Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 255 — Undangan Walikota


Malam terasa panjang di Kota Anshan, pasukan Kekaisaran tidak langsung berisitirahat setelah peperangan berakhir melainkan mengubur massal semua jasad dari peperangan tersebut.


Tentu saja jika mereka boleh memilih, akan membiarkan para jasad pasukan organisasi begitu saja di tanah tetapi itu mustahil dilakukan karena akan menyebabkan wabah penyakit.


Setidaknya butuh dua harian untuk mengubur para korban, para warga juga ikut membantu karena penguburan itu terlalu banyak dan memerlukan waktu yang lama.


Di samping pembersihan itu, Jian Chen masih tetap berada di dalamnya kamarnya paska peperangan, ia mencoba memulihkan kembali tenaga dalamnya.


Meski berdiam diri di kamarnya Jian Chen tetap mengetahui kejadian-kejadian luar dari laporan asosiasi.


Kabar tersebut kebanyakan mempertanyakan pendekar yang memiliki mata emas yang bisa memutar balik kondisi peperangan.


Banyak warga atau pendekar telah menyaksikan kekuatan pemuda itu tetapi mereka tidak mengetahui identitasnya sehingga di sebut pendekar mata emas.


"Hm, pendekar mata emas, ya..." Jian Chen tertawa kecil setelah mendengar laporan dari pengurus Yuan.


Di kehidupan pertama, walau tidak terlalu terkenal Jian Chen juga mempunyai julukan oleh pendekar lain sebagai Pendekar Mata Emas.


Tidak dirinya duga, Jian Chen akan diberi julukan yang sama di kehidupan kedua ini.


Pengurus Yuan hanya bisa tersenyum canggung, ia sendiri lebih memikirkan lain yaitu tentang identitas Jian Chen, sama dengan mereka, Pengurus Yuan tidak menduga klan Miou mempunyai seorang pendekar yang memiliki kekuatan mengerikan didalamnya.


Pengurus Yuan berpikir Jian Chen adalah pendekar rahasia Asosiasi klan Miou sehingga ia sendiri tidak mengetahuinya.


"Tuan Muda, ada juga surat dari Pendekar Tongkat Emas yang mengundang anda ke kediaman kota malam nanti..." Pengurus Yuan memberikan suratnya. "Dia mengatakan ada sesuatu yang penting untuk dibahas."


Jian Chen mengangguk, ia sedikit membaca surat Lun Zhi sesaat dan langsung mengerti isinya. Di saat sesudah peperangan juga, Lun Zhi memang memintanya untuk kesana.


Pengurus Yuan kemudian pergi setelah urusannya telah selesai, kini di kamarnya hanya Jian Chen seorang diri.


Jian Chen mengeluarkan puluhan cincin ruang yang ia sempat ambil di saat peperangan termasuk cincin ruang milik Shio Macan dan Shio Kelinci.


Yang pertama Jian Chen keluarkan isinya adalah dua cincin Shio tersebut, seperti dugaannya cincin mereka diisi oleh benda-benda yang berharga.


Ada beberapa pil sumberdaya tingkat tinggi, beberapa tanaman penyembuh, ribuan keping emas serta senjata dan pusaka di dalamnya.


Selain mencari barang-barang yang berharga Jian Chen juga mencoba mencari informasi khususnya tentang Organisasi Shio Pemburu.


Ada beberapa surat yang keluar di dalamnya, Jian Chen membaca surat tersebut namun hampir sebagiannya bukanlah hal yang penting hingga akhirnya ia menemukan satu petunjuk tentang Organisasi Shio Pemburu.


Petunjuk itu hanya satu kalimat yang berasal dari Shio Naga, pemimpin dari 12 Shio Pemburu.


'Jadi pemimpin mereka adalah Shio yang bertato Naga, aku baru mengetahuinya...' Gumam Jian Chen setelah membaca suratnya.


Dari sini Jian Chen menyadari bahwa para Shio itu selalu dikirimkan surat dan perintah di setiap misinya.


Ada berbagai misi yang dikirim Shio Naga pada Shio Kelinci maupun Shio Macan termasuk mengambil kitab langit di kota Anshan.


Beberapa misi yang umum dikirim adalah mencari sekutu agar organisasi lain mau bekerja sama dengan 12 Shio. Jian Chen membaca lebih lanjut untuk menggali informasi lebih jauh hingga membawanya pada satu kesimpulan.


Jian Chen ingin mencari lebih jauh tentang mereka terutama markasnya namun tidak ada informasi lagi di sana. Jian Chen memilih melanjutkan mengeluarkan barang-barang lainnya lagi.


"Ah, ini ternyata beneran ada..." Jian Chen berkata dengan antusias saat sebuah bola segenggam tangan menggelinding di lantai.


Bola kecil itu bercahaya kecokelatan, Jian Chen tentu mengenalnya sebagai mutiara elemen.


Jian Chen semakin berharap ada mutiara elemen lain tetapi sepertinya kedua Shio itu hanya memiliki satu saja. Setelahnya tidak ada barang berharga lainnya setelah mutiara tersebut.


Usai memeriksa semua cincin ruang rampasannya Jian Chen keluar dari kamarnya dan berniat akan pergi ke kediaman walikota.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk ia sampai ke sana dengan terbang, beberapa pelayan menyambut Jian Chen dan Walikota serta Lun Zhi juga ada di sana menyambutnya.


Semua orang sudah mengetahui kekuatan besar Jian Chen termasuk Walikota, mendengar cerita bahwa Jian Chen lebih kuat dari Lun Zhi serta dapat memukul mundur pasukan musuh, sulit rasanya bagi Walikota untuk tidak tunduk saat berhadapan dengan Jian Chen.


Walikota serta Lun Zhi membawa Jian Chen pada ruangan khusus, ketiganya ingin membahas sesuatu yang sangat penting.


Yang pertama berbicara adalah Lun Zhi, pendekar tongkat emas itu mengatakan niat dan maksudnya yaitu ingin menyerahkan kitab langit pada Jian Chen.


Jian Chen mengerutkan dahi, tidak menduga Lun Zhi menyampaikan hal tersebut.


"Apa Senior yakin ingin memberikan kitab berharga ini kepadaku?" Jian memegang kitab berwarna perak itu dan memastikan keputusan yang di ambil Lun Zhi.


"Pendekar Jian, aku dan walikota sudah membicarakan ini berulang kali, aku yakin hanya anda lah yang cocok menerima kitab langit ini."


Lun Zhi mengatakan kalau dirinya yang memegang maka ada kemungkinan kitab itu bisa jatuh kepada orang lain sementara Jian Chen tidak demikian.


Kekuatan Jian Chen terlalu tinggi, bukan hanya ia menyelamatkan kota tetapi juga telah membunuh dua Shio.


Menurut Lun Zhi tidak ada yang lebih cocok untuk diberikan kitab ini kecuali di tangan Jian Chen, setidaknya Jian Chen bisa menjaganya dengan aman.


Lagi pula keberadaan kitab itu sudah diketahui oleh banyak orang, memilikinya bagai sebuah kutukan yang dapat membahayakan nyawa.


Setelah mendengar penjelasan itu Jian Chen akhirnya mengambil kitab langitnya, sejujurnya ia juga tertarik pada kitab itu hanya saja ia tidak menunjukkan ketertarikannya.


Setelah tentang kitab kemudian Walikota yang angkat bicara, inti dari percakapannya ia akan memberikan hadiah pada Jian Chen karena telah membantu dalam menyelamatkan kotanya.


"Sudah seharusnya kita menolong jadi tidak perlu imbalan atau lainnya, aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan..." Jian Chen menolak tawaran Walikota.


Jian Chen mengatakan dari pada uangnya diberikan padanya lebih baik diberi pada warganya yang membutuhkan apalagi mereka yang mengalami kerugian akibat penyerangan ini.


Walikota tidak membantah jika itu kemauan Jian Chen, memang terlepas kota sudah aman sekarang, akitivitas para warga masih dikatakan belum pulih.


Ada beberapa pengungsi yang di tampung oleh Walikota karena kediaman mereka yang telah di bakar. Sementara warganya masih diungsikan, rumah mereka butuh waktu untuk di renovasi kembali.


Jian Chen selepasnya berpamitan setelah urusannya telah selesai, ia terbang sambil sesekali membaca kitab langit yang tidak sabar ia baca.