
"Kau-! Siapa kau sebenarnya?!" Pria tua itu sudah menstabilkan dirinya lalu menunjuk Jian Chen geram.
"Tidak perlu mengenal identitasku sekarang, pikirkan dirimu yang belum tentu selamat hari ini..." Jian Chen menggeleng pelan.
Pria tua itu mengumpat kesal, dari cekikan Jian Chen sebelumnya ia sudah mengetahui bahwa pemuda di depannya memiliki kekuatan yang sama-sama di Alam Langit.
Ia kemudian mengeluarkan dua pisaunya yang merupakan sebuah pusaka, pria tua itu yakin bisa melawan Jian Chen kalau dirinya sudah bersiap.
Tanpa menunggu lagi, ia langsung bergerak dan menyerang Jian Chen dengan teknik pembunuhnya. Pria tua itu memiliki kecepatan tinggi yang sulit dilihat oleh mata tetapi Jian Chen nyatanya bisa melihat semuanya.
Dengan tenang Jian Chen menghindari serangan pisau-pisau tersebut, setiap serangan pria tua itu mengarah pada bagian vital, mengenainya bisa langsung mengambil nyawanya.
"Teknik pembunuh, ya? Kau sepertinya memang benar-benar pemimpin organisasi pembunuh..." Jian Chen berkata sambil menghindari serangan pisau.
"Diam kau-!" Pria tua itu mengumpat sekaligus frustasi karena serangannya dapat dihindari Jian Chen dengan begitu mudah.
Teknik pembunuh pria tua itu cukup terkenal dengan serangannya yang tajam dan mematikan tetapi di hadapan Jian Chen semuanya terlihat begitu tumpul.
Jian Chen yang terus menghindar akhirnya berbalik menyerang dengan tangan kosong, pria tua itu ingin menghindar serupa namun serangan Jian Chen terlalu cepat baginya serta sangat kuat.
Satu pukulan akhirnya mengenai perutnya yang membuat ia terdorong beberapa langkah dan langsung berlutut mengeluarkan darah.
Para pendekar serta warga kota yang melihat keduanya mulai mengambil jarak dari pertarungan tersebut, mereka menyadari keduanya adalah seorang pendekar tingkat tinggi.
Warga kota bukan sekali saja melihat pertarungan seperti ini, sebelumnya ada beberapa pertengkaran lain.
Pria tua itu memandang Jian Chen penuh kebencian, ia merasa di permalukan hari ini dan berjanji akan membunuhnya. Pria tua itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang sebelum menempelkannya ke bibir.
Seketika suara lengkingan terdengar nyaring memenuhi udara, suara itu berasal dari peluit yang di tiup pria tua itu.
Jian Chen mengerutkan dahi, tidak lama kemudian ada belasan pendekar berjubah serba hitam yang menutupi wajah berdiri di samping pria tua itu.
Jian Chen menilai bahwa mereka adalah bawahan dari organisasi pria tua itu, terdengar ketika mereka berkomunikasi.
"Ketua, kau tidak apa-apa?" Salah satu dari mereka yang merupakan tangan kanan pria tua itu bertanya tentang situasi pemimpinnya.
"Aku tidak apa-apa, ini hanyalah pukulan ringan..." Pria tua itu menyeka bibirnya yang masih ada bercak darah sebelum memberi instruksi pada anggotanya dengan isyarat rahasia.
Tidak lama pria tua itu bergerak bersamaan dengan anggotanya dengan gerakan rumit dan berpola.
Jian Chen menyipitkan matanya, "Teknik Formasi Pembunuh? Jadi kalian benar-benar para pembunuh elit, aku tak bisa membiarkan kalian hidup disini..."
Sebelum Jian Chen terkepung oleh formasi mereka, ia sudah bergerak cepat dan tiba-tiba sudah ada di dekat salah satu anggota mereka.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang besar pada serangan tapaknya sehingga serangan berikutnya membuat lawannya langsung berhenti bernafas.
Satu ayunan tapak tangan Jian Chen mengenai dada lawannya membuat jantung di dalam orang itu hancur seketika, sebelum yang lainnya mencerna situasi Jian Chen sudah bergerak ke anggota lainnya.
Tapak serangan Jian Chen memang tidak menyebabkan luka di kulit atau goresan darah namun ia akan mencederai organ dalam dari tubuh lawannya.
Pria tua itu buru-buru mengambil jarak sementara anggota terakhirnya terlambat menyadari sehingga ia terbunuh di serangan tapak tangan Jian Chen berikutnya.
Melihat situasi yang terjadi, para pendekar serta warga mulai meluaskan jaraknya dengan pertarungan.
Menyaksikan Jian Chen dapat membunuh lawannya yang memiliki jumlah lebih banyak membuat para penonton ketakutan serta lebih memilih pergi.
Ziyun dan Meily yang semenjak tadi menonton terkejut, keduanya tidak menyangka Jian Chen memiliki teknik sehebat itu.
"Ah, kebetulan kita bertemu lagi, aku ingin mencarimu malam ini dan kau malah mencari masalah di tempat lain, kupuji keberanianmu..." Seseorang bertepuk tangan di atas genteng rumah sambil duduk melihat Jian Chen.
Jian Chen menoleh pada orang tersebut sebelum tersenyum lebar, ia mengenalinya karena baru bertemu beberapa jam lalu dan sempat mempunyai masalah dengannya, orang itu adalah Wu Yi, sang pendekar kematian.
"Kau mau ikut bergabung, jika tidak maka dia akan mati dan setelah itu kau yang berikutnya." Jian Chen menunjuk pria tua itu.
Wu Yi seketika tersulut emosi, sebagai orang yang sudah berumur dan di hormati oleh kawan maupun lawannya baru kali ini ia dianggap remeh oleh seseorang.
"Kau sepertinya sangat percaya diri dengan kemampuanmu, tenang saja aku datang kesini juga untuk membunuhmu..." Wu Yi berkata dengan dingin.
"Oh, aku mengerti, jadi apa kau punya sekutu lain, aku tidak keberatan menunggu kalian datang?" Jian Chen menatap sekitar dan sekarang lebih memahami kondisinya.
Peluit yang di bunyikan oleh pria tua itu bukan hanya memanggil anggotanya tetapi merupakan isyarat pada kriminal yang lain untuk berkumpul.
Jian Chen sudah melihat ada banyak dari sebagian kriminal maupun organisasi jahat telah memasuki kota, hanya saja Jian Chen tidak menduga bahwa mereka saling bekerja sama.
Umumnya para kriminal akan cenderung mementingkan urusan mereka sendiri, menyaksikan mereka semua saling terhubung menunjukkan ada sesuatu yang membuat mereka harus bersatu.
Jian Chen menduga bahwa sesuatu yang di maksud adalah menyerang kota ini, dalam artian lain kitab tersebut bukan satu-satunya tujuan mereka.
"Hmph! Aku ingin lihat seberapa besar nyalimu setelah semuanya datang!?" Wu Yi lalu melompat dan mendarat di samping pria tua yang Jian Chen lawan sebelumnya.
Tidak lama Wu Yi berkata demikian, ada beberapa pendekar lain yang muncul lagi. Dari mereka yang datang Jian Chen menemukan selain Wu Yi dan pria tua itu, ada 6 orang pendekar Alam Langit yang sama kuatnya.
Jian Chen juga melihat ada pendekar 5 pendekar Alam Hampa yang muncul dari kerumunan, sepertinya mereka telah menonton sejak pertarungan Jian Chen dengan pria tua itu tetapi tidak berani menyerang karena Jian Chen dapat mudah mengalahkan Alam Langit bahkan ketika sudah di keroyok.
Sebenarnya ada banyak pendekar kriminal lainnya yang datang di sana namun kekuatan mereka hanya ada di Alam Kehidupan dan Alam Bumi, mereka tidak berani maju karena menyadari bukan tandingan Jian Chen. Membantu boleh jadi menghambat yang lainnya.
Disisi lain para warga atau pendekar biasa sudah cukup menyaksikan hal tersebut, terus di sana akan membuat mereka dalam bahaya.
Tiga belas pendekar bersiap melawan Jian Chen, Delapan pendekar Alam Langit dan lima Pendekar Alam Hampa.
Jian Chen tersenyum tipis sebelum mengeluarkan pedang pusaka kelas Bumi yang diambilnya dari Asosiasi. Pedang pusaka itu memiliki mata pedang berwarna pink.
"Kak Ziyun, Saudara Jian..." Meily menahan nafasnya.
"Mei'er, kita tunggu disini, aku yakin dia dapat mengalahkan mereka..." Ziyun mengigit bibirnya, meski berkata demikian, ia juga mempunyai kekhwatiran tersendiri, takut orang yang dicintainya kenapa-napa.