Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 248 — Jian Chen Vs Dua Shio


Shio Macan memberikan sebuah sinyal berupa cahaya biru yang di tembakkan ke atas langit, cahaya itu adalah tanda agar Shio Kelinci datang kemari.


Tidak lama cahaya itu dinyalakan, Shio Kelinci akhirnya mendatanginya, wajahnya seketika terkejut melihat situasi Shio Macan yang di kondisi terpuruk.


"Apa yang terjadi, kau hanya pergi beberapa menit lalu dan sudah terluka parah seperti ini?" Gadis itu bertanya dengan nada yang sedikit mengomel.


Shio Macan berdecak kesal sebelum menunjuk Jian Chen yang sedang bertarung dengan lawan-awannya.


"Aku terluka karena dia, aku tak bisa mengalahkannya sendiri jadi aku membutuhkan bantuanmu?"


Perhatian Shio Kelinci langsung tertuju pada apa yang ditunjuk rekannya, terlihat di sana ada pertarungan Jian Chen bersama beberapa pendekar.


Melawan beberapa Alam Langit sebanyak itu bukanlah hal aneh di dunia persilatan selama ia mempunyai kekuatan yang cukup tinggi.


Shio Kelinci hanya tidak terbiasa dengan gaya bertarung Jian Chen yang menggunakan tangan kosong sementara lawannya justru menggunakan pusaka.


"Kemampuannya kemungkinan berada di antara kita, tidak, bahkan lebih kuat dariku. Aku yakin titik kekuatannya berada pada jumlah tenaga dalamnya yang banyak..." Shio Macan menjelaskan kekuatan Jian Chen.


Shio Kelinci menoleh kembali ke arah Shio Macan. "Maksudmu dia adalah pendekar ahli tenaga dalam?"


Shio Macan mengangguk lalu menjelaskan bahwa Jian Chen ada kemungkinan pendekar tangan kosong juga mengingat ia bertarung seperti itu di depannya.


"Satu pukulannya mengenai tubuhku hingga beberapa tulang rusukku patah, aku menggunakan pil serta tenaga dalam untuk memulihkannya namun tetap saja aku tidak bisa dibilang telah sembuh sempurna."


Kekuatan pukulan yang dikeluarkan Jian Chen hampir sama dengan pukulan dengan gadis di sampingnya, Shio Kelinci juga mempunyai keterampilan soal ilmu tangan kosong terutama tendangannya yang mematikan.


Shio Kelinci tidak terkejut ataupun takut setelah mendengar cerita tersebut, justru gadis itu lebih berantusias dan siap bertarung dengan Jian Chen sekarang.


Ketika menyadari apa yang hendak gadis itu lakukan, Shio Macan menahannya. "Jangan bertindak terlebih dulu, kita tunggu beberapa saat lagi?"


"Apa maksudmu, dia sedang disibukkan sekarang, bukankah lebih baik menyerangnya bersama-sama?"


Shio Macan menggeleng pelan, ia mempunyai caranya sendiri. "Tunggu dulu sampai mereka terbunuh, aku yakin setelah itu tenaga dalamnya akan hampir tidak tersisa."


Secara jelas Shio Macan ingin mengorbankan para pendekar Alam Langit agar menguras tenaga dalam Jian Chen sebanyak mungkin, saat setelah itu ia akan bergerak menyerangnya.


Lagi pula fakta ia dapat dipukul demikian jauhnya oleh pemuda itu menunjukkan tenaga dalam Jian Chen sudah hampir berkurang banyak.


Shio Kelinci tidak terlalu menyukai saran tersebut tetapi ia juga tidak membantahnya, keduanya akhirnya menonton Jian Chen dari jauh yang sedang bertarung dengan pendekar Alam Langit dan mengunggulinya.


***


Pertarungan Jian Chen semakin sengit ketika pendekar Alam Langit itu menunjukkan kekuatan sesungguhnya, ia berusaha agar tidak terlalu bergerak jauh agar kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu besar.


Meski kerepotan Jian Chen tidak di desak, perlahan tapi pasti satu persatu dari mereka tumbang ke tanah dengan serangan tapaknya.


Karena jumlah lawan semakin menurun otomatis Jian Chen juga perlahan mengungguli pertarungan.


"Dia? Seberapa kuat fisiknya hingga sekali serangan bisa membuat lawannya pingsan?"


Selain itu mereka juga memikirkan yang lain, yaitu pendekar-pendekar yang pingsan di dekat mereka belum ada yang terbangun.


Pendekar organisasi itu berharap mereka cepat kembali dan membantu dalam melawan Jian Chen.


Seolah mengerti apa yang mereka pikirkan, Jian Chen langsung tersenyum dengan mengejek, "Kalian berharap mereka tersadar dan membantu kembali, maaf jika mengecewakanmu tetapi sampai kapanpun kalian menunggu mereka tidak akan terbangun lagi."


Mendengar itu pendekar Alam Langit yang tersisa menahan nafasnya, "Kau sengaja berbohong agar kami lengah?!"


"Kau boleh memeriksanya jika kau tidak percaya..." Jian Chen lalu memutar kakinya dan menggunakan teknik tendangan kuat.


Tendangan itu dilapisi tenaga dalam besar sehingga menimbulkan gelombang angin yang lumayan, walaupun tidak membuat mereka terluka namun cukup membuatnya terdorong.


Di saat ada jarak tersebut, para pendekar organisasi menyempatkan membangunkan mereka yang sudah tergelatak di tanah dengan menggunakan kaki.


Mereka menggoyangkan tubuh rekannya tetapi tetap tidak ada yang terbangun, saat itulah mereka sadar bahwa nafas rekan-rekannya sudah berhenti dengan mata yang masih terbuka lebar.


Itu berarti selama pertarungan berlangsung Jian Chen dapat membunuh lawannya dalam sekali serangan.


"Kau tidak berpikir kabur atau sebagainya bukan?" Jian Chen tersenyum lebar sebelum melepaskan teknik tekanannya yang membuat pendekar organisasi yang tersisa mematung di tempat.


Jian Chen tidak menunggu reaksi mereka yang ketakutan melainkan bergerak cepat menghabisi lawan-lawannya dengan sekali serangan sampai akhirnya ia berhasil membunuh semuanya.


"Kalian benar-benar kejam, tidak menganggap rekan sekutumu sebagai pihak kalian..." Jian Chen menatap ke atas, terlihat ada dua orang yang sedang melayang di udara, menontonnya.


Dua orang itu tidak menyembunyikan hawa keberadaannya justru mereka sengaja agar Jian Chen mengetahuinya.


"Pendekar tampan, aku belum pernah mendengar kekuatanmu di dunia persilatan. Apakah kau berasal dari luar kekaisaran?" Shio Kelinci bertanya dengan senyuman manisnya.


"Aku asli berasal dari sini, anggap saja aku sedang keluar dari pelatihanku?"


"Oh, begitu..." Shio Kelinci mengangguk-angguk kepalanya, "Aku ingin bertanya sesuatu hanya karena penasaran, bagaimana kalau kau bergabung dengan organisasi kami, sebelum terjadi pertarungan yang membuatmu mati sebaiknya kau pikirkan dengan tawaranku, mungkin dengan bergabungnya dirimu kita bisa jadi menjalin sepasang kekasih."


Jian Chen tersenyum tipis. "Aku tidak tertarik dengan organisasi kalian dan maaf soal kekasih, aku sudah mempunyai orang yang kucintai dan wajahmu bukan seleraku..."


Shio Kelinci tidak marah tetapi tertawa cukup keras, "Pendekar tampan, kau sungguh menarik hatiku, aku menawarkan sekali lagi karena kebetulan ada satu kursi yang kosong setelah salah satu Shio kami dibunuh. Aku juga akan melupakan kejadian atas apa yang kau lakukan pada rekanku jadi bergabunglah dengan kami..."


Shio Kelinci lebih kuat dari Shio Macan meski ia seorang perempuan, mungkin ada jarak yang lebar antara kekuatan keduanya.


Jian Chen tertawa kecil, "Untuk Shio yang kosong itu akulah yang membunuhnya jika kau mau mengetahui."


"Hm, apa maksudmu, kau membual?"


"Aku tidak peduli kau percaya atau tidak tetapi aku punya sesuatu darinya setelah aku membunuhnya." Jian Chen mengeluarkan dua pedang pusaka dari cincin ruang yang sebelumnya di miliki oleh Shio Kuda. "Apa kau mengenal dua senjata ini, aku sengaja menyimpannya karena dua pedang ini terlihat sangat bagus."


Shio Kelinci dan Shio Macan tercengang bersamaan, mereka tidak menyangka sosok pemuda di depannya adalah orang yang sama yang telah membunuh salah satu dari Shio mereka.