Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 88 — Pertemuan Rahasia


Tangan Besi merupakan salah satu dari 4 Tetua dari organisasi Merpati Merah, semenjak ia bertemu dengan seorang bocah yang membuat rencana organisasinya gagal ia hampir kehilangan posisinya.


Kini organisasi Merpati Merah menjadi buronan setelah klan yang memimpin Provinsi Naga Petir, klan Chu menunjuk organisasinya sebagai musuh yang harus dihancurkan karena telah berani menyusup ke wilayah Ibu kota.


Jika bukan karena terobosan ke ranah Alam Bumi beberapa bulan ini mungkin ia sudah diturunkan menjadi Tetua, dengan terobosannya juga Tangan Besi kini jadi Tetua terkuat dari 4 Tetua lainnya.


“Sudah kuduga kau memang berbakat di banding ketiga saudaramu…” Pria sepuh yang mempunyai jenggot putih mengelus dagunya melihat keberhasilan terobosan Tangan Besi.


“Ketua, ini semua berkatmu, jika Ketua tidak memberikan sumber daya yang cukup untukku mungkin sekarang aku masih berada di Alam Kehidupan.”


“Itu bukan masalah yang besar, kau memang layak mendapatkannya asal jangan lakukan lagi kesalahan seperti rencana sebelumnya di Kota Qianshan.”


“Siap Ketua, aku tidak akan ceroboh lagi…”


Pria sepuh yang berhadapan dengan Tangan Besi bernama Hong Gao sekaligus pemimpin dari organisasi Merpati Merah.


Hong Gao memiliki kekuatan di ranah Alam Hampa, menjadikannya organisasi Merpati Merah sebagai salah satu organisasi besar yang ada di Provinsi Naga Petir.


Hong Gao kini tengah menunggu di sebuah ruangan besar yang di dalamnya ada meja bundar, ruangan tersebut akan digunakan sebagai pertemuan para pemimpin organisasi yang akan di adakan beberapa jam lagi.


Hanya Hong Gao dan Tangan Besi di ruangan itu, sedangkan yang lainnya belum tiba.


“Ketua bagaimana dengan aliansi kita, apakah kerjasamanya sudah terjalin?” Tanya Tangan Besi.


“Sejauh ini kerjasamanya berjalan baik dan kuharap akan seperti itu…” Hong Gao menghela nafas panjang, “Hanya saja di kasus pertemuan sekarang ada beberapa masalah yang akan kita diskusikan hari ini.”


“Masalah? Maksud Ketua penyerangan terhadap klan Jian dan tambang emas itu.”


“Ya, mereka meminta organisasi kita untuk…” Hong Gao ingin menyelesaikan ucapannya saat tiba-tiba ada dua orang masuk ke ruangan pertemuan.


Salah satunya adalah seorang wanita muda yang cantik berusia 20-an ditemani pemuda ranah Alam Bumi di belakangnya. Wanita itu berpenampilan seksi sebagai seorang gadis dengan gaunnya yang tipis hingga menampilkan lekuk tubuhnya.


Meski terlihat muda tetapi tidak ada yang tahu umur aslinya terutama kekuatannya tidak beda jauh dengan Hong Goa yang sudah sepuh.


“Oh, Kakak Hong sudah sampai rupanya.” Gadis itu tersenyum manis sebelum akhirnya duduk, pemuda di belakangnya berdiri di sampingnya. Gadis itu kemudian menatap dua kursi yang masih kosong. “Hm, dimana yang lain? Apa aku datang terlambat?”


Hong Gao membalas senyumannya. “Tidak, Nona Xia, mereka hanya belum kesini.”


Hong Gao tidak meneruskan percakapan dengan Tangan Besi, melihat tamu pentingnya mulai berdatangan ia menyapa mereka dengan ramah.


Wanita didepannya bernama Yue Xia, pemimpin dari organisasi jahat bernama Raja Tengkorak. Meski berpenampilan seperti wanita manis yang lemah, kekuatan gadis di depannya tidak berbeda jauh dengan seorang monster. Setidaknya kekuatan Yue Xia tidak beda jauh dengan Hong Gao.


Tidak lama Yue Xia datang, dua pemimpin yang di undang Hong Gao muncul bersama tangan kanannya masing-masing.


Hong Gao menyambut hangat dan mempersilahkan keduanya untuk duduk, Hong Gao tersenyum pada pria berbadan kurus yang mempunyai kulit hitam tak jauh darinya duduk.


Pria itu bernama Dong Xu sekaligus pemimpin dari organisasi Kuil Hitam,


Hong Gao kemudian menoleh pada pria satunya lagi, berbeda dengan penampilan Dong Xu yang kurus, pria yang duduk disampingnya mempunyai badan gemuk dan pendek. Namanya Gu Bu yang memimpin organisasi Bulu Agung.


Organisasi Gu Bu merupakan organisasi yang memiliki jumlah anggota terbanyak di banding organisasi lainnya.


Kini di meja bundar tersebut sudah hadir keempat pemimpin organisasi dimulai dari Merpati Merah sebagai tuan rumah dari pertemuan ini, Raja Tengkorak, Kuil Hitam serta Bulu Agung.


Keempat organisasi ini merupakan organisasi tersohor di Provinsi Naga Petir dan mereka semua merupakan organisasi besar yang dimusuhi oleh pemerintah provinsi maupun klan-klan.


Andai pemerintah mengetahui dimana letak markas mereka masing-masing sudah dari dulu mereka memburu keempat organisasi ini.


“Jadi Gao, bagaimana, apakah anda menerima kesepakatannya atau tidak?” Gu Bu lebih dulu membuka diskusinya langsung ke inti, tak membiarkan Hong Gao berbasa-basi untuk membuka acara.


Hong Gao tersenyum tipis, dia bisa melihat ketidak sabaran Gu Bu padanya. “Aku menerima kesepakatan kalian dengan tambang emas itu asal aku juga mempunyai syarat pada organisasi kalian.”


“Oh, apa itu, jika hal tersebut tidak melibatkan uang maka aku sebisa mungkin bisa mewujudkannya.” Gu Bu tersenyum lebar.


“Kakak Bu, kenapa kau selalu melibatkan uang dalam setiap diskusi…” Yue Xia menanggapinya dengan wajah cemberut.


“Nenek cantik, uang adalah transaksi segalanya, tanpa uang juga kita tak akan kesini.”


“Kau-! berani menyebutku Nenek-!” Yue Xia ingin bangkit dari kursinya dan menghajar Gu Bu namun Dong Xu menghentikan pertikaian mereka.


Dengan satu hentakan tangan pada meja didepannya, kedua pemimpin itu langsung terdiam, bukan karena suara benturan meja tersebut yang membuat keduanya hening melainkan mata Dong Xu yang tiba-tiba menyala merah.


Mata merah tersebut membuat tubuh Yue Xia dan Gu Bu tidak bisa digerakkan beberapa detik.


“Kalian berdua, diamlah-!” Dong Xu memancarkan nafsu membunuh yang besar.


Yue Xia mendengus sebelum membuang wajah sedangkan Gu Bu tertawa kecil menyaksikannya. Keduanya sepakat tidak berani membantah Dong Xu yang lebih kuat dari mereka.


Hong Gao tersenyum tipis melihat itu, meski organisasi mereka telah menjadi Aliansi beberapa bulan yang lalu tetapi hubungan antar pemimpinnya tidak serta merta menjadi akrab. Kasus sekarang adalah contohnya.


Hong Gao berdiri dari kursinya. “Saudara-saudari sekalian, aku sudah memikirkan kesepakatan yang kalian ajukan padaku perihal tambang emas yang dibagi secara merata. Aku menyetujuinya asalkan kalian memenuhi syaratku…”


Dari diskusi sebelumnya, Hong Gao sebagai organisasi yang menemukan tambang emas di klan Jian telah meminta ketiga organisasi besar didepannya saling bekerja sama.


Hong Gao akan memberikan 20% hasil tambang emas itu kepada ketiga pemimpin organisasi tersebut andai mereka mau berkerjasama.


Diskusi terjalin dan disepakati tetapi belakangan ini Gu Bu meminta hasil 25% bukan 20%.


Awalnya Hong Gao sedikit keberatan karena seharusnya ia yang menemukannya mendapat lebih banyak saham tetapi setelah dipikir beberapa saat ia akhirnya menyetujuinya asal dengan syarat.


Syarat itu Hong Gao ingin agar selain para pemimpin organisasi seperti Yue Xia, Dong Xu dan Gu Bu ikut serta dalam penyerangan ke klan Jian. Dia juga mau pasukan anggota organisasi mereka ikut juga, setidaknya seperempat dari pasukan utuh organisasi ketiganya.


Hal ini karena Hong Gao tidak mau anggotanya nanti banyak yang terbunuh, meski diposisi menyerang kehilangan nyawa pastilah terjadi dalam setiap pertempuran.