Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 193 — Elemen Lagenda


Liu Zhi begitu terkejut ketika ada pilar cahaya yang tiba-tiba menembak ke atas langit, belum pulih dari keterkejutannya, ia melihat sosok misterius keluar dari cahaya itu.


Sosok misterius itu memiliki tiga pasang sayap, berambut perak serta memakai topeng di wajahnya, yang membuat Liu Zhi jauh lebih terkejut lagi adalah kekuatan yang di keluarkan pendekar bertopeng misterius itu saat membunuh salah satu pasukannya.


Belum Liu Zhi mencari tahu kekuatan pendekar bertopeng itu ia dikejutkan dengan kedatangannya ke arahnya.


Kecepatan terbang pria bertopeng misterius itu sangat cepat, kurang dari tiga detik ia sudah berada di depannya.


***


Liu Zhi menatap Jian Chen dari bawah ke atas tetapi tidak bisa meraba kultivasi pemuda itu. Ia juga sesekali melirik ke belakang sayapnya yang berwarna perak yang indah.


Kedua pendekar Alam Langit didekat Liu Zhi hanya terdiam, mereka tidak tahu harus berbuat apa karena tidak mengetahui Jian Chen di pihak lawan atau kawan namun yang pasti pemuda bertopeng di depan memancarkan energi kuat di tubuhnya.


Liu Zhi pertama kali berbicara sambil membungkukkan badan. "Pendekar boleh kutahu kenapa anda kesini? Mungkinkah ada kesalahpahaman?"


Pertanyaan Liu Zhi tidak di respon oleh Jian Chen membuat pria sepuh itu kebingungan harus berbicara apa, Liu Zhi kembali membungkukkan badannya.


"Pendekar, namaku Liu Zhi, aku berasal dari klan Liu yang memimpin penyerangan ini. Kami hanya menginginkan tambang emas klan Jian..."


Kali ini perkataan Liu Zhi mendapatkan reaksi dari Jian Chen yaitu sebuah gerakan pedang.


Melihat Jian Chen memasang posisi bertarung membuat Liu Zhi buru-buru mengambil jarak beserta kedua pendekar di dekatnya.


"Pendekar, apa kau ingin jadi lawan kami?!" Liu Zhi berkata dingin, tidak ada lagi nada hormat pada Jian Chen.


Meski Jian Chen memancarkan kekuatan yang hebat di tubuhnya tetapi Liu Zhi tidak takut jika bertarung, terutama karena di belakangnya ada dua pendekar Alam Langit yang membantu.


Jian Chen tanpa aba-aba dan kata-kata langsung bergerak maju, Liu Zhi tidak tinggal diam, ia menarik dua pedang pusaka di pinggangnya begitu juga dengan dua pendekar di sampingnya.


Liu Zhi dan dua pendekar Alam Langit menyerang Jian Chen bersamaan, tidak membiarkan pemuda itu mengambil nafas walau hanya sesaat.


Secepat apapun Jian Chen memainkan pedangnya ia tidak bisa melawan empat pedang yang bergerak cepat bersamaan ke arah tubuhnya.


Liu Zhi berpikir Jian Chen akan memilih posisi bertahan karena harus sibuk menahan ayunan pedang namun yang dilakukan justru di luar dugaan mereka.


Jian Chen tidak berusaha menangkis serangan yang ada, ia justru memfokuskan untuk menyerang dan membiarkan beberapa tebasan pedang mengenai tubuhnya.


Situasi ini membuat Liu Zhi mengerutkan dahinya bingung. "Kenapa dengannya? Apa dia gila hanya memfokuskan menyerang tanpa peduli luka di tubuhnya?"


Liu Zhi berpikir Jian Chen mengalami masalahnya dengan otaknya karena ketika ia melukai tubuh pemuda itu Jian Chen terlihat tidak peduli dan hanya memfokuskan terus menyerang.


Perlahan-lahan luka di tubuh Jian Chen mengalami pendarahan, Liu Zhi tersenyum lebar, ia pikir pertarungan ini akan menyusahkannya tetapi melihat Jian Chen terus menyerang tanpa mengobati luka, tidak menunggu waktu lama hingga Jian Chen kehabisan darah dan gugur.


Liu Zhi maupun dua pendekar di dekatnya hanya sesekali menangkis serangan Jian Chen, setelah itu menyerang balik dan memberikan luka lainnya.


Senyuman Liu Zhi perlahan memudar melihat darah yang keluar dari luka Jian Chen perlahan berhenti sebelum lukanya menutup kembali.


Liu Zhi memberikan serangan yang membuat goresan panjang di dada Jian Chen, hasilnya cukup mengejutkan, luka Jian Chen langsung menutup sendiri dalam satu kedipan mata.


Kedua pendekar di dekatnya juga baru menyadari hal itu, mereka berusaha melukai Jian Chen lebih banyak tetapi hasilnya tetap sama, luka-luka di tubuh Jian Chen menutup secara tak kasat mata.


"Apa dia mempunyai kemampuan meregenerasi tubuhnya?"


Tidak peduli Jian Chen di serang dari mana, pemuda bertopeng itu tetap bisa menyembuhkan lukanya.


Di saat ketiganya bingung dengan situasi yang terjadi Jian Chen tetap menyerang mereka bertiga. Mereka terlambat menyadari perlahan-lahan senjata pusaka ketiganya sudah tercipta retakan halus setiap kali menangkis pedang Jian Chen.


"Kau!?"


Melihat pedang pusakanya mulai rusak Liu Zhi dan kedua pendekar di dekatnya langsung mengambil jarak.


Pusaka mereka merupakan pusaka kelas langit yang tak bisa dirusak begitu saja, ketiganya hanya beberapa kali menangkis pedang Jian Chen namun pedang itu sudah cukup mengalami retakan halus.


Ayunan pedang Jian Chen juga tidak terlalu kuat, seharusnya pusaka mereka tidak mudah rusak seperti ini.


Jian Chen tidak tinggal diam begitu saja, ia melepaskan gelombang-gelombang pedang sambil mendekatkan jarak keduanya.


Ketiganya menangkis gelombang pedang itu namun tidak berpikir gelombang yang tidak terlalu kuat itu juga bisa membuat retakan lainnya pada pusakanya.


"Hah? Apa yang terjadi sebenarnya?"


Liu Zhi tidak bisa bertarung jika seperti ini terus, ia tidak mau kehilangan pusaka berharganya yang telah menemaninya selama ini.


Liu Zhi ingin menjaga jarak dengan Jian Chen namun disisi lain kecepatan yang di tunjukkan pemuda itu terlalu cepat membuatnya tak bisa menjauh.


Kedua pendekar Alam Langit di dekatnya juga tidak jauh berbeda. Ketiganya mulai kewalahan karena menyerang atau bertahan tidak membuat ketiganya unggul.


Tidak membutuhkan waktu lama salah satu dari ketiganya yang memiliki kualitas pusaka tinggi hancur berkeping-keping.


Pendekar itu segera mengambil jarak cukup jauh dengan wajah pucat, Liu Zhi yang tidak mau pusakanya di kondisi demikian sehingga ia mendorong tubuh Jian Chen dengan teknik angin yang di keluarkan pedangnya.


Tubuh Jian Chen mengalami luka akibat gelombang angin itu tetapi seketika lukanya langsung tertutup kembali. Jian Chen masih dalam kondisi tenang.


"Apa-apaan kekuatannya, semua serangan yang di keluarkannya tidak kuat atau cepat tapi pusaka tinggiku bisa mengalami kerusakan yang besar. Ini tidak bagus..."


Liu Zhi dan kedua pendekar itu tidak melihat lebih teliti karena terlalu fokus dengan keadaan pusakanya sampai tidak menyadari tebasan-tebasan yang merobek jubah Jian Chen sudah tidak terlihat.


Benar, bukan hanya luka Jian Chen tetapi pakaian yang dikenakannya juga kembali menutup semula, tidak ada yang menyadari hal itu kecuali seseorang yang berada di tubuh Jian Chen dan menonton pertarungan mereka sejak tadi.


Orang itu adalah Lily, tubuh gadis itu bergetar hebat dengan nafasnya turun naik saat menyadari sesuatu.


"Jian Chen ini, dia, dia, tidak mungkin...!" Lily beberapa kali memastikan pandangannya tidak salah namun yang di lihatnya sungguh sangat nyata.


Ada satu hal yang Lily tidak jelaskan pada Jian Chen mengenai tentang elemen, di antara kelas-kelas elemen dari yang umum hingga sampai langka, ada satu lagi tingkatan elemen yang belum ia ceritakan.


Lily bukannya tidak mau menjelaskan pada Jian Chen lebih tepatnya ia merasa itu tidak perlu.


Salah satu tingkatan elemen sesudah elemen kelas langka adalah elemen legenda.


Berbeda dengan elemen langka yang hanya beberapa jenis saja, elemen legenda cuma memiliki satu elemen.


"Elemen waktu..." Lily berkata terbata-bata melihat Jian Chen terus mengambil tubuhnya di masa lalu untuk menyembuhkan lukanya "Elemen yang telah hilang sejak ratusan ribu tahun yang lalu..."