Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 64 — Gejolak Klan


Bertepatan dengan Jian Chen yang mendapatkan kekuatan barunya, di hari yang sama di kediaman Niu Zuan, kakak kandung dari Niu Zen terjadi sebuah pertemuan rahasia.


Niu Zuan menatap 2 orang pria yang berlutut didepannya, dua orang itu bukanlah bawahannya melainkan tamu penting Niu Zuan saat ini. Niu Zuan kini sedang berdiskusi tentang sesuatu yang penting.


“Tuan Zuan, sepertinya istrinya dari Niu Zen itu masih hidup? Bagaimana dengan rencana malam ini?” Salah satu orang yang berlutut, berusia 30-an dengan dua pedang di punggungnya membuka suara.


“Kita sudah merencanakan ini dari lama, tidak seharusnya rencana ini diundur atau diubah. Segala situasi sudah dalam kendali dan kini tinggal kita bergerak.” Niu Zuan menggelangkan kepala, tetap bulat pada rencananya.


“Sepertinya racun yang kuberikan itu jadi melambat akibat tabib wanita klan Miou. Aku benar-benar harus memujinya…”


Berbeda dengan pikiran Niu Zuan, pria yang memiliki alis putih yang ikut berlutut didepannya justru bereaksi berbeda.


“Apa ini waktu yang tepat untukmu memuji seseorang, hah!?” kesal pria yang membawa dua pedang.


“Hm? Apa maksudmu, kau seharusnya ikut kagum karena racunku, Mawar Bulan Hitam itu sulit sekali disembuhkan. Aku yakin sampai sekarang pun wanita klan Miou itu tidak menyadari racun di tubuh pasiennya...” jawabnya diikuti tawa kecil.


Pria membawa pedang berdecak kesal sedangkan yang beralis putih masih terlihat santai.


Niu Zuan tersenyum tipis, meski kedua orang didepannya sekarang sedang bekerja sama namun hubungan diantara tidak terlalu baik. Selalu ada perdebatan di setiap harinya.


Pria yang membawa dua pedang dinamai Liu Yanxi, salah satu pendekar ahli pedang. Kultivasinya sekarang berada di alam Bumi Tahap 2 sedangkan pria yang beralis putih dinamai Liu Kai, seorang pendekar racun sekaligus orang yang meracuni istrinya Niu Zen. Liu Kai berada diatahap alam yang sama dengan Liu Yanxi.


Seperti nama marganya, keduanya berasal dari klan Liu, secara diam-diam Niu Zuan bekerja sama dengan klan Liu tanpa sepengatahuan siapapun.


Klan Liu adalah klan nomor 2 di Provinsi Naga petir, klan Liu bisa dikatakan bermusuhan dengan klan klan Niu.


Demi mencapai ambisinya menjadi Ketua klan Niu dia bekerja sama dengan klan musuhnya sendiri. Niu Zuan bertemu dengan Ketua Klan Liu dan meminta bantuannya, sebagai gantinya kalau dirinya jadi ketua klan Niu dia akan membeberkan ilmu rahasia pedang klannya juga pemerintahan klan Niu nanti akan selalu berada dibawah klan Liu.


Ketua klan Liu akhirnya menyetujuinya, dan untuk melancarkan rencana Niu Zuan, ia mengutus 2 Tetua klan Liu untuk membantunya.


Niu Zuan sendiri sudah ada pasukan di klan Niu yang mendukungnya sejak awal, ia sudah merencanakan akan melakukan kudeta selama dua tahun ini dan malam ini adalah eksekusinya.


Dengan meracuni istri yang dicintai Niu Zen, dia berpikir Niu Zen akan terpukul berat saat kehilangan istrinya dan saat itulah waktu yang tepat untuk melakukan kudeta.


Memang terkadang rencana yang sudah diatur beberapa tahun tetap mengalami kendala, contohnya adalah kematian Niu Yuan yang seharusnya menurut perkiraannya sekarang namun gagal karena Niu Yuan masih belum mati.


“Istri Niu Zen memang masih hidup tetapi menurut bawahanku kondisinya sudah dalam keadaan kritis. Mati ataupun tidak, tak membawa dampak yang siginifikan atas rencana ini. Kita hanya gunakan dia sebagai sandera untuk membunuh Niu Zen.” Jelas Niu Zuan.


“Tuan Zuan, lalu bagaimana dengan ayahmu, kudengar dia berada diranah alam Kehampaan. Bukankah dia tidak akan tinggal diam saat klannya diserang seperti ini?” Tanya Li Yanxi.


“Itu tenang saja, aku sudah mengurusnya sejak awal, ayahku, Niu Qisha sedang melakukan kultivasi ditempat kediaman rahasianya. Ketika penyerangan malam ini terjadi dia tidak akan menyadarinya, selama tidak ada yang membangunkannya dia tidak akan bergerak.”


Andai rencana ini berhasil dan Niu Zuan jadi ketua klan Niu, ia akan beralasan pada Niu Qisha saat bangkit dari kultivasinya nanti.


Niu Zuan bisa melakukan berbagai cerita kebohongan mengenai terbunuhnya keluarga Niu Zen dan kenapa dirinya jadi ketua klan.


“Maap Tuan Zuan bolehkah aku bertanya lagi untuk memastikan semuanya?”


Liu Yanxi adalah orang yang berhati-hati dan penuh perhitungan, dia harus memastikan semuanya sudah dalam skenario timnya mengingat ini rencana yang besar melakukan kudeta.


“Silahkan, apa yang ingin Saudara Yanxi ingin tanyakan.”


Liu Yanxi tersenyum tipis. “Kudengar anggota klan Miou juga masih ada disini beserta pasukannya, apa yang kita perbuat pada mereka?”


“Seperti yang kubicarakan sejak awal, kita akan membunuh semuanya. Memang ini beresiko mengingat Miou Lin adalah salah satu Tetua dari klan Miou namun andai dia dibiarkan hidup justru akan membahayakan klan Niu kedepannya. Tenang saja untuk ini aku punya rencana tersendiri.”


Melihat kepercayaan diri dari Niu Zuan, Liu Yangxi tidak banyak bicara lagi. Sepertinya Niu Zuan benar-benar sudah mantap merencanakan semuanya.


“Bilang saja kau takut?” Liu Kai tertawa mengejek.


“Aku tidak takut! Aku hanya memastikan semuanya sudah dalam rencana kita…” Liu Yanxi mendengus kesal.


“Sudara Yanxi, Saudara Mo, aku pastikan bahwa misi ini akan berjalan sempurna. Aku dengan ratusan pasukanku sudah siap sejak tiga hari yang lalu untuk memastikan semuanya.”


Niu Zuan bahkan sudah memiliki rencana untuk mengalahkan 6 Tetua yang mendukung pemerintahan Niu Zen.


Dipihaknya, Niu Zuan punya 4 Tetua klan Niu yang ikut serta dalam penghianatan ini, juga ada belasan pendekar di Alam Kehidupan lain yang sudah bersiap untuk menghadapi 6 orang Tetua itu.


Dengan dirinya yang ikut menyerang juga, maka kegagalan misi ini hampir nihil. Tentu jika selama Niu Qisha tidak menyadari kudeta malam nanti.


Meski dibilang penyerangan besar pada klan Niu, Niu Zuan sebisa mungkin mengingatkan semuanya untuk membunuh secara diam-diam agar tidak terjadi sesuatu yang beresiko.


Niu Zuan tidak akan membunuh rakyat klan Niu namun hanya orang yang ada dikediaman pusat klan Niu saja tanpa peduli apakah itu seorang dayang atau para pendekar.


Melihat semuanya sudah tertata rapih Niu Zuan tinggal menunggu matahari terbenam kelak, dan ketika kediaman itu tengah tertidur pulas maka dimulailah penyerangan besar ini.


“Mari Saudara Yanxi, Saudara Kai, kita bekerja sama malam ini. Kita ubah pemerintahan klan Niu itu menjadi milik klan kita...”


Niu Zuan tak bisa menahan gairahnya meski penyerangan belum dilakukan, dia sudah tak sabar untuk menghabisi adiknya itu. Gara-gara Niu Zen dia kehilangan semua yang diimpikan waktu kecil dulu, hari ini adalah pembalasan untuk segalanya.