapi tenaga dalam Jian Chen yang memang sudah sangat menipis.


Ketika melawan semua anggota faksi sebelumnya Jian Chen memiliki perhitungan yang salah tentang faksi Naga Emas terutama jumlah faksi tersebut. Dia akui dirinya memang ceroboh kali ini.


Tenaga dalam Jian Chen hanya beberapa lingkaran lagi jadi dia harus menggunakannya di waktu yang tepat saja.


Ketika Jian Chen berpikir sambil menghindari serangan yang mengarah padanya, Liu Zhan dan kedua bawahannya mengerutkan alis saat Jian Chen yang tidak balik menyerang.


Hal ini membawanya pada satu kesimpulan dan Liu Zhan ingin memastikan hal tersebut. Liu Zhan kemudian menggunakan teknik pedang pernafasan yang mengeluarkan gelombang angin dan benar saja Jian Chen masih memilih untuk menghindarinya.


Jian Chen melompat mundur cukup jauh akibat gelombang angin itu, dia berhasil menghindarinya tepat waktu.


“Sudah kuduga, tenaga dalammu sudah habis sebab itulah kau tidak bisa menyerangku.” Liu Zhan tersenyum lebar, kepercayaan dirinya meningkat drastis.


“Hm? Kenapa kau menyimpulkan sesuatu begitu cepat, kau tidak bisa melihat jumlah tenaga dalam pada tubuh seseorang, bukan?” Jian Chen tertawa kecil.


“Aku memang tidak bisa melihatnya tetapi kuyakin tenaga dalammu sekarang memang sudah habis. Jika masih ada mungkin kau bisa menepis gelombang angin yang kukeluarkan sebelumnya.”


Menyaksikan Jian Chen memilih menghindar dari pada menahan, menunjukkan tenaga dalam Jian Chen memang benar-benar tidak ada lagi.


“Kau sungguh cerdas ketika menganalisa musuhmu, aku suka hanya saja…” Jian Chen menghilang dalam satu kedipan mata saat tiba-tiba ada dihadapan Liu Zhan sambil memberikan tendangan kuat padanya. “Kau terlalu cepat menyimpulkan sesuatu.”


Liu Zhan buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan itu hanya saja ia tidak menyangka tendangan Jian Chen begitu kuat hingga membuatnya terdorong mundur cukup jauh.


Liu Zhan merasakan tangan kanan yang memegang pedang terasa sakit dan gemetar akibat kuatnya tendangan Jian Chen.


“Dia mempunyai teknik kecepatan serta kekuatan fisik yang seperti ini…” Liu Zhan masih meringis lalu tatapannya beralih pada Jian Chen yang bertarung dengan kedua bawahannya menggunakan teknik tendangan.


Hal yang ditemukan Liu Zhan adalah Jian Chen begitu mengungguli kedua lawannya dengan begitu mudah tanpa tenaga dalam sedikitpun. Jian Chen seperti tidak membiarkan lawannya mengayunkan pedang atau mengambil kuda-kuda.


Disaat bawahannya akan kalah Liu Zhan mengalirkan kembali tenaga dalamnya lalu memberikan serangan jarak jauh.


Gelombang angin kencang berhembus lagi yang membuat Jian Chen tidak ada pilihan selain mundur dari lawannya.


Tidak habis disana Liu Zhan terus memberikan gelombang-gelombang angin selanjutnya hingga membuat jaraknya dengan Jian Chen cukup lebar. Kedua anggotanya berhasil selamat lalu melompat disamping Liu Zhan.


“Kita gunakan serangan jarak jauh bersamaan, dia terlalu kuat untuk dilawan dijarak dekat seperti ini!” Perintah Liu Zhan.


Jian Chen disisi lain tetap terlihat tenang meski dipaksa mundur, dia bisa saja menangkisnya dengan mudah jika tidak dalam keadaan menghemat tenaga dalam.


Jian Chen tidak punya pilihan selain menghindari gelombang itu sambil bergerak menjauh. Namun ketika jaraknya cukup lebar dia kemudian melihat dua orang bawahan Liu Zhan menghembuskan api yang besar mengarah padanya.


Hembusan api itu sebenarnya bergerak lambat dimata Jian Chen hanya saja Liu Zhan tiba-tiba menggunakan elemen anginnya, menciptakan pusaran angin.


Ketika api dan pusaran angin bertemu seketika menciptakan pusaran api yang ganas. Kombinasi elemen itu bergerak cepat mengarah Jian Chen.


“Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini…”Jian Chen menghela nafas sejenak sebelum mengeluarkan pedang disarungnya, dia mengalirkan tenaga dalam yang besar sekaligus tenaga dalam terakhirnya. “Teknik Pedang Bulan Sabit ~ Getaran Badai Samudera!”


Berbeda dikejadian sebelumnya yang menggunakan teknik ini separuh kemampuannya, kali ini Jian Chen mengeluarkan 100 persen teknik tersebut sehingga hasilnya jauh lebih dahsyat.


Sebuah angin kencang seperti badai tercipta dan menyapu apa yang dihadapannya termasuk pusaran api itu.


Tidak sampai disana, angin yang besar itu membuat pohon-pohon dihadapannya tertiup miring bahkan hampir copot dari tanah. Liu Zhan dan kedua bawahannya tidak bisa bertahan lama dengan tiupan angin yang begitu mengerikan tersebut sehingga ketiganya terlempar jauh sampai menghantam pohon sebelum tak sadarkan diri.


Angin badai yang sama juga ternyata sampai pada perkemahan faksi Naga Emas dibelakangnya yang membuatnya hancur dan berantakan.


“Teknik pedang rembulan ini terlalu mengerikan…”


Melihat itu Jian Chen sebagai orang yang menggunakan teknik tersebut juga sama terkejutnya melihat dampak yang telah terjadi. Ia meneguk ludah, tak menyangka bakal sehebat ini.