
Meily dan Ziyun kembali menyerang dengan pedangnya namun keduanya masih melakukan kesalahan yang sama, Jian Chen dengan mudah langsung memukul mundur mereka.
"Meily, Ziyun, anggap saja aku musuh kalian. Dalam pertarungan hidup dan mati terkadang kita tak punya pilihan ataupun jalan tengah. Satu keraguan saja sudah cukup membuat situasi berbalik."
Meski kurang mengerti perkataan Jian Chen akhirnya kedua gadis tersebut menurut, Meily yang pertama menyerang Jian Chen dengan menggunakan teknik pedang rembulan. Tubuh gadis itu berpecah menjadi tiga sebelum menyerang bersamaan.
Jian Chen tersenyum tipis lalu menyambut ketiga tubuh Meily, keduanya saling beradu jurus dengan Jian Chen masih mendominasi. Ketika 3 tubuh Meily bersatu kembali tiba-tiba dia langsung melompat ke atas dengan tinggi.
"Kak Ziyun, sekarang!"
Pedang Ziyun sudah bersinar kebiruan, ia menunggu Meily menyelesaikan serangannya sebelum mengayunkan pedangnya ke arah Jian Chen dari jauh, seketika energi pedang berwarna kebiruan muncul dan mengarah cepat padanya.
"Bagus, ini yang kumaksud... " Jian Chen mengangguk puas lalu mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum menebas energi pedang Ziyun menjadi dua.
Meily terkejut, tidak menyangka Jian Chen menghancurkan energi elemen es Ziyun dengan mudah tetapi ia tidak berhenti di sana. Saat tubuhnya mendarat Meily kembali menyerang Jian Chen lagi.
"Teknik Pedang Bulan Purnama — Dua Cahaya Bintang!"
Kecepatan pedang Meily beberapa kali lipat lebih cepat dalam 15 tebasan pertama, menanggapi hal tersebut Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang besar untuk menahan serangannya.
Berbarengan dengan serangan sahabatnya, Ziyun sudah berada di dekat mereka bertarung lalu membantu Meily dengan teknik pedang Klan Ye. Jian Chen seketika menerima belasan serangan dalam waktu singkat.
Berbeda dengan teknik pedang Meily yang gesit serta lincah, Ziyun menggunakan teknik pedang dengan perubahan jenis es sehingga ketika Jian Chen menahan ayunan pedang gadis itu, tubuhnya seketika merasakan sensasi dingin.
Kombinasi keduanya membuat Jian Chen diposisi bertahan, meski begitu tidak ada serangan yang mengenai tubuh Jian Chen.
'Kedua gadis ini memang jenius di antara jenius, dengan kombinasi seperti ini mereka bisa mengalahkan seseorang yang berada di Alam Kehidupan Tahap 2...'
Satu hal yang Jian Chen sadari, kombinasi serangan Meily dan Ziyun sangat sempurna. Mungkin ini diakibatkan karena mereka sudah saling mengenal sejak lama membuat keduanya saling mengerti satu sama lain.
'Jadi ini kekuatan saudara Jian... ' Ziyun disisi lain mulai mengagumi kehebatan Jian Chen yang sebenarnya, bahkan ada perasaan asing yang berdesir di hatinya ketika melihat Jian Chen terus menerus.
Serangan keduanya terus berlanjut, meski kedua gadis tersebut membuat posisi Jian Chen bertahan tetapi mereka tidak bisa mendesaknya lebih jauh.
"Baik, kita mulai perlawanannya... " Alasan Jian Chen tidak menyerang karena ingin melihat seperti apa kekuatan keduanya. Kini Jian Chen sudah melihat gambaran tersebut sehingga ia mulai menyerang balik.
Jian Chen memadukan teknik pedang dengan tendangan membuat situasinya jadi berimbang tetapi perlahan mendominasi pertarungan.
"Ini... "
Meily dan Ziyun sama-sama tidak siap dengan kombinasi serangan Jian Chen yang unik tersebut, dalam waktu beberapa jurus saja situasinya sudah berbalik lagi membuat keduanya diposisi bertahan.
Pedang Jian Chen sudah begitu lincah sedangkan teknik tendangannya tak kalah lebih memukau dari permainannya pedangnya, sulit bagi keduanya untuk mengungguli pertarungan lagi.
Ketika Jian Chen hendak menaikan tempo permainan pedangnya kedua gadis itu menyerah, sejak awal mereka berduel hanya ingin mengukur kekuatan masing-masing jadi tidak masalah mereka kalah.
Jian Chen menyarungkan pedangnya, membiarkan gadis itu untuk mengambil nafas.
"Terimakasih saudara Jian, anda memang hebat seperti yang dikatakan sahabatku... " Ziyun menyikut Meily yang ada disampingnya lalu berbisik di telinga gadis itu dengan pelan, "pantas saja kau bisa jatuh hati, Mei'er, ternyata dia sehebat ini."
Ziyun tertawa kecil sementara Jian Chen tersenyum dengan canggung, ia sebenarnya mendengar bisikan Ziyun barusan.
Jian Chen kemudian teringat dulu Miou Lin pernah mengatakan bahwa kalung yang diberikan Meily melambangkan perasaannya padanya hal ini membuatnya bingung harus bersikap seperti apa ketika bertemu Meily kembali.
Jian Chen bukan tidak tertarik pada Meily tapi lebih tepatnya ia belum memikirkan untuk menjalin sebuah asmara dengan seseorang, lagian saat ini keduanya masih sama-sama remaja.
'Mungkin dua atau tiga tahun lagi aku akan memikirkan hal ini...' Jian Chen tersenyum tipis memikirkan pikiran yang terbesitnya.
Ziyun memilih beristirahat terlebih dahulu atau tepatnya terlihat demikian karena gadis itu punya siasat tersendiri agar sahabatnya bisa berdekatan dengan orang yang dicintai.
Kini tinggal Meily dan Jian Chen yang berdiri didekat air terjun dengan suasana canggung, Ziyun duduk di batu besar sambil melihat keduanya dari jauh.
Jian Chen memutar otaknya untuk sekedar berbasa-basi tetapi pria itu tidak pandai perihal demikian sehingga ia memutuskan pada percakapan intinya, sejujurnya Jian Chen ingin mengatakan sesuatu pada Meily perihal teknik pedang rembulannya dari dulu, mengingat kemampuan gadis itu sudah memahami semua teknik pedang Klan Niu, Jian Chen berniat menyampaikan sesuatu padanya.
Singkatnya Jian Chen menjelaskan bahwa Teknik Pedang Rembulan memiliki 5 bentuk selain bulan sabit, bulan separuh dan bulan purnama.
Mendengar itu Meily terkejut tetapi ia tidak memotong penjelasan Jian Chen sampai akhir.
"Jadi teknik pedang rembulan sebenarnya memiliki 5 bentuk bukan tiga!?" Meily terkejut sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Jian Chen mengangguk, tertawa kecil melihat reaksi gadis tersebut. "Dua bentuk lagi adalah Pedang Bulan Sirna lalu terakhir teknik yang paling kuat dari pedang rembulan lainnya yaitu Teknik Gerhana Bulan."
Jika teknik Pedang Bulan Purnama memfokuskan pada seni permainan pedangnya, Pedang Bulan Separuh menggabungkan pedang dengan gerakan tubuh, dan Pedang Bulan Sabit menggabungkan pedang dengan teknik tenaga dalam maka teknik Pedang Bulan Sirna berbeda lagi.
"Teknik Pedang Bulan Sirna menggabungkan sebuah teknik pedang dengan ilusi..." Jelas Jian Chen setelahnya lalu melanjutkan bahwa bentuk ke 4 teknik itu memiliki 7 jurus didalamnya.
"Saudara Jian, apakah anda bisa melakukannya?"
Jian Chen justru tersenyum tipis, "Meily, apakah kau tidak penasaran kenapa aku mengetahui hal ini sementara klanmu sendiri tidak?"
Meily menggeleng pelan, "Jika saudara Jian memberitahuku sendiri, itu menandakan aku orang yang cocok untuk bisa dipercayai olehmu, dan aku yakin saudara Jian ingin aku mempelajari hal tersebut."
Jian Chen tersenyum lembut, tidak menyangka Meily langsung mengerti tentang niat aslinya. Memang benar Jian Chen berniat untuk mengajari Meily tentang teknik pedang tersebut.
Kemudian Jian Chen menjelaskan teknik pedang bulan sirna dengan jurus-jurusnya serta cara melakukannya, ia juga tidak lupa untuk mempraktekkan teknik tersebut di depan gadis itu membuat Meily tak henti-hentinya terkejut dan berdecak kagum.
"Karena bentuk ke 4 pedang Rembulan ini melibatkan ilusi maka seseorang harus terlebih dahulu mengetahui cara bagaimana ilusi bekerja..."
Seseorang bisa dikatakan menguasai ilmu ilusi ketika seorang pendekar dapat mengatur aliran tenaga dalam dari sistem otak lawan sehingga mempengaruhi panca indra mereka.
Dari sekian banyak teknik hanya teknik di bidang ilusi yang paling sulit karena selain penguasaannya yang rumit, teknik ilusi juga butuh keterampilan yang tinggi dalam menggunakannya.
Sebab itulah para pendekar sering kali memalingkan wajah ketika ingin mempelajari ilmu ilusi, karena meskipun mereka menguasainya, ilmu ilusi juga tidak terlalu berguna dalam pertarungan terutama karena tidak menyerang secara fisik.
Tentu saja itu hanya sebagian pola pikir para pendekar yang meremehkan ilmu ilusi, pada kenyataannya mereka yang telah mempelajari ilmu ilusi di seluruh hidupnya merupakan pendekar-pendekar yang kuat.
Teknik Pedang Bulan Sirna adalah salah satu contoh teknik ilusi yang hebat dan cukup sulit, Jian Chen juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menguasainya di kehidupan sebelumnya.