Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 168 — Permohonan Walikota


"Mundur, semuanya mundur!"


Melihat Tetuanya terbunuh begitu saja para pendekar bertopeng yang lain langsung memutuskan pergi dari kota.


Tidak pernah terpikirkan orang yang mereka incar memiliki kemampuan yang tinggi, belum lagi Jian Chen terlihat lebih muda namun seperti menikmati akan pembunuhan.


Jian Chen tidak membiarkan itu terjadi, ia mengejar mereka satu persatu dan mulai menghabisinya. "Kalian sudah disini jangan berpikir bisa kembali lagi..."


Di saat Jian Chen memburu para pendekar bertopeng, kelima gadis kembar telah membunuh lawan-lawannya yang sudah berada di pemukiman penduduk.


Berbeda dengan Jian Chen yang bertarung secara terbuka, kelima gadis itu mengguna teknik pembunuhnya yang mematikan.


Setiap serangan pisaunya mengincar bagian vital seperti jantung dan leher lawannya membuatnya dapat menghabisi pendekar bertopeng itu dengan mudah.


Kelima gadis itu tidak jauh berbeda dengan Jian Chen, meski wajah mereka manis namun saat menggunakan teknik pembunuhnya hati dan perasaannya menjadi dingin.


Sekitar dua puluh orang mereka cabut nyawanya, para pendekar bertopeng yang terbunuh tidak akan pernah menyangka gadis cantik yang terlihat lemah itu bisa membuatnya menghembuskan nafas terakhir.


Ketika pendekar bertopeng itu mulai melarikan diri setelah kematian pemimpinnya, kelima gadis kembar tidak membiarkan itu terjadi.


Mereka sangat membenci para organisasi jahat seperti Menara Iblis apalagi setelah menyaksikan jasad yang di bunuh organisasi itu. Menurut mereka membunuh pembunuh mungkin adalah hal baik saat situas seperti ini.


Disisi lain Jian Chen sebisa mungkin mengejar para pendekar bertopeng hingga sampai keluar perbatasan kota namun karena jumlah mereka yang banyak serta para petugas kota yang tidak berani membantu akhirnya sebagian kecil mereka bisa kabur.


Jian Chen bisa saja mengejar mereka lebih jauh sampai membunuh semuanya namun saat ini prioritasnya adalah melindungi kota Shui takut ada serangan susulan lain yang datang.


Dia juga berhasil menangkap satu orang dari pendekar bertopeng itu untuk diinterogasi nanti. Ketika rombongan Jian Chen kembali ke gerbang kota ia baru menyadari tindakannya agak berlebihan.


Kota Shui kini di penuhi oleh banyaknya darah serta jasad-jasad pendekar bertopeng yang ada dimana-mana. Para petugas kota pun tampak ketakutan saat melihat Jian Chen kembali.


Salah satu petugas memberanikan diri mendekati Jian Chen disusul yang lainnya. Meski agak ketakutan mereka menyadari Jian Chen melakukan hal ini untuk menyelamatkan kotanya.


"Tuan Pendekar, terimakasih atas uluran bantuanmu jika tidak ada pendekar mungkin kota kami sudah di ambang kehancuran."


"Tidak perlu sungkan, dari awal aku juga benci organisasi seperti mereka, bagaimanapun mereka tidak bisa didiamkan begitu saja menyerang para penduduk yang tidak bersalah..."


Petugas kota bernafas lega melihat Jian Chen tidak sekejam dari yang mereka pikirkan.


Jian Chen kemudian meminta pada petugas kota itu untuk menahan orang yang di bawanya.


Petugas itu mengangguk dan menuruti kemauan Jian Chen lalu mengambil alih orang yang Jian Chen bawa untuk dimasukkan ke dalam penjara nanti.


Jasad-jasad yang berserakan akan dibersihkan oleh petugas kota dan warga penduduk sekitarnya, sesaat mereka merasa ngeri ketika harus mengumpulkan tubuh-tubuh jasad itu terlebih dahulu sebelum di kuburkan.


Jian Chen tak lama kemudian bertemu dengan lima kembar bersaudara yang berjalan menghampirinya. Kelimanya tampak baik-baik saja.


"Saudara Jian, anda tidak apa-apa?" Lan Qiaoqiao melihat banyak bercak darah di pakaian Jian Chen jadi dia berpikir itu adalah darahnya.


"Aku baik-baik saja..." Jian Chen tersenyum hangat.


Jian Chen kemudian mengajak mereka untuk kembali ke penginapan, kedatangan rombongan Jian Chen ke sana di sambut oleh pengurus penginapan itu


Jian Chen bisa merasakan pengurus penginapan itu ketakutan ketika melihat dirinya, aksi Jian Chen memang sudah terdengar cepat ke seluruh kota apalagi tindakannya yang bersifat telah membantai.


Entah harus senang ataupun takut di tolong Jian Chen tetapi apa yang ia perbuat bukan sesuatu yang orang baik lakukan.


Jian Chen tidak peduli dengan reaksi mereka, ia langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri lagi serta mengganti pakaian.


Kelima gadis bersamanya melakukan hal serupa, mengingat hari sudah gelap mereka memilih langsung tidur di awal malam.


***


Penginapan yang Jian Chen tempati kedatangan seseorang yang penting keesokan paginya, ia adalah Walikota Shui yang berkunjung ke penginapan itu dan ingin bertemu Jian Chen.


Kabar Jian Chen mengalahkan para perompak sudah terdengar oleh walikota, mendengar kabar baik tersebut ia langsung bergegas keesokan harinya untuk mendatanginya.


Dahi Walikota itu seketika berkerut dan sedikit tidak percaya ketika melihat umur Jian Chen secara langsung yang seperti pemuda belasan tahun, namun ia tidak memikirkan itu lebih jauh.


"Jadi, apa yang anda ingin bicarakan denganku sampai datang sepagi?" Tanya Jian Chen.


"Tuan Pendekar, tolong bantulah kota kami, uang tidak masalah asalkan anda membebaskan anak-anak kami yang di culik oleh kelompok mereka..."


Walikota mulai menceritakan bahwa selama ini organisasi Menara Iblis selalu meminta upeti pada kotanya setiap bulan dengan nominal uang yang tinggi atau kalau tidak kelompok mereka akan menyerang kotanya.


Hampir satu tahun lebih walikota memenuhi bayaran tersebut dengan menaikan pajak pada masyarakatnya, hal ini membuat rakyatnya sengsara hingga banyak yang jatuh miskin.


Walikota sudah mengirimkan surat bantuan pada pemerintah provinsi terkait masalah ini namun sebab pemerintahan belakangan sedang kacau karena perebutan tahta maka surat itu tidak terbalas hingga saat ini.


Pembayaran itu terus berlangsung lama hingga sampai di titik bulan kemarin, walikota dibuat tidak bisa membayar upeti sesuai nominalnya dikarenakan ia maupun rakyatnya sudah tak memiliki uang lagi.


Orang-orang dari organisasi Menara Iblis langsung berteriak marah, mereka kemudian menculik gadis-gadis serta anak-anak dari penduduk sebagai jaminan. Putri Walikota satu-satunya juga ikut di ambil oleh mereka.


Dengan adanya orang sekuat Jian Chen yang sedang di kotanya, Walikota buru-buru datang kesini untuk meminta bantuan perihal hal tersebut.


Jian Chen memejamkan matanya beberapa saat setelah mendengar cerita Walikota, ia berusaha menenangkan kemarahannya yang perlahan naik.


"Baik aku akan membantu kalian, sejak awal aku memang tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja..."


Jian Chen bangkit dari kursinya, tekadnya semakin bulat untuk menghancurkan Organisasi Menara Iblis hari ini. Jian Chen akan pastikan tidak ada dari mereka yang selamat.