
Jian Chen sebenarnya ingin mengantarkan Ziyun dan Meily ke Akademi namun saat di perjalannya ia dihampiri oleh seorang pelayan gadis yang membisikkan sesuatu di telinganya.
Hal tersebut membuat Jian Chen harus meninggalkan Ziyun dan Meily sebelum sampai ke Akademi. "Kalian berdua ke Akademi terlebih dulu, aku ada urusan dengan seseorang."
"Aku mengerti Saudara Jian, aku akan menunggumu di sana..." Ziyun mengangguk lalu kemudian menarik tangan Meily yang sedikit tersipu karena Jian Chen mengelus pucuk kepalanya.
Selepas keduanya pergi, Jian Chen mengikuti ke pelayan gadis tadi yang membawanya ke pusat Asosiasi klan Miou yang ada di ibukota.
Asosiasi di cabang Ibukota sangat besar dan merupakan salah satu toko terlaris disini, Jian Chen dibawa ke ruangan istimewa, saat sampai ia mendapati ada perempuan yang menunggu di ruangan itu.
Sudah hampir tiga tahun tidak bertemu, Jian Chen akhirnya bisa melihat lagi Miou Lin, gadis itu terlihat lebih cantik saat terakhir Jian Chen ingat dan yang membedakan darinya sekarang adalah rambut Miou Lin terlihat di potong sampai sebahu.
"Nona Lin, kau semakin cantik saja..." Jian Chen tertawa kecil.
"Tuan Muda Jian apakah itu pujian? Setelah sekian lama tidak saling tatap bukankah anda yang mengalami banyak perubahan?"
Seingat Miou Lin, saat ia mengantar Jian Chen ke pelabuhan yang ada di Provinsi Naga Petir, pemuda itu memiliki tinggi yang sama dengannya.
Tapi sekarang bukan hanya dia lebih tinggi darinya, Jian Chen bahkan terlihat lebih menawan serta memancarkan kharisma.
Jian Chen kemudian duduk di depan meja Miou Lin, sambil sedikit berbasa-basi padanya ia juga bertanya beberapa hal mendasar yang ingin ia ketahui.
Miou Lin terbilang Tetua klan Miou yang paling disegani di klannya setelah Miou Fan yang selaku Ketua klan Miou.
Dari beberapa pertanyaan itu Jian Chen mendapati jawaban dari orang-orang terdekatnya seperti ayahnya yang kini sedang melakukan latihan tertutup menuju ranah Alam Bumi.
Ibunya yaitu Jian Ran juga telah menaikan kultivasinya ke ranah Alam Kehidupan.
Jian Ran awalnya memang sudah pensiun dari dunia persilatan namun semenjak penyerangan dari klan Liu, ia jadi berlatih kembali teknik beladirinya agar bisa berguna saat di kondisi yang membutuhkan.
"Selagi anda menghilang 3 tahun terakhir ini kami membuat laporan palsu pada orang tua anda, Tuan Muda Jian, kami merekayasa informasi yang mengatakan bahwa engkau sedang berlatih lebih kuat di Akademi sehingga tidak bisa pulang..."
Miou Lin juga menjelaskan tentang penyerangan klan Liu serta sosok misterius yang bersayap yang dapat membalikan situasi.
Jian Chen tidak merespon hal itu lebih jauh karena ia yakin bahwa sosok misterius tersebut adalah dirinya sendiri.
"Bagaimana dengan klan Miou, kurasa klan Nona mengalami banyak kemajuan bukan?"
"Tentu saja Tuan Muda Jian, ini juga disebabkan karena anda. Resep-resep pil yang dibuat olehmu terlalu berharga di dunia persilatan jadi tidak mengherankan para pendekar membutuhkannya."
Dengan keuntungan yang melimpah ruah, klan Miou berhasil mendapatkan banyak pendekar yang ada di bawah kaki mereka.
Jika klan Miou tidak menghormati klan Chu maka sudah dari dulu mereka seharusnya jadi memimpin Provinsi Naga Petir.
Selain itu Miou Fan tidak menginginkan jadi pemimpin provinsi karena ingin lebih memfokuskan tentang bisnis asosiasinya.
"Kudengar dari salah satu cabang di kota Anshan, anda telah membantu menyelamatkan kota di sana dan mungkin yang telah membunuh 2 Shio Pemburu, apa itu benar Tuan Muda Jian?" Miou Lin ingin memastikan sesuatu.
Jian Chen berpikir beberapa saat sebelum mengangguk pelan.
Miou Lin menahan nafasnya, itu berarti kekuatan Jian Chen sekarang sangat tinggi sampai bisa membunuh Organisasi ternama di Kekaisaran.
Jian Chen tersenyum tipis melihat raut wajah gadis itu, jelas sekali ia menyadari kekuatannya yang meningkat di luar nalar.
"Jadi Nona Lin apa yang membuat anda kesini? Bukankah dari laporan beberapa minggu lalu anda berada di Provinsi Naga Petir?" Jian Chen bertanya ke yang lain, mengalihkan topik pembicaraan.
"Ah itu, aku kesini sebenarnya di undang oleh Yang Mulia Kaisar ke istana. Saat tidak sengaja melihatmu aku langsung memanggil seorang pelayan untuk memanggil anda kesini."
Miou Lin sempat ragu sebenarnya saat sekilas melihat wajah Jian Chen, karena bagaimanapun pemuda di depannya sudah banyak berubah.
Yang membuat Miou Lin sempat yakin karena mata emas yang dimiliki oleh pemuda itu. Tidak ada di Kekaisaran Naga yang memiliki mata emas kecuali Jian Chen.
Miou Lin ingin berbicara lebih jauh saat seorang pelayan datang ke ruangan pribadinya dengan membawa sepucuk surat.
"Maaf Tetua Lin harus menganggu percakapan anda. Ada surat dari Yang Mulia Kaisar yang harus dikirimkan segera..." Pelayan itu tersenyum canggung saat menyadari ia telah masuk di waktu yang salah.
"Tidak apa, bisakah kau berikan surat itu segera..."
Pelayan itu memberikan surat rahasianya sebelum mengundurkan diri sementara Miou Lin membuka dan membaca isinya terlebih dulu.
Setelah beberapa saat membaca suratnya, gadis itu menghela nafas panjang, raut wajahnya kontras terbalik dengan sebelumnya.
Jian Chen yang semenjak tadi mengamati tidak bisa mengabaikan ekspresi gadis itu lebih lama. "Apakah ada sesuatu Nona Lin?"
Miou Lin mengusap wajahnya sebelum mengangguk pelan. "Yang Mulia Kaisar mengubah rencana pertemuannya, katanya dia akan ke Asosiasi bukan aku yang akan pergi ke istana."
Jian Chen mengerutkan dahi, ia tidak menemukan ada suatu masalah dari berita tersebut.
Miou Lin tersenyum tipis, ia menyadari ketidak mengertian Jian Chen.
"Saudara Jian, apakah anda tahu tentang Kekaisaran Qilin?"
"Hm, bukankah itu Kekaisaran tetangga kita?"
Miou Lin mengangguk, "Belakangan ini ada suatu masalah dari pemerintah mengenai kekaisaran tersebut, pasalnya ada konflik terpendam yang sedang terjadi."
Kekaisaran Qilin merupakan salah satu dari empat kekaisaran yang ada di benua timur selain Kekaisaran Naga.
Empat Kekaisaran itu yaitu Kekaisaran Naga, Phoenix, Qilin dan terakhir Kura-kura. Selain empat Kekaisaran ada juga lima negara yang terbentuk di Benua Timur.
Kekaisaran Naga bisa dibilang adalah kekaisaran paling lemah di antara keempatnya soal ilmu persilatan.
Jian Chen pernah bertarung dengan pendekar yang berasal dari Kekaisaran Qilin di kehidupan pertama, kekuatan mereka benar-benar luar biasa.
Dulu Kekaisaran Qilin mungkin tidak pernah sedikitpun melirik Kekaisaran Naga namun semenjak pertumbuhan Kekaisaran Naga yang sangat pesat berkat sumber daya Asosiasi, mereka mulai menganggapnya sebagai ancaman.
Apalagi mereka sudah mendengar Yang Mulia Kaisar akan menerobos ke ranah kultivasi yang lebih tinggi dari Alam Langit yaitu Alam Raja.
Meski bukanlah hal yang asing tetapi Alam Raja di Kekaisaran Qilin tetap saja langka dan hanya ada beberapa pendekar saja yang telah menerobos ke ranah tersebut.
Secara garis besar, Kekaisaran Qilin seperti menyatakan peperangan dengan Kekaisaran Naga. Mereka tidak ingin wilayah perairan 12 Provinsi tersebut akan jadi ancaman Kekaisaran Qilin di masa depan.