
"Apa semua yang kau laporkan ini benar, jika kau berbohong padaku maka kepalamu akan melayang sekarang juga?!"
"Yang Mulia, hamba yidak punya keberanian untuk berbohong, Tetua Yang Tian dan Tetua Xiao bersaudara memang sungguh telah mati..."
Dua hari berlalu usai Jian Chen membunuh tiga pilar Kekaisaran Qilin, kabar tersebut sudah terdengar oleh Kaisar Qilin yang berada di istananya.
Kaisar Qilin sedang melakukan rapat besar di singgasananya saat tiba-tiba seorang prajurit datang dan melaporkan apa yang terjadi pada para Tetua yang dikirimkan ke Kekaisaran Naga.
Prajurit tersebut adalah satu-satunya orang yang selamat dari pembantaian yang Jian Chen lakukan, ia kemudian mengabarkan semua yang dilihatnya pada Yang Mulia Kaisar Qilin.
Tentu saja kabar itu terlalu mengejutkan bahkan tidak bisa dipercaya tetapi setelah melihat prajurit yang melaporkannya adalah prajurit berpangkat tinggi, sulit rasanya perkataan ia merupakan kebohongan.
Kaisar Qilin mengatur nafasnya yang mulai memburu, mencoba menstabilkan emosinya agar tenang tetapi tetap saja kabar tiga Tetuanya terbunuh benar-benar mengejutkannya.
Bukan hanya Kaisar Qilin saja yang terkejut, para Tetua lain yang ada di ruangan rapat itu juga sama terkejutnya ketika mendengarnya. Tidak ada yang pernah menduga rekan mereka bisa terkubur di sana untuk selamanya.
Bukan hanya tiga Tetua saja yang terbunuh tetapi menurut cerita prajurit itu, belasan pendekar Alam Langit yang mengikuti juga tewas di waktu dan tempat yang sama.
"Siapa yang membunuhnya, bagaimana bisa Tetua Tian dapat terbunuh begitu saja?" Salah Tetua tidak bertahan untuk bertanya langsung.
"Itu..." Prajurit itu sedikit ragu mengatakannya tetapi pada akhirnya ia melaporkan kejadian sebenarnya bahwa mereka semua terbunuh oleh orang yang sama.
Kaisar Qilin seketika tercengang begitu juga dengan pilar Tetua yang lain, informasi tersebut benar-benar mengguncangkan jiwa mereka.
Kaisar Qilin, yang merupakan jagoan nomor satu di kekaisarannya akan kesulitan melawan Yang Tian dan Dua Xiao bersaudara sekaligus, kalaupun ia berhasil membunuh ketiganya Kaisar Qilin yakin salah satu tangan atau kakinya akan menjadi korban.
"Kekuatan Yang Tian dan lainnya tidak terlalu jauh dibawahku, jika ia bisa membunuhnya maka dia akan jadi lawan yang tangguh bagiku..." Kaisar Qilin mengepalkan tangan keras, jelas situasinya tidak seperti yang dibayangkannya.
Menurut prajurit tersebut orang yang melakukan pembunuhan pada tiga tetuanya adalah seorang pendekar yang terlihat belasan tahun, berwajah tampan serta memiliki mata emas
Prajurit itu sedikit merinding ketika mengingat kejadian rekan-rekannya di bantai oleh Jian Chen, mata emas pria itu sebenarnya sangat indah namun saat kejadian pembantaian yang dilakukannya, mata emasnya menjadi lebih dingin dan menakutkan.
Kaisar Qilin terdiam beberapa saat, tampak berpikir keras. Sebelum laporan dari prajurit itu sebenarnya ada berita lain yang tak kalah mengejutkannya.
Mata-mata yang ia kirimkan ke istana Kaisar Naga tidak mengirimkan kabar selama beberapa hari terakhir ini padahal biasanya pembunuh nomor dua itu akan melaporkan apa yang terjadi di setiap harinya padanya.
Belum lagi ia mendengar bahwa Bajak Laut Naga Ombak telah lenyap di tengah laut.
Awalnya Kaisar Qilin tidak terlalu menghiraukan berita-berita tersebut karena beranggapan bahwa mereka hanya kehilangan kontak keberadaannya saja tetapi setelah berita ini ia yakin Bajak Laut Naga Ombak maupun mata-matanya sudah terbunuh juga.
"Sebenarnya siapa dia?"
Umumnya pendekar tingkat tinggi selalu diketahui oleh orang banyak namun pemuda yang membunuh tiga Tetuanya jelas adalah pendekar misterius yang bersembunyi di kekaisaran tersebut.
"Yang Mulia Kaisar, bagaimana rencana anda selanjutnya, terbunuhnya Tetua Yang dan Xiao bersaudara jelas dilakukan oleh pendekar yang tak biasa, apakah kita akan melanjutkan peperangan ini?" Tanya Tetua pilar yang lain.
Dari sepuluh jagoan terkuat di kekaisaran Qilin, Yang Tian menduduki posisi ke lima, ia juga merupakan tetua terkuat kedua diantara Tetua yang lain. Jika Yang Tian dapat terbunuh begitu saja di Kekaisaran Naga maka Tetua yang lain akan bernasib sama jika peperangan akan tetap terjadi.
Kaisar Qilin memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya membuka matanya perlahan, "Kita sudah mempersiapkan perang kekaisaran ini sejak lama, sudah sepatutnya hal ini bukan perkara mudah. Andai disaat peperangan nanti pendekar itu muncul, akulah yang menghadapinya..."
Kaisar Qilin sudah membulatkan tekadnya untuk menguasai Kekaisaran Naga, kekhawatirannya pada kekaisaran itu semakin nyata dengan adanya sosok kuat seperti Jian Chen.
Jika terus dibiarkan begitu lama maka kekuatan Kekaisaran Naga benar-benar akan menyaingi Kekaisaran Qilin bahkan bisa jadi lebih.
Satu hal yang diceritakan prajurit itu beserta kejadian-kejadian yang lain bahwa pendekar misterius itu memiliki hubungan dengan klan Miou atau tepatnya asosiasi mereka.
Kaisar Qilin sudah mendapatkan informasi mengenai asosiasi tersebut, dari yang diketahuinya, bukan hanya mereka menyediakan berbagai pil sumberdaya tetapi memiliki kekuatan yang tersembunyi.
Setelah dipikir lagi semuanya masuk akal dan saling berhubungan, pendekar yang memata-matai Kaisar Naga tewas setelah ada laporan berkaitan dengan asosiasi, belum lagi bajak laut Naga Ombak juga lenyap di lautan saat berusaha ingin membunuh salah satu petingginya.
Mengingat tiga Tetuanya mengusik klan Miou maka tidak mengherankan mereka juga harus berurusan dengan pendekar misterius tersebut.
Selama Kaisar Qilin mengambil pilihan-pilihan bijak dan tidak menyinggung asosiasi tersebut maka ada kemungkinan pendekar misterius itu tidak akan bertindak.
Satu hal yang masih membuat Kaisar Qilin bertanya-tanya sampai sekarang adalah mengenai resep pil yang dibuat asosiasi klan Miou.
Resep pil itu jelas-jelas sumberdaya yang berkhasiat tinggi, bahkan di kekaisaran Qilin sekalipun tidak ada yang bisa membuatnya, anehnya pembuatan pil itu bisa ada di kekaisaran kecil seperti Kekaisaran Naga.
Kaisar Qilin berpikir bahwa ada dalang lain dibalik Asosiasi klan Miou, mungkin ahli alkimia yang berasal dari kekaisaran Feniks yang menyamar mengingat ada pendekar kuat di dalamnya. Jika hal itu benar-benar terjadi maka situasi lebih gawat dari perkiraannya.
Rapat tersebut berakhir lebih cepat dari seharusnya, beberapa Tetua beserta yang lain segera meninggalkan ruangannya kecuali Kaisar Qilin.
Sesudah semuanya benar-benar pergi dan Kaisar Qilin seorang diri barulah ada seorang pria sepuh yang tiba-tiba muncul di ruang hampa.
Pria sepuh itu memakai jubah emas, tampak mewah serta berwibawa dengan rambut dan janggutnya yang sudah memutih, sementara kekuatannya tidak bisa disandingkan dengan Kaisar Qilin sekalipun.
Kaisar Qilin segera berlutut di hadapannya, pria sepuh itu yang tak lain adalah ayah kandungnya yang sudah di kabarkan meninggal oleh dunia luar dan sengaja memalsukan kematiannya.
Kekuatan pria sepuh itu bukan lagi di ranah Alam Raja, jika seseorang melihatnya lebih detail maka mereka akan merasakan kekuatan besar yang terpendam dari pria sepuh itu.