
Chu Di melesat cepat ke posisi terdepan pasukan klan Chu, ia mencabut dua pusaka kembar yang berupa pedang pendek yang tajam.
Tanpa basa-basi Chu Di melepaskan gelombang pedang pada salah satu pasukan organisasi, dalam sekali serangan tersebut pendekar berjubah hitam itu terpenggal kepalanya saat gelombang pedang melewati leher mereka.
Chu Di tidak habis di sana, ia mulai melepaskan gelombang pedang lainnya yang setiap terkena lawannya akan memotong tubuh mereka.
Pusaka Chu Di memang memiliki keistimewaan, meski gelombang pedang bisa dibuat oleh seorang ahli pedang namun pedang Chu Di dapat melakukannya secara otomatis walaupun tidak ia niatkan. Lebih jelasnya pedang pendek Chu Di akan mengeluarkan gelombang pedang setiap kali pedangnya terayun.
Tentu saja gelombang pedang yang dilepaskan memerlukan tenaga dalam yang tidak sedikit, namun itu adalah bayaran pas untuk pusaka kelas Dewa tersebut.
Chu Di terus melepaskan gelombang pedang di atas udara, dalam waktu seketika sudah puluhan pendekar organisasi terbunuh di tangannya.
Aksi tersebut segera membuat pasukan organisasi menyadari kekuatan Chu Di, mereka yang ketakutan mulai menjauhinya karena takut menjadi korban pusakanya.
Hong Gao, Yue Xia, Gu Bu, dan Dong Xu tidak tinggal diam saja ketika Chu Di membantai anggota organisasinya dengan mudah, keempatnya langsung bergerak menahan Chu Di.
"Pantas saja mereka bisa terbunuh dengan cepat, tidak kusangka Ketua Chu Di ada disini..." Yue Xia tersenyum lebar, gadis yang terlihat muda tetapi memiliki jiwa nenek itu menjilat bibirnya saat merasakan kekuatan Chu Di yang di atas mereka.
Chu Di mengerutkan dahinya, kecurigaannya semakin benar bahwa penyerangan ini berasal dari organisasi kriminal ketika melihat empat pemimpin mereka yang terkenal.
"Kalian berani menyerang pemerintahan, apa kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan!" Chu Di berkata dingin.
"Tidak perlu mengkhawatirkan kami, pikirkanlah dirimu yang tidak akan selamat hari ini..." Gu Bu mengomentarinya dengan senyuman mengejek, pria gemuk itu sudah lama sekali ingin melawan pendekar terkuat Provinsi Naga Petir.
Chu Di mendengus geram, tanpa menunggu lagi ia mulai maju ke arah mereka dan mengayunkan dua pusakanya.
Hong Gao dan lainnya mengikuti, keempatnya bertarung bersama-sama melawan Chu Di sendiri.
Chu Di memiliki kekuatan yang menandingi tiga puluh jagoan Kekaisaran Naga, kekuatannya sudah tidak diragukan lagi, meski melawan empat Alam Langit sekaligus ia dapat menandingi mereka.
Pertarungan mereka terjadi di atas langit, beberapa pendekar bisa melihat jelas kekuatan keduanya hampir berimbang dengan Chu Di mendominasi pertarungan.
Ketika pemimpin mereka bertarung dengan sengit, para pasukan organisasi tidak tinggal diam saja. Dengan jumlah mereka yang membeludak, pasukan organisasi segera memenuhi kota Qianshan dan membuat kekacauan di seisi kota.
Pasukan klan Chu berusaha melawan pasukan organisasi namun jumlah mereka terlalu sedikit, belum lagi sebagian pasukannya harus di bagi untuk menyelamatkan para warga kota.
Hal tersebut membuat pihak klan Chu tidak diuntungkan, bantuan klan lain juga cenderung lambat karena mereka juga harus mengamankan klan-klan mereka terlebih dulu.
Chu Di menyaksikan ketidak unggulan pasukannya saat bertarung, ia ingin membantu klannya namun situasinya tidak tepat.
"Kalau bertarung sebaiknya kau jangan memikirkan yang lain..." Dong Xu mengayunkan pedangnya yang berhasil melukai Chu Di dengan goresan pedang.
Chu Di segera mengambil jarak, ia melihat lukanya beberapa saat dengan ekspresi buruk, wajahnya sedikit memanas dan emosinya terbakar.
"Kalian ingin kita bertarung hidup dan mati disini, kalau begitu aku akan melakukannya walaupun kehilangan nyawa sekalipun." Chu Di melepaskan tekanan tenaga dalam di tubuhnya, menunjukkan kekuatannya sebagai pendekar Alam Langit tahap 6.
Kini giliran keempat ketua itu yang berubah ekspresi, senyuman menghilang saat merasakan kekuatan Chu Di yang sebenarnya.
Chu Di tidak menunggu keterkejutan mereka melainkan langsung bergerak dan muncul di dekatnya, dengan dua pedang di tangan ia menyerang keempatnya dengan membabi buta.
Keempatnya kini mulai merasakan kekuatan sebenarnya dari pendekar terkuat di Provinsi Naga Petir.
***
Jian Chen dan Jian Ya datang di waktu yang terlambat, ketika mereka sampai, Kota Qianshan sudah mengalami kekacauan dengan banyaknya rumah warga yang dibakar oleh alat peledak.
Jian Chen juga melihat banyaknya pendekar berjubah hitam yang memasuki kota dan melakukan pertarungan di dalam kota, Jian. Chen yakin bahwa mereka adalah pasukan dari aliansi organisasi.
"Sial-!" Jian Chen berdecak kesal.
"Chen'er, ini bukan salahmu, ayo kita bantu mereka sekarang, para warga sedang membutuhkan pertolongan kita..." Jian Ya menggenggam tangan Jian Chen agar pemuda itu tidak larut dalam amarahnya.
Jian Chen menatap Jian Ya, gadis itu mencoba berusaha tersenyum dan menghiburnya.
"Terimakasih, aku akan membalikkan situasi penyerangan ini menjadi di pihak kita..." Jian Chen mengelus pucuk kepala Jian Ya, disisi yang sama ia juga mengalirkan tenaga dalam pada gadis itu.
"Chen'er, ini..."
Jian Ya tiba-tiba merasakan tenaga dalamnya yang terkuras akibat terbang lama kini mulai terisi kembali.
Jian Chen memang mentransfer tenaga dalamnya pada gadis itu, di dunia persilatan sebenarnya tidak ada teknik atau jurus yang bisa demikian namun Jian Chen berhasil melakukannya berkat ia mempelajari kitab Dewa Langit Surgawi beberapa hari sebelumnya.
Sebagai gantinya tenaga dalam Jian Chen akan terkuras dua kali lipat dari tenaga dalam yang ia transfer pada Jian Ya. Tidak membutuhkan waktu lama hingga gadis itu merasakan tenaga dalamnya sudah penuh kembali.
"Jangan bertanya dulu, kita harus mengakhiri peperangan ini secepatnya." Kata Jian Chen saat kekasihnya itu akan bertanya mengenai tekniknya
Jian Ya mengangguk pelan, keduanya kemudian melesat cepat masuk ke dalam kota.
Ketika keduanya terbang lebih dekat, mereka bisa menyaksikan lebih jelas pasukan aliansi organisasi lebih mendominasi penyerangan kota, Jian Chen bahkan melihat ada beberapa warga dan pasukan klan Chu yang sudah terbunuh.
Tidak menunggu lama, Jian Chen dan Jian Ya mendarat di dekat para warga yang hendak diburu oleh pasukan organisasi.
Jian Chen langsung mencabut pedang asura dan melepaskan hawa dingin ditubuhnya. Aura itu ditunjukkan pada pasukan organisasi sehingga Jian Ya maupun para warga tidak dapat merasakan hawa dingin yang ia lepaskan.
Tanpa menunggu lagi, Jian Chen segera mengayunkan pedangnya, satu ayunan tersebut langsung membunuh tiga pasukan organisasi sekaligus.
Pasukan organisasi tampak terkejut dengan kekuatan yang ditunjukkan Jian Chen, sebelum mereka bereaksi Jian Chen menunjukkan sesuatu yang mengejutkan lagi.
Dengan pedangnya Jian Chen menghabisi 3 pendekar Alam Hampa yang ada di pihak musuh, tak peduli dengan tahap kultivasi mereka ada di mana Jian Chen dapat membunuh musuhnya dalam sekali ayunan pedang.
Dalam waktu singkat, Jian Chen sudah membunuh puluhan pasukan aliansi, aksi pembantaian tersebut terlihat menakutkan bagi mereka yang melihatnya baik pasukan musuh maupun pasukan klan Chu.
Jian Ya juga sama terkejutnya, kekuatan Jian Chen yang dilepaskan benar-benar berbeda saat keduanya membasmi sarang penyamun.
Jian Ya memahami Jian Chen melakukan demikian karena kemarahannya pada pasukan organisasi, gadis itu mendadak merinding saat melihat ke arah pedang merah yang dipegang Jian Chen, walaupun samar ia bisa merasakan ada aura kehitaman dari pedang itu, seperti aura pembunuh namun tampak lebih kelam dan lebih gelap.