
Dari Yue Lian, Jian Chen jadi mengetahui lebih rinci bahwa dirinya benar-benar berada di Provinsi Naga Tanah, salah satu provinsi yang memiliki hutan terluas di semua provinsi.
Yue Lian bukanlah berasal dari kota ini, ia hanya seorang pengelana yang tak sengaja sedang berada di kota Daguo.
Bagi Jian Chen yang mendengarnya tidak terlihat terkejut karena ia tahu bahwa Yue Lian berasal dari Provinsi Naga Bumi, yang mengejutkannya adalah keberadaan dia disini.
Seingat Jian Chen Yue Lian adalah anak yatim piatu, di besarkan oleh neneknya dan ketika neneknya meninggal, ia mulai berkelana ke berbagai daerah.
Jian Chen tidak menyangka bahwa sebelum bertemu dirinya Yue Lian pernah berada di provinsi lain.
Satu hal yang berbeda lagi adalah tentang kekuatan Yue Lian yang telah mencapai Alam Kehidupan, padahal sebelumnya ketika keduanya bertemu kekasihnya itu masih berada di puncak Alam Jiwa.
Memang secara sadar Jian Chen menyadari ada berbagai hal yang tidak sesuai dengan takdir di kehidupan pertamanya namun seharusnya ia tak dapat mengubah takdir sejauh ini. Satu-satunya dipikiran Jian Chen adalah Asosiasi klan Miou.
Jian Chen menghela nafas, setelah mengetahui keberadaan dirinya dimana ia mungkin saja bisa pulang sekarang namun ada yang menahan dirinya yaitu Yue Lian.
Jian Chen khawatir ada yang membahayakan gadis itu di Provinsi Naga Tanah jika dibiarkan sendiri, selagi itu Jian Chen jadi teringat ada sebuah organisasi yang berdiri di provinsi ini yang kedatangannya membawa petaka bagi banyak orang bahkan sampai kekaisaran.
"Organisasi Pedang Darah, salah satu organisasi yang kekuatannya hampir menyamai Organisasi 12 Shio pemburu..." Gumam Jian Chen pelan ketika mengingat nama organisasi berbahaya itu.
Organisasi Pedang Darah didirikan di Provinsi Naga Tanah, Kekuatan organisasi mereka terletak dari pengikutnya yang luar biasa banyak.
Dengan seluruh kekuatannya, Organisasi Pedang Darah dapat menguasai kota besar jika mereka mau. Alasan mereka sampai sekarang tidak melakukannya karena keberadaan Kekaisaran Naga dan tidak ada alasan kuat untuk menyerang sebuah kota.
Alasan itulah yang membuat Jian Chen ragu untuk pergi.
"Kau sepertinya bukan dari kota ini ya?" Tanya Yue Lian.
Jian Chen mengangguk, mengatakan bahwa ia berada di kota yang jauh dari sini, alasan ia kemari untuk membeli beberapa perbekalan sebagai seorang pemburu.
"Kau sebaiknya jangan pergi ke hutan dulu, ada kasus penculikan massal di sekitar daerah ini, laki-laki ataupun wanita, anak-anak maupun orang yang berusia lanjut juga ikut diculik."
Jian Chen mengerutkan dahinya. "Menculik orang yang sudah tua, apa gunanya mereka di culik?"
Yue Lian mengangkat bahunya, "Kudengar dari rumor yang beredar, penculik bukan perampok biasa, aku yakin mereka berasal dari sebuah organisasi jahat. Aku mendengar ini setelah beberapa minggu tinggal disini."
Menurut cerita Yue Lian, pemerintah seperti menutup mata soal kasus ini padahal penculikan itu sudah meraja lela.
Yue Lian berpikir perampok yang di lawannya kemarin merupakan dalang dari banyaknya penculikan itu namun sepertinya dugaannya salah. Perampok dan penculik jelas berbeda.
Sekarang Jian Chen jadi lebih memahami kenapa kota Daguo terasa lebih sepi, masyarakat cenderung enggan keluar rumah mendengar banyaknya kasus penculikan tersebut, apalagi ketika hari menjelang gelap mereka akan menyuruh anak-anak pulang lebih awal.
'Apa ini semua karena Organisasi Pedang Darah?' Jian Chen merenung sejenak saat keduanya terus melangkah.
Yue Lian sekarang sedang mengajak Jian Chen ke sebuah restoran, alasan ia mengajak pemuda itu karena menyadari Jian Chen adalah pendatang baru sepertinya. Gadis itu bersimpati untuk menemani Jian Chen agar pemuda itu lebih mengenal kota Daguo.
Yue Lian awalnya ingin mengajak Jian Chen duduk di lantai satu tetapi karena ia baru mendapatkan penghasilan yang lumayan jadi dia mengajak Jian Chen untuk ke lantai ketiga.
Lantai ketiga memiliki harga lebih mahal namun masakannya juga lebih enak dibanding lantai kedua atau pertama. Di lantai tiga sendiri tidak ada siapapun, menunjukkan begitu sepinya kota ini.
Jian Chen memesan pesanan daging laut sementara Yue Lian hanya memesan sayuran.
"Bukankah seharusnya kau membuka topengmu, sebentar lagi kita akan makan?" Tanya Yue Lian.
Jian Chen tersenyum tipis, setelah menimbang-nimbang beberapa waktu akhirnya ia memutuskan untuk membukanya.
Awalnya Yue Lian berpikir Jian Chen adalah orang yang tidak percaya diri dengan parasnya namun ketika melihat wajah di balik topeng pemuda itu secara langsung, gadis itu sedikit terpana melihat ketampanan Jian Chen apalagi mata emasnya yang terlihat bersinar beberapa detik dan itu terlihat indah.
"Kau ternyata sangat muda bahkan lebih muda dariku..." Yue Lian berusaha menjaga ekspresinya agar tetap tenang setelah melihat wajah Jian Chen.
Jian Chen tersenyum canggung, tidak memilih membahasnya lebih jauh.
Ketika keduanya menunggu makanan datang, ada beberapa orang yang naik ke lantai tiga restoran. Jian Chen mengerutkan dahinya saat tahu orang itu adalah pendekar-pendekar di serikat petualang sebelumnya.
Beberapa orang itu kemudian duduk di salah satu meja, sekitar ada lima orang di meja tersebut dan semuanya menatap meja Jian Chen dengan tajam.
Bukan hanya Jian Chen saja, bahkan Yue Lian merasakan ada yang tidak beres mengenai kelompok pria itu.
"Sebaiknya kau tetap berjaga di dekatku, ini situasi yang tidak sesederhana yang kau lihat..." Ujar Yue Lian berbisik pelan.
"Bukankah mereka berasal dari serikat petualang sepertimu?"
"Sebenarnya tidak sesederhana itu, mereka adalah para petualang yang baru datang dua minggu lalu. Meski masih baru namun kelompok mereka sudah di segani oleh para petualang yang lain."
Yue Lian mengatakan bahwa kelompok mereka berjumlah yang paling banyak sekaligus terkuat di serikat petualang, alasannya sederhana karena salah satu dari kelompok mereka ada yang mencapai Alam Bumi.
Serikat petualang memang tidak membatasi jumlah suatu tim sehingga kelompok yang di tunjuk Yue Lian itu mencapai dua puluh orangan.
"Anehnya semenjak keberadaan mereka ada banyak kasus penculikan di kota ini, bukannya aku berburuk sangka tapi seperti itulah faktanya."
Jian Chen kemudian melihat ke meja kelompok pria itu, empat orang diantara mereka memiliki kekuatan di Alam Jiwa sementara yang satunya lagi berada di Alam Kehidupan.
Kelompok lima orang itu terus memperhatikan meja Jian Chen sebelum salah satu dari mereka akhirnya berjalan ke arah mejanya.
Yue Lian berhenti berbicara setelah orang yang dibicarakannya sudah berdiri di dekat mejanya, pria itu menatap Yue Lian dengan tatapan dingin.
"Gadis cantik kau sepertinya sedang membicarakan kami, bagus kalau begitu, tidak perlu berbasa-basi lagi jadi sekarang serahkan uang yang kalian dapatkan di serikat petualang sebelumnya?" Pria itu mengulurkan tangannya, meminta kantong emas yang Yue Lian bawa termasuk Jian Chen juga.
Dahi Yue Lian mengerut melihat uluran tangan pria itu sebelum menoleh ke arah wajahnya, tatapan Yue Lian seketika menjadi dingin. "Apa kau sedang mencoba memalak kami?"