Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 216 — Menyusup


Rombongan kereta itu kemudian berlalu memasuki wilayah pemerintahan, tidak ada satupun dari warga sekitar yang berani menatap atau memandang mereka.


"Kau benar, mereka sedang membawa manusia di dalamnya." Jian Chen menggunakan mata langitnya untuk merasakan hawa keberadaan seseorang di dalam gerobak itu. Ia kemudian melirik Yue Lian yang tampak menahan emosinya. "Jadi apa rencanamu selanjutnya?"


"Aku akan mengintrogasi salah satu dari mereka, aku yakin mereka akan mengetahui dimana temanku di culik."


Jian Chen menghela nafas panjang, sepertinya ia harus menghancurkan organisasi Pedang Darah sebelum ia pergi dari sini. Jian Chen yakin hanya soal waktu kalau di biarkan Yue Lian dalam bahaya kembali.


"Kalau begitu kita akan menyelinap ke kawasan pemerintahan nanti malam, mengintrogasi bawahannya tidak akan mendapatkan informasi apapun kecuali kita bertanya pada atasannya langsung..."


"Aku tidak akan membawamu kedalam masalahku, sebaiknya kau tidak ikut campur?"


Jian Chen tersenyum tipis. "Ini bukan karenamu saja tapi untuk mereka yang di culik juga."


Satu-satunya untuk mengalahkan organisasi Pedang Darah adalah langsung mencari markasnya, masalahnya Jian Chen tidak mengetahui keberadaan markas tersebut.


Jian Chen kemudian bertanya lebih rinci pada pengurus Serikat Petualang mengenai kawasan pemerintahan kota, dari yang di katakannya di sana memiliki beberapa penjaga siang dan malam.


Awalnya tempat pemerintah kota bersifat umum bagi masyarakat berkunjung namun semua berubah ketika para pendekar liar itu berada di kota. Mereka melarang warga setempat untuk memasuki kawasan pemerintahan tersebut.


Setelah memiliki gambaran bagaimana denah tempat pemerintahan kota, Jian Chen mengajak Yue Lian ke restoran sambil menunggu malam tiba.


Sembari berjalan ke sana, Jian Chen mencoba mencari keberadaan asosiasi klan Miou di kota ini namun ia tidak berhasil menemukannya jadi Jian Chen mencoba bertanya pada Yue Lian.


"Ah, maksudmu asosiasi yang berasal dari provinsi Naga Petir itu?"


Jian Chen mengangguk, "Apakah kau mengenalnya?"


"Hampir semua orang mengetahui Asosiasi klan Miou, asosiasi itu sudah tersebar ke dua belas provinsi sekarang dan mereka adalah satu-satunya asosiasi yang cepat berkembang dalam tahun belakangan ini..."


Yue Lian mengatakan bahwa asosiasi itu telah banyak membantu banyak pendekar yang mengalami kemacetan dalam kultivasinya, Yue Lian adalah salah satu dari mereka.


Dengan penjelasan tersebut Jian Chen kini lebih memahami situasinya, sebab itulah kenapa Yue Lian jadi lebih kuat di kehidupan keduanya ini.


Bisa dibilang perubahan takdir ini di sebabkan karena Jian Chen, andai ia tidak memberikan puluhan resep pilnya mungkin Asosiasi klan Miou tidak akan berkembang seperti sekarang.


Apalagi menurut Yue Lian, Alam Bumi dan Alam Hampa yang dulunya sulit di temui kini mulai bermunculan di Kekaisaran Naga bahkan Alam Langit pun termasuk di dalamnya.


Ini menunjukkan betapa bermanfaatnya pil yang dibuat Jian Chen bagi para pendekar.


Jian Chen merenungi semua kejadian itu di dalam pikirannya, sejujurnya ia tidak pernah merasakan khasiat pil yang diciptakannya karena kultivasinya tidak membutuhkan sumber daya. Ia tidak menyangka bakal sebesar ini perubahannya hingga keseluruhan kekaisaran.


Di saat Jian Chen berpikir, keduanya telah tiba di restoran yang dituju. Selain untuk mengisi perut Jian Chen ataupun Yue Lian mempersiapkan strategi sebelum menyusup ke sana.


***


"Kalau begitu ikuti langkahku dari belakang..." Jian Chen memberi instruksi pada Yue Lian agar tidak jauh-jauh bersamanya ketika sudah di dalam.


Malam semakin larut dan kini keduanya sedang dalam perjalanan ke kawasan pemerintahan. Karena Yue Lian tidak memiliki pengalaman untuk menyusup sehingga Jian Chen yang memimpin di depannya.


"Terimakasih, kita hanya saling bertemu beberapa hari lalu tetapi kau sudah menolongku sampai seperti ini." Yue Lian tersenyum tipis, merasa tidak enak karena Jian Chen membantunya. "Andai aku bisa membayarmu dengan sesuatu mungkin aku akan melakukannya."


Jian Chen mengamati para pendekar yang berjaga di sekitar tempatnya sebelum akhirnya bergerak masuk ke sana.


Kawasan pemerintahan di lingkupi oleh sebuah tembok tinggi yang mengelilinginya. Satu-satunya jalan adalah pintu masuk yang di jaga oleh para pendekar.


Dengan kemampuannya tidak sulit bagi Jian Chen melumpuhkan para penjaga. Ia muncul di belakang pendekar itu sebelum memukul belakang leher mereka yang seketika membuat mereka tak sadarkan diri.


Jian Chen terus melumpuhkan para pendekar lainnya tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Yue Lian yang menyaksikan hal itu dari jauh sampai terkejut dengan kemampuan Jian Chen.


Bukan hanya Jian Chen dapat mengalahkan lawannya dalam sekali serangan tetapi pergerakan tubuh pemuda terlihat sangat ringan dan halus sehingga tidak menimbulkan bunyi apapun, seolah-olah tubuh Jian Chen tidak bergesekan dengan udara di sekitarnya.


Beberapa detik kemudian Jian Chen berhasil melumpuhkan semua penjaga di pintu masuk, ia kemudian memberi instruksi agar Yue Lian mulai bergerak.


"Cepat atau lambat para penjaga yang tidak sadarkan diri akan di ketahui oleh penjaga yang lain, sebelum itu terjadi kita sebaiknya mengetahui dimana atasan mereka berada." Jian Chen memberitahu pada Yue Lian bahwa ia akan memasuki kediaman walikota.


Yue Lian mengikuti saja arahan Jian Chen, ketika menuju kediaman walikota Yue Lian tak henti-hentinya takjub dengan kemampuan Jian Chen yang melumpuhkan pendekar-pendekar di sekitarnya.


Tidak sulit menemukan kediaman walikota karena kediamannya adalah yang paling besar.


Jian Chen melumpuhkan penjaga di sekitar mereka lalu memasuki rumah kediaman walikota tersebut sementara Yue Lian berjaga di luar untuk melihat situasi sekitarnya.


***


"Tangkapan hari ini cukup banyak Bos, para anggota organisasi Pedang Darah pasti akan senang melihatnya."


Salah satu pendekar melaporkan jumlah warga yang telah berhasil diculiknya pada seseorang yang tengah duduk sambil menghitung uang.


Orang yang menghitung uang itu adalah pemimpinnya yang kini duduk di kursi dimana biasanya walikota bekerja, tidak ada yang mengetahui selama ini bahwa pemerintahan kota sudah di ambil alih oleh kelompok mereka.


Kelompok itu bukan berasal dari Organisasi Pedang Darah namun mereka bekerja sama dengannya. Salah satu dari kerja sama itu mereka dibantu untuk menguasai kota ini dan juga memberi kelompok mereka sejumlah uang dengan syarat harus menculik para warga.


Pekerjaan itu begitu mudah dan tentu menguntungkan kelompoknya. Sebab itu kelompok mereka tunduk pada Organisasi Pedang Darah.


"Bagus, kalian telah mengerjakan tugas ini dengan baik, Organisasi Pedang Darah pasti akan membayar penculikan ini dengan besar sekaligus membuat mereka menilai kita sebagai yang kelompok berguna." Pemimpin mereka tertawa lebar.


"Haha... ini pekerjaan mudah Bos, tidak sulit menculik asal orang, apalagi para warga desa."


Sudah tak terhitung banyak desa yang mereka jarah, dengan tertutupnya serikat petualang dimana-mana mereka jadi lebih leluasa bergerak apalagi di belakang mereka adalah organisasi besar yang tidak boleh di singgung sembarang orang.


Organisasi Pedang Darah memang melakukan banyak kerjasama pada kelompok-kelompok kecil seperti kelompok mereka, alasannya cukup sederhana agar organisasi tersebut lebih cepat menculik orang-orang ke organisasinya.


"Jadi begitu, sebab itulah di waktu yang hampir bersamaan ada banyak penculikan dimana-mana, ternyata kalian di bayar oleh mereka..." Tiba-tiba seseorang muncul di balik bayangan.


Jian Chen sudah berada di sana sejak tadi dan mendengarkan percakapan mereka sebentar, kini ia jadi lebih yakin bahwa mereka berasal dari kelompok jahat.


Alasan Jian Chen tidak membunuh pendekar-pendekar yang berjaga sebelumnya karena ingin memastikan terlebih dahulu pihak mereka dari mana, kini setelah mengetahuinya ia tidak ragu lagi untuk membunuh orang-orang yang ada di kawasan pemerintahan.


Wajah pemimpin dan anak buahnya itu langsung pucat, bukan karena kedatangan Jian Chen yang mengejutkan mereka melainkan aura kematian yang merembes dari tubuh pemuda itu membuat mereka merinding hebat.