Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 146 — Kekuatan Lan Qiaoqiao


"Saudara Jian?!"


Lan Qiaoqiao yang pertama kali mengenali Jian Chen diikuti keempat saudarinya yang terkejut setelah mendengarnya, mereka lalu menoleh ke arah orang yang dimaksud, bingung kenapa laki-laki itu bisa ada disini.


"Siapa kau?!" Pria yang ada di kelompok langsung menatap tajam Jian Chen, tidak suka ada yang menghalangi jalannya.


Jan Chen tidak langsung menjawab, pandangannya tertuju ke lima gadis tersebut yang saat ini sedang bertanya-tanya alasan keberadaan dirinya.


"Ah, jadi begitu, sepertinya kau menyukai gadis-gadis itu dan bertingkah jadi pahlawan di depan mereka sekarang. Apakah kau ingin menghentikan ku untuk menyerang mereka?"


Jian Chen mengerutkan dahinya sebelum menghela nafas, "Kalian sebaiknya tidak memulai sebuah pertarungan disekitar sini, kau bisa memicu banyak pertarungan pada pihak yang lain."


"Oh, apa itu masalahmu, mengingat kau sudah berdiri disini aku tak bisa membiarkanmu pergi..." Pria itu tersenyum penuh makna pada Jian Chen.


Jian Chen menyipitkan mata lalu melihat area sekitar, ia menyadari semua perhatian kini sedang ke arahnya serta kelima gadis kembar di belakangnya.


Jian Chen bisa saja membunuh kelompok pria ini tetapi masalahnya itu akan memicu masalah yang lebih besar lagi.


Ketika kelima gadis ini memulai sebuah konflik sebelumnya ada beberapa kelompok yang hendak ikut terpancing untuk bertarung, dan rata-rata dari mereka memihak kelompok pria tersebut.


Bisa di pastikan bahwa mereka mungkin adalah kelompok yang saling mengenal, jika salah satu dari kelompok tersebut di serang maka kelompok yang lain boleh jadi ikut menyerang lima gadis ini.


'Jangan bilang bahwa mereka dari kelompok-kelompok jahat..." Jian Chen memikirkan semua kemungkinan, dia cukup yakin mereka yang menatapnya ingin mencelakainya dan bahkan ada yang bernafsu ingin membunuhnya.


"Kau sepertinya sangat mengerti situasi sekarang, aku bisa melihat kecerdasanmu anak muda tetapi semuanya sudah terlambat. Wanita itu adalah yang memulainya..."


Lan Qiaoqiao beserta saudarinya kemudian melihat sekitar, dan mereka baru menyadari bahwa keadaannya tidak sesederhana yang mereka pikirkan.


Beberapa kelompok sudah menatap mereka dengan niat tidak baik, memang tidak ada yang berniat membunuh pada gadis itu tetapi andai mereka tertangkap oleh kelompok tersebut, nasibnya tidak lebih buruk dari terbunuh.


Jian Chen memutar otaknya agar tidak terjadi pertarungan tetapi pria yang memimpin kelompok itu tidak berniat membiarkannya lebih jauh.


Ia tiba-tiba mengeluarkan sebuah pedang dan mengayunkannya pada Jian Chen.


Jian Chen hendak menangkap pedang itu namun sebelum pedang itu sampai Lan Qiaoqiao sudah bergerak cepat dan munculnya di depannya.


Lan Qiaoqiao kini memakai sebuah sarung tangan berwarna emas, ia menangkap pedang itu dengan telapak tangannya lalu menggenggamnya erat.


"Apa, bagaimana bisa!?" Pria itu mencoba menarik pedangnya kembali tetapi tidak berhasil.


Lan Qiaoqiao tersenyum sinis, ia perlahan-lahan menggerakkan tangannya lalu membengkokkan pedang itu hingga melengkung terbalik.


Pria yang memegang pedang langsung refleks melepaskan gagangnya, ia berjalan mundur sambil melangkah dengan penuh ketakutan.


Lan Qiaoqiao nyatanya tidak membiarkan itu, dalam satu kedipan mata ia muncul tepat di depan pria itu lalu memberikan sebuah pukulan keras, membuat pria tersebut terlempar puluhan meter hingga mengenai dahan pohon sebelum jatuh dan tak sadarkan diri


"Jadi, apa kalian masih ingin melawanku?" Lan Qiaoqiao bertanya dengan nada dingin pada kelompok-kelompok yang berniat menyerangnya sebelumnya.


Kekuatan yang di keluarkan Lan Qiaoqiao barusan cukup membuat orang yang melihatnya meneguk ludah sekaligus berkeringat dingin.


Setidaknya mereka menganggap kekuatan Lan Qiaoqiao setara dengan seorang pendekar yang ada di Alam Bumi.


Pendekar Alam Bumi adalah eksistensi yang di hormati di kalangan para pendekar, untuk mencapai Alam tersebut tidaklah mudah, apalagi ketika menerobos ke Alam tersebut membutuhkan pemahaman bela diri yang amat luas.


Biasanya hanya orang berbakat saja yang bisa ke ranah itu, mereka yang sudah dewasa atau bahkan sudah tua pun belum tentu bisa sampai ke ranah Alam Bumi.


Kelompok lain langsung membubarkan diri, tak mau terlibat masalah lebih jauh sementara yang mengepung sebelumnya tak berani bergerak, mereka menjatuhkan senjatanya menandakan bahwa mereka menyerah.


Lan Qiaoqiao mengamati situasi tersebut sebentar sebelum berjalan mendekati Jian Chen sembari tersenyum manis. "Saudara Jian, anda tidak seharusnya terlibat dengan urusan tadi, kekuatanku juga sudah cukup untuk menghadapi mereka..."


Jian Chen tersenyum tipis, ia bisa melihat Lan Qiaoqiao telah salah mengartikan dirinya, mungkin gadis itu menganggap ia datang karena mempunyai perasaan pada mereka.


Jian Chen juga tidak menyangka Lan Qiaoqiao bisa sekuat itu, ia meyakini sarung tangan emas di lengannya bukan sarung tangan biasa melainkan pusaka tingkat tinggi.


"Kuharap kalian tidak mencari masalah di sekitar makam ini, karena tidak semua kelompok-kelompok yang datang kesini adalah pendekar baik..." Jian Chen menyampaikan niat baiknya.


Lan Qiaoqiao mengangguk, "Terimakasih peringatannya, ngomong-ngomong Saudara Jian kenapa anda disini. Apa kau juga tertarik ke makam kuno itu?"


Jian Chen mengangguk pelan, "sepertinya kalian juga akan pergi kesana?"


"Tujuan perjalanan kami memang ke makam tersebut, sama dengan yang lain kami juga mencoba mencari harta berharga di makam kuno itu. Saudara Jian, jika kau mau, kau bisa gabung dengan kelompok kami?"


"Kak Qiaoqao, ini..." Lan Xiaxia tampak keberatan dengan ucapan saudarinya, ia tidak senang jika Jian Chen gabung.


"Xiaxia, Saudara Jian sudah berbuat baik pada kita, tidak masalah baginya jika ingin bergabung."


Xiaxia menghela nafas, ia sadar dirinya tidak bisa membantah keputusan saudari tertuanya.


Jian Chen menyaksikan itu hanya bisa tersenyum tipis, ia lalu menolak tawaran Qiaoqiao dengan halus dan mengatakan bahwa dirinya juga sudah mempunyai kelompok.


Tentu saja Jian Chen berbohong, pada akhirnya ia hanya ingin ke makam itu sendirian.


Jian Chen kemudian berpamitan duluan, ia menyadari keempat saudari Qiaoqiao itu tidak terlalu senang dengan keberadaan dirinya.


"Kak Qiaoqiou, apa kau bisa meraba kekuatan Saudara Jian itu?" Lan Yueyue pertama kali menyadari ada yang aneh dari Jian Chen.


"Sepupu keempat, kau menyadarinya? Kupikir hanya aku saja yang tak bisa merabanya." Lan Lingling bereaksi sama.


"Sejujurnya aku sudah menyadari ini saat pertama kali bertemu, laki-laki itu sepertinya bukan orang biasa, ada kemungkinan ia menyembunyikan kultivasinya dengan teknik tertentu." Lan Lulu yang selalu diam kini angkat bicara, lagian mata emas pria tersebut juga sama anehnya.


"Biarpun kekuatannya seperti apa, dia tidak mungkin selevel dengan kekuatan kita jadi tidak perlu memikirkan sampai membuang waktu." Lan Xiaxia mendengus, melipat tangannya di dada.


Lan Qiaoqiao melihat keempat saudarinya sesaat yang sama-sama keheranan, memang benar ada yang aneh dari pemuda yang bernama Jian Chen ini.


Meski tidak melihat kultivasinya, ia dapat merasakan kekuatan Jian Chen tidaklah biasa dan aura kekuatannya terasa jauh lebih kuat.


Lan Qiaoqiao menghela nafas sebentar, pada akhirnya memikirkannya pun tak akan mendapat jawaban. Saat ini Lan Qiaoqiao beserta saudarinya harus fokus untuk bersiap ke makam kuno tersebut besok hari.