
Bawahan itu mengangguk pelan. Meski sebenarnya ia tidak terlalu yakin dengan hal itu namun saat ini melebih-lebihkan cerita adalah jalan agar dirinya tidak dihukum oleh Liu Zhan.
Liu Zhan sendiri terdiam cukup lama memikirkannya, semua murid akademi tahu bahwa hanya Niu Meily seorang yang berasal dari Klan Niu di akademi.
Jika pemuda itu benar-benar bisa menggunakan teknik Pedang Rembulan dan bukan berasal dari klan Niu maka ada kemungkinan tekniknya telah dipelajari oleh orang luar.
Meski begitu tetap saja terasa aneh karena kalaupun ia mempelajari teknik Pedang Rembulan, mempraktekan serta memahaminya adalah hal yang sulit.
Dikompetisi ini semua yang ada didalam Hutan Sunyi adalah murid akademi, tidak ada orang luar yang bisa masuk saat kompetisi berlangsung.
Sedangkan rata-rata orang yang belajar di Akademi Qiansan paling tua sampai berumur 20 tahunan, bila pemuda itu bisa melakukan teknik Pedang Rembulan diusia belasan itu adalah sesuatu yang mustahil.
Masalahnya semua orang tahu bahwa Teknik Pedang Rembulan adalah teknik pedang yang sulit dipelajari, orang-orang dari klan Niu saja yang belajar dari kecil belum tentu menguasainya diusia belasan.
‘Andai berita ini benarpun tak mungkin ia tidak terkenal, pasti dia berasal dari sepuluh murid akademi yang menyamar…’ batin Liu Zhan dalam hati.
Jika Liu Zhan berkenan ia ingin bertemu pemuda itu atau setidaknya bertarung dengannya, ia tentu agak kesal karena gara-gara pemuda ini boleh jadi nama faksi Naga Emas akan tercemar.
Setelah kompetisi ini selesai Liu Zhan akan menekan faksi Bunga Malam agar menutup mulut tentang sikap faksinya, kalau mereka tidak menurut Liu Zhan tidak segan-segan untuk menghancurkan faksi tersebut atau cara yang paling buruk membunuh sebagian dari mereka.
Faksi Naga Emas memiliki dukungan serta relasi dengan faksi besar lainnya, menyingkirkan faksi seperti Bunga Malam bukanlah hal yang sulit.
Liu Zhan menoleh pada bawahannya yang masih bertekuk lutut, kemarahannya sedikit mereda setelah mendengar penjelasan kegagalan misi tersebut.
“Lupakan saja, hal ini biar aku yang urus. Yang terpenting sekarang adalah memenangkan kompetisi ini terlebih dahulu …”
Liu Zhan memberi tahukan pada anggotanya bahwa faksi Naga Emas sudah mendapatkan 1000 poin lebih dan hal itu cukup membuat faksinya menang menurutnya. Tentu saja permata yang dia kumpulkan bukan dari kerja keras timnya melainkan merampas dari berbagai faksi.
Dia sudah menghancurkan beberapa faksi yang menolak untuk memberikan permata silumannya secara percuma, ia memang tidak membunuh namun membuat mereka terluka adalah yang mudah.
Ranah Liu Zhan sendiri berada di alam Jiwa Tahap 4 dan memiliki teknik pertarungan yang tinggi. Liu Zhan berada di rangking 6 sebagai murid terjenius di Akademi.
Meski demikian tentu ada faksi yang balik melawan dan kejadian itu biasanya menimbulkan pertempuran kecil, namun mereka biasanya kalah terutama difaktor jumlah karena anggota faksi Naga Emas yang berjumlah banyak.
Liu Zhan juga tidak berurusan dengan faksi tinggi seperti faksi Lotus Salju milik Niu Meily atau faksi Lantera Api milik Ye Ziyun, dia tidak cukup bodoh berurusan dengan keduanya.
Meski bisa pun Liu Zhan yakin masalah ini akan berbuntut panjang maka itulah ia tidak memberi masalah pada faksi yang besar terutama 10 teratas.
Liu Zhan tersenyum lebar, pasti pemimpin faksi Naga Emas yang asli, Liu Yanyi akan senang mendengar kabar kalau dirinya bisa memenangkan kompetisi ini.
***
Karena itulah Jian Chen bergerak menyulusuri sungai yang baru ia temukan, tindakan ini akhirnya menemukan hasil saat secara tidak sengaja bertemu Jian Luan yang sedang mengambil air minum.
“Saudara Chen, itukah anda?” Jian Luan mematung sesaat ketika Jian Chen berdiri disampingnya sambil tersenyum hangat. “Apakah anda hantu atau…”
“Saudara Luang, ini memang aku, Jian Chen.”
Jian Luan menyipitkan matanya, pandangannya menyulusuri tubuh Jian Chen lalu menemukan kaki pemuda itu masih menapak ditanah. “Anda benar-benar sungguhan, anda masih hidup!?”
Jian Chen mengangguk pelan. “Ada berbagai hal yang terjadi setelah aku dikejar gerombolan tikus tanah, menemukan faksi Dua Pedang ditengah hutan seperti ini bukanlah hal yang mudah untuk kucari sendiri. ”
Jian Luan mengangguk mengerti, yang penting sekarang Jian Chen masih selamat. Jian Luan sangat bahagia dengan kedatangan Jian Chen sampai sesaat pikirannya tertuju ke hal yang lain, kebahagiaam Jian Luan luntur seketika.
Jian Chen menyadari perubahan raut wajah Jian Luan. “Apakah ada sesuatu?”
Jian Luan terdiam cukup lama, ia bingung harus menceritakan hal ini pada Jian Chen jadi Jian Luan membawa Jian Chen untuk ikut bersamanya ke faksi Dua Pedang berada.
***
Hal pertama yang Jian Chen temukan adalah sesuatu yang berbeda dari bayangannya ketika melihat keadaan faksi Dua Pedang tinggal.
Anggota-anggota faksinya tidak dalam kondisi yang baik, mereka seperti sudah melewati pertempuran yang hebat. Luka-luka, darah, dan perban adalah hiasan mereka saat ini.
Mata Jian Chen kemudian tertuju pada Lu Xuan yang berbaring tak jauh darinya, terdapat perban yang panjang mengelilingi badan sampai bahunya. Didekat tubuh Lu Xuan sendiri ada Shen Ling yang menemani sambil menangis.
Miou Yue adalah yang paling parah, dia mengalami banyak luka serta darah yang keluar. Kulit putihnya jadi pucat akibat banyak kehabisan darah.
“Apa yang terjadi?” Jian Chen menoleh pada Jian Luan.
“Saudara Chen, ceritanya panjang…” Jian Luan menceritakan garis besar kenapa perisitiwa ini terjadi. Awalnya faksi Dua Pedang tidak mengalami kendala dikompetisi ini meski Jian Chen tidak bersamanya.
Siluman-siluman yang mereka temui juga terbilang mudah untuk dihadapi, faksi Dua Pedang cukup beruntung karena mendapatkan banyak sekali permata siluman. Mulanya mereka berpikir mungkin ada kesempatan faksi Dua Pedang untuk mendapatkan lebih dari terget tetapi harapan itu pupus ketika faksinya bertemu dengan kelompok bertopeng.
“Kelompok bertopeng meminta kami untuk menyerahkan semua permata siluman yang didapat tetapi Ketua Yue dengan keras menolak hal itu sampai 3 kali tawaran. Akhirnya faksi kami dengan kelompok bertopeng bertempur, tentu dari awal kami tau akan kalah namun harga diri kami tak membiarkan menyerah begitu saja.”
Jian Luan dan Shen Ling merupakan bagian kecil yang mengalami luka ringan, sekarang dia tengah membantu mereka yang terluka parah.
Kelompok bertopeng itu pergi setelah mendapatkan Cincin Ruang dari Miou Yue karena sejak awal incaran mereka hanya permata silumannya.
Tangan Jian Chen mengepal keras, emosinya terasa mendidih setelah mendengar itu semua. Dia berjanji sebelum kompetisi ini selesai dia akan membuat perhitungan yang keras pada faksi Naga Emas.