
Setelah Miou Xian pergi dari ruangan utama klan, salah satu bawahan Yang Tian menghampiri dan berlutut di depan singgasananya.
"Tetua Yang, apa tidak masalah dia memimpin klan yang telah kita kuasai ini?" Bawahan itu mempertanyakan tentang keberadaan Miou Xian yang akan menjadi ketua klan Miou.
"Tidak masalah buatku, sejak awal yang kita butuhkan adalah asosiasinya, bukan klannya."
"Tapi Tetua Yang, aku tidak mengerti, jika kita bisa mendapatkan keduanya kenapa harus mengambil salah satu? Bukankah lebih baik klan Miou berada di pihak kita juga?"
"Aku mengerti maksudmu, sebagai pendekar dari Kekaisaran Qilin yang hendak menjajah Kekaisaran Naga, mengambil klan Miou sebagai wilayah kita adalah hal wajar tetapi situasi tidak sesederhana yang kau lihat..."
Yang Tian menjelaskan bahwa Kaisar Qilin akan menyerang Kekaisaran Naga di waktu yang sudah di tentukan, selama itu belum terjadi, Kaisar Qilin tidak memperbolehkan pendekar-pendekar di kekaisaranya berperang terlebih dulu.
Yang Tian kemudian mengatakan kalau sekarang ia mengambil alih pemerintahan klan Miou, klan-klan lain akan curiga dengan kedatangannya apalagi klan yang sudah di kudeta ini mempunyai pengaruh besar di Kekaisaran Naga.
"Untuk saat ini kita biarkan tua bangka itu memimpin klan Miou sebagai kedok kita, meski Kekaisaran Qilin kelak akan menguasai wilayah ini tetapi sebaiknya kita tidak mengambil resiko untuk sesuatu yang tidak kita perlukan."
Penjelasan tersebut membuat bawahannya mengerti, memang sejauh yang mereka ketahui, kekuatan Kekaisaran Qilin tidak bisa disandingkan dengan Kekaisaran Naga yang cenderung lebih lemah.
Sejak dulu Kekaisaran Naga selalu di pandang remeh oleh kekaisaranya, jika bukan adanya asosiasi klan Miou mungkin mereka tidak akan repot-repot berada disini.
Bawahan itu kemudian menanyakan sesuatu yang lain. "Tetua Yang, menurut pria tua klan Miou itu, ada satu lagi Tetua perempuan yang belum kita tangkap, dia katanya sedang melakukan pertemuan dengan Kaisar Naga. Apa yang kita lakukan dengan Tetua terakhir ini?"
Yang Tian memang sudah dikabari bahwa saat kudeta terjadi, ada Tetua yang belum di tangkap oleh mereka karena tidak sedang berada di klannya.
Tetua perempuan itu memiliki jabatan penting di klan Miou sampai Miou Fan harus mewakilkannya ketika pertemuan bersama Kaisar Naga.
"Untuk Tetua itu aku sudah menanganinya, aku memerintahkan Kelompok Naga Ombak untuk menghadang perjalanan mereka saat kembali ke provinsi ini."
"Kelompok Naga Ombak! Bukankah mereka adalah kelompok elit Kekaisaran yang hebat dalam bertarung di air itu?" Bawahan itu terkejut setelah mendengar kelompok yang di katakan Yang Tian.
Kelompok Naga Ombak adalah kelompok bajak laut yang bekerja di bawah pemerintahan Kekaisaran Qilin.
Biarpun disebut bagian dari kekaisaran sebenarnya tindakan mereka cenderung ke hal yang kriminal.
Jika bukan karena pemerintahan Kekaisaran Qilin memberikan uang yang cukup untuk mereka setiap bulannya, mungkin kelompok Naga Ombak sudah menjadi bajak laut terjahat di sana.
Yang Tian mengangguk, ia sudah menyuruh Kelompok Naga Ombak untuk menghancurkan kapal asosiasi yang di tumpangi Tetua perempuan itu berserta orang-orang di dalamnya.
Yang Tian tidak mau ambil resiko lebih dalam, ia lebih baik membunuh Tetua tersebut dari pada menangkapnya hidup-hidup yang bisa beresiko lolos dan melarikan diri.
Lagi pula, andai ia ingin Tetua perempuan itu tetap hidup, Yang Tian tidak yakin bisa melakukannya karena Kelompok Naga Ombak yang di perintahkannya terdengar kejam di lautan, mereka merupakan kelompok bajak laut terkenal dengan haus darah.
***
"Tuan muda, anda terlihat tampan pagi ini, hatiku sampai berdebar hanya dengan melihatmu." Seorang pelayan cantik menyambut Jian Chen ketika ia baru keluar dari kamarnya.
"Tuan muda apakah anda sudah sarapan, aku sudah membuat kotak makanan untukmu, jika anda mau, Tuan muda bisa mengambilnya..." Pelayan lain menyapa serupa, menawarkan kotak makanan pada Jian Chen.
"Enak saja! Masakanku itu enak, lidah kau saja yang mempunyai selera rendahan!"
Kedua wanita itu sedikit bertengkar, saling tuduh dengan masakannya masing-masing.
Jian Chen tersenyum canggung hanya dengan melihatnya, ketika ia keluar dari kamarnya, ia sudah disambut oleh 2 pelayan gadis itu.
Semenjak pelayan-pelayan itu mengetahui identitas Jian Chen yang tinggi di asosiasi, mereka jadi cenderung ingin mendekati Jian Chen apalagi mendengar bahwa ia seseorang yang belum menikah.
Seperti sekarang, pelayan-pelayan itu sudah menunggu di depan kamar Jian Chen sejak dini pagi hari, mereka berusaha menunjukkan daya tarik mereka pada pemuda 18 tahun tersebut.
Sedikit dari mereka membawa kotak bakal makanan untuk diberikan pada Jian Chen, karena selain paras yang cantik, para pelayan itu juga ingin menunjukkan sisi kelebihan mereka dengan masakan.
Jian Chen tersenyum canggung ketika harus menyikapi para pelayan itu. Ia yakin wajahnya tidak setampan itu sampai membuat perempuan disekitarnya tergila-gila padanya tetapi setidaknya ia memiliki kesan lain sebagai seorang lelaki.
Jian Chen hanya bisa menggaruk kepalanya sambil berusaha membebaskan diri dari keduanya.
Ia mungkin bisa bertindak kejam pada musuhnya baik itu perempuan atau laki-laki namun di depan para gadis yang seperti ini, Jian Chen tidak bisa tegas pada mereka.
Beruntung pagi itu Miou Lin datang, membuat para pelayan itu berhenti bertengkar dan langsung membungkuk hormat padanya.
"Maaf mengganggu kalian tapi bisakah aku berbicara pada Tuan muda Jian?" Miou Lin tertawa kecil melihat Jian Chen sebelum bertanya pada kedua pelayannya.
"Tentu Nyonya, kami juga akan pergi setelah ini..." Tanpa berbicara lebih jauh, dua pelayan itu langsung pergi dari sana.
"Tuan Muda Jian, sepertinya anda sedang dalam kesulitan sebelumnya?" Miou Lin menahan tawanya agar tidak menyinggung Jian Chen lebih jauh.
Jian Chen tidak menjawab melainkan menghela nafas panjang, sepertinya besok-besok ia harus keluar lewat jendela untuk ke luar dari kamarnya.
Keduanya beranjak ke tempat rekreasi, karena kapal ini merupakan kapal asosiasi seutuhnya sehingga tidak ada pengunjung lain di sini. Miou Lin sudah menyediakan hidangan untuk sarapan pagi mereka.
"Tidak seperti biasanya Nona Lin mengajakku makan, apakah ada sesuatu yang ingin kita bicarakan?" Jian Chen duduk di salah kursi lalu memulai sarapannya.
Miou Lin mengangguk, tidak menutupi ada yang harus dikatakannya sekarang.
"Tuan muda Jian, bagaimana menurutmu tentang peperangan dua Kekaisaran ini, mungkinkah Kekaisaran Naga bisa menang dan bertahan?" Miou Lin langsung berbicara pada intinya.
Gerakan sumpit Jian Chen terhenti seketika, tidak menyangka gadis itu akan membahas tentang peperangan.
"Sebenarnya aku tidak yakin Kekaisaran Naga bisa menang melawan mereka meski telah mengalami kemajuan pesat beberapa tahun belakangan ini..." Jian Chen menghentikan perkataannya beberapa detik, terlihat berpikir sebentar "Bila aku asumsikan dalam bentuk persentase, kemungkinan menang Kekaisaran Naga melawan Kekaisaran Qilin sekitar 30%."
"Ti-tiga puluh persen!?" Miou Lin terbata-bata, ia tidak menduga perbedaan kekuatan antara keduanya terlalu berbeda jauh.
"Ya, tapi tetap saja menaklukkan Kekaisaran Naga juga bukan hal mudah bagi Kekaisaran Qilin sekalipun, kenyataannya di dalam perang akan banyak sesuatu yang terjadi dan kadang bisa merubah situasi yang mustahil sekalipun..."
Jian Chen juga tidak mengetahui seberapa besar kekuatan musuhnya namun yang pasti jika ia berasal dari sana, kekuatannya mungkin setara dengan 10 jagoan terkuat di Kekaisaran Qilin.