Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 215 — Rombongan Kereta


Jian Chen dan Yue Lian kemudian berpisah jalan sesudah memasuki kota dari para rombongan pedagang.


"Jadi apa tujuanmu selanjutnya?" Tanya Jian Chen.


"Aku akan mencari serikat petualang terlebih dulu, di sana adalah satu-satunya tempat pengumpul informasi untuk para penjahat."


Yue Lian sudah tidak bertanya lagi mengenai Jian Chen adalah seorang pemburu ataupun bukan setelah melihat apa yang pemuda itu lakukan pada para petugas sebelumnya.


Salah satu pertanyaan di benaknya adalah alasan kenapa Jian Chen yang terkesan ingin selalu menemaninya.


Keduanya akhirnya berjalan menelusuri kota untuk mencari serikat petualang, kota tersebut lumayan ramai namun ada yang janggal dari raut wajah mereka.


Kebanyakan dari mereka berjalan dengan wajah menundukkan kepala, ekspresi mereka muram dan penuh kewaspadaan.


"Hm, kurasa suasana kota ini tidak terlalu beres?" Jian Chen menatap sekitar warga kota yang berlalu lalang di depannya.


"Aku juga berpikir hal yang sama, sepertinya mereka sedang di landa bencana atau sejenisnya."


Sedikit sulit mencari serikat petualang di kota sehingga Yue Lian bertanya pada warga sekitar, beruntung ternyata nama serikat petualang cukup terkenal.


Serikat petualang mempunyai bangunan yang lumayan besar dan bertingkat tiga di kota ini.


Sesudah menjumpainya, Yue Lian dan Jian Chen memasuki bangunan tersebut, berpikir akan ada banyak orang yang ada di sana namun keadaannya sebaliknya.


Tidak ada seorang pendekar pun di dalam kecuali pengurus administrasi yang sedang bekerja di mejanya sambil sesekali menghela nafas berat.


"Maaf tapi serikat petualang tidak mempunyai misi sekarang..." Ucap pengurus administrasi itu tanpa menoleh pada Jian Chen ataupun Yue Lian.


Jian Chen dan Yue Lian saling pandang, mereka bisa melihat dari segi bangunan dan tempatnya serikat petualang merupakan tempat umum yang selalu banyak di huni oleh para pendekar dan pengunjung.


Melihat tempat itu jadi mendadak sepi jelas ada sesuatu yang tidak beres, apalagi tidak ada daftar misi dari papan pengumuman yang biasanya banyak tertera di sana.


Keduanya kemudian menghampiri pengurus administrasi tersebut, ia kemudian mengatakan niat dan maksud kedatangannya kesini yaitu untuk mencari para penculik.


"Sebaiknya kalian lupakan tentang ingin menangkap para penculik itu, aku bukan tidak tahu tapi membicarakannya disini adalah hal yang tabu."


"Aku tidak mengerti, apa maksudmu?"


Pengurus itu kemudian memandang Yue Lian dari atas sampai bawah, terlihat ada senjata yang tersemat di pinggangnya yang menandakan ia adalah seorang pendekar.


"Nona, sepertinya kalian baru mendatangi kota ini jadi tidak tahu apa yang terjadi. Tentang penculikan aku yakin hampir semua penduduk disini mengetahuinya, masalahnya mereka akan menutup mata mendengar hal tersebut bahkan terkesan menghindar membicarakannya."


Yue Lian semakin tidak mengerti, ia ingin bertanya lagi namun Jian Chen lebih mendahului.


"Bisakah kau langsung pada intinya..."


Pandangan pengurus administrasi kemudian menoleh ke arah Jian Chen, seorang pemuda yang memiliki mata emas.


Mata pengurus administrasi melebar seketika, ia mempunyai penglihatan yang jeli sejak lahir.


Ketika melihat Jian Chen, pengurus administrasi itu bisa menyaksikan kekuatan besar yang terpendam di dalam diri pemuda di depannya, seumur-umur ia baru merasakan kekuatan sebesar itu.


"Pendekar, siapa namamu?!" Pengurus itu memandang Jian Chen dengan tatapan berbeda.


Yue Lian tampak kebingungan dengan reaksi pengurus administrasi setelah melihat Jian Chen namun pengurus itu langsung menceritakan semuanya.


Pengurus menjelaskan tentang kotanya yang kini berubah drastis.


Di mulai dari serikat petualang yang mendadak menjadi sepi setelah beberapa bulan belakangan ini pemerintahan melarang para petualang untuk membasmi para penjahat termasuk kasus penculikan yang ada dimana-mana.


Mereka seolah melarang melaporkan hal tersebut baik ke pemerintah ataupun ke serikat petualang.


Yang kedua adalah keadaan kota sedikit berubah, para petugas yang biasanya berjaga kini digantikan dengan pendekar yang tidak tahu tempat asal muasalnya, yang pasti mereka melarang para pendekar asing masuk ke kota ini.


Dan terakhir, di setiap harinya akan ada rombongan kereta yang membawa gerobak tertutup masuk ke kota.


Rombongan kereta itu terlihat mencurigakan namun para petugas tidak melarang mereka malahan membiarkan rombongan itu masuk ke wilayah pemerintahan kota.


Tentu saja rombongan itu menjadi tanda tanya bagi para warga sekitar namun tidak ada yang berani bertanya atau menyuarakannya.


Belakangan ini ada kejadian seseorang yang menerobos keluar dari gerobak tersebut, orang yang keluar itu segera berteriak meminta tolong pada warga sekitar dan mengatakan bahwa mereka sedang di culik.


Saat itulah para warga akhirnya mengetahui bahwa di dalam gerobak itu adalah manusia, mereka meyakini bahwa rombongan kereta itu adalah kasus penculikan yang selama ini terdengar.


Karena ketakutan, para warga cenderung memilih diam daripada ikut campur. Termasuk para pendekar yang melihatnya langsung berpaling wajah.


"Bagaimana dengan pemerintah, apa mereka tidak bertindak sesuatu?" Yue Lian bertanya kemudian.


"Justru aku menganggap bahwa pemerintah lah dalang dari semua ini, begitu juga dengan para warga yang berpikir sama."


Pengurus administrasi menjelaskan bahwa pemerintah sudah ada yang aneh semenjak para petugas di ganti oleh pendekar liar. Ia yakin bahwa sekarang wilayah tempat walikota berada sudah dikuasai oleh orang-orang jahat.


"Kau menyadarinya bukan bahwa kasus penculikan ini tidak sesederhana yang kau dengar, mereka sepertinya berasal dari kelompok besar."


Jian Chen mengingatkan Yue Lian agar tidak ikut campur lebih jauh urusan ini, organisasi Pedang Darah bukanlah sekelompok perampok yang ia temui beberapa lalu. Kekuatannya terlalu beda jauh.


"Aku tak bisa membiarkan begitu saja, orang yang diculik mereka adalah seseorang yang berharga bagiku..." Yue Lian menggeleng pelan.


Jian Chen menghela nafas panjang, ia tidak membujuk lebih jauh karena mengetahui jelas sifat kekasihnya itu.


Di saat Jian Chen memikirkan jalan keluar atas masalah Yue Lian, dari luar bangunan terdengar suara langkah kaki kuda yang saling menyahut.


"Itu kereta yang kuceritakan sebelumnya!" Pengurus administrasi buru-buru mendekati jendela.


Jian Chen dan Yue Lian berpandangan sesaat sebelum mendekati jendela untuk melihat lebih jelas, mereka kemudian melihat apa yang di maksud rombongan kereta tersebut.


Dalam rombongan itu terdapat 7 kereta di yang berbaris rapi. Seperti yang dikatakan pengurus administrasi, semua kereta itu di tutup rapat dan kini sedang menuju wilayah pemerintahan.


Dari sisi-sisi samping kereta ada para pendekar yang berwajah garang yang mengawal kereta tersebut.


Para warga langsung mengambil jarak ketika kereta itu datang, beberapa dari mereka segera bersembunyi di rumahnya dengan wajah penuh ketakutan.


"Jadi mereka adalah penculiknya..." Yue Lian bergumam pelan sambil menggigit bibirnya.


Dari sekilas saja, Yue Lian menyadari tidak bisa melawan mereka semua, boleh jadi menerobos ke sana tidak berbeda jauh dengan mengantarkan nyawa.