
Dengan gerakan yang sama, air laut dibawahnya mulai terangkat lalu menyatu pada satu titik.
Air tersebut terus berkumpul menjadi satu hingga akhirnya membentuk bola air raksasa yang besar.
Miou Lin dan yang lainnya sampai sulit berkata-kata menyaksikan bola air raksasa tersebut, apa yang dilakukan kelompok Naga Ombak terlalu di luar nalar pikiran mereka.
Belum selesai keterkejutan pada pembentukan bola air tersebut, Miou Lin kemudian dikejutkan dengan bola air yang bergerak ke arah kapalnya bagai sebuah meriam yang ditembakkan.
Dengan kecepatannya, bola air itu cukup membuat kapal besar Asosiasi hancur berkeping-keping bahkan membunuh orang di dalamnya.
Miou Lin menahan nafasnya, memejamkan mata berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi.
Bola air itu semakin bergerak dengan kecepatan signifikan, ketika tidak ada harapan lagi Jian Chen turun dari kapal dan berjalan menghampiri bola air tersebut.
Jian Chen mengeluarkan dua pedang pusaka kembar yang dimilikinya, pedang berwarna hitam dan putih yang ia ambil dari Shio Kuda beberapa waktu lalu.
Ketika jarak Jian Chen dan bola air itu semakin menipis ia menghunuskan Pedang Aturan ke bola air tersebut.
Pedang yang sama langsung menghisap bola air raksasa itu ke dalam Pedang Aturan Jian Chen, karena bola air itu terbuat dari tenaga dalam Jian Chen dapat dengan mudah menghisap semua airnya.
Dalam waktu singkat Jian Chen berhasil menghilangkan bola air itu, membuat kelompok Naga Ombak terkejut bukan main namun sebelum mereka bertindak sesuatu Jian Chen sudah melakukan yang lain.
Jian Chen mengayunkan pedang satunya lagi, bola air yang sama kembali terbentuk dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.
Jian Chen kemudian menembakkan bola air tersebut ke arah kelompok Naga Ombak.
"Ini tidak mungkin, ini sihir..." Anggota Naga Ombak terbata-bata menyaksikan jurusnya kini mengarah pada mereka sendiri.
Ketua Naga Ombak juga sama terkejutnya, ia kemudian mengeluarkan sebuah pusaka dari cincin ruangnya berupa trisula berwarna perak.
Ketika serangan Jian Chen sudah mendekatinya, Ketua Naga Ombak mengarahkan trisula perak itu pada bola air tersebut, seketika bola air pecah berkeping-keping menjadi sebuah gerimis kecil.
"Hm, tidak buruk juga?"
Jian Chen melirik Pedang Hukum yang di pegangnya, teknik yang di keluarkan pedang itu benar-benar mirip dengan teknik kelompok Naga Ombak.
Jian Chen melihat salah satu dari mereka memisahkan diri dan mulai bergerak ke arahnya. Jian Chen melihat orang tersebut memiliki kultivasi di Alam Langit juga.
"Berada di tahap 8, kurasa kelompok mereka tidak biasa."
Setelah membaca beberapa informasi dari mata-mata yang mengikuti Kaisar Naga, Jian Chen lebih mengetahui kekuatan dari pendekar Kekaisaran Qilin.
Alam Langit di tahap 7 ke atas bisa di bilang merupakan 30 jagoan Kekaisaran Qilin, Jian Chen menebak orang di depannya adalah satu dari jagoan tersebut.
"Aku terkejut ada seseorang yang memiliki pusaka seperti itu di Kekaisaran Naga, aku ingin memilikinya..." Orang tersebut tersenyum penuh makna pada Jian Chen.
Ia menyadari apa yang Jian Chen lakukan bukan berasal dari kekuatannya melainkan pedang pusaka yang di pegang pemuda itu.
Jian Chen tersenyum tipis, "Aku juga melihat pusakamu sangat menarik, sepertinya dia juga mempunyai kekuatan istimewa bukan?"
Jian Chen dan Ketua Naga Ombak tertawa bersamaan, ia tidak menjawabnya tetapi tidak juga menyela tebakan Jian Chen.
Pusaka trisula yang di pegang Ketua Naga Ombak memang memiliki kemampuan khusus yaitu dapat mengendalikan air, sebab itu kelompoknya di Kekaisaran Qilin sangat terkenal dan paling ditakuti dilautan.
Ketua Naga Ombak tiba-tiba langsung menyerang Jian Chen ketika pemuda itu terlihat lengah.
Meski sedikit terlambat menyadari Jian Chen berhasil menghindari serangan dadakan tersebut, ia kemudian balik menyerang Ketua Naga Ombak dengan teknik kedua pedangnya.
Keduanya beradu jurus, nyatanya meski trisula yang di pegang Ketua Ombak sangat berat tetapi permainannya tetap lincah dan tajam.
"Apa hanya segini kemampuanmu, Heh?" Jian Chen tersenyum mengejek saat berhasil melukai pipi Ketua Naga Ombak.
Ketua Naga Ombak semakin murka, ia mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pusakanya membuat serangnya semakin kuat dan cepat.
Setelah beberapa serangan, Ketua Naga Ombak menyadari ada yang salah dengan tenaga dalamnya yang berkurang secara signifikan.
Ketika melihat Jian Chen, ia menemukan pemuda itu tersenyum penuh makna padanya.
Ekspresi Ketua Naga Ombak menjadi tegang, ia buru-buru mengambil jarak dengan Jian Chen sejauh mungkin. "Kau-! Jangan bilang?"
"Kenapa terkejut, bukankah pusakamu juga sama uniknya?" Jian Chen tertawa kecil.
Ketua Naga Ombak berusaha menenangkan dirinya, ia baru pertama kali menemukan pusaka yang bisa menyerap tenaga dalam lawannya.
Ketua Naga Ombak menyadari kontak fisik tidak akan berhasil jika melawan Jian Chen namun ia masih mempunyai cara untuk mengalahkannya yaitu menggunakan kemampuan khusus trisula itu.
Dengan mengalirkan tenaga dalam yang tidak sedikit pada pusakanya, Ketua Naga Ombak lalu menancapkan trisulanya pada air laut.
Jian Chen mengerutkan dahi saat tiba-tiba air di dekat Ketua Naga Ombak mulai membentuk sebuah tentakel air. Dengan mengayunkan trisulanya, tentakel-tentakel itu menjadi hidup sebelum kemudian bergerak menyerang Jian Chen.
Jian Chen mengayunkan dua pedangnya untuk memotong tentakel air tersebut namun setiap kali ia berhasil memotong mereka, tentakel itu tumbuh kembali dengan cepat.
Tentakel air itu seperti bagian tubuh Ketua Naga Ombak, Jian Chen sadar bahwa hal ini terjadi karena trisula yang dipegang lawannya.
Jian Chen sesekali harus bergerak di satu titik ke titik lain saat tentakel itu berusaha menangkap tubuhnya dari berbagai arah. Ketua Naga Ombak berdecak kesal, tidak kalah cerdas, ia kemudian membentuk air di sekitarnya menjadi ular.
"Dia bisa membentuk apapun dengan elemen airnya!?" Jian Chen berdecak kagum.
Dia akui kemampuan trisula Ketua Naga Ombak itu sangat mengesankan baginya, bisa mengendalikan air sesuai dengan imajinasi si pengguna, hal ini membuat Jian Chen semakin tertarik memiliki pusaka tersebut.
Jian Chen melakukan perubahan jenis pada dua pedangnya yang seketika pusakanya terselimuti elemen angin. Jian Chen kemudian bergerak cepat pada ular-ular tersebut lalu memotong kepala mereka satu persatu.
Meskipun terbuat dari air, Jian Chen yakin memotong ular tersebut tidaklah mudah meski menggunakan pusaka yang tajam sekalipun, sebab itu ia melakukan perubahan jenis.
Dalam beberapa kali ayunan pedangnya, ular-ular yang diciptakan Ketua Naga Ombak mulai berkurang sedikit demi sedikit, kali ini ular itu tidak bisa meregenerasi tubuhnya walau terbuat dari air sekalipun.
Ketua Naga Ombak merapatkan giginya kesal, untuk menciptakan ular-ular tersebut ia harus menggunakan hampir separuh tenaga dalamnya namun Jian Chen masih dengan mudah mengalahkan mereka.
"Apa kau tidak bisa membentuk yang lain, kalau segini saja kau tidak akan bisa menang melawanku..." Jian Chen tertawa kecil.
"Kau belum mengetahui kekuatan asliku!" Ketua Naga Ombak semakin geram, ia mengayunkan trisulanya pada Jian Chen.
Ketua Naga Ombak kali ini membuat air laut disekitarnya bergetar sebelum terkumpul dan membentuk seekor paus raksasa.
Ketua Naga Ombak kemudian mengarahkan paus tersebut pada lawannya, paus itu membuka mulutnya yang besar dan bersiap melahap tubuh Jian Chen.
Menyaksikan hal tersebut Jian Chen tidak bisa tinggal diam saja, ia mengalirkan tenaga dalam yang sangat besar pada kedua pedangnya lalu mengayunkannya secara kuat.
Pedang Jian Chen seketika memotong udara, menciptakan gelombang angin yang tajam dan membelah ikan paus itu menjadi dua.
Tidak hanya di sana, gelombang angin yang sama juga membelah perairan. Ketua Naga Ombak buru-buru menghindar ketika melihat serangan tersebut mengarah padanya juga namun ia tidak menyadari, gelombang angin Jian Chen sampai pada anggota dibelakangnya lalu membelah salah satu kapal besar mereka menjadi dua.
***
*Suka dengan cerita ini, yuk beri dukungannya, minimal dengan like.