Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 47 — Rencana Kedepan


Antrian dari penukaran hasil kompetisi terus berlanjut, setelah beberapa jam barulah para peserta Akademi mulai menyadari faksi Naga Emas tidak ada dalam antrian tersebut.


Faksi yang berada dirangking nomor 1 itu tentu saja mencolok saat keberadaan mereka tidak ada. Bahkan ketika antrian mulai habis tidak ada tanda-tanda rombongan faksi Naga Emas muncul.


Keganjalan itu kemudian sampai pada Tetua Akademi, pengumuman kemenangan yang seharusnya sebentar lagi diundur hingga faksi itu datang.


Pikiran semua sama, mungkin alasan faksi Naga Emas terlambat karena mereka masih di hutan. Tapi setelah beberapa jam bahkan hampir sore faksi Naga Emas belum kesini.


Bisik-bisik menjalar bagai dengung lebah, salah satu dari lima belas Tetua Akademi pergi ke Hutan Sunyi untuk memeriksa Faksi Naga Emas.


Sayangnya waktu kompetisi telah ditutup 5 jam lalu jadi Tetua Akademi tidak bisa menunda lagi untuk mengumumkan kemenangan.


Pikiran Tetua itu terjenihkan kembali atas data siapa yang akan menang, sulit dikatan namun begitulah kenyataannya. Perwakilan yang menang akan maju kedepan panggung.


Hasil kemenangan kompetisi tersebut mudah ditebak, para peserta pun langsung menyadari siapa yang menang apalagi yang juara utama.


Faksi Meily juara kedua dengan mendapatkan sumber daya tambahan sedangkan faksi Ye Ziyun ketiga, dihadiahi senjata yang telah berubah menjadi sebuah pusaka.


Urutan pertama adalah yang paling mengejutkan semua orang, tidak ada yang menyangka sedikitpun faksi tersebut bisa memenangkan kompetisi ini. Faksi Dua Pedang yang dipimpin Miou Yue menjadi juara utama dengan poin paling tinggi sepanjang sejarah kompetisi Akademi Qianshan.


Mata semua peserta tertuju pada gelas kecil yang diberikan Tetua pada Miou Yue, dalam gelas kecil itu terdapat air Tetesan Embun Langit yang dapat meningkatkan 1 tahap kultivasi pada diri seseorang.


Tentu yang melihat bakal tergiur, tidak sedikit dari mereka yang berniat jahat untuk merebutnya. Hanya saja mereka tidak bisa melakukannya karena Tetua Akademi pasti mengawasi faksi Dua Pedang setelah ini.


Sebab kemenangan ini, nama faksi Dua Pedang jadi terkenal di Akademi dan kekuatannya diakui oleh sebagian murid-murid. Mereka yakin bahwa selama ini faksi Dua Pedang menyembunyikan kekuatannya.


***


Dua minggu berlalu setelah kompetisi berakhir, Jian Chen masih berada di Hutan Sunyi untuk berlatih diri.


Permata siluman yang didapatkan dari faksi Naga Emas itu ia serap semuanya kedalam dantiannya.


Penyerapan permata siluman itu membutuhkan waktu berhari-hari karena jumlahnya yang banyak. Tidak bisa dipungkiri setelah 2 minggu berlalu kapasitas tenaga dalam Jian Chen meningkat cukup pesat.


Jian Chen bisa merasakan bagaimana repotnya bertarung dengan jumlah tenaga dalam yang kecil. Sebagai pendekar ahli tenaga dalam tentu saja ia sangat bergantung dengan tenaga dalam.


Alasan itulah ia memfokuskan waktunya untuk menambah kapasitas tenaga dalamnya, sekitar 460 lingkaran tenaga dalam kini sudah terbentuk ditubuh Jian Chen.


Jian Chen berdiri dari duduk silanya setelah sekian lama berkultivasi, ia merenggangkan otot serta tubuhnya yang mulai terasa kaku akibat lamanya berdiam diri.


“Ini jauh dari cukup…” Jian Chen tersenyum puas atas peningkatan dirinya.


Dewa Cahaya Perak mempunyai syarat harus memiliki tenaga dalam 200 lingkaran sedangkan Dewa Cahaya Emas 400 lingkaran. Bisa dibilang, Jian Chen bisa melewati kultivasi selanjutnya selama 8 titik meridiannya memiliki cukup cahaya yang diserap.


Terlepas kasus kekuatan Jian Chen yang meningkat tak wajar ada satu lagi yang wajib dia urus yaitu tentang penyelamatan klannya.


Jian Chen sudah memikirkan rencananya dari dulu dan salah satu cara untuk mewujudkannya ia membutuh sesuatu yang materi yaitu uang. Selama ini Jian Chen hanya memiliki 10 keping emas dari orang tuanya untuk kebutuhan hidup satu tahun di Akademi.


Cara terbaik untuk mendapatkan uang yaitu dengan terjun langsung kelapangan yang melibatkan uang seperti berdagang, menjual jasa, atau berbisnis.


“Sebaiknya aku memulai rencanaku dari sekarang, kekuatan yang membantai Klan Jian pasti memiliki jumlah serta kekuatan yang besar.”


Jian Chen tidak bisa membayangkan kekuatan seperti apa yang dapat membunuh seluruh klannya tanpa tersisa sedikitpun mengingat Klan Jian memiliki banyak pendekar kuat didalamnya. Yang pasti, dia tidak bisa melawan mereka semua seorang diri.


Jian Chen kemudian pergi dari hutan tersebut, hal yang ia tuju pertama kali adalah penginapan klan Jian di Akademi.


***


“Saudara Chen, anda akhirnya kembali!” Jian Luan adalah orang pertama yang menyambut Jian Chen saat tiba di gerbang penginapan.


Laki-laki berusia 18 tahun itu terlihat sumringah setelah Jian Chen kembali, ia awalnya khawatir Jian Chen kenapa-napa mengingat telah menghilang selama dua minggu.


Jian Chen menanggapi itu dengan senyuman hangat kemudian menanyakan beberapa hal pada Jian Luan terkait saat dirinya tidak ada di Akademi.


Sambil berjalan masuk ke penginapan, Jian Luan memulai ceritanya diawali tentang kemenangan faksi Dua Pedang sebagai juara utama, selain itu dia juga menambahkan setelah kompetisi berakhir faksi Dua Pedang jadi lebih terkenal sehingga banyak peminat anggota baru yang ingin masuk ke faksi tersebut.


Mendengar itu Jian Chen mengangguk puas, itu adalah hal yang ia inginkan pada faksi Dua Pedang.


Yang paling menggemparkan selain faksinya menang ternyata ada lagi berita lain yaitu tentang kondisi faksi Naga Emas. Jian Chen tertawa kecil dibagian cerita ini.


“Faksi Naga Emas tidak mendapatkan satu poin pun atas kompetisi ini, namun yang mengejutkan adalah ketika mereka kembali, kondisi mereka terlihat menyedihkan. Kau tau saudara Chen, mereka seperti sudah dipukul oleh seseorang…” Jian Luan sedikit menahan tawa sambil membayangkannya.


“Banyak yang bertanya kenapa mereka jadi demikian tetapi faksi Naga Emas menutup mulut soal ini. Bagi sebagian yang lain, faksi Naga Emas seperti dipermalukan dikompetisi ini.”


Jian Chen tersenyum tipis, dia tidak menduga kalau faksi Naga Emas akan menutup mulut tentang keberadaan dirinya.


“Terlepas dari kompetisi tersebut yang paling mengagumkan adalah kau Saudara Chen, anda sungguh hebat bisa mendapatkan 2000 poin seorang diri…”


Ditahun-tahun sebelumnya tidak ada pemburuan yang mendapatkan skor sampai 2000 poin oleh faksi, hal ini adalah pertama kali belum lagi Jian Chen melakukannya sendirian jadi wajar saja Jian Luan terkagum-kagum.


Dua ribu poin itu ditukarkan menjadi sumber daya oleh Miou Yue sebelum dibagikan kesemua anggota faksi Dua Pedang, Jian Chen bisa melihat kultivasi Jian Luan meningkat satu tahap akibat sumber daya tersebut.


“Miou Yue beberapa kali ke penginapan untuk menemuimu namun selalu kembali karena kau tidak ada.”


“Hm, apakah ada masalah?”


“Sepertinya bukan. Menurutku Nona Yue hanya ingin memberikan sesuatu padamu.”


Jian Chen mengangguk-ngangguk, selepas beristirahat sebentar di penginapan dia juga berniat akan bertemu dengannya.


“Oh ya, aku lupa satu lagi, ada Nona Meily dan Nona Ziyun yang kesini dan keduanya mencarimu, Saudara Chen apakah mereka mengenalmu?”


Tentu Jian Luan penasaran tentang ini karena dua gadis cantik itu adalah orang spesial di Akademi. Bisa berkenalan dengan salah satunya adalah sebuah keajaiban apalagi dua-duanya.


Saat mereka ke penginapan Klan Jian semua yang melihatnya terkejut, tidak percaya seorang Dewi bisa berkunjung ke penginapan yang terlihat biasa saja.


Jian Chen tersenyum canggung, sulit menjawabnya tetapi pada akhirnya ia mengangguk bahwa mereka memang mengenal dirinya.