
"Apa kau ketagihan mempelajari elemen yang lain Chen'er?" Guru Jian Chen tertawa kecil.
Jian Chen mengangguk, tidak membantahnya. Semenjak ia memiliki elemen baru di tubuhnya ia mulai menyadari keterbatasan elemen cahayanya.
Misalnya elemen es bisa membuat Jian Chen melepaskan hawa dingin sementara Elemen Cahaya jelas tidak bisa demikian. Begitu juga dengan elemen angin yang dapat membuatnya terbang.
Lagian Jian Chen juga tidak bisa menolak begitu saja pemberian gurunya, apalagi ia tidak mau mutiara elemen ini jatuh pada orang yang salah.
"Chen'er, kuharap kau bisa menyatu dengan mutiara elemen seperti yang telah kau lakukan sebelumnya. Itu adalah cara terbaik agar tidak ada yang merebutnya darimu kecuali dengan membunuhmu."
"Guru, memang tidak ada cara lain selain menelannya?"
"Tentu saja ada." Guru Jian Chen mengangguk pelan. "Orang-orang yang kau sebut organisasi berbahaya itu pasti telah mengetahui mutiara elemen ini, mereka tidak memakannya melainkan menyerap mutiara ini seperti menyerap permata siluman..."
Alasan mereka tidak menelan mutiara elemen dengan cara seperti Jian Chen karena terlalu beresiko, kemungkinan terbesar energi kehidupan mereka justru akan dihisap sampai habis oleh mutiara itu.
Berbeda dengan menyerapnya di genggaman tangan, meski caranya aman tapi menyatu dengan mutiaranya membutuhkan waktu yang lama, setidaknya satu tahun.
"Satu tahun?!"
Jian Chen terkejut, ia tidak menyangka untuk menyatu dengan mutiara elemen ternyata membutuhkan proses yang panjang sementara dirinya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
"Tenang guru, aku akan menyimpan mutiara elemen ini dengan segenap kemampuan jiwaku..."
Guru Jian Chen mengangguk pelan sebelum mengeluarkan sesuatu lagi di cincin ruangnya.
Ketika melihat yang di keluarkannya gurunya Jian Chen sampai sulit berkata-kata, berbeda dengan sebelumnya yang berbentuk bulatan kali ini Guru Jian Chen mengeluarkan benda yang bentuknya kubus kecil.
Di dalam kubus itu ada secercah cahaya yang bersinar redup, tidak salah lagi kalau itu adalah kubus cahaya yang merupakan sumber daya bagi pengguna kultivasi Dewa Cahaya.
Berbeda dengan di makam kuno yang hanya satu saja, guru Jian Chen memiliki 7 kubus cahaya tersebut.
"Bukankah alasanmu yang lain untuk menemui aku adalah karena benda ini Chen'er?" Guru Jian Chen memainkan 7 kubus cahaya di tangannya.
Jian Chen meneguk ludah sebelum mengangguk pelan. " Guru, murid tidak berbohong pada guru..."
"Kalau begitu aku memberikan ini padamu, Chen'er, kemampuanmu sekarang sudah sangat tinggi hanya kultivasimu saja yang rendah."
Jian Chen buru-buru membungkukkan badannya berulang kali, mengucapkan rasa terimakasihnya sebanyak-banyaknya dengan mata sedikit berkaca-kaca. "Terimakasih Guru, murid tidak akan melupakan jasa guru..."
"Hihi... Tidak perlu sungkan, kau memang membutuhkannya untuk melindungi semua yang kau sayangi, setidaknya kau bisa menggunakan kekuatanmu untuk mencegah organisasi jahat seperti yang kau ceritakan itu di masa depan."
Jian Chen mengerti, dengan tujuh kubus cahaya yang ada di genggaman tangannya kemungkinan ia sudah cukup membuat kekuatannya meningkat seperti di kehidupan sebelumnya bahkan boleh jadi lebih.
Guru Jian Chen kemudian memberikan tempat agar muridnya itu berlatih sendiri. Jian Chen tampak tidak sabaran untuk berkultivasi.
***
Munculnya sosok misterius yang bersayap serta bertopeng bukan hanya menggemparkan klan Jian dan klan Liu saja melainkan seluruh provinsi Naga Petir bahkan bisa jadi terdengar ke provinsi lain.
Kekalahan klan Liu jelas terlalu mengejutkan, entah itu jumlah serta kekuatannya berada di atas klan Jian namun bukan hanya penyerangan mereka gagal, klan Liu juga mengalami kerugian yang sangat besar.
Sosok misterius bertopeng itu membuat klan Liu tidak berdaya, kabarnya mengatakan bahwa tidak ada yang selamat dari pasukan klan Liu yang menyerang klan Jian.
Hampir semua wilayah provinsi Naga Petir sudah mendengar cerita tersebut, beberapa orang menganggap bahwa itu hanya kebohongan yang dibuat klan Jian agar klannya ditakuti sementara beberapa orang yang lain masih ragu atas kabar tersebut.
Ketidak percayaan serta keraguan mereka cukup di wajari, bagaimanapun klan Liu adalah klan besar kedua di Provinsi Naga Petir, tidak mungkin klan Jian yang bukan klan besar bisa menang darinya.
Terlepas dari kabar-kabar yang beredar tersebut, nyatanya penyerangan itu benar-benar terjadi.
Salah satu orang yang mendengar kabar itu adalah Hong Gao, Ketua dari Organisasi Merpati Merah.
Ekspresi pria tua itu terkejut saat mendengar kabar dari bawahannya, ia yang pernah menyerang klan Jian jadi sedikit lebih percaya pada kekuatan klan menengah itu.
Kabar yang sama langsung ia ceritakan pada dua orang dari 12 Shio Pemburu, satu bertato Babi sementara satunya lagi bertato ular.
Hong Gao menceritakan kepada mereka karena takut rencana aliansi organisasinya gagal lagi.
Organisasi Merpati Merah belakangan ini memang cenderung menutup dirinya dari dunia luar, bahkan organisasi itu terlihat tidak bergerak selama beberapa bulan belakangan ini.
Tidak ada yang mengetahui bahwa sebenarnya Organisasi Merpati Merah sedang melakukan persiapan rahasia dalam membentuk aliansi yang lebih besar.
Berkat pengaruh dua orang dari 12 Shio Pemburu, kini hampir delapan puluh persen organisasi di provinsi sudah bekerjasama dengannya.
"Hm, sebenarnya ini benar-benar mengejutkanku tetapi menurutku beritanya terlalu dilebih-lebihkan, dia hanya seorang diri mengalahkan 3 orang Alam Langit lalu ribuan pendekar, jelas ini bualan belaka..." Orang yang memiliki tato ular menggeleng pelan, menolak percaya kabar tersebut.
"Meskipun hanya Alam Langit di tahap 3 dan 2 tetap saja membunuhnya bukan perkara mudah, untuk membunuh antara Alam Langit setidaknya mereka harus menggunakan seluruh trik agar bisa membunuhnya." Orang bertato Babi tidak kalah percaya dengan rekannya.
"Tenang saja, kau tidak perlu takut. Andai ia memang benar ada biar kami berdua yang melawannya. Kekuatanku juga sudah cukup menghabisinya." Orang bertato Ular mengibaskan tangannya, tidak mau membahas yang tidak perlu.
Hong Gao tidak terlalu mengerti namun melihat kepercayaan diri kedua orang itu membuatnya senang dan bernafas lega.
"Jadi apa yang akan kau rencanakan selanjutnya mengenai aliansi organisasimu?" Orang bertato Ular bertanya lagi.
"Aliansi organisasi kita sudah kuat, sebagian besar organisasi di provinsi Naga Petir sudah berada di tangan kita. Aku hanya membutuhkan waktu sedikit lagi agar semuanya ikut bergabung..."
Kedua orang itu mengangguk, "Baik, aku akan memberikan waktu lagi, jangan menunggu lama lagi karena aku tidak punya banyak waktu disini terus."
Hong Gao mengangguk mengerti, ia memang membutuhkan waktu sedikit saja agar persiapannya menguasai provinsi Naga Petir bisa tercapai seluruhnya.