
Jian Chen tidak langsung pergi ke perbatasan kota setelahnya melainkan ke toko Angsa Putih terlebih dahulu.
Toko Angsa Putih menutup tokonya ketika malam hari, tidak ada penjaga disana tetapi pintu utama toko itu dan jendelanya dipagari jeruji baja.
Jian Chen hanya harus menggunakan tenaga dalam untuk menghancurkan jeruji tersebut. Hal pertama yang Jian Chen lakukan adalah mengganti pakaiannya disana, jubahnya sudah bersimpah darah dan berbau amis, jika dia langsung pergi ke perbatasan kota mungkin dirinya akan dicurigai atas penampilannya.
Cepat atau lambat juga berita menghebohkan akan menggema di kota Qianshan tentang pembantaian di rumah megah pengurus Toko Angsa Putih.
Tidak lama lagi pemerintah akan mengetahui tentang adanya Organisasi Merpati Merah yang menyusup dan menyamar di kota ini, karena dirumah itu terdapat banyak sekali informasi-informasi tentang organisasi Merpati Merah.
Organisasi Merpati Merah adalah salah satu organisasi para penjahat, mereka melakukan banyak sekali kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, dan juga pembantaian.
Hampir semua pemerintah kota di provinsi Naga Petir mengetahui organisasi penjahat itu, mereka ingin sekali menghancurkannya tetapi tidak bisa karena markas organisasi tersebut sangat tersembunyi.
Belum lagi jumlah anggota mereka semakin hari semakin banyak, mengetahui markasnya pun belum tentu bisa mengalahkannya.
Jian Chen juga tak kalah terkejutnya setelah tahu Organisasi Merpati Merah menyamar di kota ini, Jian Chen menebak organisasi bertindak demikian karena dua hal, ingin merampok harta penduduk dan ingin memata-matai pemerintah.
Tindakan seperti ini sebenarnya terbilang beresiko untuk Organisasi Merpati Merah karena secara tidak langsung mereka menyusup ke markas musuhnya.
Ibu Kota Qianshan memiliki banyak klan besar dan pendekar hebat didalamnya, setelah kejadian di rumah mewah tadi organisasi itu pasti akan diburu lebih besar dari sebelumnya.
Jian Chen menghela nafas yang panjang memikirkan itu semua, andai pemerintah tahu betul bagaimana kekuatan Organisasi Merpati Merah sebenarnya mungkin mereka membutuhkan pendekar tingkat tinggi serta jumlah seperlima pasukan di kota agar bisa menghancurkan organisasi tersebut.
Jian Chen mengetahui itu semua karena dialah yang menghancurkan organisasi Merpati Merah dikehidupan lalu.
Dengan kekuatannya yang tinggipun Jian Chen harus berusaha keras hingga akhirnya bisa mengalahkan organisasi tersebut.
“Aku akan mengurus organisasi itu nanti, dengan kekuatanku sekarang aku masih terlalu lemah.”
Meski sudah dipuncak alam Dewa Cahaya Besi Jian Chen masih terbilang kecil dengan kekuatannya yang dulu, dia sepertinya harus fokus meningkatkan kultivasinya.
Jian Chen kemudian melirik area toko tersebut, terdapat banyak sekali barang dan senjata yang tergeletak.
Dimulai dari pedang berkualitas tinggi, pisau lempar, baju pelindung bahkan hingga Cincin Ruang ada disini.
Jian Chen tersenyum lebar sebelum memasukkan semuanya, ia juga mengambil uang yang ada di toko itu.
Menurut dugaan Jian Chen senjata-senjata ini bukanlah buatan dari toko ini melainkan dari hasil perampokan Organisasi Merpati Merah yang dikirim ke toko Angsa Putih.
Baju pelindung Naga Berlian di tubuh Jian Chen misalnya, baju ini memiliki kualitas tinggi, alam Kehidupan tak bisa melukainya dan setahu Jian Chen di kota Qianshan tidak ada yang bisa membuat baju pelindung seperti ini bahkan 13 tahun kedepan.
Jian Chen tak bisa lebih lama disana jadi setelah semua barang itu habis Jian Chen langsung pergi. Jian Chen menuju perbatasan kota segera lalu kembali ke tempat Meily dan Ziyun berada.
***
Ketika Jian Chen sampai bertepatan dengan matahari muncul di upuk timur, Jian Chen melihat ada sebuah asap hitam yang mengepul di tengah hutan yang diduga adalah tempat Meily dan Ziyun berada.
Jian Chen menemukan kedua gadis itu sedang sarapan buah apel, saat Jian Chen muncul wajah kedua gadis itu langsung berubah cerah.
“Sudah, maap membuat kalian menunggu jadi mari kita berangkat sekarang…”
Meily dan Ziyun saling pandang sebelum berubah menjadi senyuman hangat. Ziyun mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya.
“Sebenarnya kita sudah menemukan Anggrek Emas itu...”
Ziyun menjelaskan bahwa tadi pagi ketika ia ingin mencari sarapan secara tak sengaja dirinya menemukan anggrek emas ini yang tumbuh didekat pohon apel itu.
Jian Chen yang mendengarnya terkejut sebelum berganti dengan tawa kecil, menurutnya ini terlalu lucu, alangkah beruntungnya Ziyun menemukan tanaman herbal yang langka dengan ketidak sengajaan.
Anggrek emas sangat mahal kalau dijual, mempunyai berbagai manfaat baik bagi kesehatan atau dijadikan sebuah pil. Kalau Jian Chen tidak salah harga anggrek emas andai membelinya mencapai puluhan ribu koin emas per satu tanamannya.
Melihat Ziyun menemukan secara tak sengaja sungguh bukan kebetulan biasa.
“Jadi, apakah kita langsung kembali?” Karena sekarang tujuannya telah selesai maka tidak ada alasan lain Jian Chen pergi ke Lembah Merah.
“Ya, tapi kita tidak pulang kejalan yang sama, itu terlalu jauh. Kita akan pergi lewat gerbang utara kota Qianshan, selain lebih dekat klan Niu juga tak jauh darinya.”
Ada empat gerbang agar seseorang bisa masuk ke kota Qianshan yaitu gerbang timur, selatan, barat, dan terkahir gerbang utara. Lokasi Jian Chen pergi sebelumnya adalah gerbang timur.
Jian Chen meminta waktu untuk beristirahat sebentar, beralasan dirinya lelah telah berlari kesini padahal Jian Chen ingin mengumpulkan tenaga dalamnya yang sebelumnya sudah terkuras banyak.
Meily dan Ziyun juga tak keberatan, sembari Jian Chen bertapa untuk memulihkan tenaga dalam, kedua gadis itu berlatih pedang disuatu tempat tak jauh darinya.
Satu jam berlalu Jian Chen akhirnya membuka matanya, tenaga dalamnya telah pulih kembali lalu saat Jian Chen ingin menemui kedua gadis itu ia menemukan keduanya tengah berlatih tanding.
Keduanya menggunakan ilmu pedang, terlihat Meily dan Ziyun begitu lincah memainkan pedangnya.
Sekilas dari jauh Meily memiliki pemahaman ilmu pedang yang lebih dalam dari Ziyun, tetapi hal itu disebabkan karena Meily telah belajar dari Jian Chen sebelumnya.
Disisi yang sama kemampuan teknik pedang Ziyun juga memang sedikit lebih lemah dari klan Niu, semua orang sudah tahu bahwa Teknik Pedang Rembulan adalah teknik pedang tertinggi di Provinsi Naga petir.
Disaat keduanya masih berimbang Ziyun tiba-tiba mengeluarkan teknik klannya, Teknik Pedang Es yang merupakan teknik dari klan Ye.
“Teknik Pedang Es ~ Butiran Air Salju!”
Ziyun mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya membuat pedang itu memancarkan cahaya kebiruan, ketika kedua pedang berbenturan, pedang Meily terasa lebih dingin hingga dalam beberapa detik kemudian muncul serpihan es dari mata pedangnya.
Serpihan es ternyata tidak berhenti disana, salah satu tangan Meily yang memegang pedang juga perlahan memunculkan serpihan es membuat gerakan pedang Meily jadi melambat.
“Kak Ziyun memang hebat kalau begitu aku juga menggunakan teknikku..." Tak kalah sama Meily menggunakan teknik pedang klan Niu, dalam sekejap pedangnya juga ada cahaya kebiruan.
“Teknik Pedang Bulan Purnama ~ Pelangi Musim Dingin!”
Ziyun tersenyum kecut ketika menahan serangan Meily yang membuat tubuhnya perlahan memunculkan serpihan es, membuat gerakannya jadi melambat.
Teknik Meily memang hampir sama dengan cara kerja teknik klan Ye sebelumnya, yaitu sama-sama bertujuan membekukan gerakan lawan.