
Jian Chen tidak langsung pergi dari ruangan itu melainkan mengambil cincin ruang yang ada di setiap tangan tengkorak ketika baru beberapa saat menyadarinya.
Meski tengkorak itu sudah hampir ratusan tahun di sana tetapi cincin ruang mereka tidak mengalami kerusakan.
Jian Chen mulai mengeluarkan satu persatu isi dari cincin ruang mereka, ia berharap ada barang berharga didalamnya namun setelah beberapa jam berlalu Jian Chen tak menemukan apapun yang diharapkannya.
Rata-rata isi cincin tengkorak itu adalah senjata berkualitas rendah, beberapa pusaka tingkat bawah, pil-pil sumber daya yang memang tidak berguna untuk Jian Chen serta uang yang jumlahnya tidak seberapa.
"Apa-apaan, semua ini hanya sampah..." Jian Chen menggerutu kesal, ia tak menyembunyikan kekecewaannya ketika tumpukan harta benda didepannya tidak ada yang berguna.
"Aku yakin pasti ada sesuatu yang berharga disini, tidak mungkin para pendekar hanya membawa barang rendahan seperti ini.." Jian Chen terus berkutat dan mengeluarkan semua cincin ruang itu satu persatu.
Lily dari dalam tertawa mengejek, "Kau tau, sepertinya kau lebih pantas menjadi pemulung daripada jadi pendekar."
Jian Chen mendengus tetapi tidak menanggapi ejekan Lily, ia terus berusaha mencari barang berharga sampai 3 jam kemudian ketika tiba-tiba pemuda itu menjerit.
"Tidak mungkin! Bagaimana, bagaimana benda ini ada disini?!" Jian Chen tidak menyembunyikan keterkejutannya lalu buru-buru mengambil benda tersebut untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
Benda yang Jian Chen ambil berupa benda berbentuk kubus dengan ukuran segenggam telapak tangan. Didalam kubus tersebut ada secercah cahaya yang berkelap-kelip seperti bintang malam.
Sekilas bagi orang lain kubus itu seperti hiasan yang indah dan menakjubkan namun bagi Jian Chen yang mengetahuinya jelas berbeda.
Kubus cahaya itu yang tak lain adalah sumber daya paling berharap bagi Kultivasi Dewa Cahaya, lebih spesifiknya didalam kubus itu ada jutaan cahaya yang terperangkap.
Alasan Jian Chen bisa mencapai kekuatan di ranah Alam Langit saat usia 25 tahun di kehidupan sebelumnya karena menyerap kubus cahaya tersebut.
Guru Jian Chen memberikan beberapa kubus cahaya itu yang membuat kultivasinya melonjak dengan sangat cepat.
"Aku tidak mengetahui kenapa kau ada disini tetapi ini memang benar-benar kau..." Jian Chen tersenyum lebar.
Walaupun hanya satu kubus cahaya Jian Chen yakin bisa menerobos ke alam Dewa Cahaya Semi Kristal.
Jian Chen mencoba mencari kubus yang lain namun tidak ada lagi, ia akhirnya memutuskan berkultivasi di makam itu sementara waktu.
Jian Chen duduk bersila di atas batu yang sebelumnya digunakan menyimpan pedang, salah satu tangannya memegang kubus tersebut sebelum ia memejamkan mata dan mulai menyerap cahaya didalam kubusnya.
Waktu terus berlalu ketika Jian Chen bertapa, disisi yang sama satu persatu meridiannya mulai terisi oleh cahaya.
Tidak membutuhkan waktu lama hingga Jian Chen berhasil menerobos ke alam Dewa Cahaya selanjutnya.
Sebuah percikan petir emas muncul di sekitar tubuhnya lalu membentuk sebuah naga emas yang panjang dan besar. Naga itu menjadi hidup, ia bergerak-gerak memutari Jian Chen di ruangan tersebut.
"Rawrrr..."
Naga itu membuka mulutnya sebelum mengaum dengan keras hingga menggetarkan seisi makam. Teriakan yang sama bisa terdengar sampai keluar makam.
Tidak hanya sekali melainkan beberapa kali, makam itu hampir dibuat roboh oleh auman keras sang Naga.
Naga emas menatap Jian Chen yang masih duduk bersila dan menutup mata, Naga itu menggeram lalu bergerak ke arahnya sebelum masuk kedalam tubuh Jian Chen.
Jian Chen akhirnya membuka matanya setelah Naga itu menghilang. Senyuman terukir di wajahnya saat mengetahui kekuatannya telah melonjak cukup drastis.
Alam Dewa Cahaya Semi Kristal menyamai kultivasi seseorang yang berada di puncak Alam Bumi.
Jian Chen akhirnya memutuskan pergi dari makam kuno tersebut setelah tidak ada lagi yang berharga didalamnya.
***
Tanpa Jian Chen ketahui, saat dirinya menerobos di makam kuno tersebut, ia bukanlah satu-satunya orang yang ada di sana.
Lima kembar saudara Lan telah masuk dengan cara yang sama yaitu menyusup diam-diam, dengan menggunakan teknik unik mereka, tidak sulit untuk masuk ke makam itu tanpa diketahui para penjaga.
Lima saudara Lan mulai menuruni anak tangga dan tiba di ruangan pertama yang dimana para pengunjung sebelumnya banyak yang terbunuh disana.
Kelimanya sudah bersiap untuk bertarung karena menyadari akan ada sesuatu yang berbahaya namun setelah sampai di ruangan itu yang mereka lihat justru membuat kelimanya terkejut sampai menutup mulut.
Mereka menemukan banyak jasad tikus tanah yang sudah tergelatak dimana-mana sampai memenuhi ruangan tersebut.
"Ini... Siapa yang melakukannya?" Lan Lingling terkejut sekaligus ngeri ketika lautan tikus ada disekelilingnya.
"Mereka sepertinya telah dibunuh oleh seseorang, darah yang keluar masih segar ini berarti pembantaian tidak terlalu lama terjadi." Lan Qiaoqiao mengamati jasad tikus tanah lebih teliti.
"Jadi menurut Kak Qiao bahwa ada seseorang yang telah masuk ke makam ini sendirian? Tapi bukankah hari ini tidak ada yang boleh masuk ke makam karena Pangeran provinsi ini akan kesini?"
Lan Qiaoqiao juga berpikir demikian, satu yang terbesit di kepalanya bahwa orang itu masuk ke makam dengan cara menyusup seperti dirinya.
Lan Qiaoqiao kemudian mengajak empat saudarinya untuk terus bergerak setelah melihat ada lorong yang terhubung ke ruangan lain.
Mereka bisa melihat ada jebakan di lorong tersebut, sama seperti Jian Chen mata Lima Lan bersaudara juga mempunyai keistimewaan tersendiri sehingga dapat mudah masuk ke ruangan berikutnya.
Hal yang mereka lihat dari ruangan kedua hanyalah sebuah ruangan kosong yang luas. Salah satu dari mereka yaitu Lan Yueyue menemukan ada satu koin emas yang tergeletak di lantai.
'Ruangan ini belum terjelajahi oleh para pengunjung yang lain tetapi kenapa ada uang koin disini?' Lan Yueyue keheranan dengan koin emas itu tetapi tidak memikirkannya lebih jauh.
"Apa makam ini hanyalah makam biasa yang kosong, sepupu pertama. tidak mungkin ada sebuah jebakan jika didalamnya tidak ada sesuatu yang dijaga..." Tanya Lan Yueyue kemudian.
Lan Qiaoqiao ingin menanggapi hal itu tetapi tiba-tiba ada sebuah suara auman keras dari ruangan makam yang lebih dalam.
Suara itu terdengar mengerikan dan membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ketakutan. Tidak ada hewan buas atau siluman yang memiliki suara auman seperti itu.
Wajah mereka langsung pucat, tubuh mereka bahkan tidak berhenti untuk bergetar saking takutnya.
Baru setelah auman itu berhenti mereka bisa mengambil nafas meski kewaspadaan mereka tidak menurun.
Tak berangsur lama mereka menenangkan diri ada suara derap langkah seseorang yang terdengar dari lorong selanjutnya yang membuat kewaspadaan Lima gadis itu kembali memuncak.
Suara semakin terdengar jelas menunjukkan bahwa orang itu mendekat pada arah mereka.
Lan Qiaoqiao dan empat saudarinya langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing bersiap akan pertempuran atau sesuatu yang buruk namun ketika orang di lorong itu terlihat, serentak kelimanya menurunkan senjatanya dengan wajah terkejut.
Orang di lorong itu sama terkejutnya ketika melihat lima gadis kembar yang seiras dan memiliki wajah cantik.
"Saudara Jian, anda juga disini?" Lan Qiaoqiao yang pertama kali menanggapi membuat pemuda itu menggaruk kepala sebelum tersenyum dengan canggung.