Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 166 — Organisasi Menara Iblis


"Kya!"


Lan Qiaoqiao menjerit histeris ketika lawan-lawannya mati dalam kondisi tragis seperti itu, empat saudarinya langsung memalingkan wajah tak sanggup melihat kejadiannya.


Lan Qiaoqiao meneguk ludahnya saat memandang wajah Jian Chen yang seperti menikmati pembunuhan tersebut. Lan Qiaoqiao maupun saudari-saudarinya memang pernah membunuh namun ia tidak sampai sesadis Jian Chen.


Pandangan Lan Qiaoqiao jatuh pada pedang yang di pegang Jian Chen, pedang merah tersebut terlihat bersinar ketika telah mencabut nyawa lawannya.


Yang membuat mata Lan Qiaoqiao sedikit terganggu adalah aura kehitaman yang samar-samar menyelimutinya pedang merah tersebut. Aura kehitaman itu membuat bulu kuduknya merinding serta ada perasaan takut ketika menatapnya.


Jian Chen mengibaskan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel sebelum menyarungkan kembali. Ia menatap Pedang Dewa Asura itu dengan perasaan campur aduk.


Di sisi yang sama Jian Chen bisa merasakan begitu tajamnya pedang Asura ketika di pakai olehnya walau tanpa harus menyelimutinya dengan tenaga dalam. Tapi di sisi yang berbeda pedang itu membawa Jian Chen untuk terus bertarung dan mencabut nyawa.


Jian Chen tentu menyadari efek samping menggunakan pedang tersebut tetapi baginya, ia masih bisa mengendalikan pedang asura dengan akal sehatnya.


Jian Chen menyingkirkan jasad belasan orang bertopeng itu dari jalanan, ketika hendak menguburkan mereka Lan Yueyue mencegahnya.


"Biar aku saja saudara Jian, mereka tidak pantas di makamkan dengan layak..."


Lan Yueyue menghentakkan kakinya ke tanah dengan kuat membuat tanah yang di bawah mayat-mayat itu jadi merekah dan terbuka.


Lan Yueyue menghentakkan kakinya kembali, tanah yang terbuka tadi seketika tertutup hingga jasad perampok itu terkubur di dalamnya.


Jian Chen hanya tersenyum tipis melihatnya, ia tidak berkomentar apapun karena niat dirinya menguburkan para pembunuh itu agar tidak terjadi wabah penyakit pada mereka yang hendak melewati jalan.


Kemudian rombongan Jian Chen melanjutkan lagi perjalanannya, tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka keluar dari hutan. Sekitar tiga jam dari hutan tersebut Jian Chen menemukan sebuah kota kecil.


Ia sebenarnya ingin terus melanjutkan perjalanan tetapi ketika memikirkan kelima gadis bersamanya. Mungkin mereka membutuhkan air pemandian atau sebagainya.


Pada akhirnya rombongan Jian Chen memasuki kota tersebut, kota yang bernama Kota Shui itu lumayan ramai untuk seukuran kota kecil terutama karena kota itu merupakan kota para pedagang.


Di perbatasan, rombongan Jian Chen di berhentikan oleh petugas gerbang. Kekuatan petugas itu hanya berada di puncak Alam Jiwa, Jian Chen mengeluarkan kartu emasnya membuat petugas itu terkejut sebelum mempersilahkan masuk dengan penuh hormat.


"Waw, sepertinya kartu itu bukan kartu biasa?" Tanya Lan Qiaoqiao dengan ekspresi terkejut atas reaksi petugas itu.


Jian Chen tersenyum canggung, ia menjelaskan bahwa kartu emas ini merupakan kartu pengenal mutlak dari Kekaisaran Naga, siapapun yang memilikinya menandakan ada keterikatan pada Sang Kaisar.


Mendengar itu Lan Qiaoqiao terkejut, ini menandakan status Jian Chen lebih besar dari perkiraannya.


Jian Chen memahami arah pikiran Lan Qiaoqiao namun ia membiarkannya, Jian Chen memutuskan untuk mencari tempat penginapan terlebih dulu.


Di kota Shui, terdapat 3 penginapan yang berdiri. Karena Jian Chen menempuh perjalanan bersama seorang gadis, ia memilih penginapan yang lebih mahal dan yang paling penting ada tempat mandinya.


Penginapan itu berlantai empat, Jian Chen awalnya memesan 6 kamar untuk masing-masing namun gadis kembar tersebut mengatakan hanya butuh tiga kamar saja, mereka mulai merasa tidak enak jika terus menerus di beri uang oleh Jian Chen.


Sebelum Jian Chen pergi ke kamarnya, ia memberikan kantong kulit yang lebih besar pada Lan Qiaoqiao yang berisi koin emas. Jian Chen menyadari bahwa mereka lebih membutuhkan uang.


"Ini... Saudara Jian, aku..." Lan Qiaoqiao sulit menerima uang tersebut tetapi Jian Chen memaksa dia harus menerimanya.


"Terima saja, aku masih banyak uang di cincin ruangku." Jian Chen tersenyum lembut.


Lan Qiaoqiao mengucapkan terimakasihnya berulang-ulang serta membungkukkan badannya, ia kini jadi lebih menghormati Jian Chen terlepas dari perasaan sukanya yang semakin bertambah.


Jian Chen mengangguk pelan sebelum berbalik ke kamarnya.


Jian Chen jelas tidak menyadari siapa identitas yang dia bunuh sebelumnya, salah satu di antara mereka mempunyai hubungan dengan salah satu Tetua Menara Iblis.


Tetua organisasi itu memang tidak melihat kejadian pembunuhan Jian Chen atau melihat jasad saudaranya namun salah satu anggotanya secara kasat mata menyaksikan pembunuhan itu dari jarak yang sangat jauh.


"Apa kau bilang, adikku mati terbunuh?!" Tetua Menara Iblis memukul meja di sampingnya dengan keras setelah mendengar laporan tersebut.


"Benar Tetua, aku melihatnya secara langsung ia mati terpenggal oleh lawannya, bukan hanya itu semua yang bersamanya juga mati dalam keadaan yang sama."


Tetua Menara Iblis mengepalkan tangannya dengan keras serta emosi mulai memuncak, jelas ia tidak menyangka adiknya akan terbunuh dengan mengenaskan seperti itu.


"Kumpulkan semua anggota yang ada di markas, kita serang kota Shui malam ini, dia pasti ada di sana sekarang!"


Tidak perlu menyelidiki agar mereka tahu posisi Jian Chen sekarang, kebanyakan seseorang yang melewati hutan tersebut biasanya akan singgah di Kota Shui.


Tetua Menara Iblis akan mencincang siapa yang membunuh adiknya tak peduli ia harus melawan pemerintahan sekalipun. Dengan hanya satu kekuatan markas Menara Iblis, sudah cukup membuat kota kecil itu mengalami kekacauan.


***


Jian Chen terlebih dulu membersihkan dirinya di penginapan sebelum keluar dari kamarnya. Ia memerintahkan kelima gadis kembar untuk berkumpul karena Jian Chen ingin membahas sesuatu dengan mereka.


Kelimanya tampak lebih segar ketika bertemu kembali, sesudah membersihkan diri gadis-gadis itu tampak terlihat lebih manis dan bersemangat. Terlihat juga wajah mereka juga berias.


"Kalian semakin cantik saja..." Jian Chen tersenyum canggung ketika ia berada di restoran penginapan, hampir semua pandangan terarah pada mejanya.


Tentu mereka melihat ke arah lima Saudara Lan ini, rambut perak mereka yang indah serta paras kelimanya yang manis membuat siapapun sulit mengabaikannya.


Wajah Lan Qiaoqiao merona karena Jian Chen memujinya sementara saudari-saudarinya hanya mengulum senyuman.


Jian Chen menurunkan suara nadanya ketika berbicara serius, yang ingin di bahasnya sekarang adalah tentang organisasi Menara Iblis, Jian Chen berencana memusnahkan mereka.


"Hm, aku pernah mendengar organisasi mereka memiliki 8 markas yang jaraknya tak jauh dari satu sama lainnya. Setiap markas di hinggapi oleh satu Tetua, dan markas yang paling besar dari mereka didiami oleh Ketua Organisasi Menara Iblis..." Jelas Lan Qiaoqiao.


Jian Chen terkejut ketika Lan Qiaoqiao mengetahui lebih banyak daripadanya padahal mereka bukan berasal dari kekaisaran ini.


"Saudara Jian, kami sudah mencari harta karun di belahan tempat, biasanya sebelum kami masuk ke sana, kami terlebih dulu mengumpulkan berbagai informasi..." Ucap Lan Qiaoqiao memberitahu.


Jian Chen mengangguk pelan serta berdecak kagum dalam hatinya, sedikit tidak menduga mereka ahli mengumpulkan informasi.


Jian Chen kemudian mengutarakan niatnya untuk membasmi organisasi Menara Iblis tanpa tersisa sedikitpun. Kejahatan serta kekacauan mereka timbulkan kelak akan meluas sampai provinsi lain termasuk Provinsi Naga Petir.


Walaupun organisasi itu di hancurkan sepuluh tahun di masa depan namun teror yang telah mereka lakukan masih berbekas pada korbannya.


Alasan Organisasi Menara Iblis busa lenyap karena Kekaisaran Naga mulai menganggap mereka sebagai ancaman sehingga mengirimkan jagoan-jagoan terbaiknya untuk melenyapkan mereka.


Jian Chen jelas mengetahui kabar tersebut karena berita itu terdengar ke seluruh 12 Provinsi, jika ia bertindak sekarang mungkin organisasi itu bisa ia atasi dengan kemampuannya.


Letak organisasi Menara Iblis tertitik pada jumlah mereka yang banyak, dulu kekuatan mereka sangat tinggi namun jika di bandingkan sekarang, Jian Chen yakin kekuatan mereka terbilang kecil belum lagi jumlah mereka tidak sebanyak sepuluh tahun ke depan yang mencapai ribuan.


Masalahnya walaupun Jian Chen bisa menghancurkan mereka sekarang ia tidak mengetahui markas organisasi tersebut, lima gadis itu juga sama tidak tahunya.


Saat Jian Chen masih mencari solusi untuk itu, tiba-tiba dari luar terdengar suara kericuhan dimana-mana, belum semua warga mencerna situasi suara lonceng kota berbunyi keras yang menandakan ada penyerangan di kota Shui.