
Usai sarapan bersama Miou Lin, Jian Chen pergi ke anjungan kapal untuk menikmati hembusan angin laut. Selama beberapa hari di kapal ini juga Jian Chen selalu melakukan hal yang sama.
Dibutuhkan 6 hari untuk sampai ke daratan Provinsi Naga Petir dengan kapal besar asosiasi, waktu tersebut ia habiskan untuk bersantai dan juga berlatih ketika di kamar.
Para pendekar bayaran yang disewa Asosiasi tampak sudah biasa melihat Jian Chen berdiri anjungan kapal, setahu mereka Jian Chen akan melakukan demikian selama beberapa jam.
Mata Jian Chen memandang ke laut yang seperti tak berujung, meski terlihat ia baik-baik saja sekarang namun keadaan suasana hatinya sedang terpengaruh.
"Apa semua ini sebab karenaku..." Gumam Jian Chen pelan dengan nafas yang berhembus berat.
Selama ini Jian Chen berpikir Kekaisaran Naga akan aman jika organisasi 12 Shio Pemburu di lenyapkan, ia semakin optimis ketika telah berhasil membunuh 3 diantara mereka namun keyakinan itu mulai goyah sekarang.
Belum ia mengatasi para Shio itu Jian Chen harus dihadapi dengan konflik antara Kekaisaran yang skalanya jauh lebih besar.
Di kehidupan pertama bahkan sampai sepuluh tahun ke depan dari sekarang, Kekaisaran Naga tidak mendapatkan serangan dari Kekaisaran lain.
Tapi kini semuanya telah berbeda dari takdir semestinya, Kekaisaran Qilin yang dulu hanya menganggap Kekaisaran Naga sebagai Kekaisaran kecil kini telah dianggap mereka sebagai ancaman saat melihat pertumbuhan para pendekar Kekaisaran Naga yang melonjak cepat.
Pertumbuhan yang diluar kewajaran itu tidak bisa dibiarkan Kekaisaran Qilin terlalu lama atau kelak Kekaisaran Naga bisa menandingi mereka atau bahkan melebihinya.
Pertumbuhan itu disebabkan karena sumberdaya yang di hasilkan asosiasi klan Miou tentang pil-pilnya yang berkhasiat tinggi.
Pil-pil itu tidak lain berasal dari resep yang Jian Chen tulis pada mereka, resep yang sama yang membuat Asosiasi klan Miou jadi naik daun setelah menjualnya.
"Kalau dipikir-pikir semua ini disebabkan karenaku, andai aku tidak memberikan resep pil pada asosiasi maka..." Jian Chen menghela nafas sebelum menggeleng pelan. Dia sadar mengeluh perbuatan dan keputusan masa lalu tidak akan membawa apapun untuknya saat ini.
Jian Chen tidak mengerti apakah adanya dirinya yang hidup dua kali adalah hal baik atau buruk untuk dunianya sekarang. Meski ia telah berhasil menyelamatkan klannya tetapi masalah yang datang justru semakin besar.
Jian Chen hanya menghela nafas dari waktu ke waktu ketika memikirkan itu semua, pikirannya terasa berat dan hampa, rasa-rasanya semua yang terjadi pada dunia ini disebabkan karenanya yang ikut campur dalam takdir aslinya.
Setelah memandang laut yang entah kenapa terasa jadi sesak, Jian Chen kembali ke kamarnya untuk berisitirahat. Ia tidak mengerti namun entah kenapa dirinya terasa sangat lelah.
"Kejahatan itu selalu ada di dunia ini, begitu juga kebaikan. Walau kau membabat habis seluruh orang jahat dimuka bumi ini, mereka akan tetap terlahir kembali, begitu juga dengan kebaikan, meski kejahatan merajalela, kebaikan akan tetap ada untuk menyeimbangkan dunia ini agar selalu dalam posisi seimbang..."
Suara Lily tiba-tiba terdengar di telinga Jian Chen, membuat pemuda itu terkejut bukan main saat menoleh ke sumber suara.
Jian Chen terkejut bukan karena Lily yang sudah terbangun dari tidurnya melainkan gadis cantik itu sedang berdiri di depan matanya secara fisik nyata.
"Lily, kau... bagaimana kau bisa keluar?!"
Lily tersenyum lebar, ia menikmati keterkejutan Jian Chen.
"Bagaimana? Kau terkejut bukan?" Lily terkekeh pelan yang terlihat imut dan manis di pandangan Jian Chen.
Lily mulai bergerak di sekitar kamar Jian Chen sambil melayang terbang kesana-kemari, ia tampak antusias ketika melihat laut di luar jendela.
Gadis itu terus menatap keluar jendela yang terbuka, memandang laut, merasakan setiap hembusan angin yang menerpa wajah dan rambut panjangnya yang indah.
Lily amat menikmati dunia luar setelah terkurung beberapa tahun di dalam dantian Jian Chen, gadis itu seperti burung yang terjebak di dalam sangkar dan akhirnya terbebas kembali.
Setelah beberapa menit menikmati, ia kemudian hendak menjawab pertanyaan Jian Chen sebelumnya namun ketika melihat pemuda itu, Jian Chen justru sedang menatapnya balik.
Ekspresi Lily langsung berubah jadi ketus. "Jika kau terus menatapku dengan mesum seperti itu, kujamin matamu tidak akan bisa melihat lagi!"
Jian Chen nyengir lebar, sampai sekarang pun ia masih belum terbiasa dengan kecantikan Lily.
Sebenarnya kesan Jian Chen pada Lily cukup di wajari, gadis itu benar-benar memiliki kecantikan yang di level berbeda pada perempuan pada umumnya. Sulit rasanya bagi laki-laki seperti Jian Chen untuk berpaling dari keindahan parasnya.
Lily memiliki wajah yang manis, berkulit putih seperti salju dengan sepasang iris mata merahnya. Lily juga memiliki rambut panjang yang terurai dengan indah. Dengan kombinasi gaun merah dan kulitnya yang putih, Lily bak seperti dewi kecantikan yang turun dari langit.
"Ehm! Jadi bagaimana kau bisa keluar dari alam dantianku?"
Jian Chen mencoba mengubah topik pembicaraan agar Lily tidak menatapnya dengan tajam seperti itu. Ia mengakui kesalahannya karena sempat melihat lekuk tubuh gadis itu.
Lily mendengus pelan, "Aku menggunakan kekuatanku agar bisa keluar dari sana."
Jian Chen mengerutkan dahi, tidak terlalu mengerti jawaban singkat gadis itu.
"Intinya, dulu aku tidak bisa melakukan ini karena kekuatanku yang masih lemah namun setelah berada di ranah Alam Raja, aku bisa keluar dari alam dantianmu sesaat dengan cara paksa seperti ini..."
"Cara paksa?"
Lily mengangguk, "Bisa dibilang aku memerlukan tenaga dalam yang besar untuk bisa keluar dari dirimu, sebenarnya ada cara yang lebih mudah agar aku keluar tanpa mengeluarkan kekuatanku yaitu dengan sedikit bantuanmu..."
Lily menjelaskan jika Jian Chen mempelajari sebuh teknik yang bernama teknik gerbang dimensi, Lily dapat keluar dari Alam dantian Jian Chen sesuka hatinya dan juga tidak memerlukan tenaga dalam yang besar seperti yang sekarang ia lakukan.
Meski begitu Lily di dunia luar juga mempunyai batas waktu tertentu, setelah waktunya habis dia akan terhisap kembali ke Alam dantian Jian Chen.
Alasan Lily sekarang langsung muncul karena ingin mencoba kekuatannya, terlebih ia melihat suasana hati Jian Chen tidak terlalu baik saat itu.
"Aku belum terbebas dari Alam dantianmu, seperti yang kukatakan, aku membutuhkan sesuatu yang ada di duniaku agar bisa lolos dari penjara kristal hijaumu itu." Lily melipat tangannya di dada, menyudahi penjelasannya.
"Lalu kenapa kau tidak mengajariku cara membuka gerbang dimensi jika ingin cepat keluar seperti sekarang?"
"Tidak bisa, kekuatanku harus mencapai Alam Raja untuk bisa keluar dari gerbang dimensi..."
Jian Chen mengangguk mengerti, ini berarti jika Lily ingin keluar dari alam dantiannya Jian Chen harus mengaktifkan gerbang dimensi yang akan diajarkan gadis itu nanti. Lily juga mengatakan ia bisa keluar dari dantian Jian Chen secara paksa jika dirinya dalam keadaan darurat.