
Jian Chen kembali ke kapal dengan suasana hening terutama para pekerja Asosiasi yang sudah melihat tindakannya.
Jian Chen tidak menyalahkan sikap mereka, hanya Miou Lin yang terkesan biasa saja karena dirinya pernah melihat Jian Chen melakukan hal yang sama ketika kudeta klan Niu dulu.
"Tuan muda Jian, terimakasih berkat bantuanmu kami bisa selamat dari kejadian ini..."
Jian Chen menggeleng pelan. "Tidak perlu sungkan Nona Lin, mereka juga berniat membunuh kita, sudah sepatutnya kita harus melawan."
Miou Lin tersenyum, ia kemudian bertanya tentang kelompok yang menyerangnya tersebut karena gadis itu sadar, mereka tidak berniat merampok kapalnya melainkan untuk membunuh semua penumpang yang ada di kapal asosiasi.
"Aku tidak terlalu yakin tapi sepertinya mereka berniat untuk membunuhmu, Nona Lin, bukan kapal ini?"
"Apa, membunuhku, tapi kenapa?" Miou Lin sangat terkejut mendengarnya.
"Mungkin statusmu yang tinggi di Asosiasi, melihat informasi Nona sudah diketahui Kekaisaran Qilin menunjukkan betapa berbahayanya situasi klan Miou sekarang..."
Jian Chen juga mengatakan kelompok Naga Ombak sepertinya sudah memprediksi kemana jalur kapal Asosiasi berlayar. Mereka sengaja menunggu disini dan menyerang ketika kapal Miou Lin sudah berada jauh di Ibukota Kekaisaran.
Miou Lin menahan nafasnya, firasatnya semakin buruk ketika mendengar penjelasan Jian Chen. Yang paling ia takuti adalah keadaan klannya sekarang.
"Tuan muda Jian, apa menurutmu klan Miou baik-baik saja?" Tanya Miou Lin dengan cemas.
"Aku tidak yakin tapi semoga saja demikian."
Jian Chen sebenarnya juga ragu dengan jawabannya sendiri, mengetahui bahwa mereka adalah kelompok bajak laut yang di perintahkan seseorang, menunjukkan klan Miou sedang tidak dalam kondisi yang baik.
Tapi cemas pun tidak akan membantu apapun sekarang, malah akan memperburuk keadaan.
Jian Chen melihat wajah Miou Lin yang berekspresi cemas serta rasa khawatir.
"Tenang Nona Lin, apapun yang terjadi pada klan Miou, aku akan membantu kalian. Bagaimanapun, aku juga adalah bagian Asosiasi..." Jian Chen tersenyum hangat.
Miou Lin mengangguk, ia merasa memang membutuhkan Jian Chen saat perjalanan kembali ke klannya.
Jian Chen setelahnya pergi kembali ke kamarnya, menyaksikan para pekerja Asosiasi memandangnya dengan ketakutan ia tidak bisa lama-lama di sana.
Ketika malam hari tiba, saat Jian Chen masih memulihkan tenaga dalamnya yang sempat terkuras, Lily terbangun dari tidur singkatnya.
"Hm, kurasa aku tidur hanya beberapa jam saja tapi sepertinya ada sesuatu yang sudah kulewati, apa kau bertarung dengan seseorang sebelumnya?" Lily bertanya di pikiran Jian Chen, ia bisa melihat tenaga dalam pemuda itu terkuras beberapa ratus lingkaran tenaga dalam.
"Ada bajak laut yang menghadang kapalku, barusan aku mengakhiri mereka..." Jian Chen membuka matanya, menghentikan pemulihan tenaga dalam sementara.
Lily mengangguk pelan, seperti tidak terkejut dengan jawaban Jian Chen. "Aku sebenarnya berbicara karena ingin kau belajar teknik gerbang dimensi tetapi melihat dari situasinya, sebaiknya aku akan menunggumu saat tenaga dalammu pulih kembali."
Jian Chen mengerutkan dahi, ia kemudian teringat bahwa Lily memang ingin mengajarkan sebuah teknik padanya saat gadis itu terbangun.
Jian Chen tidak keberatan mempelajarinya meski ia tidak membutuhkan teknik tersebut, dengan petunjuk yang diberikan Lily, Jian Chen kemudian memulai latihan teknik gerbang dimensi.
Setidaknya membutuhkan waktu beberapa jam agar Jian Chen bisa melakukannya, Lily berdecak kagum atas pencapaian Jian Chen yang dipikirkannya cepat memahami.
"Lumayan, di dunia para peri sekalipun bakatmu tidak terlalu buruk, mempelajari teknik gerbang dimensi memang bukan hal yang sulit tapi dapat menguasainya dalam beberapa jam saja tetap disebut luar biasa." Lily bertepuk tangan.
"Baik, kalau begitu sekarang kau pusatkan tenaga dalammu pada satu titik, kali ini ketika gerbang dimensi muncul aku akan keluar dari sana..."
Jian Chen kemudian menuruti apa yang dikatakan Lily, ia menyatukan kedua telapak tangannya dan mulai berkosentrasi.
Dari ruang hampa, kemudian muncul sebuah kebut hitam yang bergulung pada satu titik, kabut itu semakin cepat berputar hingga menciptakan sebuah portal hitam.
Nyatanya meski disebut gerbang, pembukaan dimensi itu berbentuk sebuah portal.
Tak lama kemudian, seseorang melangkahkan kakinya keluar dari portal tersebut, dia adalah Lily dengan gaun merahnya yang menggoda.
Portal itu mengecil usai Lily keluar darinya sebelum akhirnya ia menghilang menjadi debu hitam, yang tersisa kini hanya Lily yang berdiri di depan Jian Chen.
"Ah, ini lebih baik dari yang kupikirkan..." Lily tersenyum lebar, ekspresinya begitu senang.
Jian Chen menggaruk kepalanya, "Jadi apa yang kau lakukan setelah keluar dari Alam dantianku?"
Jian Chen mengerti bahwa Lily mempunyai senggang waktu di dunia luar sebelum ia secara paksa masuk kembali ke Alam dantiannya lagi.
Jian Chen hanya tidak terbiasa berdua dengan perempuan secantik Lily yang menurutnya seperti dewi itu, Jian Chen tentu saja senang melihatnya secara langsung dibanding mendengar suara gadis itu saja.
"Tidak ada, aku hanya ingin menghirup nafas segar sejak sekian lama terkurung di dalam..." Lily kemudian menapakkan kakinya ke tanah, tubuh gadis itu terlihat mempesona dibandingkan saat ia melayang.
Tebakan Jian Chen benar, Lily tampak berkharisma seperti Jian Ya, anggun serta elegan jika mengecualikan sifat kasarnya. Sementara kecantikan gadis itu lebih dari seseorang yang ia temui selama ini.
Jian Chen pikir Lily akan keluar dari kamarnya sesudah mengucapkan demikian namun ternyata dugaannya salah, gadis itu justru berdiri di dekat jendela dan melihat kondisi laut yang tenang.
Jian Chen merasa Lily mempunyai kemiripan dengannya, sama-sama menyukai suasana laut yang sunyi dan damai.
Jian Chen menggaruk kepala, mencoba mengalihkan perhatiannya dari pesona gadis itu, ia kemudian mengeluarkan Kitab Dewa Langit Surgawi, berniat melanjutkan bacaanya.
Kitab yang sama memiliki isi yang berbeda setiap halaman, Jian Chen membaca beberapa yang ia lihat sebelum membuka halaman berikutnya.
Setiap teknik pada Kitab Dewa Langit Surgawi memang sangat tinggi namun tidak semuanya penting untuk Jian Chen pelajari.
Misalnya Jian Chen menemukan sebuah teknik yang dapat mengubah energi tenaga dalam menjadi sebuah ledakan, Jian Chen tidak perlu mempelajarinya karena secara ia memang sudah bisa melakukan hal tersebut dari gurunya.
Di lembaran lainnya ada cara untuk menggerakkan atau menghentikan sebuah benda dengan tenaga dalam, Jian Chen sebagai pendekar ahli tenaga dalam telah menguasainya juga.
"Semua yang ada di kitab ini hampir seluruhnya sudah aku kuasai dari guruku, apa jangan-jangan guru juga belajar dari kitab ini?" Jian Chen bergumam pelan, membalikan halaman selanjutnya.
Tiba di halaman pertengahan, Jian Chen menemukan sesuatu yang menarik yang ia baca dari kitab tersebut.
"Tenaga dalam Yin, menyerap esensi alam dan merubahnya menjadi tenaga dalam Yin?" Jian Chen menggaruk kepalanya bingung setelah membaca judul teknik itu.
Telinga Lily bergetar, ia yang masih memandang laut menoleh saat mendengar gumaman Jian Chen.
***Maaf ya, upnya agak lambat, saya sedikit punya masalah disini... Eh, tolong di ingat juga, Author juga punya kehidupan di dunia nyata. Masa iya saya nulis terus:)
*Next, saya akan percepat updatenya, tapi jangan terlalu berharap, hehe**