Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 223 — Organisasi Pedang Darah VI


Jian Chen melihat kekuatan orang di depannya sama tingginya dengan Yun Luo bahkan lebih kuat, pria itu telah berada di Alam Langit Tahap 7.


Di Kekaisaran Naga, hanya segelintir orang yang telah mencapai Alam Langit di Tahap 7, setidaknya mereka termasuk dua puluh jagoan terkuat di Kekaisaran Naga.


Mata Jian Chen menyisir tubuh orang di depannya sampai pandangannya jatuh pada sebuah tato yang ada di lengan pria itu. Tato itu berwarna merah serta memiliki gambar seekor kuda.


"Ah, jadi begitu... Kau berasal dari Organisasi Shio Pemburu, kedatanganku kesini sepertinya memang sangat tepat." Jian Chen mengayunkan pedangnya, membersihkan darah Yun Luo yang masih menempel.


Xin Tian terlihat tenang, tidak sedikitpun menunjukkan ketakutan berhadapan dengan Jian Chen. "Melihat dari tato di kulitku sepertinya kau mengenal kelompokku?"


"Tentu saja, misi utamaku adalah menghabisi kelompok kalian. Kebetulan karena kau ada disini aku bisa menghabisimu sebelum yang lain, kau adalah anggota pertama yang akan kubunuh."


Wajah Xin Tian bereaksi berbeda, Ia tidak menyangka Jian Chen akan berkata demikian setelah mengetahui nama organisasinya, biasanya orang-orang akan cenderung ketakutan hanya mendengar namanya saja.


"Kau mempunyai tujuan menghabisi 12 Shio Pemburu? Seorang diri?" Tanya Xin Tian menaikan alisnya.


Jian Chen mengangguk, "Kenapa, bukankah wajar menghabisi organisasi jahat sepertimu?"


Xin Tian tertawa lantang diikuti dengan tatapan mengejek. "Anak muda, sepertinya parasmu sama persis dengan usiamu. Sepanjang hidup aku baru mengetahui ada seseorang yang berbakat sepertimu."


"Kau bilang ingin menghabisi 12 Shio Pemburu, apa kau mengetahui bagaimana kekuatan organisasiku bekerja?" Xin Tian menatap Jian Chen dingin.


"Tentu saja, organisasi kalian hanya berjumlah 12 orang dan bertujuan mencari benda seperti mutiara. Apa tebakanku salah?"


Wajah Xin Tian bereaksi tajam setelah mendengarnya, tebakan Jian Chen tidak sepenuhnya benar namun garis besar tujuan dari organisasinya memang di suruh seperti itu.


Beberapa bulan kemarin, pimpinan dari 12 Shio Pemburu menyuruh anggotanya untuk mencari sebuah mutiara pusaka di sepanjang Kekaisaran Naga. Seharusnya tidak ada yang mengetahui informasi tersebut kecuali 12 orang dari anggota organisasinya.


Xin Tian menenangkan dirinya yang hampir goyah, berkat pengalaman serta umurnya ia dapat meraih ketenangannya kembali. Xin Tian kemudian menatap Jian Chen.


"Anak muda, aku tidak mengetahui bagaimana kau bisa mendapatkan informasi rahasia tersebut. Jika itu orang lain mungkin aku akan langsung membunuhnya namun kau adalah pengecualian..."


Jian Chen tersenyum tipis, ia bisa merasakan Xin Tian begitu percaya diri bisa mengalahkannya.


"Aku akan memberikan sebuah tawaran padamu, jika kau mau bergabung ke Organisasi Shio Pemburu maka aku akan membiarkanmu hidup disini."


"Bagaimana kalau aku menolak?" Jian Chen tertawa kecil. "Penawaranmu sangat menggiurkan tapi sayangnya aku tidak tertarik."


Ekspresi Xin Tian memburuk mendengar Jian Chen menolak tanpa mempertimbangkan terlebih dulu. "Anak muda, aku akan memberikan tawaran terakhir sekali lagi selagi aku bermurah hati. Pikirkan tawaranku sebelumnya semuanya berubah menjadi sesuatu yang tidak kau inginkan."


Jian Chen tertawa mengejek. "Kalau begitu tidak perlu berbasa-basi lagi, kita akhiri saja sebagai seorang pendekar."


Tanpa menunggu Xin Tian menjawab Jian Chen sudah bergerak dan mengayunkan pedangnya.


Xin Tian menghindari serangan itu lalu melayang di udara. "Apa kau yakin ingin menggunakan cara kekerasan. Jika kau membawa ini lebih jauh aku tidak segan-segan untuk membunuhmu!"


Xin Tian masih berusaha menghindari pertarungan sebab ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk merekrut sosok anak muda seperti Jian Chen yang amat berbakat.


Jian Chen tersenyum mengejek sebelum ikut melayang dan melepaskan gelombang-gelombang tenaga dalam pada Xin Tian.


"Baik kalau itu maumu, sayang sekali aku harus membunuh pendekar paling berbakat di Kekaisaran ini..." Xin Tian mengeluarkan dua pedang dari cincin ruangnya yang memiliki warna berbeda.


Dua pedang kembar Xin Tian merupakan pusaka kelas dewa, memiliki kekuatan dan ketajaman yang tidak dapat diragukan lagi. Dua pedang itu memiliki warna hitam dan putih.


"Pedangmu cukup bagus..." Jian Chen tersenyum tipis.


"Kau akan mengetahui seberapa hebat dua pusaka ini."


"Oh, menarik. Kalau begitu aku ingin melihat seberapa besar kekuatan yang kau maksud itu." Jian Chen kembali melepaskan gelombang-gelombang pedang pada Xin Tian sambil memangkas jarak antar keduanya.


Ketika sudah dekat, Jian Chen dan Xin Tian beradu serangan pedang.


Kemampuan Xin Tian dalam bermain pedang cukup tinggi, terlihat dari beberapa serangan Jian Chen yang dapat Xin Tian tahan.


Belum lagi meski kedua pedangnya telah berbenturan beberapa kali, pedang Xin Tian tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Ini menunjukkan kualitas serta kontrol tenaga dalam Xin Tian pada pedangnya sangat baik.


Disisi lain, wajah Xin Tian menjadi tegang setelah bertukar serangan dengan Jian Chen, ia merasakan teknik-teknik pedang yang Jian Chen gunakan sangat tinggi.


Xin Tian akhirnya berfokus menahan serangan Jian Chen alih-alih memberikan serangan balik. Meski begitu, ia masih memasang senyum kemenangan.


Melihat ekspresi lawannya Jian Chen merasa ada sesuatu yang salah namun tidak mengetahui apa itu. Jian Chen mengayunkan pedangnya lebih cepat kali ini di sertai tenaga dalam.


Akibatnya, goresan-goresan kecil akhirnya terukir di tubuh Xin Tian, walau telah berhasil melukainya namun itu tidak berdampak besar pada pertarungan.


Saat itulah ketika Jian Chen terus memberikan serangan bertubi-tubi pada dua pedang Xin Tian, ia merasakan tenaga dalamnya terhisap oleh pedang Xin Tian.


Jian Chen tidak memberi serangan lanjutan melainkan mengambil jarak dari lawannya sebelum menggunakan serang jarak jauh berupa energi pedang.


"Teknik Pedang Gerhana — Cakrawala Langit!"


Meski mempunyai nama dan gerakan yang sama namun kerusakan teknik tersebut bertambah beberapa kali lipat setelah Jian Chen menguasai teknik Pedang Gerhana.


Energi pedang yang Jian Chen lepaskan bukan lagi berwarna perak menyala melainkan energi api merah membara.


Energi pedang itu bergerak cepat mengarah Xin Tian, berpikir akan menghindar justru Xin Tian tetap melayang di tempatnya.


Xin Tian menghunuskan pedang di tangan kirinya ke arah energi pedang Jian Chen, ketika energi pedang itu sudah ada dekatnya tiba-tiba energi pedang Jian Chen terhisap ke dalam pedang Xin Tian.


Jian Chen mengerutkan dahinya, sebelum ia memahami situasinya Xin Tian melakukan sesuatu yang mengejutkan lagi, ia mengayunkan pedang di tangan kanannya pada udara kosong, seketika pedang itu mengeluarkan energi pedang berwarna merah seperti energi pedang Jian Chen.


Jian Chen menahan nafasnya sambil menghindari energi pedang Xin Tian, tidak salah lagi kalau lawannya melakukan teknik yang sama dengan yang ia keluarkan.


"Terlalu terkejut? Semua yang melihat pusaka ini juga akan bereaksi demikian." Xin Tian melirik pada kedua pedang kesayangannya sambil tersenyum lebar. "Akan kuperkenalkan padamu kedua pusakaku sebelum kau mati, ini adalah Pedang Aturan dan Pedang Hukum!"


Jian Chen menaikan alisnya, ia baru pertama kali mendengar pusaka tersebut namun satu hal, ia menyadari cara kinerja dua pedang Xin Tian.


Setelah melihat dengan mata langitnya, kedua pedang Xin Tian memiliki fungsi yang cukup unik dan berkebalikan.


Pedang Aturan yang ada di tangan kiri Xin Tian memiliki kegunaan menyerap tenaga dalam atau serangan tenaga dalam dari lawannya sementara Pedang Hukum dapat membalikan serangan yang di serap Pedang Aturan.


Alasan itulah sebelumnya pedang Xin Tian dapat menggunakan energi pedang dari Teknik Pedang Gerhana.


Jian Chen baru pertama kali melihat pusaka yang memiliki kegunaan demikian, ia menyadari setiap anggota 12 Shio Pemburu mempunyai kekuatan dan pusaka unik yang dibawanya karena ia pernah bertarung dengan mereka di kehidupan sebelumnya.


Jian Chen memutar otaknya agar bisa mengalahkan Xin Tian.