
Jian Chen tersenyum canggung dengan reaksi dua wanita didepannya, membuat pil diusianya sekarang memang terlalu aneh jadi wajar saja mereka terkejut.
Menjadi seorang alkemist lebih sulit daripada menjadi seorang pendekar, berbeda dengan pendekar yang hanya berlatih memperkuat tubuh dan mempelajari teknik, alkemist tidak demikian.
Sembilan puluh sembilan persen alkemist harus menggunakan otaknya, mereka belajar banyak hal dimulai dari menghapal tanaman herbal serta kegunaannya, menggabungkan beberapa unsur tanaman menjadi sebuah pil sumber daya hingga terakhir pembentukkan pil didalam tungku.
Ketiga tahap itu harus dikuasai alkemist dan untuk mengetahui serta memahaminya butuh pembelajaran bertahun-tahun.
Jika Jian Chen diusia 14 tahun benar-benar bisa membuat pilnya itu sudah cukup mengejutkan namun ini lebih dari itu, Jian Chen membuat racikan pil baru yang biasanya dilakukan seseorang yang sudah di tingkat alkemist Master.
Bahkan tidak semua alkemist Masterpun bisa melakukan hal yang sama, racikan pil jenis baru butuh penelitian serta ujicoba berbulan-bulan sebelum layak dikonsumsi dan dijadikan pil sumber daya.
Jian Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa berlebihan bahwa ini adalah racikan baru meski pil Bulan Biru memang belum ada di Kota Qianshan. Resep pil ini berasal dari gurunya dikehidupan sebelumnya.
“Aku membuat racikan baru ini dari resep guruku, pil Bulan Biru adalah salah satu racikan darinya.” Jian Chen batuk pelan lalu menjelaskannya.
Penjelasan Jian Chen membuat Miou Yue dan Miou Lin jadi memahami situasinya, memang mustahil racikan baru dibuat oleh orang yang usianya belasan tahun menurutnya terlepas dari kemampuan Jian Chen membuat pil sangat tinggi.
Miou Lin sekarang memandang Jian Chen dengan penilaian yang berbeda, “Junior Jian Chen lalu bagaimana dengan keahlianmu membuat pil?”
“Aku belajar semua darinya, apa yang kulakukan sekarang adalah hasil dari ajaran guruku.”
Alis Miou Lin terangkat, meski begitu tetap saja seorang alkemist diusia muda dengan keahlian tinggi seperti ini tetap hal aneh. Keponakannya saja, Miou Yue sudah belajar alkemist saat dia masih kecil tetapi kemampuannya tidak akan setinggi seperti Jian Chen.
Kecuali Jian Chen belajar alkemist disaat ia dikandung orang tuanya.
“Kalau aku boleh mengetahuinya, Junior Jian Chen, siapa nama gurumu?”
Jian Chen tersenyum tipis, “Guruku tidak mau disebutkan namanya pada yang lain, begitu perintah guruku saat mengejariku.”
Susana hening seketika karena Miou Lin bingung harus bersikap seperti apa, Miou Lin menoleh ke arah keponakannya. “Yue’er, bisakah kau bawakan tanaman herbal di toko Asosiasi ujung jalan, aku membutuhkan bahan-bahannya, tolong bawakan ini kesini sekarang.”
Miou Lin memberikan kertas daftar tanaman herbal yang harus dibawa Miou Yue.
“Baik, Bibi, aku akan kesana, kalau begitu Saudara Jian aku pamit sebentar…” Miou Yue kemudian pergi meninggalkan rumahnya.
Kini dirumah itu hanya ada Miou Lin dan Jian Chen, kepergian Miou Lin hanya alibi agar dirinya bisa berduaan dengan Jian Chen.
“Junior Jian bisakah kita berbicara sebentar?”
Jian Chen mengangguk. “Tentu saja, Nyonya Miou, aku tidak keberatan.”
Miou Lin membawa Jian Chen ketempat lebih nyaman untuk berbicara berdua.
“Junior Jian aku berterus terang tentang pil yang kau buat, jika pil ini bisa bekerja sampai 30% sesuai yang terlihat mungkin pil ini adalah pil yang paling berharga di Kota Qianshan.”
Penjelasan Miou Lin cukup Jian Chen pahami, pil dikota ini yang paling bagus kualitasnya sekarang hanya bekerja 20%.
Bisa dibilang, tidak ada pil yang memiliki kinerja sampai 30% seperti pil yang Jian Chen buat.
Ekpresi Jian Chen berubah, pandangannya menjadi lebih dingin yang cukup membuat Miou Lin meneguk ludah apalagi ketika menatap mata emas Jian Chen.
“Nyonya Miou, anda meremehkanku?! Jika pil ini dijual maka harganya tidak lebih dari 10 keping emas, di Kota Qianshan terdapat satu juta lebih penduduk dan anda ingin menjualnya 10. 000 keping emas.” Jian Chen menggelengkan kepalan pelan.
Mendengar itu Miou Lin bahkan tidak berani menatap Jian Chen, dia pikir dengan 10.000 keping sudah cukup membuat anak seusianya senang namun Jian Chen tak sebodoh yang terlihat.
‘Anak ini, kenapa aura tubuhnya berubah…’
Instingnya mengatakan bahwa Miou Lin tidak boleh menyinggung perasaan Jian Chen atau bahkan membodohinya.
“Kalau begitu bagaimana kalau 100.000 ribu keping emas?”
“Nyonya Miou becanda...” Nada Jian Chen jauh lebih dingin dari awalnya. “Aku sebenarnya tidak mau menjual resep ini namun andai pun aku melakukannya maka aku menjualnya seharga 1 juta keping emas.”
Miou Lin terbatuk-batuk, ia tidak menyangka Jian Chen menawar harganya setinggi itu. Bagi klannya 1 juta keping emas memang bukan masalah besar namun mengeluarkannya harus membutuhkan persetujuan dari Tetua klan Miou yang lain.
“Junior Jian, itu terlalu tinggi bagaimana kalau kita berkerja sama.” Miou Yue punya rencana yang lain.
“Bekerjasama? Apa yang nyonya maksud?”
“Seperti ini, bagaimana dari pada aku membeli resep pil itu lebih baik kita bagi dua penghasilannya. Junior Jian mungkin seorang alkemist tetapi sekarang anda tidak punya sarana untuk menjualnya, belum lagi bahan dan alat untuk membuatnya tidak punya.”
Jian Chen mengetukan jarinya pelan dimeja, memikirkan rencana Miou Lin yang terdengar bagus. “Bagaimana jika Asosiasi klan Miou berbohong, misalnya memotong pendapatanku?”
“Junior Jian, kami berasal dari klan Miou, kami punya janji pada diri kami sendiri bahwa siapapun yang bekerja sama dengan klan Miou akan diperlakukan baik dan selayaknya tanpa mencuri hak-hak darinya.”
Miou Lin bukan berkata omong kosong belaka, klannya sudah banyak bekerja sama dengan pihak lain andai mereka melakukan sekali kecurangan maka kepercayaan pihak yang bekerja sama dengan klan Miou akan runtuh.
Hal tersebut justru berdampak buruk bagi klan Miou sendiri.
Disisi lain Jian Chen tersenyum lebar didalam hatinya, ini sudah ada dalam skenarionya. Sejak awal Jian Chen memang menginginkan kerjasama ini namun jika dirinya yang menawar terlebih dahulu maka Miou Lin masih akan menganggapnya remeh.
Jika Miou Lin diposisi yang membutuhkan Jian Chen maka ceritanya berbeda lagi, Jian Chen berpura-pura jual mahal agar Miou Lin sadar berkerjasama dengannya tidak cukup hanya dengan rayuan lisan saja, ada berbagai aspek termasuk pertimbangan yang lain.
Jian Chen akhirnya menerima tawaran itu.
“Junior Jian, aku harus terlebih dahulu membicarakan ini pada Tetua klan Miou yang lain, aku jamin mereka akan menyutujuinya dalam waktu 2 hari.” Miou Yue kemudian meletakan pil yang dibuat Jian Chen. “Dan untuk pil ini kita akan membagi hasilnya separuh bagian...”
“Tidak perlu…” Jian Chen memotong. “Aku hanya butuh 30% persen darinya tidak harus sampai separuh.”
Miou Lin mematung sesaat, dia harus mendengarnya dua kali kalau dirinya memang tidak salah mendengar.
“Tiga puluh persen sudah cukup bagiku, sisanya klan Miou yang memiliki…” Jian Chen tersenyum, meyakinkan ucapannya.
Miou Lin sangat senang mendengarnya, dia pikir Jian Chen adalah seorang yang tergila-gila dengan uang seperti orang kebanyakan. Meski Miou Lin sendiri cukup sulit menerima kalau dirinya bernegosiasi dengan seorang remaja usia 14 tahunan.