
Jian Chen juga menjelaskan bahwa Racun Mawar Bulan Hitam biasanya diracik oleh orang ahli racun.
Niu Zen mendengar seksama penjelasan Jian Chen, ini menunjukkan ada orang yang diam-diam meracuni istrinya dua tahun lalu. Niu Zen sebenarnya lebih tertarik dengan sosok Jian Chen yang bisa menyembuhkan penyakit istrinya hanya dengan menggunakan tenaga dalam.
Niu Zen tahu bahwa dengan ilmu tenaga dalam seseorang bisa menyembuhkan luka atau melindungi organ tubuhnya tetapi dirinya baru mengetahui tenaga dalam bisa menyembuhkan racun.
Dirinya saja tidak bisa melakukan hal yang sama dan ini membuat Niu Zen penasaran dengan anak remaja didepannya.
Jian Chen mengerti arah pikiran Ketua klan itu. “Ketua Klan, sebenarnya aku tidak menetralkan racun tersebut tetapi membantunya keluar dari tubuh, cairan hitam tadi adalah racun tersebut. Juga penyakit Nyonya Yuan belum sembuh seutuhnya, aku hanya mengeluarkan racun 15% ditubuhnya.”
“Itu berarti racunnya masih ada!?” Niu Zen terkejut.
“Ya, tapi tenang saja aku bisa menyembuhkannya hanya saja membutuhkan waktu kira-kira seminggu hingga aku bisa membersihkan semua racun di tubuh Nyonya Yuan…” Jian Chen juga butuh obat-obatan untuk mendukung kesembuhan Niu Yuan yang berarti ia butuh peran Miou Lin disini.
Niu Zen tak bisa menahan dirinya untuk mengucapkan rasa terimakasihnya, andai bukan posisinya yang menjadi Ketua Klan mungkin ia akan bersujud pada Jian Chen sekarang. Niu Zen berjanji akan memberikan hadiah besar andai Jian Chen bisa menyembuhkannya.
Niu Yuan juga mengucapkan hal yang sama, dia kini menghormati Jian Chen setelah mengetahui anak muda itu yang telah menyelamatkan nyawanya.
Meily disisi lain bereaksi berbeda, gadis itu langsung memeluk tubuh Jian Chen tanpa peduli pandangan orang disekitarnya.
“Te-Terimakasih…” Meily kamudian melepaskan pelukan sambil tersipu malu.
Aksi yang tersebut membuat kedua orang tuanya terkejut sebelum digantikan senyuman penuh makna, melihat puterinya bertindak demikian pada Jian Chen menunjukkan Meily menaruh rasa pada pemuda itu.
Niu Zen dan Niu Yuan tentu tahu sikap puterinya yang selalu dingin pada orang lain terutama pada laki-laki. Perubahan sikap yang cukup drastis ini membuat mereka seperti melihat keajaiban yang unik.
Jian Chen kemudian mengalihkan topik ke hal lain yaitu tentang niat dari pelaku yang meracuni Niu Yuan.
Jika seandainya si pelaku berniat betul ingin membunuh Niu Yuan maka seharusnya ia meracuni dengan racun yang langsung membunuh namun kenapa harus menggunakan racun yang bergerak lambat.
“Sepertinya niat dari pelaku ini bukan hanya ingin membunuh istriku saja…” Niu Zen berpendapat. “Si pelaku berarti sudah mengetahui kapan istriku meninggal setelah 2 tahun diracuni dan selanjutnya ia akan menyiapkan hal lain bertepatan dengan istriku meninggal.”
Jian Chen tersenyum tipis, anilisis Niu Zen sangat tepat dan sesuai dengan pikirannya.
Ini berarti akan ada tragedi beberapa hari kedepan yang akan terjadi dan satu-satunya yang dipikirkan Jian Chen adalah masalah ini berkaitan dengan Niu Zen karena Niu Yuan sendiri tidak mempunyai banyak hubungan di klan Niu.
Hanya saja siapa yang berani untuk mempunyai masalah dengan orang nomor 1 di Klan Niu itu, berniat mencelakainya tidak berbeda jauh dengan mengantarkan nyawa.
Jian Chen menebak hanya orang terdekat Niu Zen yang bisa bertindak demikian.
Analisis Jian Chen seketika membuat Niu Zen termenung dan mulai berpikir ulang, meski ia punya dugaan tetapi sebenarnya ia tidak mempunyai bukti yang jelas.
Jian Chen memberi saran pada Niu Zen untuk tidak membeberkan kesehatan istrinya yang mulai membaik, ini demi kemanan istrinya.
Andai ketahuan kondisi Niu Yuan membaik, Si pelaku justru akan membuat rencana lain untuk membunuh Niu Yuan dengan segera, dia berpesan agar sementara waktu Niu Yuan harus tetap berpura-pura sakit.
Niu Zen mengangguk dan mulai mengerti arahan pikiran Jian Chen, sebenarnya dari sisi lain ia begitu takjub dengan kecerdasan anak muda itu. Niu Zen berharap ia bisa mempunyai hubungan khusus dengan Jian Chen dimasa depan kelak.
Firasatnya mengatakan bahwa Jian Chen adalah sosok luar biasa saat tumbuh dewasa nanti. Kecerdasannya adalah sesuatu yang langka di provinsi ini.
Ye Ziyun tidak banyak berbicara, namun dari hatinya kini ia mulai mengagumi sosok Jian Chen.
Niu Zen kemudian memberikan kediaman khusus untuk Jian Chen tinggali, sebuah rumah yang besar dengan halaman luas disinggahi olehnya yang tak jauh dari kediaman ketua klan Niu. Ada dua dayang yang disiapkan untuk melayani Jian Chen.
Miou Lin juga diberi kediaman yang sama beserta rombongannya.
Hari-hari berlalu di klan Niu, selain bertugas menyembuhkan Niu Yuan, Jian Chen menghabiskan waktunya dikediamannya untuk berkultivasi.
Sesekali Niu Meily dan Ye Ziyun mampir ke kediaman Jian Chen untuk belajar atau sekedar berbicara, tidak lama karena keduanya sadar Jian Chen sedang membutuhkan waktu sendiri untuk berlatih.
Jian Chen memang sedang latihan Kultivasi Dewa Cahaya nya yang sebentar lagi akan menerobos ke alam selanjutnya mengingat dirinya kini sudah dipuncak Dewa Cahaya Besi.
Dan benar saja 5 hari berlalu di kediaman klan Niu Jian Chen akhirnya bisa menerobos ke Dewa Cahaya Perak.
Dari dalam tubuh Jian Chen terasa ada dentuman saat penerobosan tersebut, dentuman yang bergejolak tapi tidak dipahami oleh Jian Chen. Disekililing tubuhnya muncul percikan petir sebagai tanda penerobosan.
Petir yang dikeluarkan Jian Chen jauh berbeda dari petir terobosan biasanya. Jian Chen juga tak mengerti namun yang pasti gara-gara petir itu lantai dan tempat tidurnya jadi rusak.
‘Sepertinya dikehidupan sebelumnya aku tak merasakan ini saat penerobosan?’ batin Jian Chen kebingungan.
Dewa Cahaya Perak menyamai seseorang yang berada di Alam Kehidupan tahap 1. Jian Chen bisa merasakan kekuatannya naik secara signifikan saat penerobosan terjadi.
Jian Chen melakukan gerakan ringan untuk merasakan kekuatan barunya. Setiap kali ia melakukan tendangan atau pukulan pada udara kosong akan tercipta siuran angin kecil.
“Saudara Jian, kekuatanmu bertambah?”
Nafas Ziyun tertahan saat ia sedang mampir ke kediaman Jian Chen, Ziyun bisa merasakan aura Jian Chen bertambah lebih kuat.
Meily juga merasakannya namun gadis cantik itu malah lebih tertarik menatap wajah Jian Chen terutama mata emasnya. Jian Chen harus berdeham pelan untuk membuat Meily tersadar, gadis itu langsung tersipu malu dan salah tingkah.
Memang ketika kultivasi Jian Chen meningkat mata emasnya juga jadi lebih mendominasi, mata Jian Chen memancarkan keindahan tersendiri bagi mereka yang melihatnya.