Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 185 — Klan Liu Menyerang


Dengan kitab dari ibunya, walau hanya berlatih beberapa minggu saja Jian Ya mengalami kemajuan dalam beladirinya.


Kultivasinya telah meningkat satu tahap berkat petunjuk kitab itu, belum lagi ia telah menguasai berbagai teknik elemen yang selama ini ingin ia kuasai.


Jian Ya ingin berlatih lebih lama namun sebuah utusan surat datang kepadanya.


Jika itu surat dari orang lain mungkin Jian Ya bisa membacanya nanti tetapi berbeda kasusnya jika surat tersebut berasal dari Miou Lin.


Meski tidak bisa dibilang keduanya bersahabat namun hubungan Jian Ya dan Miou Lin bisa dibilang lumayan akrab, pada saat yang sama sebab Miou Lin lah klan Jian bisa bekerjasama dengan klan Miou.


"Kenapa Tetua Lin tidak memakai merpati surat untuk mengirimkannya?" Tanya Jian Ya pada pengutus surat itu dengan bingung.


Pengutus surat itu berasal dari Asosiasi, hal ini jarang terjadi karena biasanya Miou Lin akan menggunakan merpati jika mau mengirim pesan padanya.


"Maaf Nona Jian, menurut Tetua Lin surat yang hamba bawa sangat penting dan rahasia, terlalu beresiko jika menggunakan merpati."


Menggunakan merpati emas untuk membawa surat memang lebih cepat sampai tujuan namun ia juga mempunyai kekurangan contohnya surat tersebut dapat terambil oleh orang lain.


Di beberapa kasus, ada beberapa orang yang mengincar burung merpati surat hanya untuk menemukan sebuah informasi.


Jian Ya membuka surat itu setelah pengutus asosiasi sudah mengundurkan diri. Usai membacanya ekspresi Jian Ya menjadi tegang sekaligus pucat, tidak menunggu waktu lama ia langsung melaporkan hal ini pada ayahnya.


***


Jian Fengxa langsung melakukan rapat darurat atas laporan putrinya, ia juga sudah membaca surat Miou Lin itu.


Suasana ruang rapat seketika menjadi hening setelah Jian Fengxa memberitahukan tentang rencana klan Liu yang akan menyerang klan Jian.


Semua Tetua klan Jian terdiam beberapa saat, jelas ini situasi diluar dugaan mereka, masalahnya mereka tidak punya


solusi untuk masalah ini.


"Dalam surat Tetua Lin juga, Ketua klan Miou akan memberikan bantuan segera ke klan Jian dengan mengirimkan beberapa pendekar, hanya saja untuk bertahan apalagi menenangkan peperangan ini masih mustahil dilakukan."


Jian Fengxa sudah membaca kekuatan dan jumlah yang akan dikirimkan klan Liu, pasukan mereka sudah cukup meratakan klan besar


"Mereka mungkin mengincar tambang emas kita, satu-satunya solusi untuk masalah ini kita akan membiarkan tambang itu di rebut dan penduduk klan Jian akan dipindahkan ke tempat lain..."


"Ketua, kami tidak bisa melakukan itu..." Salah satu Tetua langsung berdiri mendengar keputusannya. "Kita dan leluhur klan sudah lama tinggal disini, pindah begitu saja jelas penghianatan bagi leluhur kita, lebih baik mati membela tanah air daripada menyerah pada musuh!"


Ucapan Tetua itu di angguki oleh Tetua yang lain, mereka tidak bisa mundur begitu saja.


Jian Fengxa memijat kepalanya, andai ia bukan Ketua klan mungkin akan sutuju mendengar perkataan tersebut, masalahnya ia harus memikirkan berbagai aspek terutama penduduknya.


Tidak semua klan Jian adalah seorang pendekar, belum lagi ada yang anak-anak dan orang tua yang sudah sepuh. Bertahan dari serangan begitu saja jelas bisa membuat mereka terbunuh.


Di satu sisi semua pendekar yang bergaris keturunan klan Jian mungkin akan bertahan dan membela klannya tetapi di sisi lain ia juga harus mengungsikan penduduk klan Jian yang tidak bersalah.


"Aku mengerti perasaan kalian tapi andai kita semua bertahan disini, klan Jian akan musnah seluruhnya. Mundurnya kita bukan berarti kalah, lebih tepatnya membela agar klan Jian masih bisa tetap hidup."


Meski Jian Fengxa berbicara dengan menggebu-gebu dan keyakinan, tetap saja solusi yang di katakannya tidaklah mudah untuk di terima.


Di sisi lain, klan Jian juga tidak bisa mencari solusi terlalu lama karena waktu mereka terbatas.


Dua hari berlalu setelah rapat tersebut, klan Jian kedatangan beberapa ratusan pendekar yang berasal dari klan Miou serta puluhan pendekar klan yang lain.


Berkat jaringannya yang luas, Miou Fan telah berhasil mendapat bantuan dari klan-klan lain serta membayar beberapa pendekar untuk di kirim kesana.


Kedatangan ratusan pendekar itu membuat penduduk klan Jian yang tidak mengetahui apa-apa jadi kebingungan serta merasa ada janggal.


Biarpun tidak mengetahui tujuan mereka, tapi penduduk klan Jian tidak bodoh untuk merasakan ketidaknormalan situasi klannya.


Salah satu Tetua klan Miou dikirimkan untuk perwakilan ratusan pendekar itu, ia datang pada Jian Fengxa dan mengatakan bahwa pendekar-pendekar yang di bawanya siap menerima perintahnya.


"Terimakasih, kami sangat berhutang budi pada klan Miou. Suatu saat nanti klanku akan membalas kebaikan kalian..." Jian Fengxa membungkukkan badannya pada Tetua klan Miou itu.


"Ketua Jian, tidak perlu. Klan Miou memang sepatutnya membantu sesama rekan bisnis..."


Jian Fengxa tersenyum tipis, jelas-jelas ini di luar sebuah bisnis, walaupun hubungan klan Jian sangat baik dengan klan Miou namun mencampuri urusan klan adalah dua hal berbeda.


Meski tidak tahu alasan klan Miou membantu klannya, ia sangat berterimakasih dengan adanya mereka.


Jian Fengxa kemudian menjelaskan rencananya klannya bahwa ia ingin mengungsikan semua penduduknya dua hari lagi sekaligus mengumumkan tentang penyerangan ini.


Dengan adanya ratusan pendekar dari klan Miou, Jian Fengxa meminta mereka untuk membantu mengungsikan penduduk klannya bukan untuk melawan musuh.


Jian Fengxa terlambat menyadari bahwa keputusannya memundurkan berita penyerangan klan Liu ke semua warganya adalah tindakan yang salah.


Beranggapan klan Liu membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyiapkan pasukan sebesar itu justru mereka dapat menyiapkannya dalam waktu beberapa hari saja.


Tepat malamnya, di klan Jian yang damai sesuatu yang besar terjadi. Ribuan orang datang dan menyerbu klan Jian.


***


Ribuan pendekar dari sekutu klan Liu sudah bergerak setelah para petingginya menyatakan akan menyerang klan Jian.


Tepat setelah tiga hari keputusan besar itu dibuat, tanpa persiapan yang terlalu matang pasukan Klan Liu serta sekutunya sudah mulai menuju klan Jian dengan niat berperang dengan mereka.


Tujuan klan Liu memang tambang emas klan Jian namun para pendekar yang ikut serta sebenarnya memiliki tujuannya masing-masing, selain menginginkan harta benda, mereka juga berharap mendapatkan para gadis klan Jian jika kondisinya memungkinkan.


"Bukankah ini terlalu berlebihan, menyerang klan menengah dengan bantuan tiga pendekar Alam Langit? Pasukan kita saja sudah cukup melenyapkan mereka..."


Salah satu pendekar bertanya pada rekannya ketika di perjalanan menuju penyerangan klan Jian, pendekar itu berasal dari klan kecil yang bergabung dengan klan Liu.


"Berlebihan kepalamu! Kita tidak mengetahui kekuatan pasukan lawan sampai titik mana, meski pihak kita bakal menang telak, dengan adanya ketiga pendekar Alam Langit minimal jumlah korban pihak kita bisa berkurang." Jawab rekannya itu dengan dengusan kesal.


Pendekar yang bertanya menggaruk kepala, ia menoleh ke atas langit dan melihat 3 orang sepuh sedang melayang di atas pasukan mereka.


Tiga orang itu semua adalah Ketua-ketua klan yang sangat terkenal di Provinsi Naga Petir, dengan adanya ketiganya yang bergabung, orang awam sekalipun akan mengetahui hasil akhir klan Jian bagaimana.