
Jian Chen tidak perduli dengan pandangan pasukan klan Chu, ia terus mengayunkan pedangnya dan menghabisi pasukan organisasi.
Tidak ada yang berani bertukar serangan dengan Jian Chen, pasukan organisasi memilih langsung menjaga jarak dengannya atau kabur.
"Kalian ingin lari, tidak akan semudah itu-!" Jian Chen menarik nafasnya sebelum melakukan teknik pedang pernafasan. "Teknik Pedang Gerhana — Cerminan Tetesan Hujan!"
Jian Chen berpecah menjadi dua belas tubuh, aksi yang membuat pasukan organisasi melotot melihatnya begitu juga pihak pasukan klan Chu.
Teknik Jian Chen seperti ilusi bahkan semua yang melihatnya beranggapan demikian jika saja tidak salah satu dari cerminan tubuhnya sungguhan telah membunuh pasukan organisasi.
Dalam waktu beberapa detik Jian Chen berhasil membunuh puluhan lawannya lagi, setiap langkahnya menimbulkan jejak darah.
"Dia bukan manusia, dia monster!"
"Semuanya lari, selamatkan nyawamu-!"
Tanpa peduli lagi dengan penyerangan ini, pasukan organisasi yang tersisa langsung mencoba melarikan diri dari Kota Qianshan secepatnya.
Aksi Jian Chen benar-benar menimbulkan trauma bagi lawannya, pasukan klan Chu saja sampai menghentikan pertarungan sambil menarik nafasnya dengan hati-hati.
Walaupun mereka mengetahui Jian Chen ada di pihaknya namun sulit untuk menghentikan getaran pada tubuh mereka yang ketakutan.
"Apa yang kalian tunggu, cepat kejar mereka!"
Jian Chen melirik pada pasukan klan Chu dengan tatapan dingin, perkataan Jian Chen membuat mereka tersadar dan buru-buru mengejar klan Chu yang kabur, mereka tidak berani bersitatap dengan Jian Chen terlalu lama apalagi membantah kata-katanya, mereka takut Jian Chen akan membunuhnya di detik itu juga.
Pasukan klan Chu yang mengejar berhasil memukul mundur pasukan organisasi lebih jauh lagi dari pemukiman penduduk sehingga para warga mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan diri.
Melihat pasukan organisasi semakin menjauh Jian Chen tidak langsung mengejar mereka melainkan menoleh ke satu arah.
"Ya'er, kamu fokuskan melindungi para warga sementara aku akan bergerak ke daerah lain untuk membasmi pasukan musuh!"
"Aku mengerti, sisanya biar aku yang urus..." Jian Ya mengecup pipi Jian Chen. "Mohon berhati-hatilah, aku sangat mengkhawatirkanmu..."
Jian Chen mengangguk pelan, ia kemudian melesat ke darah sisi kota yang lebih dalam, Jian Chen tidak akan membiarkan pasukan organisasi bertindak seenaknya disini.
Dengan kecepatannya, Jian Chen dengan cepat sampai ke titik kota yang banyak pasukan organisasinya. Dibandingkan dengan sebelumnya pasukan organisasi disini hampir mencapai ribuan lebih.
Tangan Jian Chen yang memegang pedang asura bergetar hebat, kemarahannya sudah semakin memanas ketika melihat banyaknya warga penduduk yang telah tewas.
"Akan aku pastikan kalian semua akan terkubur malam ini..."
Jian Chen menyentil keningnya, sebuah simbol tiba-tiba muncul di dahi Jian Chen diikuti mata emasnya yang semakin bersinar.
Tubuh Jian Chen juga memancarkan cahaya keemasan, ini adalah teknik yang sama yang ia gunakan saat melawan lima gadis kembar di makam kuno, teknik dari tubuh Raja Cahaya.
Jian Chen bergerak cepat bagai teleportasi saat muncul diantara salah satu pasukan musuh, pedang asura sudah bercahaya keemasan dan dalam sekali ayunan pedangnya, membuat tubuh pasukan organisasi terpotong seperti tahu.
Pedang cahaya Jian Chen memiliki panas yang tinggi, ditambah memakai pedang asura membuatnya dapat dengan mudah memotong apapun.
"Kau pikir bisa bertindak sesukamu!"
Beberapa pendekar mencoba menghentikan aksi pembunuhan Jian Chen yang semakin menimbulkan banyak korban, empat Alam Hampa dan dua Alam langit mencoba menghadang Jian Chen.
"Ingin menghalangiku dengan jumlah, tidak akan semudah itu-!"
Jian Chen mengayunkan pedangnya yang menciptakan pedang energi cahaya, pedang itu hendak di tahan oleh empat Alam Hampa dan dua Alam Langit namun tindakan tersebut justru membuat tubuh mereka langsung terbagi menjadi dua.
Dengan mudah energi cahaya Jian Chen melewati tubuh keenamnya, membunuh mereka dalam sekali serangan.
Aksi Jian Chen membuat pertarungan disekitarnya langsung terhenti sesaat, semua pandangan tertuju padanya terutama pasukan organisasi.
Pendekar yang Jian Chen bunuh sebelumnya adalah Ketua organisasi mereka baik organisasi kecil, menengah ataupun organisasi besar yang bergabung dengan aliansi.
Melihat Jian Chen menghabisi ketuanya tanpa kesulitan berarti menunjukkan kekuatannya yang berada di ranah alam tinggi.
Jian Chen nyatanya tidak berhenti di sana melainkan terus membunuh pasukan organisasi tanpa henti, darah mulai tergenang dan membasahi tanah di sekitarnya.
Pasukan organisasi merasa cukup untuk bergerak maju, ketakutan tampak di wajah mereka melihat pembantaian yang Jian Chen lakukan.
Pasukan organisasi tidak akan pernah berpikir bahwa ada sosok pendekar semenakutkan Jian Chen di kota Qianshan. Pembantaian yang mereka pikir akan dilakukan justru rekan-rekannya yang menjadi korban pembantaian.
Pasukan organisasi langsung mencoba kabur, tidak memperdulikan nasib rekannya yang sedang meminta pertolongan.
Jian Chen ingin mengejar mereka namun sesaat ia merasakan sesuatu dan langsung menoleh ke atas langit.
Terlihat di atas sana ada dua orang yang sengaja melepaskan tekanan aura pembunuhnya yang di arahkan pada Jian Chen, seolah hal tersebut adalah peringatan untuknya agar tidak bertindak lebih jauh lagi.
Jian Chen tersenyum sinis, tidak menyangka ada seorang pendekar Alam Langit Tahap 7 disini.
"Pantas saja organisasi-organisasi ini berani menyerang ibukota, ternyata mereka dibantu oleh seseorang..."
Jian Chen yakin meski organisasi para kriminal berkumpul dan membentuk sebuah aliansi, kekuatan mereka tidak akan cukup untuk mengalahkan klan besar seperti klan Chu.
Melihat keduanya yang berada di Alam Langit tahap 7 jelas menandakan dua orang tersebut bukan pendekar biasa.
Di kekaisaran Naga hanya segelintir orang yang mencapai kultivasi tersebut dan semuanya sangat terkenal, hanya ada beberapa pendekar misterius di Kekaisaran Naga yang menyembunyikan identitasnya yaitu anggota dari para Shio Pemburu.
Jian Chen segera melesat ke atas langit dan dalam waktu cepat sudah berdiri di hadapan dua orang itu. Kecepatan Jian Chen terbang membuat kedua orang itu sedikit bereaksi.
"Tatto Babi dan Tatto ular, sudah kuduga para Shio terlibat dalam penyerangan ini..." Jian Chen menghela nafas saat melihat ada tato ditubuh Yanba Hua dan Shio Ular.
"Kekuatanmu sangat unik dan juga tinggi, biar kutebak apakah kau pendekar misterius itu?" Tanya Shio ular.
"Hm, aku tidak mengerti pendekar misterius mana yang kau maksud namun kedatangan kalian kesini cukup mengusikku..." Jian Chen menggeleng pelan, menenangkan emosinya yang mulai naik lagi. "Lupakan saja, aku akan membunuh kalian disini, kebetulan aku berniat untuk mencari kalian sejak tadi..."
Tanpa berkata-kata lagi Jian Chen langsung mempersempit jarak antara keduanya, Shio Babi dan Shio Ular mengeluarkan pusaka mereka masing-masing dan menghadapi Jian Chen.