
Jian Chen membersihkan pedangnya setelah mengambil setiap permata dari gorila yang dibunuhnya, ia kemudian melanjutkan perjalanannya kembali setelah tertahan oleh serangan gorila tadi.
Dua jam kemudian Jian Chen sampai pada tujuannya, sebuah gua besar yang dimana didalamnya ada gerbang es.
Setelah memasuki ranah Dewa Cahaya Emas, Jian Chen ingin memastikan terlebih dahulu sesuatu yang membuatnya penasaran belakangan ini. Jian Chen yakin pasti ada sesuatu dibalik gerbang es itu.
Jian Chen menciptakan 6 bola cahaya yang melayang disekeliling tubuhnya, berguna selain menyinari sekelilingnya juga membuat tubuhnya hangat. Setelahnya Jian Chen mulai melangkah masuk.
Gua itu jelas-jelas gelap gulita serta bersuhu dingin, bagi orang biasa mereka tidak akan kuat masuk kedalamnya.
Suhu semakin menurun saat Jian Chen telah di kedalaman gua hingga langkahnya terhenti ketika tiba di gerbang es.
Dulu Jian Chen tidak menghancurkan gerbang ini karena kutivasinya yang masih lemah tetapi sekarang, Jian Chen yakin bisa menghancurkannya.
Jian Chen mengumpulkan tenaga dalam pada kepalan tangan kanannya sebelum merubahnya menjadi energi, kepalan tangan Jian Chen seketika bercahaya emas. Jian Chen mengayunkan tinjunya ke gerbang es.
BOOMM!!
Suara ledakan yang begitu kuat terdengar membuat gua bergetar beberapa saat, ini terjadi karena tinju cahaya Jian Chen yang dapat menghasilkan ledakan ketika mengenai targetnya.
Jian Chen tersenyum puas saat akhirnya gerbang es itu jebol dan pintu gerbangnya terpental ke belakang.
Saat berpikir di dalam gerbang itu akan semakin sempit, Jian Chen justru di kejutkan dengan sesuatu yang tidak terlintas dalam pikirannya. Jian Chen menemukan sebuah bangunan besar di gua itu bahkan bangunannya terlihat seperti istana es yang besar.
Lantai istana itu begitu mengkilap bagai kaca, Jian Chen harus mengalirkan tenaga dalam pada kakinya agar tidak licin dan jatuh terpeleset.
Menyampingkan rasa dinginnya, Jian Chen terpana beberapa saat, matanya tak berkedip memandang istana indah itu. Bagaimanapun istana didepannya benar-benar terbuat es secara keseluruhan.
Jian Chen melangkah maju dan membuka pintu utama istana itu, pintu itu tidak membeku seperti gerbang sebelumnya jadi meski dengan tenaga kecil saja pintu tersebut bisa terbuka dengan sendirinya.
Di dalam istana hanya ruangan kosong tanpa ada benda apapun kecuali di dinding paling depan ada sebuah altar yang bercahaya kebiruan.
Jian Chen hendak menghampirinya saat tiba-tiba dari lantai muncul bongkahan es yang besar, Jian Chen melompat mundur serta menjadi waspada, pedangnya sudah di tarik dari sarungnya.
Bongkahan es awalnya hanya seperti batu es biasa namun sesuatu terjadi di dalamnya.
Bongkahan es itu tak lama retak secara perlahan dan ketika satu persatu retakan itu membesar, dari dalam bongkahan es, keluar mahluk hidup besar yang memiliki mata biru.
Mata Jian Chen melebar melihat sebuah golem yang terbentuk dari es, golem tersebut memiliki tinggi 10 meter serta tubuhnya sangat besar dan terlihat kuat.
Jian Chen masih memahami situasinya saat golem es itu tiba-tiba menyerangnya dengan kedua tangan esnya.
Sebelum tangan golem itu mengenainya, tubuh Jian Chen sudah menghilang dan muncul tak jauh darinya. Suara dentuman memenuhi langit-langit istana saat tangan golem itu mengenai lantai dan membuatnya rusak.
Jian Chen meneguk ludah, andai tadi dia terlambat bergerak mungkin dirinya sudah berubah jadi gumpalan daging.
Jian Chen melihat gerakan golem es itu lambat sehingga Jian Chen masih bisa berpikir cara untuk mengalahkannya.
Kenyataan pahit dirasa Jian Chen ketika ayunan pedangnya seperti berbenturan dengan baja yang amat kuat, Jian Chen sudah melapisi pedangnya dengan tenaga dalam, tidak menyangka pedangnya tak dapat memotong golem itu.
“Jelas-jelas golem ini terbuat dari es tapi kenapa kerasnya hampir sama dengan besi…”
Jian Chen tak patah semangat, dengan elemen cahaya di pedangnya dia mencoba kembali.
Pedang cahaya Jian Chen berhasil menembus tubuh golem itu karena mengandung suhu panas namun setelah memotong salah satu tangan golem itu hingga jatuh ke lantai, sesuatu yang unik tiba-tiba terjadi.
Disekitar tangan golem yang terpotong secara perlahan muncul kabut putih yang mengelilinginya, kabut itu merupakan kabut bersuhu sangat dingin dan bisa membekukan siapa saja yang menyentuhnya.
Ketika kabut itu menghilang, tangan golem yang sebelumnya telah terpotong sudah utuh kembali.
Mata Jian Chen melotot, sama sekali tidak menduga golem yang terbuat dari batu es itu bisa beregenerasi dengan cepat.
“Kalau begitu bagaimana dengan ini…” Jian Cheng mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya, dari bibir Jian Chen muncul uap putih. “Teknik Pedang Bulan Sabit ~ Cakrawala Langit!”
Jian Chen mengayunkan pedangnya ke udara kosong yang seketika muncul energi pedang berwarna keperakan.
Energi pedang itu menghantam tubuh golem es dan menimbulkan daya ledak yang hebat, setelah asap ledakan hilang, tubuh golem es sudah tidak ada lagi dan di gantikan dengan bongkahan es yang berserakan di lantai.
Jian Chen bernafas lega. Meski beregenesi namun ketika tubuhnya hancur berkeping-keping seperti itu tidak mungkin golemnya hidup lagi.
Setidaknya itu yang dipikirkan Jian Chen namun dia jelas meremehkan golem es tersebut.
Baru lima detik merasa lega, tubuh golem yang hancur berkeping-keping itu tiba-tiba satu persatu bergerak dan berkumpul ke satu titik.
Jian Chen bisa melihat bagai sebuah puuzle, bongkahan es itu menyusun kembali anggota tubuh golem es, tidak membutuhkan waktu lama hingga anggota tubuh sang golem telah utuh kembali.
Golem es menghentak-hentakkan ke dua lengan besarnya pada lantai menandakan suasana hatinya tidak baik, membuat getaran kuat pada dinding istana.
Wajah Jian Chen memburuk, apapun yang dilakukan golem itu jelas bukanlah hal yang baik.
Tanpa menunggu sesuatu bakal terjadi, Jian Chen menancapkan pedang taring putih ke lantai sebelum mengalirkan tenaga dalam besar pada kedua tangannya.
Tenaga dalam yang Jian Chen alirkan sangat besar karena berhubungan dengan perubahan jenis elemennya.
Jian Chen mendekatkan kedua telapak tangan di depannya lalu memusatkan energi pada satu titik. Seberkas cahaya kecil muncul dan membentuk sebuah kubus kecil dari cahaya.
Jian Chen mengarahkan kubus cahaya itu pada sang golem, dalam satu kedipan mata kubus cahaya itu telah hilang dari tangannya berpindah tempat ke golem berada, kubus itu sudah membesar dan mengurung golem itu di dalamnya.
Selain menjadi besar, kubus itu memenjarakan golem tersebut.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang besar lagi. “Elemental Cahaya ~ Penjara Kubus Cahaya!”
Kubus yang mengurung golem itu tiba-tiba bersinar sangat terang hingga golem didalamnya merasakan panas yang hebat. Jian Chen memanggang golem itu, dalam waktu singkat ketika cahaya meredup kembali, golem es itu sudah tidak ada, mencair dan airnya berubah menjadi uap yang menyatu dengan udara.