
Jian Chen tersenyum penuh kemenangan melihat kekesalan gadis itu, “Baik, dimulai dari namamu. Siapa kau sebenarnya?”
“Kau pikir aku akan menurut padamu, jangan bermimpi, aku ini Tuan Puteri, tidak mungkin patuh pada manusia sepertimu!” gadis itu bereaksi keras.
“Oh, baiklah…” Jian Chen menggerakkan jarinya, seketika rantai yang melilit gadis itu bergerak dan menariknya paksa.
“Hei, hei! Apakah kau seorang pria, beraninya hanya mengancam wanita seperti ini!”
“Aku tidak peduli, kau harus memilih antara menjawab pertanyaanku atau kembali ke kristal itu..”
“Cih! Baik, baik, aku akan memberitahukan namaku asal kau lepaskan rantai ini dulu!”
Jian Chen mengayunkan tangannya seketika rantai itu terlepas, gadis itu mendengus kesal sembari menepuk-nepuk gaunnya seolah kotor.
“TUAN PUTERI Lyliana, itulah namaku, puas?”
Gadis itu memperkenalkan namanya, ia juga menekan kata Tuan Puteri agar Jian Chen mengingat status besarnya.
“Kau sepertinya memang seorang Puteri dari kerajaan, Lyliana, nama itu cukup aneh meski indah didengar.”
“Lyliana adalah adalah nama klanku yang sangat agung dan ternama, dibanding kekuatan klanmu, klan Jian bukan apa-apa melainkan hanya butiran debu.” Gadis itu melipat tangannya di dada, tersenyum sinis pada Jian Chen.
“Aku belum pernah mendengar klan itu?”
“Tentu saja kau tidak akan mendengarnya di dunia kecilmu ini.”
“Dunia kecil?”
“Lupakan, kau terlalu polos untuk mengetahui semua itu, mungkin di banding nama klanku yang asing kalian lebih mengenal kami dengan kaum Ras Peri.”
Jian Chen melompat mundur mendengar itu. “Ras Peri, kau… kau berasal ras peri?”
“Haha… Terkejut? Kau harus bangga di depanmu ini adalah Tuan Puteri dari ras tersebut.” gadis itu tersenyum penuh kebanggaan.
Mata Jian Chen menyipit, menjejali ekspresi gadis itu namun tidak menemukan tanda kebohongan.
Jian Chen tentu saja mengetahui Ras Peri karena itu merupakan sebuah dongeng untuk anak kecil sebelum tidur.
Ras peri digambarkan sebagai sosok mahluk baik yang menolong umat manusia dari kehancuran. Mereka ras yang kuat dan eksistensi yang tak tertandingi untuk melawan para iblis.
Meski demikian indah kisah-kisahnya tetap saja itu hanya sebuah dongeng belaka, tidak nyata, walau ada beberapa orang yang mempercayai bahwa sebenarnya ras peri itu memang benar-benar ada tetapi masalahnya mereka tidak pernah bertemu peri tersebut secara langsung.
Hal tersebutlah yang membuat ras peri hanya sekedar mitos belaka, dan sering dikatakan mahluk khayalan karena tidak nyata.
Alasan Jian Chen terkejut karena dirinya sempat mempercayai bahwa peri itu memang ada di dunia ini apalagi ketika yang memberitahu hal tersebut adalah gurunya.
“Ras peri itu memang benar ada, Chen’er, mereka hidup seperti kita para manusia, tumbuh, bersosialisasi, menikah, yang membedakan mereka dan kita para manusia adalah tempat tinggalnya, mereka berada di dunia yang berbeda.”
Jian Chen masih teringat perkataan gurunya dan semenjak itu ia mulai mempercayai bahwa Ras Peri ini memang nyata adanya.
Alasan kuatnya lagi Ras Peri mempunyai ciri khas tersendiri yaitu mempunyai paras yang cantik serta memiliki mata merah bagai permata ruby yang indah.
Gadis itu mengamati ekspresi kekaguman Jian Chen bahkan sedikit menikmatinya, ia membiarkan pemuda itu terus berlarut dalam pikiran liarnya.
“Kau berbohong?” tanya Jian Chen memastikan.
“Kau boleh percaya atau tidak tetapi sebenarnya aku tidak peduli, jika kau menganggap aku hanya membual maka lupakan untuk mengetahui identitasku.”
Jian Chen memejamkan mata, perasaanya campur aduk tetapi pada akhirnya ia memutuskan untuk terpaksa mempercayai gadis tersebut.
“Apa maksudmu?”
“Maksud apa?”
“Lyli? Kau memanggilku dengan sebutan itu! Panggil aku Tuan Puteri, TUAN PUTERI.”
Jian Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sebenarnya ia sempat bingung harus menyebut gadis itu dengan sebutan apa.
Jika langsung memanggil nama depannya maka itu terasa asing mengingat keduanya baru bertemu kali ini sedangkan jika memanggil yang diminta gadis itu Jian Chen tak menyukainya. Terutama sikap gadis itu yang begitu memandang tinggi dirinya.
“Jadi, kenapa kau sampai bisa disini?” tanya Jian Chen tanpa mempermasalahkan nama panggilan itu lebih jauh.
“Hmph! Ibumu lah penyebabnya!” Lyli berdecak kesal bahkan nadanya sedikit meninggi, “Gara-gara dia aku disegel di kristal ini selama puluhan tahun sejak kau masih bayi.”
“Ibuku? Kau mengenalnya?”
“Tentu saja aku menge-…” kata-kata Lyli tersangkut di tenggorokan, kemarahannya mereda seketika diikuti helaan nafas yang panjang.
Jian Chen tidak mengerti perubahan emosi Lyli yang mendadak berubah secara signifikan tersebut tetapi dia melihat gadis itu memandang dirinya dengan perasaan iba.
“Kau benar-benar anak dari perempuan itu…” Gumam Lyli, tersenyum tipis memandang mata emas Jian Chen.
“Intinya, aku mengenalmu cukup baik di banding siapapun...“ Ucap Lyli melanjutkan ucapannya, tidak ada lagi nada sombongnya. “Aku mengetahui klanmu yang terbantai, dibunuh secara mengenaskan dan hidup kembali usai mengaktifkan pusaka kuno yang telah hilang.”
Tanpa disuruh Lyli kemudian menjelaskan beberapa hal pada Jian Chen, gadis itu tampak simpati padanya seperti menatap Jian Chen dengan tatapan kasihan.
Ternyata selama ini Lyli hidup di kristal hijau Jian Chen, selama itu juga dia bisa melihat apa yang terjadi pada Jian Chen, penderitaannya, kebahagiannya, rasa sedihnya, semuanya Lyli menyaksikan itu semua.
“Aku tidak mengenal ibumu, aku hanya pernah bertemu dengannya sekali dan itu langsung membuat kami bertarung hingga aku kalah dan tersegel disini.”
Lily menjelaskan setelah Jian Chen bertanya identitas ibu kandungnya, ia jelas tahu bahwa orang tua Jian Chen yang sekarang bukan orang tua aslinya.
“Kultivasiku disegel oleh ibumu menggunakan formasi sihir yang aneh sebelum aku dimasukkan kedalam kristal. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tidak punya kekuatan lagi sekarang.”
“Tapi aku bisa melihat kultivasimu di Alam Roh Tahap 1?”
“Yeah, itu karena aku memulai kultivasiku dari awal dan kau nanti harus membantuku memulihkan kekuatanku!”
Jian Chen menggaruk telinganya, sikap gadis didepannya kini kembali berubah dalam mode memerintah.
“Cukup tentangku, dibanding itu semua aku lebih terkejut mengenaimu dan kristal itu, kau menyadarinya bukan gara-gara kristalmu itu kau bisa hidup kembali?”
Jian Chen mengangguk, dia sudah menduganya dan tidak menyangka memang benar.
“Akan kuberitahu sesuatu, kristal itu bisa mengendalikan waktu hingga berjalan mundur sampai kau kembali ke usia 12 tahun, dengan kekuatan yang sama, aku juga kalah oleh ibumu akibat kristal ini dalam sekali ayunan tangan...”
Lyli memandang kristal yang bersinar kehijauan itu dengan perasaan ngeri, “Mengendalikan waktu dan bisa menyegel ruang dan waktu pada seseorang, aku belum pernah melihat pusaka yang begitu mengerikan kekuatannya seperti ini...”
“Apakah kristal itu berbahaya?” Tanya Jian Chen setelah melihat reaksi Lyli.
“Aku tidak tahu, di duniaku sebelumnya aku belum pernah melihat pusaka ini tetapi yang pasti kekuatan yang besar diikuti pengorbanan besar. Kau ingat maksudku bukan, kau juga mati sebab kristal ini.”
Jian Chen menghela nafas, tentu saja dia ingat. Sebelum dirinya mati, kristal ini secara paksa menghisap energi hidupnya, itu benar-benar menyiksa dan sangat menyakitkan.
Jian Chen memijat kepalanya yang terasa sakit, belum beberapa jam dia disini tetapi begitu banyak informasi yang masuk ke kepalanya. Dimulai gadis di depannya, tentang ibunya dan terakhir kristal hijau itu.