
Tidak hanya sampai situ, ketika Jian Chen berada di halaman terakhirnya ia mendapati di dalam Kitab Raja Racun ada teknik yang membuat ia kebal terhadap semua racun.
"Melakukan tekniknya adalah hal mudah namun untuk mewujudkannya adalah cerita yang berbeda..." Jian Chen menghela nafas saat membaca cara teknik kebal terhadap semua racun tersebut.
Dari Kitab Raja Racun, Jian Chen setidaknya harus memakan tanaman-tanaman herbal yang sangat langka sebelum dibuat menjadi ramuan.
Masalahnya bahan-bahan tanaman itu sulit untuk ia temui, misalnya salah satu dari bahan tanaman tersebut ia harus menemukan tanaman Bunga Salju.
Sebagai orang-orang yang mengetahui tentang alkimia, tentu saja Jian Chen mengetahui nama tanaman tersebut.
Tanaman Bunga Salju adalah tanaman yang langka yang hanya bisa tumbuh di padang es, setidaknya tanaman tersebut bisa tumbuh seratus tahun sekali dan tidak semua dataran es juga dapat menumbuhkan tanaman Bunga Salju.
"Sebaiknya aku akan mempelajari ini sesekali saja, masih ada banyak hal yang harus aku pikirkan..." Jian Chen menutup kitab tersebut lalu menyimpangnya pada cincin ruang.
Kembali ke semula, Jian Chen mulai mengeluarkan semua isi di cincin ruangnya. Tibalah ia dibagian berupa gulungang-gulungan surat.
Karena tidak mau ada informasi yang terlewat, Jian Chen harus membaca gulungan itu satu persatu. Tidak terasa saat ia fokus membaca pada gulungannya waktu sudah pagi kembali.
Jian Chen mendengar ketukan pintu dari kamarnya, dia adalah Jian Ya yang datang membawakan makanan untuk Jian Chen. Ia kemudian mempersilahkan gadis itu masuk, Jian Ya tampak terkejut dengan banyaknya gulungan di dalam kamar Jian Chen.
"Terimakasih, kebetulan aku sedang lapar saat ini..." Jian Chen mulai menyantap makanan yang di masak gadis itu, masakannya lagi-lagi membuat ia ketagihan untuk menyicip lebih.
Jian Ya senang Jian Chen menyantap masakannya dengan lahap hingga sampai habis. Ia tidak langsung pergi dari kamar Jian Chen, melainkan melirik pada gulungan kertas yang dibaca kekasihnya itu sebelumnya.
"Ini adalah gulungan surat yang dibawa salah satu anggota Shio yang aku kalahkan sebelumnya, aku sedang memeriksa cincin ruang mereka untuk mendapatkan informasi." Jelas Jian Chen melihat gadis itu begitu penasaran dengan apa yang ia baca.
"Organisasi Shio? Maksudmu Organisasi 12 Shio Pemburu?" Tanya Jian Ya terkejut.
Jian Chen mengangguk pelan, membuat gadis itu menarik nafasnya dingin.
Jian Ya selaku mantan Ketua klan tentu saja mengenali organisasi terkuat tersebut, organisasi yang beranggotakan 12 orang itu disebut-sebut sebagai organisasi paling berbahaya dari semua organisasi yang ada di Provinsi Naga Petir.
Mendengar Jian Chen mengalahkan Shio menunjukkan bahwa ia telah bertarung dengan mereka sebelumnya.
Jian Chen mengerti ketidakmengertian gadis itu, tanpa menyembunyikan semuanya, Jian Chen menceritakan apa yang terjadi di dalam penyerangan Ibukota, dimana rata-rata orang menganggap bahwa dalang dari penyerangan tersebut hanya serangan organisasi saja tanpa tahu bahwa dua Shio adalah dalang dari kekuatan mereka.
"Jadi itu sebabnya mereka percaya diri menyerang Ibukota..." Jian Ya akhirnya memahami sesuatu.
Jian Chen mengangguk pelan, jelas sekali gadis itu menyadari kekuatan organisasi tidak akan cukup untuk menyerang ibukota jika tidak ada dua Shio tersebut.
Memang benar, andai Jian Chen tidak ada di sana saat penyerangan ibukota berlangsung, maka sudah dipastikan pemerintahan Kekaisaran Qilin akan dikalahkan dengan adanya dua Shio.
Jian Chen kemudian menjelaskan tentang tujuannya selama ini untuk menghancurkan organisasi Shio Pemburu tersebut, dari 12 anggota mereka, ia telah berhasil membunuh lima anggotanya.
Gulungan kertas yang ada di kamar Jian Chen mungkin adalah informasi baginya untuk menuntun ia ke markas pusat organisasi tersebut atau setidaknya ia menemukan anggota mereka lagi.
Jian Ya tidak bisa berkata-kata dan akhirnya memilih diam, ia mengetahui begitu berbahayanya misi Jian Chen, berurusan dengan organisasi para Shio tidak berbeda jauh dengan mencari mati.
"Tidak perlu khawatir, aku sudah menghadapi mereka tiga kali dan selama melawan mereka aku sudah mengalahkan lima diantaranya. Kekuatanku lebih dari cukup untuk menghadapi mereka." Jian Chen tersenyum lembut, mengelus pucuk kepala gadis itu pelan.
Jian Ya mengangguk sebelum berlari dan memeluk Jian Chen, biarpun ia menyadari kekuatan Jian Chen sangat kuat tetapi tetap saja ia merasa khawatir saat orang yang dicintainya berada dalam bahaya.
"Kuharap kau tidak merasa sendiri, aku akan selalu ada disisimu jika kau membutuhkan bantuanku..." Jian Ya sadar tidak bisa mencegah Jian Chen jadi dia hanya memberikan semangat padanya.
"Aku mengerti, terimakasih, kau membuatku jadi lebih baik setelah menceritakan semuanya."
Jian Ya mengecup pipi Jian Chen, "Aku kekasihmu, kau bisa mencurahkan apapun kepadaku..."
Jian Ya kemudian menyampaikan bahwa sebenarnya ia akan kembali ke klan Jian besok hari, gadis itu mungkin akan berpisah dengan Jian Chen.
"Aku akan kembali ke klan saat urusanku dengan para Shio itu selesai, jika mereka dibiarkan terus lebih lama, Kekaisaran Naga tidak akan mendapatkan apa yang disebut kedamaian." Jian Chen menjelaskan bahwa ia tidak akan ke klan Jian terlebih dulu.
"Aku mengerti, kau adalah pahlawan sesungguhnya, seandainya mereka mengetahui mungkin mereka akan memujimu dan kau akan terkenal di seluruh kekaisaran Naga."
Jian Chen menggeleng pelan, "Aku melakukan ini bukan untuk Kekaisaran Naga apalagi mengharapkan seperti pujian dan popularitas. Aku bertindak semua ini untuk menciptakan kedamaian bagi orang terdekatku, keluarga dan juga orang yang aku cintai."
Jian Ya tersipu ketika Jian Chen mengatakan cinta saat menoleh padanya. Wajah gadis itu benar-benar memerah.
Karena ini adalah hari terakhir mereka bertemu, Jian Ya berinisiatif membantu Jian Chen membaca gulungan kertas tersebut.
Keberadaan Jian Ya benar-benar terbantu, biarpun Jian Chen memiliki kekuatan yang besar dengan mempelajari banyak teknik namun tidak ada disalah satu jurusnya yang bisa meningkatkan kekuatan baca Jian Chen supaya lebih cepat.
Hampir dua jam berlalu Jian Chen akhirnya menemukan sebuah informasi yang menurutnya sangat penting dan juga petunjuk mengenai organisasi para Shio.
Sebuah gulungan yang tertulis agar Shio Ular atau Shio Babi untuk melakukan perkumpulan darurat saat kejadian 3 Shio mereka tewas.
Sepertinya dua Shio itu akan berkumpul ketika ia telah menyelesaikan penyerangan ini, dalam gulungan tersebut Jian Chen mendapatkan lokasinya hanya saja tidak spesifik secara jelas.
"Provinsi Naga Pasir, mereka akan melakukan perkumpulan disini selama lima minggu lagi..." Jian Chen menggaruk kepalanya, di dalam gulungan itu tidak ada nama kota atau apapun yang lebih jelas mengenai tempat perkumpulan tersebut.
Jian Chen membuka peta benua timur lalu melihat provinsi Naga Pasir. Di dua kehidupan ini ia belum ke sana, mata Jian Chen melebar ketika mendapati wilayah luas provinsi tersebut hampir menyamai Provinsi Naga Api.