Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 46 — Akhir Kompetisi


Jian Chen merupakan pendekar tangan kosong dikehidupan lalu, serangan tapak, tendangan, pukulan, serta totokan telah dikuasainya.


Meski dirinya menguasai ilmu pedang juga namun ia tidak terlalu menggunakannya terutama karena Jian Chen tidak terbiasa dengan senjata yang ada digenggaman tangannya.


Dikehidupan lalu hanya beberapa kali saja Jian Chen menggunakan Teknik Pedang Rembulan itupun jika ia sedang membawa pedang saja, pada akhirnya kalau bertarung serius Jian Chen memilih menggunakan tangan kosong.


Bisa dibilang Jian Chen mengubur kemampuan pedangnya namun setelah terlahir kembali dia belajar membiasakan untuk menggunakan pedang itu.


Kemampuan Jian Chen dalam berpedang sebenarnya tak kalah tinggi apalagi ketika dirinya telah menguasai Teknik Pedang Rembulan yang bisa digunakan diberbagai situasi.


Dengan menguasai teknik itu pemahaman pedangnya juga sudah dalam, Jian Chen hanya tidak menyadari kemampuan dirinya sebab itu saat ia menggunakan teknik pedang Jian Chen terkejut melihat dampak dari penggunaan serangannya.


Jian Chen menatap pedang Taring Putih ditangannya, masih terkejut dengan situasinya, menurutnya hanya dengan senjata kecil seperti ini bisa membuat kerusakan yang besar tak terkira cukup membuat ia terpana.


“Aku harus belajar pedang lebih dalam lagi, setelah kompetisi berakhir mungkin aku akan berlatih hingga mencapai seorang pendekar ahli pedang.” Jian Chen jadi termotivasi.


Jian Chen menyarungkan kembali pedangnya, ia melangkah menuju tempat Liu Zhan pingsan. Jian Chen memastikan kehidupan Liu Zhan dan ternyata dia tidak terbunuh oleh serangannya.


“Aku akan mengambil yang bukan milikmu, setelah ini berlaku jujurlah dalam sebuah kompetisi.” Jian Chen mengambil Cincin Ruang dijari Liu Zhan yang masih pingsan.


Cincin Ruang milik Liu Zhan tidak berjenis perak melainkan emas, cincin ruang yang lebih berkualitas serta mempunyai ruangan yang cukup luas didalamnya. Biasanya hanya orang-orang bangsawan serta mereka yang ada di klan tinggi yang memiliki Cincin Ruang berjenis emas ini.


Jian Chen memejamkan mata untuk meraba isi cincin ruang itu, seperti dugaannya, hasil curian faksi Naga Emas tersimpan didalamnya. Jian Chen menemukan permata siluman berjumlah ratusan dan jika dimasukkan ke kompetisi bisa ditukarkan menjadi 1000 poin lebih.


“Andai dia kembali ke Akademi maka sudah tentu dia jadi pemenang, setidaknya juara kedua jika ada aku.”


Jian Chen tidak akan menyerahkan permata siluman ini pada faksinya, ia berencana menyerap semuanya pada dantiannya untuk latihan. Lagi pula dengan permata yang diperoleh sebelumnya ia yakin faksi Dua Pedang akan memenangkan kompetisi ini dengan telak.


Kompetisi pemburuan siluman telah berakhir hari ini, setelah memeriksa semua anggota faksi Naga Emas Jian Chen langsung pergi dari sana.


Dia tertawa kecil, faksi Naga Emas pasti dipermalukan kali ini saat sadar nanti. Alih-alih juara faksi Naga Emas justru diposisi paling bawah. Jian Chen tidak kuat untuk melihat reaksi Liu Yanyi atas kegagalan bawahannya. Jelas ini diluar perkiraannya.


***


Beberapa jam berlalu di tempat lapangan Akademi Qianshan sudah ada beberapa murid yang menukarkan hasil permata siluman buruannya pada Tetua Akademi.


Ada lima belas meja didepan lapangan itu, setiap meja adalah tempat dimana permata ditaruh oleh peserta kompetisi sebelum nanti dihitung dengan formasi sihir sederhana.


Akan muncul angka setelah permata ditaruh, Tetua Akademi akan memberikan poin berupa koin biru dan itu bisa di tukarkan dengan sumber daya yang ada di akademi.


Peserta kompetisi terus mengantri pada 15 meja itu hingga akhirnya tiba giliran faksi Lotus Salju milik Niu Meily. Meily mengeluarkan isi permatanya diatas meja dan secara serempak muncul angka jumlah poinnya.


Seperti yang disebutkan peraturan sebelumnya, satu tahun umur permata sama dengan satu poin, jadi bukan masalah jumlah permata tapi umur permata itu sendiri.


Meily mendapatkan 890 poin dan ini merupakan poin tersebesar kedua disusul Ye Ziyun setelahnya yang berjumlah 800 poin.


Faksi demi faksi berlanjut hingga tiba digiliran faksi Dua Pedang yang anggota jauh lebih sedikit. Kedatangan rombongan faksi Dua Pedang tidak terlalu menarik perhatian orang-orang saking tidak terkenalnya faksi tersebut kecuali dua gadis tercantik yaitu Ye Ziyun dan Niu Meily.


Kedua gadis itu awalnya mungkin sama dengan kebanyakan, menghiaraukan faksi Dua Pedang namun ceritanya berbeda lagi setelah mengetahui ada seseorang hebat difaksi tersebut.


Meily menatap rombongan Miou Yue dengan teliti namun tidak menemukan orang yang dicarinya, pikirnya Jian Chen ada dirombongan itu.


“Sepertinya dia tidak ada, bukan?” Ziyun berbisik didekat telinga Meily membuat gadis itu terkaget bukan main.


“K-Kak Ziyun, kenapa kau selalu mengagetkanku!” Meily berujar protes.


“Hm? Bukankah kau mencari dia, Jian Chen?”


“Si-siapa yang mencarinya, aku tidak mencarinya. Kak Ziyun salah paham!”


Ye Ziyun tertawa kecil, perkataan Meily berbeda jauh dengan reaksinya apalagi wajah sahabatnya itu terlihat memerah ketika menyinggung Jian Chen. Ziyun menoleh pada faksi Dua Pedang yang ingin mengeluarkan permata di cincin ruangnya, ia dan sahabatnya sama-sama penasaran kira-kira berapa banyak permata diperoleh faksi tersebut.


Miou Yue dari depan tak lama mengeluarkan hasil permata siluman yang didapatkannya, hasilnya jauh dari perkiraan semua orang yang melihat ketika sebuah muncul gunungan permata yang memenuhi meja tersebut.


Permata siluman yang dikeluarkan Miou Yue bukan hanya banyak tetapi berjumlah puluhan tahun, Miou Yue sendiri juga masih terkejut meski telah meraba jumlahnya namun yang mengejutkan adalah poinnya.


Tertera 2100 poin dari meja sihir itu, bahkan Tetua yang memeriksanya sampai terbatuk-batuk tak percaya.


Semua pandangan tertuju pada meja Miou Yue, bisik-bisik menjalar tentang hasil yang didapat faksi Dua Pedang. Semuanya tentu tidak percaya pada hasil faksi tersebut.


“Apa ini, apa mereka curang mengumpulkan permata?”


“Menurutmu gimana? Aku juga tidak percaya dengan ini tetapi semua ini nyata. Bagaimana faksi terbawah mendapatkan permata sebanyak itu.”


“Kudengar ada kelompok bertopeng saat kompetisi berlangsung yang mencuri permata siluman dari faksi lain, apa mungkin kelompok bertopeng itu adalah faksi Dua Pedang?”


“Tidak mungkin! Aku dan faksiku pernah bersama faksi Dua Pedang dihari ketiga dan keempat, mereka semua baik, mereka memburu sesuai peraturan kompetisi.”


“Lalu bagaimana dengan permata silumannya?”


“Entahlah, mungkin mereka memang mendapatkan permata sebanyak itu.”


Dibanding bisik-bisik kebanyakan, Meily dan Ziyun yang paling terkejut dari semuanya. Keduanya menyadari bahwa hasil tersebut pasti disebabkan Jian Chen, karena satu-satunya yang bisa melakukan pemburuan sebanyak itu hanya bisa diraih dengan kemampuan tinggi seperti Jian Chen.


Ziyun pernah melihat aksi Jian Chen yang bertahan saat diserang oleh Tikus Tanah sedangkan Meily sudah menyaksikan teknik pedang Jian Chen yang tinggi namun yang mengejutkan keduanya kemampuan Jian Chen ternyata jauh dari perkiraannya.


Walaupun mereka tidak pernah menyaksikan bagaimana Jian Chen membunuh siluman namun dalam sekali lihat saja, mereka percaya kalau kemampuan Jian Chen dapat membunuh semua siluman dihutan sunyi tanpa ada yang menghalanginya sedikitpun.