
Jian Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia menjadi merasa bersalah pada perempuan-perempuan tersebut apalagi suara isak tangis masih terdengar terutama Lan Lingling yang paling muda.
Gadis itu sepertinya khawatir Jian Chen akan memperlakukan dirinya dengan buruk.
"Percayalah, aku tidak akan mengekang kalian atau merebut sesuatu berharga yang kalian jaga sampai saat ini. Aku berjanji akan memperlakukan kalian dengan baik..."
"Aku tak bisa memegang janjimu, bagaimana aku bisa percaya?" Lang Lingling menyeka air matanya.
"Aku sebagai seorang laki-laki dan pendekar tidak akan melanggar janji yang kuucapkan sendiri. Itu adalah prinsipku!"
Lan Lingling mengusap air matanya, "Kau bersumpah?"
Jian Chen menghela nafas. "Ya, aku bersumpah..."
Mendengar itu membuat kelimanya merasa lega, setidaknya hidup mereka tidak seburuk apa yang mereka pikirkan.
Disisi lain Jian Chen bisa saja melepaskan ikatan kontrak ini tetapi ada hal yang menggangu pikirannya terutama gadis-gadis tersebut bukan berasal dari dunianya.
Jian Chen kemudian mencoba ngobrol dengan mereka atau lebih tepatnya mencari tahu lebih dalam identitas kelima gadis kembar tersebut.
"Dari rambut perak kalian, sepertinya kalian bukan berasal dari kekaisaran ini ya?"
Lan Qiaoqiao mengangguk, "Kami berasal dari Benua daratan tengah, kami lahir dan dibesarkan di sana..."
Jian Chen mengerutkan dahinya, jawaban Lan Qiaoqiao tidak seperti apa yang dia harapkan. Dalam pengaruh kontrak seperti ini, kelima gadis itu tidak bisa berbohong pada Jian Chen.
"Jian Chen, sepertinya mereka juga tidak mengetahui identitas mereka sendiri, walaupun memang mereka lahir di dunia ini tetapi garis keturunannya bukan berasal dari sini."
Lily memberitahukan bahwa umumnya setiap dunia mempunyai garis keturunan khasnya masing-masing. Mengingat Lily sudah lama di dunia Jian Chen tinggal, gadis itu bisa melihat perbedaan yang mencolok menggunakan penglihatan perinya.
Jian Chen mengangguk, tebakan Lily terdengar masuk akal.
"Apa kalian tahu bahwa sebenarnya kalian berasal dari dunia yang berbeda kemudian lahir di dunia ini?"
Pertanyaan Jian Chen segera mendapat reaksi keras pada gadis kembar tersebut.
"Bagaimana... bagaimana kau bisa tahu?" Lan Xiaxia yang pertama bereaksi lalu menunjuk Jian Chen. "Apa kau mengenal identitas ibu dan ayah kami!?"
Jian Chen sedikit terkejut dengan respon Lan Xiaxia, ia batuk pelan sebelum menggeleng.
"Sejak awal aku bertemu dengan kalian, aku sudah merasakan hal yang asing terutama hawa keberadaan kalian, aku hanya menebaknya tidak menyangka dugaanku benar..."
Tentu saja Jian Chen tidak akan mengatakan bahwa sebenarnya ia diberitahu oleh Lily.
Melihat Jian Chen sungguh tidak mengetahui apa-apa tentang identitas orang tuanya membuat raut wajah gadis itu menjadi sedih.
Jian Chen tersenyum canggung. "Sebenarnya aku lebih penasaran kalian berada disini, bagaimana bisa kalian dari Benua Daratan Tengah bisa berkelana ke Benua Timur yang jaraknya sangat jauh?"
Jian Chen mengetahui, berbeda dengan transportasi antar provinsi dan kekaisaran yang masih bisa di akses menggunakan transportasi kapal untuk berpergian, perjalan antar benua menggunakan kendaraan khusus karena jaraknya sangat jauh.
Bisanya kendaraan yang di maksud bukan sebuah alat biasa, entah itu berupa kendaran sihir yang cepat bagai kilat atau siluman burung ratusan tahun.
Satu hal yang dicatat, setiap Benua di pisahkan oleh lautan samudera yang amat luas.
Seorang pendekar yang terbang pun harus memiliki jumlah tenaga dalam delapan ribu lingkaran, itupun mereka harus memusatkan tenaga dalamnya untuk terbang.
Lan Qiaoqiao kemudian menjelaskan bahwa ia ke benua ini menggunakan sebuah kereta kuda yang bisa terbang di langit.
Kuda tersebut bukanlah kuda biasa melainkan sebuah kuda yang memiliki sayap dan bisa berlari di atas udara, dengan penjelasan tersebut Jian Chen bisa memahami gambarannya.
"Kami kesini sebenarnya ingin mencari sebuah pusaka atas permintaan orang tua kami-..."
"Kak Qiaoqiao, bukankah..." Lan Lulu ingin menahan ucapan saudarinya namun di tanggapi gelengan pelan oleh Lan Qiaoqiao.
"Saudara Jian kini bukan orang asing lagi, Kak Lulu."
Lan Lulu ingin berbicara lagi tetapi urung dan menahannya, bagaimanapun kapten di tim mereka adalah Lan Qiaoqiao, setiap keputusannya pasti selalu diperhitungkan terlebih dahulu.
Alis Jian Chen berkerut dengan percakapan kedua saudara tersebut, ia baru menyadari bahwa Lan Qiaoqiao selain yang paling tua di antara kelima saudarinya ia juga yang paling di hormati di antara mereka.
Lan Qiaoqiao kemudian menatap Jian Chen, ketika pandang keduanya bertemu, sesaat Lan Qiaoqiao sedikit tersipu namun ia buru-buru menganulir perasaan anehnya dengan batuk pelan.
"Saudara Jian, maukah anda mendengar cerita kami?"
Alis Jian Chen terangkat, tapi kemudian mengangguk setelah Lily menyarankan.
Jian Chen baru pertama kali melihat Lily penasaran dengan identitas seseorang padahal gadis itu biasanya selalu tidak peduli terhadap apa yang terjadi kecuali dirinya.
Lan Qiaoqiao kemudian menjelaskan dari awal, dimulai tentang keluarganya dan sebab alasannya datang ke Provinsi Naga.
Jian Chen sedikit terkejut dan bahkan tidak menyangka dengan cerita masa lalu kelima gadis itu yang menurutnya cukup sedih.
Lan Qiaoqiao dan 4 sepupunya adalah keluarga dari sebuah desa kecil, hidup mereka terbilang bahagia dengan kehidupan sederhana dengan ayah dan ibunya sebagai seorang petani.
Sampai di suatu waktu, keluarga kembar tersebut kedatangan seseorang misterius yang jahat.
Orang itu mengincar keluarga mereka, menyadari bakal terjadi pertempuran, Ibu Lan Qiaoqiao menyembunyikan anak serta keempat sepupunya yang seiras di suatu tempat tersembunyi.
Disaat itulah kelima gadis itu menyadari bahwa orang tua mereka ternyata adalah seorang pendekar yang sangat hebat.
Lan Qiaoqiao bisa melihat pertarungan sengit antara orang tuanya dengan orang misterius tersebut. Meski melawan satu orang tetapi semua keluarganya dibuat tak berdaya alias kalah.
Akhirnya keluarga Lan Qiaoqiao di tangkap dan di rantai oleh orang misterius tersebut, orang itu menciptakan sesuatu yang aneh dan masuk kedalamnya sambil membawa orang tua mereka.
Di detik itu juga kelimanya tidak pernah bertemu orang tua mereka lagi tetapi sebelum keluarga mereka dibawa, Ibu Lan Qiaoqiao sudah memberikan sebuah surat untuknya agar pergi ke benua lain untuk mendapatkan sebuah pusaka hebat.
Lan Qiaoqiao berusaha menahan tangisnya ketika teringat kejadian orang tua mereka yang tidak tahu sekarang ada dimana.
Kelimanya hanya memiliki keinginan untuk bertemu kembali dengan keluarganya masing-masing. Itulah tujuan hidup mereka saat ini.
Jian Chen merasa iba tetapi tidak bisa berbuat apapun, "Apa kau mengetahui siapa orang misterius itu?"
Lan Qiaoqiao menggelengkan kepala, "Tetapi aku mendengar dari pertarungan tersebut, orang misterius itu menyebut ibu kami sebagai Putri dari Dewi Freya."
"Dewi Freya?" Jian Chen menaikan alisnya, ia belum pernah mendengar nama aneh tersebut di dunia ini.
Lan Qiaoqiao mengangguk lalu melanjutkan bahwa ia mendengar nama aneh lagi di pertarungan tersebut. "Ayah kami selalu berteriak kepada orang misterius itu berulang-ulang dengan Dewa Loki, aku tidak mengetahui apakah itu nama atau sebuah jurus."
Ada lagi nama yang aneh di dengar Lan Qiaoqiao seperti kata Odin, Yggdrasil, dan Ymir. Entah itu kata benda atau nama tumbuhan yang pasti ia tidak mengetahui nama aneh tersebut.