Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 301 — Kekacauan Ibukota Qianshan V


Jian Chen memainkan pedangnya lebih lincah lagi hingga dua ketua itu kesulitan untuk menerima serangannya.


Gu Bu merasakan ada jarak kekuatan yang signifikan antara ia dan Jian Chen, dalam beberapa pertukaran jurus saja ia merasakan kekuatan Jian Chen yang berada di luar jangkauannya.


Merasa bakal kalah dan mungkin terbunuh, pria buncit itu mencoba berkomunikasi dengan Jian Chen. "Tunggu dulu, aku tidak mengetahui siapa namamu dan aku juga bukan musuhmu, bisakah kita berkomunikasi sebentar?"


"Komunikasi? Kurasa tidak, aku adalah musuh kalian maka sudah cukup kita saling bertarung dan membunuh bukan?" Jian Chen tersenyum lebar.


"Aku adalah ketua organisasi Bulu Agung, mempunyai kekayaan yang melimpah didalamnya, selama kau membiarkan aku hidup aku akan memberikan apa yang anda minta."


"Sayang sekali aku tidak lagi membutuhkan uang sekarang..." Jian Chen tertawa kecil sebelum pandangannya berubah jadi dingin. "Cukup basa-basinya, aku tak bisa membiarkan kalian hidup atau akan ada banyak korban yang seperti ini terulang kembali!"


Kejadian penyerangan ibukota Qianshan adalah contoh nyata bagaimana pemerintah klan Chu malah membiarkan para organisasi ini semakin berkembang yang berakibat penyerangan pada kota.


Jian Chen tidak bisa membiarkan keempatnya hidup, dengan terbunuh ketua mereka Jian Chen yakin organisasi-organisasi itu akan bubar atau selesai.


Tentu saja Jian Chen sadar, seberapapun ia berusaha menghentikan kejahatan di dunia ini maka perjalannya akan panjang dan tidak memiliki ujung yang pasti. Dunia ini memiliki keseimbangan tersendiri, bagai sebuah koin, kejahatan dan kebaikan adalah dua sisi yang berlawanan namun akan tetap ada dan saling melengkapi.


Jian Chen meningkatkan kekuatan pedangnya sekali lagi, pedang Gu Bu yang sudah dipenuhi retakan tak bisa menahan ayunan pedang Jian Chen sehingga pedang pusakanya terpotong menjadi dua.


Ayunan pedang Jian Chen terayun kembali dan kali sasarannya adalah leher Gu Bu. Pria gendut itu tak bisa menahan serangan Jian Chen selanjutnya karena pusakanya telah hancur sehingga pedang Jian Chen berhasil memotong rapih lehernya.


Ekspresi Yue Xia berubah pucat seperti tidak ada darah yang mengalir, kematian Gu Bu membuat lututnya tiba-tiba terasa lemas.


Jian Chen ingin menyerang Yue Xia dan membunuhnya juga namun tiba-tiba gadis itu menaruh senjata pisau di sarungnya dan mulai memohon pada Jian Chen.


"Tuan pendekar tolong maafkan aku yang telah berada di jalan yang salah ini, bisakah anda membiarkan aku hidup beberapa saat dan memperbaiki segalanya, aku akan berubah menjadi orang baik..."


Pedang Jian Chen yang terayun mendadak berhenti, tidak menyangka gadis itu akan melakukan tindakan demikian.


Menyaksikan Jian Chen terdiam, Yue Xia melanjutkan ucapan selanjutnya kali ini disertai pujian. Yue Xia cukup yakin Jian Chen akan tergoda olehnya apalagi paras gadis itu bisa dikatakan manis menyamping umurnya yang melebihi nenek-nenek.


Umur Yue Xia sudah lebih dari seratus tahun namun wajahnya seperti gadis berusia 20-an, dengan teknik khususnya, ia bisa mempertahankan wajahnya agar tidak keriput namun sebagai gantinya ia memerlukan darah bayi.


Yue Xia mulai memasang wajah manis serta imut dengan nada sedikit memelas pada Jian Chen. "Tuan pendekar, jika anda tidak percaya padaku, aku akan menjadi budakmu seumur hidup. Aku akan— ."


Sebelum Yue Xia menyelesaikan kalimat dan rayuannya, Jian Chen sudah menebas kepala gadis itu.


"Kau bahkan lebih kejam dibandingkan ketua organisasi yang lain, monster pun lebih baik jika dibandingkan dengan dirimu..." Jian Chen mendengus dingin, menatap jasad nenek tua itu yang mulai jatuh ke bawah.


Jian Chen mengetahui bagaimana mengerikan kejahatan Yue Xia dimasa depan, setelah organisasi mereka semakin besar, organisasi gadis itu mulai menculik banyak bayi dari para warga setempat.


Sudah tak terhitung banyak korban yang ia lakukan membuat banyak orang tua mencari-cari keberadaan bayinya yang hilang tanpa sebab. Setelah penyelidikan yang lama barulah orang-orang mengetahui dalang dari semua terculiknya para bayi berkaitan dengan Yue Xia.


Jian Chen tidak menunggu lagi dan langsung membantu pertarungan Ketua klan Chu itu.


Hong Gao dan Dong Xu menjadi panik ketika Jian Chen mulai ikut bergabung, yang membuat mereka terkejut adalah kematian Yue Xia dan Gu Bu yang berhasil dibunuh olehnya dalam waktu relatif singkat.


Hong Gao berhadapan dengan Jian Chen sementara Dong Xu melawan Chu Di.


Kekuatan Hong Gao hanya berada di ranah Alam Langit tahap 4, jauh dari kekuatan Jian Chen sehingga dalam beberapa kali pertukaran serangan saja pria sepuh itu sudah dipenuhi banyak luka.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga Jian Chen membunuh Ketua organisasi merpati merah itu , orang yang telah menyerang klan Jian tersebut telah berhasil Jian Chen habisi dengan menusukkan pedangnya ke tenggorokannya.


Disisi yang sama, Chu Di juga sudah memojokkan Dong Xu dengan teknik dua pedangnya yang mematikan. Meski lebih lama dari Jian Chen namun akhirnya Chu Di berhasil membunuh lawannya.


Kematian keempat ketua organisasi itu hampir disaksikan oleh semua yang orang yang ada di Kota Qianshan terutama pasukan organisasi, melihat ketua mereka terbunuh, pasukan organisasi tidak melanjutkan penyerangan ini melainkan langsung berusaha kabur dan menyelamatkan diri.


"Saudara Pendekar, terimakasih atas ukur tanganmu membela kota, jika tidak ada bantuanmu aku akan kesulitan menghadapi mereka..." Chu Di menyatukan tangannya dan memberi hormat pada Jian Chen.


Chu Di sudah melihat kemampuan Jian Chen yang mengalahkan Yue Xia dan Gu Bu dengan sangat mudah, ia menyadari kekuatan pemuda itu lebih kuat darinya. Chu Di tidak yakin bisa menang melawan Jian Chen.


Jian Chen menggelengkan kepala pelan. "Ketua Chu, sebaiknya kita tunda dulu ucapan terimakasihnya. Meski penyerangan ini sudah berakhir kita tidak bisa membiarkan pasukan organisasi kabur atau penyerangan ini akan terulang kembali."


Jian Chen tidak menunggu jawaban Chu Di melainkan langsung melesat cepat ke arah pasukan organisasi yang mulai melewati perbatasan kota. Dengan terbangnya yang begitu cepat, ia berhasil menyusul dan menghadang mereka.


Langkah pasukan organisasi terhenti, wajah mereka pucat saat Jian Chen muncul dihadapan mereka dengan cara melayang di udara.


Jian Chen tersenyum lebar. "Kalian sudah kesini jadi tidak perlu repot-repot untuk kembali, aku akan mengantar kalian pulang untuk selamanya..."


Jian Chen melepaskan aura kematian serta hawa dingin ditubuhnya yang segera membuat pasukan organisasi kesulitan bernafas serta tubuhnya tidak bisa digerakkan.


Aura kematian Jian Chen berhasil membuat bulu kuduk mereka merinding hebat, perasaan terancam menyelimuti tubuh mereka.


Baru pertama kali para pasukan organisasi itu merasakan aura pembunuh yang demikian pekatnya sampai membuat lutut mereka menjadi lemas.


Jian Chen tidak menunggu lagi, ia mulai bergerak ke arah mereka dan memburu sebanyak yang ia bisa.


Permainan pedang Jian Chen begitu buas dan kejam, siapapun yang menyaksikannya akan dibuat merinding.


Chu Di yang melihat itu dari atas langit sampai menelan ludah dan berkeringat dingin. Perasaannya campur aduk namun ia mengerti bukan saatnya ia berdiam diri.


Chu Di mulai memerintahkan pasukan klannya untuk membantu Jian Chen, apa yang dikatakan Jian Chen benar, karena kelengahannya mengurusi para organisasi, kota Qianshan akhirnya bisa berakhir seperti ini.