
Setahu Jian Chen, Provinsi Naga Pasir adalah sebuah dataran gurun yang panas dan gersang. Dari letak semua pulau provinsi hanya Provinsi Naga Pasir yang berada di dekat perbatasan antara Kekaisaran Naga dengan Kekaisaran Qilin.
Kekaisaran Qilin sebenarnya bisa saja merebut wilayah Provinsi Naga Pasir menjadi miliknya namun dikarenakan tidak ada yang berharga di dalamnya membuat siapapun tidak menginginkan wilayah provinsi tersebut.
Selain itu, Provinsi Naga Pasir juga memiliki tanah yang tandus, hanya beberapa tanaman tertentu yang hidup di sana sesuai dengan iklim wilayahnya.
Namun umumnya para penduduk di sana konon memiliki kehidupan yang baik, kesenjangan sosial yang merata serta penduduknya ramah-ramah.
Meski para pengunjung enggan memasuki provinsi tersebut dikarenakan suhu panasnya yang luar biasa, beberapa pedagang serta pebisnis banyak membuka cabang di Provinsi Naga Pasir guna mencari keberuntungan.
Masalahnya Jian Chen akan memerlukan waktu yang amat panjang untuk terbang ke wilayah tersebut meski harus terbang sekalipun, belum lagi petunjuk tentang markas Organisasi Shio belum spesifik dan jelas.
"Setidaknya aku harus melewati 3 Provinsi hingga akhirnya sampai pada Provinsi Naga Pasir, itu memerlukan waktu berhari-hari..." Jian Chen melihat peta kertas tersebut lamat-lamat, ingin sekali jaraknya dekat seperti yang tergambar di peta itu.
Jian Chen juga akan memutuskan pergi esok hari, tepat ketika Jian Ya akan pergi juga.
***
Jian Chen mengeluarkan kantong kulit lalu menyerahkan pada Jian Ya, keesokan harinya keduanya harus pergi namun dengan tujuan dan arah yang berbeda sehingga Jian Chen memberikan sesuatu pada gadis itu untuk terakhir kalinya.
Di dalam kantong kulit itu ada beberapa batu roh, Jian Ya tampak kaget ketika sinar yang menghiasi batu roh tersorot ke arah matanya.
Dilihat dari reaksinya, Jian Chen sudah menyadari Jian Ya sudah mengenali batu roh tersebut sehingga tidak harus dijelaskan lagi.
"Semoga dengan batu roh itu, kau semakin bertambah kuat, aku berharap kau-..." Jian Chen hendak menyelesaikan kalimatnya saat Jian Ya tiba-tiba memeluknya erat.
Jian Chen yang ingin berkata-kata lagi akhirnya memilih diam, ia menggantinya dengan elusan di kepala gadis itu.
"Saat aku berada di Alam Langit nanti, aku akan menyusul dan menemanimu kemanapun kau pergi. Setelah itu akan selalu bersamamu, menghabiskan semua waktu yang kita miliki bersama..." Jian Ya mencium pipi Jian Chen.
Jian Chen tersenyum, mengelus pipi gadis itu lembut. "Setelah semua ancaman yang membahayakan Kekaisaran Naga selesai, aku akan membicarakan pada orang tuaku agar hubungan kita menjadi lebih serius."
"Maksudmu?" Jian Ya menatap Jian Chen dengan dalam.
"Apakah aku harus menjelaskannya lebih rinci agar kau faham arti hubungan serius?" Jian Chen tidak melanjutkan melainkan tertawa kecil.
Pipi Jian Ya memerah, ia memang sudah mengerti maksud Jian Chen sejak awal, hanya saja ingin memastikannya lebih jelas.
"Bagaimana dengan kekasihmu yang lain, aku belum mengenal mereka?"
Jian Chen memang sudah menjelaskan pada Jian Ya bahwa ia juga mempunyai orang yang dicintainya selain gadis itu.
Jian Ya sendiri tidak terkejut mendengarnya, mungkin ia sudah menduganya sejak awal kalau Jian Chen akan memiliki lebih dari satu istri.
Bagi Jian Ya, Jian Chen memang pantas mempunyai beberapa gadis yang menyukai atau disukainya. Gadis itu juga tidak bisa egois untuk mencegah Jian Chen mendapatkan gadis yang ia cintai.
"Aku akan memperkenalkan mereka nanti, tapi tidak sekarang." Ucap Jian Chen lembut.
Jian Ya mengangguk pelan, ia mengecup pipi Jian Chen untuk terakhir kalinya sebelum keduanya berpisah. Jian Ya terbang terlebih dulu menuju ke klan Jian sementara Jian Chen beberapa menit setelahnya meninggalkan ibukota juga.
***
"Saran? Saran mana yang kau maksud?" Jian Chen mengerutkan dahi.
"Saran mana lagi? Tentu saja untuk memiliki gadis itu, membuatmu bisa menyimpan tenaga dalam Yin jika bersetubuh dengannya."
Jian Chen melirik Lily dengan ujung matanya, "Aku menikahinya bukan karena itu, aku menikahinya karena murni mempunyai perasaan padanya."
"Oh, ternyata Tuan muda Jian ini bisa juga serius dalam hubungan, kupikir kau akan sendiri seumur hidup." Lily tertawa kecil, mengejek Jian Chen.
Jian Chen mendengus, ia kemudian balik bertanya pada gadis itu dengan seringai lebar dengan ekspresi mengejek juga. "Ngomong-ngomong tentang sendiri, bukankah kau juga saat ini sendiri, aku yakin kau tidak mempunyai pasangan sekarang. Tidak ada yang mau menikahi wanita sepertimu."
Lily tidak tersinggung dengan omongan Jian Chen. "Aku tidak menyangkalnya, terlepas dari usiaku yang sudah ratusan tahun, Tuan Puteri ini masihlah seorang gadis."
Jian Chen tersedak nafasnya sendiri, ia baru mengetahui Lily mempunyai umur sepanjang itu padahal wajah gadis itu terlihat muda seperti gadis belasan tahun.
"Kau sudah jadi nenek-nenek?!" ucap Jian Chen keceplosan.
"Apa kau bilang-!"
Lily tiba-tiba melepaskan sesuatu yang berwarna kemerahan ditubuhnya, Jian Chen tidak mengerti namun tubuhnya benar-benar tidak bisa digerakkan beberapa sesaat, laju terbangnya pun langsung berhenti.
Jian Chen menyadari kesalahannya yang berbicara tanpa berpikir dulu, tampak Lily sangat marah dengan ucapannya barusan.
"Maaf, aku telah salah bicara..." Jian Chen tersenyum canggung.
Lily menggembungkan pipinya kesal, tangannya terlipat didada. Sesaat setelah Jian Chen meminta maaf aura merah Lily perlahan menghilang namun gadis itu tetap membuang wajahnya.
Jian Chen menggaruk kepalanya, instingnya mengatakan gadis itu sedang ngambek padanya.
"Aku tahu aku salah, bisakah kau memaafkanku, aku hanya tidak terbiasa mendengar seseorang berumur demikian panjangnya."
Lily menatap Jian Chen kembali sebelum menghela nafas, kedua tangannya di letakan di pinggang.
"Apa kau tahu umur adalah hal tabu bagi seorang wanita, jika kau berani maka sebut aku dengan panggilan sebelumnya maka aku akan melakukan sesuatu padamu yang tidak bisa kau bayangkan!"
Jian Chen tersenyum tipis, walaupun Lily berbicara demikian ia yakin gadis itu tidak akan melakukannya. Lily mungkin selalu berbicara kasar namun gadis itu bukanlah orang jahat.
"Usia ratusan tahun bagi ras peri masihlah dianggap sangat muda, kami memiliki umur yang relatif panjang sampai ribuan tahun untuk hidup. Jika aku menggambarkannya dari sudut pandang umur ras manusia, mungkin usiaku sekarang adalah sembilan belas tahun." Jelas Lily, gadis itu tidak mau Jian Chen memandangnya sebagai gadis yang tua atau bahkan nenek-nenek.
"Bukankah itu mengerikan, berusia sampai ribuan tahun sehingga hidup demikian lamanya..."
Di kekaisaran Naga, rata-rata umurnya hanya mencapai sembilan puluh tahun jika mereka bukan seorang pendekar. Sementara untuk para pendekar sendiri mempunyai umur bervariasi tetapi yang jelas lebih panjang dari rata-rata orang biasa.
Mereka yang telah berada di ranah yang lebih tinggi bisa mencapai dua ratus sampai tiga ratus tahun. Alam Langit contohnya, kira-kira mereka bisa hidup berkisar dua ratusan tahun lebih.
Tenaga dalam adalah faktor utama kenapa seseorang bisa lebih lama usianya, tentu saja faktor eksternal juga mempengaruhi lama atau tidaknya umur, jika tidak terbunuh atau mengalami luka serius maka umur bisa saja lebih singkat dari seharusnya.