Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 59 — Klan Niu


Dari pertarungan didepannya, Jian Chen bisa melihat Ziyun lebih ahli dalam menggunakan tenaga dalamnya dibanding permainan pedang seperti Meily .


Permainan teknik pedang Ziyun memang bagus tetapi titik berat dalam seni pedangnya adalah elemen esnya. Ketika keduanya sama-sama menggunakan elemen yang serupa, Ziyun lebih menguasai elemen itu daripada Meily.


Hal ini terlihat ketika tangan Meily menjadi kedinginan saat pedangnya berbenturan terus dengan pedang Ziyun.


Didetik ayunan selanjutnya Meily tak bisa menahan rasa dingin itu sehingga akhirnya ia mundur untuk mengambil jarak. Tangan Meily yang memegang pedang sudah hampir membiru karena kedinginan.


Tidak ada yang menang dari latihan tanding ini, keduanya memiliki kekuatan berimbang.


Ziyun menitik berat seni pedang dengan elemen esnya sedangkan Meily tertuju pada teknik pedang dan permainannya yang lincah.


Menurut Jian Chen andai keduanya bertarung serius, bisa dibilang hasilnya bakal seri karena dua gadis cantik ini memiliki kelebihan masing-masing dalam menggunakan pedangnya.


Jian Chen sebenarnya begitu takjub, dia berpikir dimasa depan nanti Niu Meily dan Ye Ziyun akan menjadi pendekar terkenal yang bisa menggemparkan Kekaisaran Naga.


“Saudara Jian, sejak kapan kau berdiri disana?” Meily kemudian baru menyadari keberadaan Jian Chen yang menonton tak jauh darinya.


“Sejak tadi, aku ingin melihat kalian bertanding dulu sebentar dan itu membuatku tertarik.”


“Mm, apakah ada yang salah dalam gerakanku?” tanya Meily ragu.


“Tidak ada, kau sudah melakukannya dengan benar.”


Jian Chen mengangguk, dia sadar sejak Meily diajarkan olehnya membuat gadis itu selalu meminta pendapat tentang permainan pedangnya.


Kesalahan Meily dalam berpedang bukan karena gerakannya yang salah tetapi pada aspek-aspek kecil yang sering ia hiraukan. Keseimbangan dan pernafasan adalah dua hal yang sering Meily hiraukan.


Ketika berlatihpun sebenarnya Jian Chen hanya memberikan masukan kecil agar Meily menggunakan teknik Klan Niu dengan benar.


Ziyun memiringkan kepalanya, ia memandang Meily dan Jian Chen bergantian. “Aku baru ingat sekarang, bukankah yang membuat Mei’er bisa bermain pedang selincah itu karenamu, Saudara Jian?”


Jian Chen tersenyum tipis. “Tidak juga, dari awal sebenarnya Meily memang mempunyai potensi tinggi dalam pedang jadi aku hanya memberikan sedikit petunjuk saja padanya.”


Jian Chen bahkan tak pantas dibilang mengajari Meily karena gadis itu terlalu jenius menurutnya.


Pujian yang mengalir di bibir Jian Chen membuat Meily menahan senyum, pipi gadis itu sedikit memerah karena senang dipuji.


Ziyun tertawa kecil melihatnya, sepertinya sahabatnya itu sudah dimabuk cinta sampai sampai tak berkutik didepan Jian Chen.


Karena dirasa tidak ada lagi alasan yang membuat mereka diam di tengah hutan, Jian Chen pergi bersama Meily dan Ziyun menuju gerbang kota yang ada disebelah utara.


Jian Chen tak lupa memberikan kartu emas yang sebelumnya dipinjamnya dari Meily namun sebelum diberikan, Meily melepas topengnya.


Penjaga gerbang itu sedikit terkejut saat tahu bahwa gadis didepannya adalah Puteri langsung dari Ketua Klan Niu. Tanpa pemeriksaan lanjutan lainnya, penjaga itu mempersilahkan Meily dan dua orang dibelakangnya masuk.


‘Hm… Sepertinya dibagian utara kota, klan Niu amat dijunjung tinggi?’


Jian Chen merasakan betapa dihormatinya Meily dikawasan ini, penjaga gerbang bahkan menundukkan kepalanya didepan gadis itu.


Tak lama kemudian akhirnya ketiganya tiba ditembok pembatas klan Niu, Jian Chen sebenarnya tidak punya urusan lagi dengan Meily atau Ye Ziyun tetapi kedua gadis ini justru mengajaknya untuk mampir.


“Kak Miou, anda juga disini?” Jian Chen terkejut karena orang itu yang tak lain adalah Miou Lin.


“Seharusnya aku bertanya demikian, kenapa Tuan Muda Jian ada di klan Niu?”


Jian Chen menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung, saat Jian Chen hendak menjelaskan, disampingnya Meily dan Ziyun sudah memberi hormat pada Miou Lin.


“Kak Miou, Meily memberi hormat…”


“Ziyun juga memberi hormat…”


Miou Lin baru menyadari disamping Jian Chen ada puteri klan Niu dan Ye, ia tersenyum penuh makna dan mulai mengerti keadannya.


‘Sepertinya Saudara Jian menyukai kedua gadis ini?’ batin Miou Lin dalam hati.


“Lama tak berjumpa Mei’er, Yun’er, kalian sekarang tumbuh jadi wanita yang cantik sekali…”Miou Lin tersenyum lembut membuat kedua gadis itu tersenyum-senyum sendiri.


“Kak Miou mau bertemu dengan ayah?” Tanya Meily.


Miou Lin mengangguk. “Ayahmu memanggilku secara tiba-tiba tadi pagi, sepertinya ada keadaan darurat yang sedang terjadi.”


Wajah Meily menjadi tegang seketika, firasatnya memburuk. Ziyun disampingnya tersenyum tipis sebelum mulai mengelus punggung sahabatnya.


“Tenang saja, mungkin ini tidak berkaitan dengan ibumu...” Ziyun menenangkan.


“Tapi Kak Miou tidak akan kesini kalau itu bukan berkaitan dengan ibuku…”


Miou Lin melihat itu merasa iba tapi disisi lain ia tak bisa berbuat banyak, “Aku akan pergi ke kediamanmu, Mei’er, jika tujuan kita sama sebaiknya kita menaiki keretaku.”


Meily menerima tawaran itu begitu juga Ye Ziyun, Jian Chen pada akhirnya ikut bersama ketiganya setelah Miou Lin mengatakan ada sesuatu yang ingin di sampaikan berkaitan dengan Asosiasi.


Sepanjang perjalanan didalam kereta, Jian Chen cenderung banyak diam dan melihat keluar jendela untuk melihat situasi klan Niu, sejujurnya ini pertama kalinya ia masuk ke wilayah klan ini.


Klan Niu sendiri memiliki wilayah yang lumayan besar di Kota Qianshan walau luasnya tak bisa disandingkan dengan luas klan Jian.


Meski wilayah mereka tidak terlalu besar tetapi secara kekuatan, klan Niu berada diposisi tiga tertinggi klan terkuat di Provinsi Naga petir.


Klan Chu menjadi klan utama provinsi Naga Petir karena reputasi mereka lebih besar dari klan Niu sedangkan dari klan Liu, klan Niu hanya kalah luas wilayahnya saja.


Itu sebabnya dalam rangking klan Niu berada diposisi ketiga tetapi andai ketiga klan itu berperang hasilnya mungkin akan sulit ditebak karena mereka sama-sama kuat.


Jian Chen akhirnya tiba di kediaman Ketua klan Niu. Bangunan yang besar dibanding dengan bangunan klan Niu lainnya, memiliki 3 tingkat dan halaman luas didepannya menunjukkan bahwa rumah ini di duduki oleh orang berstatus tinggi.


Belum lagi ada beberapa penjaga dari pagar bangunan itu, saat rombongan Jian Chen masuk, kereta kuda itu harus diperiksa terlebih dahulu.


Meily dan Ziyun membawa Jian Chen dan Miou Lin kesalah satu ruangan, melihat Ye Ziyun begitu akrab dengan tempat tinggal Meily menunjukkan bahwa dia sudah sering kesini.


Di ruangan itu kini hanya ada Jian Chen dan Miou Lin berdua karena sebelumnya Ziyun dan Meily harus pergi dulu untuk melaporkan pada ayahnya.


Jian Chen lebih dulu bertanya pada Miou Lin tentang alasannya bisa kesini.