Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 337 — Melawan Organisasi


Jian Chen segera melepaskan hawa dingin di tubuhnya yang membuat enam Shio itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Jian Chen tidak mau mereka mengambil kesempatan untuk bersiasat atau melarikan diri.


"Kurasa kau tidak membutuhkan bantuanku untuk menghadapi mereka?" Lily berkata di samping Jian Chen yang segera di angguki oleh pemuda itu. "Kalau begitu aku akan kembali ke alam dantianmu, sebentar lagi aku akan menerobos ke Alam Dewa."


Sejak awal gadis itu sudah berada di puncak pendekar Alam Raja, Lily membutuhkan waktu untuk menerobos ke alam selanjutnya.


Jian Chen mengayunkan tangannya yang menciptakan sebuah gerbang dimensi, sgadis itu melangkahkan kaki putihnya ke gerbang tersebut. Gerbang dimensi kembali tertutup usai Lily masuk sebelum menghilang menjadi butiran kegelapan.


Pandangan Jian Chen kemudian menyisir ke arah para Shio yang kini terkejut bercampur ketakutan melihat dirinya, terkejut dengan gerbang yang diciptakannya sekaligus takut karena mereka tidak berdaya di hadapannya.


"Selama ini mungkin kalian menikmati ketidakberdayaan lawan, membunuh tanpa bulu dan melakukan banyak sekali kejahatan..." Jian Chen mulai melangkahkan kakinya ke arah mereka dan mulai mencabut pedang asura.


"Pendekar kami..." Salah satu Shio hendak berkata-kata tetapi Jian Chen langsung cepat memotongnya.


"Tidak..." Jian Chen menggeleng pelan. "Seharusnya kalian menyadari tidak ada hukuman yang lebih pantas kalian terima selain kematian, jadi..."


Jian Chen menghilang di pandangan mereka sebelum muncul di salah satu Shio yang berbicara itu. Pedang asura terayun ke arah lehernya dan memenggalnya dengan cepat.


Jian Chen tersenyum lebar. "Jadi... Tidak perlu bernegosiasi lagi untuk mencabut nyawa kalian."


Ekspresi lima Shio yang tersisa seketika berubah pucat, mereka sama sekali tidak melihat pergerakan Jian Chen dan dalam sekali serangan tersebut mereka sadar, Jian Chen adalah sosok yang jauh dari kemampuan mereka.


Shio Naga adalah satu-satunya yang bisa bergerak dari hawa dingin Jian Chen karena kemampuannya yang berada di Alam Raja, ia segera mengambil jarak lebih jauh tanpa peduli empat Shio yang lain.


Shio Naga tidak menyangka setelah ia menjadi pendekar nomor satu di kekaisaran Naga ia akan mengalami kejadian yang membuatnya tidak berdaya. Seumur hidupnya, Shio Naga belum pernah merasakan ketakutan sedahsyat ini.


Jian Chen tidak menunggu lebih lama lagi sebelum bergerak dan membunuh Shio-Shio yang lain, empat Shio yang berada di dekat Jian Chen tak bisa melakukan perlawanan berarti ketika pemuda itu mengayunkan pusakanya, dalam waktu relatif singkat Jian Chen berhasil membunuh empat shio dan menyisakan Shio Naga.


Mata Jian Chen sedikit menyipit melihat kekuatan Shio Naga yang berada di Alam Raja, di kekaisaran Naga tidak ada pendekar yang mencapai alam tersebut.


"Kurasa kau adalah pemimpin dari organisasi ini bukan..." Jian Chen menyeringai lebar, "Kalau begitu ini cukup bagus jika kau mati."


Seringai Jian Chen tiba-tiba menghilang saat sebuah energi pedang menuju ke arahnya dengan sangat cepat. Jian Chen berdecak kesal sebelum bergerak mundur dan menghindarinya.


Belum sempat Jian Chen melihat situasinya, dari ketiadaan muncul sebuah pedang yang terayun ke arahnya. Jian Chen segera menahan pedang tersebut dengan pedang asura.


Saat itulah seseorang muncul dari ruang hampa, seorang pria yang memiliki pedang transparan.


"Aku tidak menyangka kau bisa menahannya, kau adalah orang kesebelas yang bisa menghindari serangan menghilangku..." Pria itu mengambil jarak dengan Jian Chen usai serangnya gagal.


Jian Chen menyipitkan matanya, ia masih mencerna situasi yang terjadi karena bukan pria itu yang tiba-tiba datang, enam orang lainnya juga muncul tak lama kemudian di atas langit.


Enam orang itu semua memakai pedang yang unik dengan bentuk berbeda-beda. Jian Chen belum pernah melihat kelompok tersebut namun ia bisa menebak gambaran tentang mereka, satu hal yang terbesit di pikiran Jian Chen mengenai kelompok tersebut adalah organisasi mereka sepertinya adalah pendekar pedang semua, meski masih ragu Jian Chen yakin mereka adalah Organisasi Pendekar 7 Pedang dari Kekaisaran Feniks.


"Jadi Organisasi Shio Pemburu meminta bantuan pada kekaisaran lain..." Jian Chen mengerutkan dahinya sebelum menghela nafas.


Meski ia sudah menduganya namun tidak menyangka hal itu akan jadi benar.


"Apa yang kami lakukan bukan urusanmu, yang jelas sekarang kau adalah target kami..." Pria berpedang transparan itu menjilat pedangnya. "Kau cukup tangguh, aku bisa merasakan hal tersebut dan kuharap kau bisa menghiburku disini."


Jian Chen tidak menjawab perkataan pria itu, ia lebih memikirkan ke hal lain terutama mengenai organisasi mereka.


Setahu Jian Chen organisasi Pendekar 7 Pedang adalah kelompok yang beranggotakan tujuh orang yang semuanya memiliki kemampuan di Puncak Alam Raja.


Kemampuan pedang mereka sangat tinggi, ketika ketujuh orang itu saling bekerjasama mereka bisa melawan dua sampai tiga pendekar Alam Dewa sekaligus.


Jian Chen tidak menduga di kehidupan kedua ini ia akan berurusan dengan kelompok mereka, meski begitu ia tidak takut andai harus melawannya.


Jian Chen menoleh ke arah 6 anggota lainnya yang kini sedang menatapnya di atas langit dengan pandangan meremehkan. Jian Chen tersenyum tipis sebelum menoleh kembali ke arah pria berpedang transparan itu.


Tanpa menunggu lagi Jian Chen mengambil langkah menjadi penyerang pertama, ia mengayunkan pedangnya melawan pria berpedang transparan tersebut dengan lincah.


Pendekar pedang transparan itu terkejut melihat kemampuan pedang Jian Chen yang berada di atasnya, ia mencoba mencari celah untuk menyerang balik namun Jian Chen tidak membiarkan itu terjadi.


Dalam waktu relatif singkat Jian Chen berhasil membuat pendekar pedang transparan itu terpojok, tidak membutuhkan waktu lama hingga satu goresan mengenai pipi lawannya.


Pendekar pedang transparan segera mengambil jarak ketika Jian Chen memberikan luka. Ekspresinya tegang, andai ia tidak menghindar tepat waktu mungkin pedang Jian Chen akan melukainya lebih dalam.


"Kudengar organisasi kalian cukup ditakuti sampai kekaisaran lain namun sepertinya dugaanku terlalu tinggi..." Jian Chen tersenyum mengejek. "Entah harus bahagia atau bagaimana tetapi sepertinya organisasi kalian hanya kacangan di Kekaisaran Feniks."


Pendekar pedang transparan tersinggung dan tersulut emosi. "Kau, akan kuajarkan namanya putus asa..."


Pendekar pedang transparan kemudian menghilangkan tubuhnya kembali, ia bergerak ke belakang Jian Chen sebelum menusukkan pedangnya namun diluar dugaannya, Jian Chen menyadari serangan tusukan itu.


Jian Chen berbalik sebelum menangkap pedang lawannya dengan kedua jari, seketika itu juga pendekar pedang transparan terlihat kembali dengan ekspresi penuh keterkejutan.


"Kau, bagaimana bisa melihat seranganku..." Pendekar pedang transparan tidak terima teknik menghilang yang sering ia banggakan bisa gagal begitu saja.


Pendekar pedang transparan menjadi panik ketika ia tidak bisa melepaskan pedangnya dari jari Jian Chen. Ia menggunakan seluruh tenaganya tetapi pusakanya tak bisa dilepaskan dari tangan pemuda itu.


Jian Chen tersenyum tipis, ia memberikan sedikit tenaga pada dua jarinya yang membuat pusaka transparan itu mengalami retak hebat.


Jian Chen menggerakkan jarinya kembali, pedang yang seperti kaca itu tiba-tiba pecah berkeping-keping.


Pendekar pedang transparan begitu terhenyak melihat pusaka andalan hancur begitu saja, belum sempat ia bereaksi lebih jauh Jian Chen mengayunkan tinju ke arah perutnya.


Pendekar pedang transparan seketika terlempar cukup jauh dengan tulang rusuk yang hampir patah, Jian Chen hendak memberikan serangan terakhir tetapi enam anggota organisasi yang lain sudah tiba dan menghalanginya.


Mereka tidak segan-segan melepaskan aura pembunuh untuk menakuti Jian Chen, tidak seperti harapan mereka Jian Chen tidak terpengaruh oleh aura pembunuh tersebut.


"Aura pembunuh kalian cukup pekat namun masih kurang untuk menggertak mentalku..."


Jian Chen kemudian melepaskan aura kematian yang jauh lebih pekat dibandingkan aura mereka. Aura kematian seketika menekan aura pembunuh yang lawannya lepaskan.