Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 264 — Yang Mulia Kaisar


"Seberapa serius mengenai konflik antar Kekaisaran ini?" Jian Chen bertanya, wajahnya terlihat kusut setelah mendengar penjelasan Miou Lin.


"Mengenai itu kami tidak tahu, hanya Yang Mulia Kaisar yang mengetahuinya. Mungkin saat nanti dia kesini beliau akan menceritakan hal tersebut."


Jian Chen menghela nafas panjang, entah kenapa pikirannya terasa berat, ia kemudian meminum teh yang sebelumnya sudah di sediakan di atas meja.


Seorang pelayan tak lama kemudian datang ke ruangan Jian Chen dan Miou Lin berbincang, ia berbisik di telinga Miou Lin sebelum gadis itu mengangguk pelan.


"Segera siapkan jamuan yang terbaik, suruh beberapa pendekar mengawasi toko asosiasi sejauh dua puluh meter dan pastikan tidak ada orang yang mencurigakan lewat kesini!" Suruh Miou Lin pada pelayan tersebut.


Pelayan itu mengangguk lalu mengundurkan diri.


Miou Lin kembali menoleh ke arah Jian Chen. "Tuan Muda Jian, satu jam lagi Yang Mulia Kaisar akan kesini untuk melakukan pertemuan tersembunyi dengan Asosiasi, mengingat Tuan Muda Jian termasuk bagian dari kami, apa anda akan ikut?"


Pertemuan Miou Lin dan Yang Mulia Kaisar bersifat rahasia, tidak boleh diketahui orang lain bahkan menurut Miou Lin, Yang Mulia Kaisar juga akan menyamar saat menuju ke asosiasi.


"Apa yang Nona bahas di pertemuan nanti?" Jian Chen terlebih dulu bertanya.


"Aku tidak terlalu yakin tetapi ada kemungkinan tentang bisnis asosiasi kita."


Jian Chen mengerutkan dahi, "Nona Lin, satu hal yang masih mengganjal di benakku, kenapa asosiasi bekerjasama dengan Pemerintah Kekaisaran?"


Miou Lin terlihat berpikir sesaat, mencoba merangkum semua yang ingin dia katakan. Setelah beberapa saat Ia kemudian menjelaskan alasan besarnya.


Lebih singkatnya, alasan Asosiasi klan Miou sekarang dapat bercabang sampai ke 12 Provinsi Naga karena pengaruh dari pemerintah Kekaisaran.


Asosiasi menjual hampir setengah sumber dayanya pada pemerintah sebelum disebar luaskan ke 11 provinsi, bahkan menurut menurut Miou Lin, asosiasinya sudah membuka cabang lain di beberapa negara berkat kerjasamanya dengan pemerintah.


Jian Chen menahan nafasnya, ia sama sekali tidak menyangka asosiasi sudah berkembang sebesar itu.


"Tuan muda Jian, anda masih memiliki tabungan di asosiasi sekitar ratusan juta keping emas, tidak, bahkan hampir mencapai satu milyar keping emas. Saat ini uang anda masih di simpan oleh asosiasi..."


Karena Jian Chen memiliki saham 5% dari asosiasi, penghasilan perbulannya akan meningkat ketika perkembangan asosiasi juga meningkat, belum lagi pemuda itu tidak mengambil penghasilannya selama tiga tahun terakhir jadi tidak mengherankan kekayaannya sudah tak terhitung lagi.


Jika kekayaan dihitung dari segi individual, maka Jian Chen adalah orang terkaya di kekaisaran Naga saat ini.


Jian Chen tersenyum canggung, seumur hidupnya bahkan dimimpinya sekalipun ia tidak pernah berpikir memiliki uang sebesar itu.


Biarpun tidak terlalu memikirkan harta duniawi tetap saja mendapatkan uang sebanyak itu bukanlah sesuatu yang di abaikan perasaannya.


Padahal uang Jian Chen sudah dipotong untuk keperluan klan Jian, namun meski telah disalurkan uangnya sebanyak itu kekayaannya masih terbilang melimpah.


Untuk masalah uang tersebut, Jian Chen bisa mengambilnya kapan saja diberbagai cabang asosiasi.


Jian Chen kemudian beralih ke topik utamanya tentang pertemuan dengan Kaisar Naga, ia mungkin akan ikut dalam pertemuan tersebut jika tidak ada masalah atas kehadirannya.


***


Kekaisaran Naga, sejak dulu sampai sekarang masih turun temurun dipimpin oleh satu keluarga bangsawan ternama yaitu Keluarga Lin.


Lin Jiangxa yang selaku kepala keluarga Lin sekaligus yang menjabat Kaisar sekarang merupakan generasi ke sepuluh dari keluarganya yang telah menjabat sebagai Kaisar.


Kini sudah hampir 50 puluh tahun ia telah menjabat menjadi Kaisar, banyak hal ia rombak dari pemerintahan sebelumnya termasuk di larangnya perbudakan secara hukum.


Lin Jiangxa juga disebut-sebut sebagai jagoan terkuat nomor 1 Kekaisaran Naga karena telah berhasil mencapai kultivasi di ranah Alam Langit Tahap 9.


Padahal sebelumnya tidak ada yang mencapai kultivasi tersebut di kekaisarannya, jagoan generasi lama saja hanya dapat mencapai Alam Langit tahap 8.


Dengan kekuatannya yang semakin tinggi, Lin Jiangxa semakin di hormati oleh orang-orang sekitarnya, banyak klan dan keluarga bangsawan mulai tunduk di bawah perintahnya.


Di kehidupan pertama, Jian Chen belum pernah bertemu langsung dengan Kaisar Naga jadi tidak mengherankan ia sedikit terpana melihat Lin Jiangxa duduk berhadapan dengannya.


Lin Jianxa memancarkan aura kebangsawanan yang tinggi, siapapun yang melihatnya akan berusaha menundukkan kepala ketika saling beradu tatap, hal tersebut berlaku kepada Miou Lin yang malah canggung ketika bersama Sang Kaisar.


Lin Jiangxa merupakan pria paruh baya yang memiliki wajah tampan, matanya hitam sempurna dan memiliki rambut panjang yang sekarang sedikit memutih.


"Yang Mulia, silahkan minumannya..." Miou Lin tersenyum canggung, sudah lama sekali gadis itu tidak merasa segugup ini di depan seseorang.


Jian Chen duduk di samping Miou Lin, meski ini pertemuan rahasia tetapi Kaisar Naga ke Asosiasi membawa seorang perempuan bersamanya sehingga di ruangan tersebut kini ada empat orang.


"Terimakasih Nona Lin, sebuah kehormatan lagi bisa bertemu denganmu..." Jianxa tersenyum lebar.


"Ah, aku juga demikian, maksudku, hamba juga merasa demikian Yang Mulia." Miou Lin tersenyum kikuk.


Jianxa tertawa kecil. "Tidak perlu seformal itu Nona Lin, anggap saja kita kita seperti rekan bisnis biasa."


Miou Lin berusaha mempertahankan senyumannya walau dalam hati ia tetap merasa canggung.


Jianxa kemudian melirik Jian Chen yang berada di sampingnya, seolah mengerti lirikan itu, Miou Lin kemudian mengenalkan Jian Chen pada Jianxa sebagai bagian terpenting Asosiasi yang sama dengannya.


Jianxa mengerutkan dahi ketika melihat Jian Chen yang terlihat begitu muda namun memiliki jabatan tinggi di asosiasi yang sebesar ini.


Di pandangan Jianxa, Jian Chen memiliki wibawa yang memancar di tubuhnya apalagi mata emas pemuda itu yang terlihat begitu memukau.


Satu hal yang janggal dari pemuda itu, meski terasa samar namun Jianxa merasakan ada aura kehitaman yang terpendam di dalam diri Jian Chen.


Jianxa yakin aura itu seperti aura pembunuh namun terasa lebih kelam.


Jian Chen tersenyum tipis, ia menyadari Jianxa dapat sedikit merasakan aura kematian yang ia sembunyikannya dari orang lain.


"Salam kenal Yang Mulia..." Jian Chen tersenyum lalu memberikan rasa hormatnya.


Jianxa mengangguk dan membalas hormatnya pada Jian Chen. Kini Jianxa yang memperkenalkan perempuan di sampingnya yang merupakan istri ke tujuhnya yang ahli dalam bidang bisnis.


"Istri ketujuh?!" Miou Lin terkejut, ia hampir menyemburkan teh di mulutnya ketika mendengar hal tersebut.


Jian Chen tersenyum canggung, meski ia terkejut namun ia tidak terlalu mengekspresikannya secara langsung.


'Kudengar Yang Mulia Kaisar memiliki belasan istri serta beberapa selir, sepertinya kabar itu memang benar adanya...' Jian Chen menggaruk hidungnya yang tidak gatal.