
"Ah, surat dari Tuan Muda Jian lagi..." Miou Lin tengah meminum teh di kediamannya langsung tersenyum lebar saat seseorang datang dan membawa sepucuk surat.
Miou Lin membaca surat itu, tidak ada yang berbeda dari isi surat Jian Chen selain menginginkan kabar dari situasi ibukota. Disisi yang lain ia sedikit terkejut ketika Jian Chen sudah berada di Provinsi Naga Bumi.
Miou Lin sedikit heran karena seharusnya perjalan yang membutuhkan dua bulan itu bisa Jian Chen tempuh kurang dari tiga minggu.
Kembali ke topik utama, sebenarnya situasi ibukota tidak banyak berubah selain klan Liu yang berniat untuk menyerang. Meski begitu tidak ada pergerakan dari klan tersebut, justru mereka jadi menutup dirinya dan terkesan berdiam diri.
Miou Lin ingin membalas surat Jian Chen segera namun sebelum kuasnya menyentuh kertas, ada utusan lain yang datang dan menyerahkan surat.
Miou Lin mengira itu hanya sebuah laporan asosiasi yang seperti biasanya sehingga ia membaca terlebih dulu.
Kerutan di dahi Miou Lin terbentuk saat membaca bagian atas surat, semakin ia membaca ke bawah kerutan di dahi gadis itu semakin bertambah sebelum akhirnya ia menutup surat itu dengan helaan nafas dingin.
Isi surat itu berisi laporan tentang mata-mata yang asosiasi utus pada klan Liu.
Miou Lin membaca tentang rencana klan mereka, secara garis besar isi surat itu menjelaskan rencana klan Liu yang hendak menyerang klan Jian.
Kepala Miou Lin terasa sakit, tatapannya kemudian jatuh pada surat yang hendak ia tulis ke Jian Chen. "Apa sebenarnya Tuan muda Jian sudah curiga rencana mereka sejak awal..."
Awalnya Miou Lin berpikir Jian Chen hanya terlalu khawatir pada situasi ibukota terutama dengan klan Liu, tidak gadis itu duga kekhawatiran Jian Chen menuntun kewaspadaannya pada situasi klan Jian.
Belum Miou Lin pulih dari keterkejutannya ada surat lagi yang datang, surat itu berisi tentang laporan yang sama namun kini lebih detail.
Surat ketiga menerangkan tentang pasukan yang akan di kerahkan klan Liu bersama sekutunya. Miou Lin mencoba menangkan dadanya yang kembang kempis, gadis itu tidak menyangka situasinya bakal separah ini.
"Aku harus menemui Ketua Klan, ini benar-benar situasi yang berbahaya..."
***
Kedatangan Miou Lin yang tiba-tiba ke singgasana klannya membuat Miou Fan mengerutkan dahinya karena secara paksa ia harus menerima surat di tangan gadis itu.
"Apa ini berkaitan dengan Asosiasi, Tetua Lin?"
"Tidak Ketua, lebih dari itu, ini mencakup orang yang telah membuat asosiasi kita naik daun, ia adalah Tuan Muda Jian."
"Hm, sudah lama aku tidak bertemu dengannya setelah pertama kali bertemu. Kudengar kau lah yang paling dekat dengannya."
Miou Lin mengangguk, "Saudara Jian saat ini sedang berada di Provinsi Naga Bumi."
"Oh, bukannya dia belajar di akademi?"
Miou Lin tersenyum tipis, "Ketua, Tuan muda Jian tidak akan sama seperti anak seusianya, bukankah kabar tentang dia membuat racikan pil sendiri adalah bukti dari ketidak kebiasaanya."
Miou Fan mengangguk-angguk, dia cukup memahami apa yang di katakan Miou Lin.
Alasan Miou Fan saat ini selalu sibuk karena bisnis asosiasinya telah mencapai di luar perkiraannya. Bukan hanya terpandang di Provinsi Naga Petir saja bahkan di provinsi lain seperti provinsi Naga Api, asosiasi klan Miou sudah di perhitungkan.
Tentu saja ia tidak lupa karena Jian Chen lah semua ini terjadi, Miou Fan bahkan ingin bertemu pemuda itu dan berterima kasih padanya sebanyak-banyaknya.
"Lin, apa laporanmu ini benar?!" Miou Fan tidak menyangka Miou Lin membawa kabar yang sangat buruk terutama berkaitan dengan Jian Chen.
"Ketua aku juga tidak percaya membacanya tetapi semua itu memang benar."
Miou Fan memijat kepalanya yang mulai berdenyut nyeri.
"Ketua, bagaimana menurut anda, kita tidak bisa membiarkan sekutu klan Liu menghancurkan klan Jian begitu saja. Bagaimanapun klan Jian adalah rekan bisinis kita..."
Miou Fan berusaha menenangkan kembali pikirannya, ia memejamkan matanya beberapa saat sebelum akhirnya mengambil keputusan.
"Kita tidak akan meninggalkan klan Jian, tapi dalam situasi ini membantu juga tidak akan membawa dampak apapun, aku yakin jangankan untuk menang, bertahan saja klan Jian sangat sulit."
Pasukan yang di kerahkan dari sekutu klan Liu jauh lebih kuat dari penyerangan para organisasi sebelumnya.
Miou Fan memahami jelas kemenangan klan Jian di peperangan lalu karena adanya tiga faktor. Pertama karena adanya Niu Qisha, pendekar yang sudah di Alam Langit dan kedua, klan Jian telah bersiap untuk berperang sementara faktor terkahir, klan Jian menerima bala bantuan dari tiga klan besar sekaligus.
Andaikan klan Niu, Chu, dan klan Miou bersatu membantu klan Jian, ia yakin tetap akan sulit memenangkan peperangan ini.
Dari catatan yang Miou Lin serahkan, setidaknya ada 3 Alam Langit dari pihak musuh yang siap dalam penyerangan ke klan Jian. Belum lagi jumlah pasukan mereka lebih banyak dari organisasi sebelumnya.
Klan Miou membantu atau tidak di dalam penyerangan ini, tidak akan berdampak apapun namun berdiam begitu saja jelas bukan pilihan yang baik.
Miou Fan menghela nafas, andai saja yang di serang adalah klan lain maka ia tidak akan peduli dengan ini namun berbeda jadinya jika itu adalah klan Jian.
Seperti yang di katakan Miou Lin, sosok Jian Chen sudah di anggap tinggi di klan Miou termasuk dalam pandangan Miou Fan sendiri.
Jika bukan karena racikan pil pemuda itu maka situasi klannya tidak akan sesukses ini.
"Pertama, sekarang kita beritahu pihak klan Jian terlebih dulu, mereka harus mengetahui situasi klannya yang dalam bahaya sebelum semuanya terlambat...
"Kedua, urusan penyerangan klan Liu, aku akan berusaha berbicara dan meminta bantuan pada klan Chu serta klan lainnya. Kita juga akan melakukan rapat dadakan besok mengenai masalah klan Jian ini.
"Untuk sekarang hanya itu yang kita bisa lakukan, masalah klan Jian bisa bertahan atau tidak..." Miou Fan tidak melanjutkan ucapannya melainkan menggeleng pelan. "Aku masih tidak dapat memastikannya."
Miou Lin cukup mengerti, memang sulit untuk menang di situasi klan Jian sekarang, bahkan bertahan saja belum tentu bisa melakukannya.
Masalah utamanya mereka tidak bisa melawan tiga pendekar di Alam Langit itu, dengan adanya satu saja, sebenarnya sudah cukup membuat klan Jian rata.
Miou Lin langsung undur diri setelah memberikan laporannya, sebelum ia memberitahu yang lain Miou Lin berencana mengirimkan kabar ini pada Jian Chen karena pemuda itu adalah yang paling berhak tahu semua situasinya.
Miou Lin juga akan mengirimkan suratnya pada Jian Ya, meski gadis itu tidak menjabat lagi namun ia adalah sosok yang di kenalnya di klan Jian.
Hal yang mengganjal di pikirannya sekarang adalah klan Niu, gadis itu sedikit ragu klan tertutup tersebut bisa mengulurkan tangannya kembali.
Lagian tidak ada yang menduga klan Jian bakal di serang dua kali berturut-turut di tahun yang sama.